Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUHMODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 1 SUKASADA Aini, Qurrotul; Hartawan, I Gst Nyoman Yudi; Astawa, I Wayan Puja
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i1.19907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif.Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi penelitan ini adalah seluruh X MIA SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 47 siswa dan tersebar ke dalam 2 kelas. Data kemampuan komunikasi matematis siswa diperoleh melalui tes uraian. Analisis data menggunakan statistik deskriptif yaitu dengan menghitung nilai rata-rata, varians,standar deviasi, dan konversi nilai. Berdasarkan hasil dengan pertitungan statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 70,125 dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 62,59 sehingga >,serta standar nilai dapat dikatakan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Treffinger lebih baik dari kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Treffinger berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa.Kata kunci:model pembelajaran Treffinger, pembelajaran konvensional, kemampuan komunikasi matematis
PENERAPAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) BERBANTUAN MASALAH OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA Kusuma dewi, Luh Gede Ananda; Hartawan, I Gst Nyoman Yudi; Astawa, I Wayan Puja
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i1.19986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep matematika siswa dan mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran MEAs berbantuan masalah open ended. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri 1 Baturiti sebanyak 34 siswa pada semester ganjil Tahun Ajaran 2018/2019. Data pemahaman konsep matematika siswa diukur menggunakan tes pemahaman konsep berbentuk uraian. Data tanggapan siswa diukur menggunakan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep tiap siklusnya, yaitu 66,20; 69,70; 75,20 dengan ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan tiap siklusnya, yaitu 38,24%; 52,94%; 67,65% . Peningkatan ini tercapai karena adanya pengkolaborasian antara pembelajaran MEAs dengan masalah open ended yang membantu siswa mengembangkan kreatifitas dalam mengekpresikan ide ataupun gagasannya yang akan menjadikan peningkatan pemahaman konsep siswa optimal. Selain itu siswa merepon positif penerapan model eliciting activities (MEAs) berbantuan masalah open ended.Kata-kata Kunci: MEAs, open ended, pemahaman konsep matematika, tanggapan siswa
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG SISI DATAR SISWA KELAS VIII B5 SMP NEGERI 4 SINGARAJA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT ., Ni Putu Novia Krisna Dewi; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Dr. I Wayan Puja Astawa, S.Pd., M.Stat.S
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.13086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep bangun ruang sisi datar dan tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran setelah diterapkannya model pembelajaran Missouri Mathematics Project. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII B5 SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 39 siswa. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, angket dan tes. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman konsep bangun ruang sisi datar. Terjadinya peningkatan pemahaman konsep bangun ruang sisi datar disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut : (1) Pembelajaran yang diterapkan menekankan pada pengembangan konsep, (2) Pembelajaran yang diterapkan menekankan pada prinsip belajar kooperatif dengan bimbingan guru, dan (3) Pembelajaran menekankan pada prinsip kemandirian dan tanggung jawab dalam menerapkan konsep. Rata-rata skor pemahaman konsep bangun ruang sisi datar pada siklus I sebesar 61,93, meningkat menjadi 67,49 pada siklus II dan meningkat lagi menjadi 72,22 pada siklus III. Pada siklus III, rata-rata skor pemahaman konsep bangun ruang sisi datar berada dalam kategori tuntas, sehingga indikator keberhasilan penelitian sudah tercapai. Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran Missouri Mathematics Project berada pada kategori positif dengan rata-rata skor sebesar 56,82. Kata Kunci : model Missouri Mathematics Project, pemahaman konsep, bangun ruang sisi datar This research was aimed to describe the improvement conceptual understanding of rectangular solid figure and students' responsed to the implementation of learning after applying the learning model of the Missouri Mathematics Project. The type of research conducted is Classroom Action Research which is implemented in three cycles. The subject of this research is the students of class VIII B5 SMP Negeri 4 Singaraja academic year 2016/2017 which amounted to 39 students. Data were collected by using observation method, questionnaire and test. The data that has been collected is then analyzed descriptively. The results showed that there is an increase of conceptual understanding of rectangular solid figure. The increase of conceptual understanding of rectangular solid figure is caused by the following : (1) The applied learning emphasizes the development of concepts, (2) The applied learning emphasizes cooperative learning principles with teacher guidance, and (3) The lesson emphasizes the principle of independence and responsibility for implementing concepts.The average score of conceptual understanding of rectangular solid figure in the first cycle of 61.93, increased to 67.49 in cycle II and increased again to 72.22 in cycle III. In cycle III, the average score of conceptual understanding of rectangular solid figure is in the category of completion, so that the success indicator of the research has been achieved. Student responses to the implementation of the learning model of the Missouri Mathematics Project are in the positive category with an average score of 56.82.keyword : Missouri Mathematics Project model, conceptual understanding, rectangular solid figure
