Warsito Atmodjo
Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 92 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Perubahan Garis Pantai Perairan Teluk Awur Kabupaten Jepara Menggunakan DSAS (Digital Shoreline Analysis System) Dari Tahun 2012 Sampai 2021 Ibrahim, Muh. Lintang Galih; Atmodjo, Warsito; Widada, Sugeng
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i2.16519

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan suatu proses yang berlangsung tanpa henti di mana garis pantai dapat mengalami pengikisan (abrasi) maupun penambahan (akresi) yang diakibatkan oleh beberapa faktor seperti pergerakan sedimen, pergerakan ombak dan penggunaan tanah. Perairan Teluk Awur merupakan perairan yang dinamis di mana garis pantainya berpotensi mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan garis pantai yang terjadi di Perairan Teluk Awur Jepara dari tahun 2012-2021. Penelitian ini menggunakan data citra Landsat 7 dan Landsat 8, dengan pengolahan data menggunakan software DSAS (Digital Shoreline Analisys System). Data lain yang digunakan yaitu data pasang surut dan data angin. Hasil penelitian menunjukan perubahan garis pantai Perairan Teluk Awur dominan terjadi abrasi di banding akresi. Abrasi maskimal selama tahun 2012 – 2021 sebesar 3,435 ha dengan laju perubahan 16,36 m/tahun. Akresi maksimal seluas 0,602 ha dengan laju perubahan 16,05 m/tahun. Faktor yang mengakibatkan terjadinya abrasi adalah angin yang membangkitkan gelombang serta tidak adanya bangunan pemecah gelombang, sedangkan akresi disebabkan oleh adanya proses sedimentasi.AbstractShoreline change is an ongoing process where the coastline can experience erosion (abrasion) and addition (accretion) caused by several factors such as sediment movement, wave movement, and land use. Teluk Awur waters are dynamic waters where the coastline has the potential to change. This study aims to identify shoreline changes that have occurred in the Awur Jepara Bay waters from 2012-2021. This study uses Landsat 7 and Landsat 8 image data, with data processing using DSAS (Digital Shoreline Analysis System) software. Other data used are tidal data and wind data. The results showed that changes in the shoreline of Teluk Awur waters were dominated by abrasion compared to accretion. Maximum abrasion during 2012 – 2021 is 3.435 ha with a rate of change of 16.36 m/year. The maximum accretion area is 0.602 ha with a rate of change of 16.05 m/year. Factors that cause abrasion are the wind that generates waves and the absence of breakwaters, while accretion is caused by a sedimentation process. 
Sedimentasi di Sekitar Bangunan Groin di Pantai Komodo Kota Tegal Tribhaskoro, Whisnu; Widada, Sugeng; Atmodjo, Warsito; Rifai, Azis
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 3 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i3.13261

