Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Archive of Community Health

PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI PROGRAM DHARMA DALAM MENCEGAH PENYAKIT RABIES DI WILAYAH SANUR KECAMATAN DENPASAR SELATAN 2019 Desak Nilam Yugiutami; I Made Subrata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.045 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p08

Abstract

ABSTRAK Program Dharma yaitu sebuah program yang menggunakan konsep One Health untuk mengatasi masalah rabies. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi rabies, layanan hotline/kader dan vaksinasi rabies. Program Dharma telah dilaksanakan di wilayah Sanur sejak 2016, di Desa Sanur Kaja, Sanur Kauh dan Kelurahan Sanur. Namun, belum pernah dilakukan penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap Program Dharma, dimana dalam pelaksanaan Program Dharma tentu akan menimbulkan berbagai macam persepsi dari masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai Program Dharma di wilayah Sanur. Desain penelitian adalah crosssectional deskriptif dengan populasi yaitu seluruh masyarakat di Desa Sanur Kaja, Sanur Kauh dan Kelurahan Sanur, dengan sampel sebesar 107 KK dan responden kepala keluarga menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap kegiatan vaksinasi, edukasi rabies dan layanan hotline/kader dari Program Dharma memiliki persepsi baik (100%). Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan Program Dharma diterima dan dipersepsikan dengan baik oleh masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan program dharma perlu dioptimalkan agar dapat berjalan lebih baik lagi untuk memenuhi keperluan masyarakat dalam upaya pencegahan rabies. Kata Kunci : Persepsi, Program Dharma, Penyakit Rabies ABSTRACT Program Dharma is a the program that uses the concept of one health to address the problem of rabies. The activities of Program Dharma is rabies education, hotline service and the rabies vaccine. Program Dharma has been done in the region sanur since 2016, in the Sanur Kaja village, Sanur Kauh village and Sanur. But, the implementation of dharma program for 3 years, has never done research on the public perception of the program dharma, where in the implementation of the program dharma would have potential to cause various perception of the community. The purpose of research is to know the public perception of the Program Dharma in sanur areas.A design research is crosssectional descriptive with a population is the whole community in the Sanur Kaja village, Sanur Kauh village and Sanur, with a sample of 107 KK and the respondents is family head using purposive sampling. Data analysis using analysis univariat. The results of the study discovered that people perceptions of the vaccination, education and hotline service of Program Dharma have good perception (100%). This result indicate that Program Dharma acceptable and perceived by public. Therefore, Program Dharma need to optimized to be better to fulfill the need of the public to prevent rabies. Keywords: Perception, Program Dharma, Rabies
TINGKAT DEPRESI MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2019 Ni Made Betti Ratricia Surya Dewi; I Made Subrata; Made Pasek Kardiwinata; Ni Komang Ekawati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.307 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i02.p01

Abstract

ABSTRAK Depresi merupakan penyakit gangguan mental yang ditandai dengan penurunan mood, perasaan bersalah serta menarik diri dari kehidupan sosial. Depresi dapat terjadi pada semua kelompok umur termasuk mahasiswa. Penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Muhamdiyah Sumatra Utara mendapatkan hasil bahwa mahasiswa yang mengalami depresi dalam menyusun skripsi sebesar 23.80%. Tingginya prevalensi depresi tersebut, serta belum adanya penelitian terkait hal ini di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, menunjukkan bahwa penelitian ini penting dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang menyusun skripsi. Desain penelitian ini adalah cross sectional desktiptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 mahasiswa yang diukur menggunakan kuisioner BDI II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sebesar 27.50% mengalami depresi ringan, 11.25% mengalami depresi sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa prevalensi depresi mahasiswa yang menyusun skripsi cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan preventif dan promotif untuk menurunkan kejadian depresi pada mahasiswa. Kata Kunci: Depresi, Skripsi, Mahasiswa Kedokteran
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA YANG MENGONSUMSI KOPI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Ni Kadek Novi Ardiani; I Made Subrata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i02.p12