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS TINGKAT TINGGI SISWA DI MTS NEGERI KARANGASEM ., Kurniawan Cahyanto; ., Dr. Gede Suweken, M.Sc.; ., Dr. I Wayan Puja Astawa, S.Pd., M.Stat.S
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.13743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir tingkat tinggi matematika yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran berbasis masalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu (quasi experimental research) dengan rancangan posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII semester ganjil MTs Negeri Karangasem tahun ajaran 2017/2018 yang terbagi dalam 5 kelas yaitu kelas VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, dan VIII E. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII A (kelas eksperimen) yaitu kelas yang akan mendapatkan perlakuan berupa pembelajaran matematika dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan VIII B (kelas kontrol) yaitu kelas yang akan mendapatkan perlakuan yaitu pembelajaran matematika dengan menggunakan model konvensional di MTs Negeri Karangasem. Data penelitian diperoleh dari tes kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi siswa (tes uraian yang terdiri dari 5 butir soal). Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji-t satu pihak. Pengujian dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan analisis data didapatkan nilai t hitung(3,915) > t tabel (2,000). Hal ini menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran berbasis masalahKata Kunci : eksperimen, kemampuan berpikir tingkat tinggi, PBM. This study aimed to know the influence of mathematic high order thinking skill students whit learned with ProblemBased Learning. This study was a quasi-experimental research with posttest-only control group design. The study population is all eight grade classrooms of MTs Negeri Karangasem academic year 2017/2018 which were divided into 5 classes; they are VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, and VIII E. The sampling was done using cluster random sampling. The sample of this study was VIII A (experiment class) which is the class that got the treatment of mathematic learning with Problem-Based Learning and VIII B (control class) which is the class that got the treatment of mathematic learning with conventional learning in MTs Negeri Karangasem. The data was gathered from students high order thinking skill test ( 5 open-ended questions). The data analysis technique used is using Ttest one-tailed. The test was conducted on t-significance is 5%. Based on the result of data analysis, it was found t count > t table (3,915 > 2,000). There for: there is a influence of high order thinking skill students lerned by Problem-Based Learning.keyword : experiment, high order thinking, Problem-Based Learning.
PENGARUH STRATEGI COLLEGE BOWL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 3 SINGARAJA kertiani, wayan; Hartawan, I Gst Nyoman Yudi; Astawa, I Wayan Puja
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i1.19913

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi College Bowl terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Singaraja. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test onlycontrol group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Singaraja semester genap tahun ajaran 2017/2018 yaitu sebanyak 104 orang yang terdistribusi ke dalam 4 kelas. Dua kelas dipilih sebagai sampel penelitian dengan teknik cluster random sampling. Kedua kelas selanjutnya diundi untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas control.Dari hasil pengundian terpilih kelas XI MIPA1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA4 sebagai kelas kontrol. Data mengenai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes essay dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan thitung = 2,77722 dan ttabel = 1,67528 yang berarti bahwa strategi College Bowl berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.Kata kunci:pembelajaran konvensional, pemecahan masalah matematika, strategi College Bowl 
MASALAH-MASALAH GEOMETRI BIDANG UNTUK MENGONSTRUKSI KONJEKTUR MATEMATIKA Astawa, I Wayan Puja; Sukajaya, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengonstruksi konjektur matematika dalam pembelajaran dapat dimulai dengan menyiapkan masalah-masalah yang menantang untuk berpikir kritis dan kreatif. Sejalan dengan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan masalah-masalah geometri bidang yang dapat digunakan untuk mengonstruksi konjektur matematika. Pengembangan masalah-masalah geometri bidang dilakukan dengan penelitian desain dan pengembangan model 4D dari Thiagarajan, dkk. Masalah yang dikembangkan selanjutnya diuji validitasnya melalui uji ahli dengan teknik Gregory dan uji kecukupan informasi untuk mengonstruksi konjektur dengan melibatkan 40 orang mahasiswa. Penelitian menghasilkan gambaran terhadap konsep-konsep geometri bidang yang esensial di sekolah menengah dan masalah-masalah geometri bidang untuk mengonstruksi konjektur matematika dari konsep-konsep tersebut. Konsep-konsep geometri bidang esensial dalam pembelajaran di sekolah meliputi bangun-bangun datar, luas, keliling, dan pencerminan. Sementara itu, masalah-masalah geometri bidang yang dikembangkan dari konsep-konsep tersebut sebanyak 3 buah. Masalah-masalah yang dikembangkan bersifat valid melalui uji ahli dengan indeks validitas Gregory sebesar 1. Uji empiris terhadap 40 mahasiswa menunjukkan rata-rata 59,6% mahasiswa mampu mengonstruksi konjektur dari masalah-masalah tersebut.Kata kunci: masalah-masalah geometri bidang, konsep esensial, konjektur matematika