Abstract

Bangunan pelindung pantai berupa groin yang terdapat pada Pantai Komodo yaitu memiliki fungsi sebagai penahan aktivitas transport sedimen yang terjadi pada sepanjang pantai sehingga dapat meminimalisir terjadinya abrasi yang telah terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung dan menganalisis pengaruh gelombang laut terhadap angkutan sedimen serta mengidentifikasi besaran laju sedimentasi yang disebabkan olah gelombang laut yang disebabkan oleh angin di Pantai Komodo Kota Tegal. Data utama yang digunakan yaitu data laju sedimentasi yang diambil menggunakan sedimen trap dan data gelombang lapangan yang diambil menggunakan ADCP sedangkan untuk data pendukung yaitu data angin selama 11 tahun yang diperoleh dari Ogimet dan Peta RBI Kota Tegal. Penentuan lokasi pengamatan dilakukan dengan metode Purposive Sampling yang mewakili kondisi secara keseluruhan daerah dan memperhatikan kemudahan pencapaian. Hasil yang diperoleh Gelombang pada Musim Barat datang dari arah Barat Laut dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 35,520o dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 1,109 m/dt, pada Musim Peralihan 1 yaitu dari arah Barat Laut dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 9,081o dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 0,322 m/dt, pada Musim Timur arah gelombang datang dominan dari Timur Laut dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 15,355o dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 0,645 m/dt, sedangkan untuk Musim Peralihan 2 dari arah Timur Laut dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 9,041o dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 0,320 m/dt. Transpor sedimen terbesar terjadi pada Musim Barat sebesar 1307,421 m3/hari, sedangkan terkecil terjadi pada Musim Peralihan 2 sebesar 230,310 m3/hari dan laju sedimentasi terjadi pada groin yang berkisar dari 9,049 gr/m2/hari – 21,527 gr/m2/hari dengan jenis sedimen yaitu pasir.Kata kunci : arus sejajar pantai, laju sedimentasi, transport sedimen, groin dan Pantai Komodo. Coastal protection buildings in the form of groin found on Komodo Beach have a function as a barrier to sediment transport activities that occur along the coast so as to minimize the occurrence of abrasion that has occurred. The purpose of this study is to calculate and analyze the effect of waves on sediment transport and to identify the magnitude of the sedimentation rate caused by sea waves caused by wind at Komodo Beach, Tegal City. The main data used are sedimentation rate data taken using sediment traps and field wave data taken using the Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) while for supporting data, namely wind data for 11 years obtained from Ogimet and the RBI Map of Tegal City. Determination of the location of observations is done based on conditions that can represent the overall condition of the area and pay attention to the ease of achievement. The results obtained from the waves in the West Season come from the North West by forming a breaking wave angle of  35,520° and the current speed along the coast is 1,109 m/s, in Transition Season 1 that is from the North West direction by forming a breaking wave angle of 9,081° and the current velocity along the coast is 0,322 m/s, in the East Season the direction of the incoming waves is dominant from the North East by forming a breaking wave angle of 15,355° and the current velocity along the coast is 0,645 m/s, while for Transitional Season 2 from North East direction by forming a breaking wave angle of 9,041° and the current velocity along the coast of 0,320 m/s. The largest sediment transport occurred in the West Season of 1307,421 m3/day, while the smallest occurred in Transitional 2 Season of 230,310 m3/day and the sedimentation rate occurred on the the groin which ranged from 9,049 gr/m2/day - 21,527 gr/m2/day with the type of sediment, which is sand.Keywords : longshore current, sedimentation rate, sediment transport, groin and Komodo Beach 
Pemetaan Pola Sebaran Sedimen Dasar Di Perairan Wedung, Demak Erfiko, Muhammad Fery; Widada, Sugeng; Atmodjo, Warsito
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i2.16660

Abstract

Perairan Wedung merupakan salah satu perairan dengan tingkat sedimentasi yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan banyaknya muara sungai yang mendepositkan sedimen di perairan tersebut, diantaranya adalah Sungai Jajar, Gojoyo, dan Saklenting. Muara sebagai penghubung antara sungai dengan laut, cenderung berpotensi terjadinya sedimentasi karena sedimen dari sungai dan dari laut akan bertemu di muara tersebut sehingga terjadi pendangkalan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sedimen dan pola sebaran sedimen dasar di Perairan Wedung, Demak. Parameter yang diteliti antara lain sedimen dasar, arus, pasang surut, dan batimetri. Metode yang digunakan metode shieving kering dan basah, pemetaan dengan ArcGIS 10.3 dan pemodelan menggunakan MIKE 21. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sebaran sedimen adalah jenis lanau, lanau pasiran, pasir, dan pasir lanauan. Kecepatan arus berkisar 0,000029 – 0,086279 m/s dengan jenis arus pasang surut. Kondisi batimetri landai dengan kedalaman 0 – 30 m.AbstractThe Wedung waters exhibit a relatively elevated sedimentation rate. This occurrence can be attributed to the substantial quantity of sediment deposited in these waters by various river estuaries, such as the Jajar, Gojoyo, and Saklenting Rivers. The estuarine environment, serving as a transitional zone between fluvial and marine systems, exhibits a propensity for sediment accumulation due to the confluence of riverine and marine sediment, leading to the phenomenon of siltation. The objective of this investigation was to ascertain the properties and spatial arrangement of sedimentary deposits located at Wedung Waters, Demak. The parameters that were examined encompassed bed load sediment, currents, tides, and bathymetry. The employed techniques encompass dry and wet sieving methodologies, cartographic representation through ArcGIS 10.3, and simulation via MIKE 21. The findings of this investigation suggest that the sediment distribution comprises a combination of silt and sand. The present velocity spectrum, including tidal currents, spans from 0.000029 to 0.086279 meters per second. The bathymetry conditions exhibit a sloping topography, characterized by a depth range of 0 to 30 meters.
Analisis Granulometri Sedimen Dasar Di Muara Sungai Kaliancar Kota Mataram Nusa Tenggara Barat Munawaroh, Siti; Widada, Sugeng; Atmodjo, Warsito; Arifa, Adzkia Noerma
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.18160