Abstract

ABSTRAK Kualitas tidur merupakan gambaran yang menjelaskan tentang kemampuan seseorang mempertahankan waktu tidur dan tidak adanya gangguan yang dialami selama periode tidur. Banyak faktor dapat mempengaruhi kualitas tidur diantaranya penyakit, kondisi lingkungan seperti kebisingan dan cahaya, latihan fisik dan kelelahan, stress psikologi, obat-obatan dan zat kimia diet dan kalori, serta konsumsi kopi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur mahasiswa yang mengonsumsi kopi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan cross-sectional. Penentuan sampel pada penelitian menggunakan metode systematic random sampling dengan jumlah 118 responden. Hasil menunjukan proporsi mahasiswa dengan kualitas tidur buruk sebesar 50.85% dan kualitas tidur baik sebesar 49.15%. Variabel yang secara signifikan berhubungan dengan kualitas tidur mahasiswa yaitu jenis minuman kopi (OR=2.22; 95% CI=1.122-4.418; p=0.022) dan kelelahan psikis (OR=3.84; 95% CI=1.509-9.777; p=0.005). Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara jenis minuman kopi yang dikonsumsi mahasiswa dan faktor kelelahan psikis dengan kualitas tidur mahasiswa yang mengonsumsi kopi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Diharapkan untuk melakukan penelitian terkait dosis kafein pada jenis minuman kopi espresso, americano, cappuccino, dan latte serta meneliti faktor-faktor penyebab kelelahan psikis pada mahasiswa kedokteran yang kaitannya dengan kualitas tidur yang dialami mahasiswa. Kata kunci: Kualitas Tidur, Konsumsi Kopi, Mahasiswa ABSTRACT Sleep quality is a picture that explains about a person's ability to maintain sleep time and the absence of disturbances experienced during sleep periods. Many factors can affect sleep quality including diseases, environmental conditions such as noise and light, physical exercise and fatigue, psychological stress, drugs and chemicals, diet and calories, and coffee consumption. The purpose of this study was to determine factors related to sleep quality of students who consume coffee at the Faculty of Medicine, Udayana University. This research is an analytical study with a quantitative approach using a cross-sectional design. Determination of the sample in this study using systematic random sampling method with a total of 118 respondents. The results show the proportion of students with poor sleep quality by 50.85% and good sleep quality by 49.15%. Variables that were significantly related to student sleep quality were types of coffee drinks (OR = 2.22; 95% CI = 1,122-4,418; p = 0.022) and psychological fatigue (OR = 3.84; 95% CI = 1.509-9777; p = 0.005) . It can be concluded that there is a relationship between the types of coffee drinks consumed by students and psychological fatigue factors with the sleep quality of students who consume coffee at the Faculty of Medicine, Udayana University. It is expected to conduct research related to the dose of caffeine in the types of espresso, americano, cappuccino, and latte coffee drinks and examine the factors that cause psychological fatigue in medical students related to sleep quality experienced by students. Keywords: Sleep Quality, Coffee Consumption, Students
PENGARUH PERSONAL HIGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN GIANYAR I Made Subrata; Ni Made Nuryanti
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 3 No 2 (2016): Desember (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1270.834 KB)

Abstract

Soil Transmitted Helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan di negara berkembang. Prevalensi STH di Indonesia tahun 2002-2006 pada wilayah-wilayah tertentu dengan sanitasi yang buruk mencapai 80% dan 60% diantaranya menginfeksi anak usia sekolah. Infeksi STH dapat menimbulkan kerugian bagi Negara. Di Bali prevalensi STH pada anak SD tahun 2004 mencapai 58,3%-96,8%. Penyebab utama penyebaran STH adalah sanitasi lingkungan dan personal higiene yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh personal higiene dan sanitasi lingkungan terhadap infeksi STH pada anak SD di kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional periode januari-Mei 2016. Sampel penelitian berjumlah 100 siswa yang ditentukan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi Square, dan multivariat dengan Multiple Logistic Regression. Pemeriksaan spesimen menggunakan metode Kato-katz. Prevalensi infeksi STH mencapai 16% dengan prevalensi tertinggi pada jenis Trichiuris trichiura (13%). Faktor yang mempengaruhi infeksi STH pada anak SD yaitu kebiasaan tidak mencuci tangan dengan sabun (OR=12,17; 95%CI=12,17; p=0,002), kuku tangan yang kotor (OR=11,87; 95%CI=2,18-64,53; p=0,004), dan tidak memiliki jamban (OR=7,94; 95%CI=1,73-36,25; p=0,007). Peningkatan praktik personal higiene dan penyedian fasilitas penunjang cuci tangan perlu di tingkatkan di lingkungan sekolah.
SISTEM PEMELIHARAAN ANJING SEBAGAI SALAH SATU HEWAN PENULAR RABIES PADA PENDERITA RABIES DI PROVINSI BALI TAHUN 2011 pasek kardiwinata; Made Sutarga; made subrata; Putu Suariyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 1 No 1 (2012): Juni (2012)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.409 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2012.v01.i01.p08