PENGARUH PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS MASALAH TERHADAP LITERASI MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Ni Wayan Arisujati; ., I Wayan Puja Astawa,S.Pd,M.Stat.Sci; ., Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah literasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran kolaboratif berbasis masalah lebih tinggi daripada literasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan disain penelitian Post Test Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singaraja yang terdistribusi ke dalam 10 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling yang mana terpilih masing-masing dua kelas pada kelas unggulan dan kelas non unggulan. Data literasi matematika siswa diperoleh menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan teknik uji-t satu ekor pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung = 2,808 lebih dari nilai ttabel = 1,664 untuk sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan kata lain, literasi matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singaraja yang mengikuti pembelajaran kolaboratif berbasis masalah lebih tinggi dari pada literasi matematika siswa kelas SMP Negeri 1 Singaraja yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Pembelajaran Kolaboratif berbasis masalah, literasi matematika, pembelajaran konvensional The puspose of this research was to find out whether the mathematic literacy of students who studied with collaborative problem based learning is higher than mathematics literacy of students who studied with convensional learning. This reaserch was a quasi experiment with Post Test Only Control Group Design using Matched Sunject. The population of this research were the students of grade 7 of SMP Negeri 1 Singaraja in academic year 2015/2016 that divided into ten classes. Two classes of each superior class and non supperior class were selected as sample taken by using cluster sampling technique. The data in this research, the mathematics literacy, were gathered by multiple choice test. The data were analyzed by using one tail t-test with significance level at 5%. The data analysis result showed that the value of t test thitung = 2,808 was greater than t-table = 1,664 so that the null hypothesis is rejected. The conclusion is the mathematics literacy of SMP Negeri 1 Singaraja students who studied with collaborative problem based learning is higher than that students who studied with conventional learning.keyword : Collaborative problem based learning, mathematics literacy, conventional learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING BERBANTUAN KARTU MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 TAMPAKSIRING ., Desak Putu Novia Dewi; ., Drs.Djoko Waluyo,M.Sc; ., I Wayan Puja Astawa,S.Pd,M.Stat.Sci
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan kartu masalah lebih tinggi dari siswa yang mengikuti dengan model pembelajaran langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Tampaksiring tahun ajaran 2015/2016 yang tersebar dalam 8 kelas.Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling, sehingga terpilih Kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan Kelas VII D sebagai kelas kontrol.Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah matematika. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung = 2,972 > t tabel = 1,684. Akibatnya kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan kartu masalah lebih tinggi dari pada kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : kooperatif tipe Snowball Throwing, berpikir kreatif, kartu masalah The aims of this research is to determine whether students ability of creative thinking in mathematical problem solving that learned by Snowball Throwing cooperative learning model aided by problem card higher than students ability of creative thinking in mathematical problem solving that learned by direct intruction learning model.The research used was Post-test Only Control Design reserch. The population of the reasearch were grade VII of SMP Negeri 1 Tampaksiring students in the academic year 2015/2016 that spread into 8 classes. The sampling technique that used was random sampling, in which class VIII C is selected as the experimental class and class VII D as the control class. Data about ability of creative thinking in mathematical problem solving were colected with aessay test.Then the data were analyzed using t-test with 5% significance level. The result of hypothesis test showed that t count = 2,972 > t table = 1,684. The conclution is the ability of creative thinking in mathematical problems solving of students who learned by Snowball Throwing cooperative learning model aided by problem card higher than that students who learned by direct intruction learning model.keyword : cooperative Snowball Throwingtype, creative thinking, cards problem