Abstract

Muara Sungai Kaliancar merupakan salah satu muara di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.yang mengalami proses sedimentasi. Proses sedimentasi pada muara sungai, pada umumnya akan  mengakibatkan pendangkalan sehingga menjadi gangguan aliran air dari sungai ke laut maupun gangguan alur layar perahu nelayan yang akan bersandar di tepian sungai. Proses sedimentasi di muara sungai sangat dipengaruhi oleh energi transport sedimen dan diameter butir sedimen itu sendiri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui granulometri sedimen dasar dan energi yang mempengaruhi sedimentasi di perairan muara Sungai Kaliancar. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sedimen dasar, batimetri, gelombang, debit sungai dan pasang surut. Analisis granulometri dilakukan untuk mendapatkan paramater statstik distribusi ukuran butir.  Ukuran butir sedimen dasar yang didapatkan dihubungkan dengan kekuatan aliran arus dengan menggunakan diagram Hjulstrom. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sebaran sedimen dasar di lokasi penelitian yaitu berupa pasir dan pasir lanauan, yang tersebar pada kedalaman 0 – 8 m. Analisis granulometri didapatkan bahwa sedimen memiliki mean 0,19 – 2,95 phi, sortasi sedimen termasuk pada poorly sorted hingga moderately well sorted, skewness sedimen memiliki tipe near symmetrical hingga fine skewness dan kurtosis sedimen memiliki tipe very platicurtic hingga extremely leptokurtic. Sebaran sedimen dasar di lokasi lebih dominan dipengaruhi adanya faktor oseanografi yaitu energi gelombang.
Hubungan Sebaran Silikat dan Total Bahan Organik di Muara Sungai Banjir Kanal Barat, Semarang Wijayatno, Muhammad Farrel Satyatma; Muslim, Muslim; Atmodjo, Warsito
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i2.16881

Abstract

Muara sungai Banjir Kanal Barat mengakumulasi silikat dan bahan organik yang berasal dari dataran tinggi dan buangan aktivitas antropogenik. Silikat dan bahan organik berkaitan dengan organisme primer perairan, khususnya diatom. Diatom membutuhkan silikat dan menghasilkan pengayaan bahan organik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan silikat dan bahan organik beserta persebarannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif sedangkan penentuan lokasi menggunakan purposive sampling. Silikat dianalisis menggunakan metode molybdosilicate, bahan organik total air menggunakan metode uji permanganat secara titrimetri (SNI 06-6989.22-2004), bahan organik total sedimen menggunakan metode Loss on Ignition. Hubungan menggunakan korelasi Pearson dan nilai signifikansi. Hasil menunjukkan konsentrasi silikat lebih tinggi di permukaan (6,189 µM) daripada bagian dasar (4,745 µM) serta sebarannya terpusat di sumber masukan perairan. Bahan organik total air di permukaan (30,393 mg/L) menyebar dari sumber masukan muara menuju ke arah barat muara mengikuti pergerakan arus. Bahan organik total air di dasar perairan (31,744 mg/L) menyebar secara acak mengikuti ukuran butir sedimennya. Bahan organik total di sedimen (16,687 %) menyebar bervariasi secara acak dikarenakan pengaruh kecepatan arus dan persebaran ukuran butir sedimen. Hubungan antara bahan organik dengan silikat perairan terjadi di bagian permukaan perairan (r = 0,632; p = 0,037) sedangkan di dasar perairan tidak terjadi hubungan (r = 0,395; p = 0,229).
Analisis Material Padatan Tersuspensi dan Pengaruhnya Terhadap Konsentrasi Klorofil-A Berdasarkan Pemodelan Hidrodinamika 2D di Perairan Slamaran, Kota Pekalongan Putri, Eka Salma Afifah; Helmi, Muhammad; Atmodjo, Warsito
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i2.17751