Abstract

The number of cases of dog bites in the province of Bali has been a rise high enough. 2009, thenumber of dog bites 21 806 bite, the amount of gain VAR as many as 18 825 people, as many as27 people died. October 16, 2010 the number of bites as much as 44 629 bites, which get the VARas many as 38 982 people, as many as 62 people died. According Disnak (2010) maintance systemof dog conducted by the Balinese tend to be untied so the dogs are freely to enter and out of thehouse. An objective to be achieved in this study was to determine the system of dog maintancewhich is one of the animals transmi! ing rabies (HPR) in patients with rabies in Bali.The study design used was descriptive cross-sectional. The population in this study were all patients who die from the bite of HPR in Bali in 2010-2011, the sample was part of the patientpopulation rabies recorded in Bali Provincial Health O?  ce in 2010-2011 with a porpusivesampling techniquePeople with rabies who had HPR were 35.4%, HPR which were not given VAR about 63.6%, andmostly were detachable cages. The reason of  had dogs were to guard the house and hobbyists.Dogs that bite the sample were not known who were the owner / wild, so a$ er the bite were notknown its existence, it is di?  cult to observe, there were also death but were killed only a smallpart due to illnessIt showed that the mantaince system of dog were not good. The results of this study can be usedas a reference to  the stakeholders in order to prevent disease, especially rabies in dogs and themaintenance system. Future studies on rabies vaccination coverage in dogs and the preventionmodel in order to reduce the incidence of rabies in the Bali.
GAMBARAN PENDERITA DIARE PADA BALITA DI UPTD PUSKESMAS II DINAS KESEHATAN KECAMATAN DENPASAR BARAT PERIODE JUNI-NOVEMBER TAHUN 2019 M. Fakhrurrozi; I Made Subrata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i03.p02

Abstract

ABSTRAKDi Kota Denpasar, pada tahun 2019 ditemukan dan dilayani sebanyak 4923 balita penderita diare atau 30,8% dari jumlah perkiraan kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penderita diare pada balita di UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat Periode Juni-November tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian deskriptif dan menggunakan desain penelitian cross sectional. Total sampel sebanyak 79 balita. Teknik pengambilan menggunakan total sampling. Data bersumber dari data sekunder UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukan di UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat Periode Juni-November Tahun 2019. Penderita diare terbanyak dialami balita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 60,76%. Penderita diare pada balita terbanyak terjadi pada kategori umur 12 - 36 bulan sebanyak 54,43%. Penderita diare pada balita terbanyak dari Desa Padangsambian Kelod sebanyak 32,91%. Mayoritas penderita diare tanpa dehidrasi sebanyak 75,95% balita, terdapat juga 24,05 penderita dengan dehidrasi ringan/sedang. Terdapat 26,58% balita penderita diare mendapatkan cairan ringer laktat. Terdapat 12,66% balita penderita diare mendapatkan antibiotik. Disarankan Puskesmas melalui posyandu lebih intensif melakukan program sosialisasi terkait tindakan pencegahan dan penanganan kepada orang tua yang memiliki balita, terutama balita laki-laki dan balita berusia 12 – 36 bulan.Kata kunci: Diare, Balita, Dehidrasi, Puskesmas II Denpasar Barat
TINGKAT DEPRESI MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2019 Ni Made Betti Ratricia Surya Dewi; I Made Subrata; Made Pasek Kardiwinata; Ni Komang Ekawati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p06

Abstract

ABSTRAK Depresi merupakan penyakit gangguan mental yang ditandai dengan penurunan mood, perasaan bersalah serta menarik diri dari kehidupan sosial. Depresi dapat terjadi pada semua kelompok umur termasuk mahasiswa. Penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Muhamdiyah Sumatra Utara mendapatkan hasil bahwa mahasiswa yang mengalami depresi dalam menyusun skripsi sebesar 23.80%. Tingginya prevalensi depresi tersebut, serta belum adanya penelitian terkait hal ini di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, menunjukkan bahwa penelitian ini penting dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang menyusun skripsi. Desain penelitian ini adalah cross sectional desktiptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 mahasiswa yang diukur menggunakan kuisioner BDI II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sebesar 27.50% mengalami depresi ringan, 11.25% mengalami depresi sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa prevalensi depresi mahasiswa yang menyusun skripsi cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan preventif dan promotif untuk menurunkan kejadian depresi pada mahasiswa.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEJADIAN KERACUNAN MAKANAN PASCA KLB KERACUNAN MAKANAN Anak Agung Gde Indra Putra; Ni Wayan Septarini; I Made Subrata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 2 (2018): Desember (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.615 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i02.p09