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Kancing Gemerincing Berbantuan Kartu Masalah Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Sukasada ., Ni Made Irma Dwi Purnamayanti; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., I Wayan Puja Astawa,S.Pd,M.Stat.Sci
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing berbantuan kartu masalah lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) yang menggunakan rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas VII SMP Negeri 3 Sukasada tahun ajaran 2015/2016 yang tersebar dalam 4 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, sehingga terpilih kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis siswa dengan soal uraian berjumlah 5 butir. Selanjutnya data kemampuan komunikasi matematis siswa dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung (2,596) > t tabel (1,671). Akibatnya H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing berbantuan kartu masalah lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : kancing gemerincing, kartu masalah, komunikasi matematis This study aimed at determing wheter the mathematical communication skills of students that learned by using cooperative learning model aided by talking chip technique and problem card is higher than the direct learning model. This study is a quasi-experimental research that used the post-test only control group design. The research was conducted on class VII SMP Negeri 3 Sukasada in the academic year 2015/2016 which are grouped into 4 classes. Sample was taken by random sampling technique, in which class VII A was selected experimental class and class VII B as the control one. The data collection was using mathematical communication ability test with 5 grains questionnaires description. Furthermore, the data of students mathematical communication analyzed using t-test with significance level of 5%. Hypothesis test result show that t (2,596) > t table (1,671). Consequently Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that mathematical communication skills of students who learned by using cooperative learning model aided by talking chip technique and problem card is better than that of students who learnined by using direct learning modelkeyword : talking chip, probem card, mathemathical communication
The Differences in Students’ Cognitive Processes in Constructing Mathematical Conjecture Astawa, I Wayan Puja
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.089 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v9i1.20846

Abstract

Constructing mathematical conjectures involves individuals’ unique and complex cognitive processes in which have not yet fully understood. The cognitive processes refer to any of the mental functions assumed to be involved in the acquisition, storage, interpretation, manipulation, transformation, and the use of knowledge. Understanding of these cognitive processes may assist individuals in constructing mathematical conjectures. This study aimed to describe the differences in students’ cognitive processes in constructing mathematical conjecture which is based on their mathematical ability and gender through a qualitative exploratory research study. The research subjects consisted of six mathematics students of Universitas Pendidikan Ganesha, the representative of high, medium, and low mathematical ability and either genders, male and female, respectively. The data of cognitive processes were collected by task-based interviews and were analyzed qualitatively. The differences in students’ cognitive processes in constructing mathematical conjectures were grouped into five distinct stages, namely understanding the problem, exploring the problem, formulating the conjecture, justifying the conjecture, and proving the conjecture. The results show that there were several differences in the students’ cognitive processes in constructing mathematical conjectures in the previously mentioned stages.
Co-Authors ., Desak Putu Novia Dewi ., Kurniawan Cahyanto ., Ni Made Irma Dwi Purnamayanti ., Ni Putu Novia Krisna Dewi ., Ni Wayan Arisujati Agung Novi Kusuma Dewi Anis Azizah Cahyady, Fendy Anggara Desak PT Novia Dewi Desak Putu Novia Dewi . Dewa Gede Agung Putra Nugraha Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Dwi Juniati Dwi Juniati Fendy Anggara Cahyady Feny Agustina Dewi Gede Pande Suarcita Gede Suweken Githa, P. S Gusti Ayu Mahayukti Gusti Ayu Mahayukti I Gst Nyoman Yudi Hartawan I Gst Nyoman Yudi Hartawan I Gst Putu Sudiarta I Gusti Ayu Purnamayanti I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Putu Suharta I Gusti Putu Suharta I Kadek Yasa Sumalasia I Ketut Budayasa I Made Adi Wira Nata Putra I Made Ardana I Made Suarsana I Made Suarsana I Nyoman Sukajaya I Wayan Ari Sadewa Ida Ayu Gede Sri Wahyuni Ida Ayu Gede Sri Wahyuni Juliantara, Kadek Dwiki Juniarta, I Wayan Dika kertiani, wayan Kurniawan Cahyanto . Kusuma dewi, Luh Gede Ananda Kusuma Sari, I G A Sri Luh Gede Ananda Kusuma dewi Muhammad Turmuzi N. K Sri Widya Lestari N.Yaditya Permana Yasa Ni Luh Heni Purnamayanti Ni Made Erlinta Devi Ni Made Irma Dwi Purnamayanti . Ni Made Sukma Pebriyanti Ni Nyoman Wulan Darma Putri Ni Pande Kadek Ayu Pratiwi Ni Putu Novia Krisna Dewi . Ni Wayan Arisujati . Ni Wayan Oktavianti Oktavianti, Ni Wayan P. S Githa Pratiwi, Ni Pande Kadek Ayu Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Putu Mirah Purnama Dewi Qurrotul Aini Qurrotul Aini RAHADI, I WAYAN SELAMET Rangu, Martinus Darto Sariyasa . Sri Widya Lestari, N. K Suarcita, Gede Pande Supratman, Mohamad wayan kertiani Wayan Puja Astawa Yasa, N.Yaditya Permana