Abstract

Perairan Slamaran memiliki Material Padatan Tersuspensi (MPT) cukup tinggi yang menimbulkan proses sedimentasi di perairan tersebut. MPT yang berada di perairan terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Tingginya konsentrasi MPT disuatu perairan dapat mempengaruhi kualitas perairan, salah satunya yaitu fitoplankton (klorofil-a). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial MPT dan klorofil-a serta keterkaitannya. Data MPT dan klorofil-a didapatkan dari pengambilan data lapangan dan di analisis di laboratorium. Analisis distribusi arus dilakukan untuk mengetahui pola distribusi dari MPT dan klorofil-a. Konsentrasi MPT berkisar antara 56,67 - 76 mg/L, dan konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,529 - 1,71 μg/L. Variasi MPT dan klorofil-a di perairan Slamaran dipengaruhi oleh input bahan organik dari wilayah hulu sampai ke muara serta distribusinya mengikuti pola distribusi arus. Distribusi MPT dan klorofil-a terbagi menjadi tiga kelompok, dengan kecenderungan dari wilayah barat menuju ke timur laut dan dari garis pantai menuju ke tengah laut. Selain itu terdapat hubungan positif yang sangat kuat (r = 0,7730) antara konsentrasi MPT dengan klorofil-a dan diketahui bahwa 59,76 % konsentrasi MPT di Perairan Slamaran mempengaruhi konsentrasi klorofil-a.
Analisa Sebaran Sedimen Dasar di Muara Sungai Nippon, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes Srisejati, Rahma Aenea; Atmodjo, Warsito; Wulandari, Sri Yulina
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i3.18007

Abstract

Wilayah Muara Sungai Nippon sebagian besar ditumbuhi oleh vegetasi mangrove, sehingga sedimen mudah terperangkap. Kondisi ini juga disebabkan oleh kecepatan arus yang lemah sehingga material sedimen yang berasal dari hulu Sungai Nippon dan mudah terendapkan. Karakteristik sedimen merupakan salah satu informasi penting dalam perencanaan pengelolaan wilayah pesisir dan muara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sebaran sedimen dasar di Muara Sungai Nippon, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Data penelitian yang digunakan adalah data sedimen dasar yang diambil dari data lapangan, sementara untuk data pasang surut, batimetri dan arus didapatkan dari data sekunder. Pengambilan data sedimen dilaksanakan di 20 stasiun dengan metode purposive sampling yang dilakukan pada bulan Juni 2022 selama musim timur. Analisis ukuran butir sedimen dilakukan dengan metode pengayakan kering untuk stasiun 18 dan metode pengayakan basah untuk stasiun lainnya. Tipe sedimen dasar Muara Sungai Nippon secara umum adalah lanau dan lanau berlempung. Hanya pada stasiun 18 ditemukan kandungan pasir. Sedimen dasar Muara Sungai Nippon tersortasi dengan sangat baik dengan nilai -0,03055 hingga -0,1269. Nilai skewness secara umum mengindikasikan sedimen cenderung kasar dengan nilai -0,652 hingga -0,15 dan nilai kurtosisnya bernilai 0,602 hingga 0,931 menunjukkan bahwa sedimen very platykurtic, platykurtic dan mesokurtic.
Studi Perubahan Garis Pantai Dengan Menggunakan Citra Landsat 8 Di Pesisir Pantai Rajabasa, Lampung Selatan Fajri, Muhamad Faqih; Atmodjo, Warsito; Satriadi, Alfi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i2.19652

Abstract

Wilayah pesisir sangat dinamis mengikuti fenomena oseanografi di wilayah tersebut. Abrasi dan akresi merupakan proses yang sering terjadi di daerah pesisir. Proses ini dapat mengakibatkan kerusakan di daerah pesisir. Perubahan garis pantai terjadi di Pesisir Pantai Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. Perubahan tersebut antara lain menyusutnya garis pantai yang disebut juga abrasi, dan penambahan garis pantai baru yang disebut akresi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui luasan abrasi dan akresi perubahan garis pantai yang terjadi di Pesisir Pantai Rajabasa dalam kurun waktu 2017-2021. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kelerengan pantai, sedimen, pasang surut, angin, gelombang, arus, dan citra landsat 8. Metode yang digunakan yaitu metode admiralty, metode sieving kering, peramalan gelombang, pemodelan arus menggunakan MIKE 21, metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS), pemetaan hasil data denganmenggunakan ArcGIS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada tahun 2017-2021, total luasan akresi dan abrasi didapatkan nilai sebesar 0,538 dan 0,298 hektar. Pada tahun 2019-2021, total luasan akresi dan abrasi didapatkan nilai sebesar 0 dan 1,167 hektar. Abrasi dan akresi garis pantai di Pesisir Pantai Rajabasa dipengaruhi oleh faktor oseanografi seperti transport sedimen, pasang surut, angin, arus, dan gelombang.
Analisis Keterkaitan Fenomena Supermoon Terhadap Komponen Pasang Surut Di Perairan Semarang, Jawa Tengah Tiatama, Sativa Haliza; Atmodjo, Warsito; Widiaratih, Rikha
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i2.19036

Abstract

Fenomena supermoon merupakan fenomena bulan purnama yang terjadi pada saat posisi bulan sedang mencapai jarak terdekat dengan bumi (lunar perigee). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peristiwa pasang surut pada saat terjadinya fenomena supermoon dengan menganalisis komponen pasang surut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode least square dengan menggunakan t_tide toolbox. Data yang digunakan adalah data pasang surut pada saat supemoon di Perairan Semarang pada bulan Juni 2019 dan Juni 2022 milik Badan Informasi Geospasial (BIG). Hasil pengolahan data dilakukan verifikasi dengan menggunakan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil dari pengolahan data didapatkan bahwa, nilai Highest High Water Level (HHWL) pada bulan Juni 2019 yaitu 150 cm, sedangkan pada bulan Juni 2022 memiliki nilai HHWL yaitu 182 cm. Nilai RMSE pasang surut yang di dapatkan pada bulan Juni 2019 yaitu 8,28% dan pada bulan Juni 2022 yaitu 9,06%. Komponen pasang surut yang signifikan pada saat terjadinya supermoon menurut nilai amplitudonya yaitu O1, S2, J1, OO1, ETA2 dan SK3. Sedangkan komponen signifikan pada saat fenomena supermoon berdasarkan nilai fasa yaitu O1, MS4 dan ETA2. Berdasarkan nilai frekuensi energi spektral, komponen yang dominan pada saat terjadinya fenomena supermoon yaitu S2, K1, ETA2 dan SK3.
Analisis Pasang Surut Dalam Rangka Penentuan Tinggi Dermaga di Timbulsloko, Demak, Jawa Tengah Suci, Dwitya Rahma; Atmodjo, Warsito; Setiyono, Heryoso
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i3.16469

Abstract

Perairan Timbulsloko terletak di Kecamatan Sayung Demak dengan topografi yang landai dan elevasi rendah. Hal ini sebagai salah satu penyebab wilayah ini rentan mengalami banjir (rob). Kondisi pasang surut dan arus luat mempengaruhi wilayah Perairan Timbulsloko. Hal ini berkaitan dengan ketinggian permukaan tanah di Kecamatan Sayung yang berada pada ketinggian permukaan air surut terendah dan pasang tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai formzahl dan nilai komponen harmonik pasang surut di Timbulsloko dan menentukan nilai muka air laut rencana, berlangsung pada Januari 2022 – Februari 2022. Data yang digunakan data primer yaitu pasang surut, Data sekunder meliputi data angin dan Sea Level Rise. Pengambilan data pasang surut menggunakan alat tide gauge, metode pengolahan data pasang surut dilakukan dengan metode Admiralty dan Least Square. Hasil penelitian menunjukkan nilai HHWL 53,17 cm dan fomzahl metode Admiralty 8,49 cm dan nilai HHWL 593,08cm dan formzahl  Least Square 5,48 cm. Nilai DWL yang didapatkan yaitu 0,84 m. Root Mean Square Error yang dihasilkan dari metode Least Square yaitu 17,80 cm.
Co-Authors Abdillah Ranadipura Abyantara, Adwitiyadewi N. Adi Santoso Afidyah Vicky Antari Ahmad Fikri Delardi Al Ghifari, Hamas Alan Wardheni Alfi Satriadi Ali, Maulana Mukti Anindito Leksono Anindya Wirasatriya Anisa Nabila Anissa Cintya Andika Asri Anugrah Riskel Shabari Arifa, Adzkia Noerma Aris Ismanto Asri Wahyuningsih aufi Dina ‘Amalina Azis Rifai Azizi, Muhammad Iqbal B. Maria Beatrix Situmorang Bagaskoro Cahyo Fauzan Banjarnahor, Betty Baskoro Rochaddi Chrisna Adhi Suryono Daffa Dinan Ihsani El-Fath Dayinta Andayani Denny Nugroho S Denny Nugroho Sugianto Devi Yuni Sari Sihombing Dimas Nopriansyah Dinda Ayu Octaviana Durmont Siahaan Dwi Oktiarini Edi Wibowo Kushartono Edi Wibowo Kushartono Elis Indrayanti Erdian, Oldy Erfiko, Muhammad Fery Erna Dwi Pertiwi Fajri, Muhamad Faqih febiyan nursusty Fortina Qualifa, Fortina Fuji Anida Galuh Permatasari Gentur Handoyo Gentur Handoyo Ginnia Julianti Utomo Hadi R. Pranoto, Hadi R. Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Harjono, Rani Dewi Fortuna Heriyoso Setyono Heryoso Setiyono Hudan Baskoro, Hudan Ibrahim, Muh. Lintang Galih Ice Trisnawati Togatorop Indra Budi Prasetyawan Irwani Irwani Jarot Marwoto Jarot Marwoto Jeanny Elonica Newyeara Johanna R N D Purba Kastiyan Yudha Pratama Kunarso Kunarso Latifah Mitrayani Hanum Lilik Maslukah M. Furqon Aziz Ismail Maemonah, Maemonah Maris, Muhamad Ribhi Muh Dandi Firmansyah Muh Yusuf Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Zainuri Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Nanda Rahmadi Novi Henis Zadia Nugroho Agus D Nurdianti, Amalia Kartika Nuriyati Nuriyati Octavianna, Pramesthi Dwi Ory Kristanto Pangastuti, Prima Riliayunda Parichat Wetchayont Petrus Subardjo Pratama Andika Rondi Pratama, Dhimas Prabu Priatin Hadi Wijaya Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Puteri Kesuma Dewi Putranto Kondang Wijaya Putri, Eka Salma Afifah Raden Roro Putri Arisa Raden Roro Putri Arisa Radhina Amalia Rahardjo Djati Ratih Wulan Bani Putri Ratna Damayanti Renny Eko Yuliarinda Rikha Widiaratih Rina Zuraida Rohma Desi Thirtasari Sa’adah, Nailis Sagita Difa Wardhani Samudera Adi Bramastya Satriadi, Alfi Satriadi Senopati Satya Suprapto, Senopati Satya Setiaji Bismoko Shabari, Anugrah Riskel Shastya Addienda Puspitasari Shinta Oktaria Yudowaty Shofian, Tyandi Siddhi Saputro Siddhi Saputro Siti Munawaroh Siti Zulaykha Sri Yulina Wulandari Srisejati, Rahma Aenea Suci, Dwitya Rahma Sugeng Widada Sugeng Widada Taufiq Hidayat Tezar Rafandi Tiara Asmika Sari Tiatama, Sativa Haliza Tribhaskoro, Whisnu Tulus Aldrian Siregar Tyandi Shofian Valensia Enzeline Enzeline, Valensia Enzeline Varrent Rivai Aclicyo Lahopang Vera Chandra Puspitasari Wicaksono, Pulung Puji Widiaratih, Rikha Widodo Setiyo Pranowo Widodo Setiyo Pranowo Wijaya T, M Iskandar Wijayatno, Muhammad Farrel Satyatma