Abstract

ABSTRAK Makanan adalah kebutuhan yang sangat penting bagi setiap manusia karena di dalam makanan terkandung zat gizi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan manusi. Potensi bahaya yang dapat mencemari atau mengkontaminasi makanan dapat berasal dari bahan (1) biologis berupa bakteri, virus, dan protozoa, (2) kimia berupa toksin bakteri, mikotoksin, cemaran logam berat, residu antimikroba, pengawet, pewarna dan pemanis buatan, pestisida dan (3) fisik berupa batu, rambut, serpihan kaca, potongan kayu, debu, tanah, dan lain lain. KLB keracunan makanan terjadi di beberapa desa/kelurahan di Kabupaten Gianyar. Tahun 2014 terjadi 3 KLB keracunan makanan, tahun 2015 terjadi 2 KLB keracunan makanan, tahun 2016 terjadi 2 KLB keracunan makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan kejadian keracunan makanan pada masyarakat di Desa Bukian, Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional analitik yang dilaksanakan di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Responden dalam penelitian ini adalah salah satu perwakilan anggota keluarga pada setiap kepala keluarga (KK) yang berumur diatas atau sama dengan (?) 15 tahun sebanyak 106 orang yang terpilih menggunakan teknik Probability Proportional to Size (PPS). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,49% masyarakat memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai keracunan makanan, 54,72% masyarakat memiliki perilaku pencegahan yang kurang mengenai keracunan makanan, ada pengaruh/hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan kejadian keracunan makanan dengan nilai PR= 9,59 CI 95% = 3,75-24,5.Disarankan untuk memberikan penyuluhan atau sosialisasi yang merata tentang keracunan makanan oleh pemerintah ataupun institusi terkait dan penelitian lebih lanjut disarankan untuk melihat perilaku pencegahan keracunan makanan antara daerah yang mengalami KLB dan tidak mengalami KLB. Kata kunci: Keracunan Makanan, Tingkat Pengetahuan, Perilaku Pencegahan ABSTRACT Food is a very important requirement for every human being, because in the food contained nutrients that are useful for human growth and development. Potential hazards that can contaminate or contaminate food can come from (1) biological ingredients such as bacteria, viruses and protozoa, (2) chemicals in the form of bacterial toxins, mycotoxins, heavy metal contamination, antimicrobial residues, preservatives, artificial dyes and sweeteners, pesticides and (3) physical form of stone, hair, glass chips, pieces of wood, dust, soil, etc. Outbreaks of food poisoning occur in several villages in Gianyar Regency. In 2014 there were 3 outbreaks of food poisoning, in 2015 there were 2 outbreaks of food poisoning, in 2016 there were 2 outbreaks of food poisoning. The purpose of this study was to determine the level of knowledge and behavior to prevent food poisoning in the community in Bukian Village, Payangan District, Gianyar Regency. In addition, this study also aims to see whether or not there is a relationship between the two variables. This study used an analytic cross sectional design which was carried out in Bukian Village, Payangan District, Gianyar Regency. Respondents in this study were one representative of family members in each head of household (KK) aged over or equal to (?) 15 years as many as 106 people were selected using the Probability Proportional to Size (PPS) technique. Data were collected using a questionnaire that was analyzed univariately and bivariately. The results showed that 58.49% of the community had a lack of knowledge about food poisoning, 54.72% of the community had a lack of preventive behavior regarding food poisoning, there was a significant influence / relationship between the level of knowledge with the behavior of preventing food poisoning events with PR values = 9.59 CI 95% = 3.75-24.5. It is recommended to provide even outreach or socialization about food poisoning by the government or related institutions and further research is recommended to look at the behavior of food poisoning prevention between areas experiencing outbreaks and not experiencing an outbreak. Keywords: Food Poisoning, Knowledge Level, Preventive Behavior
VAKSINASI RABIES PADA ANJING OLEH PEMILIK DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH SANUR, DENPASAR Mary Amalia Wauran; I Made Subrata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i01.p06

Abstract

Rabies can be prevented and managed effectively through routine rabies vaccinations for dogs, with vaccination coverage reaching 70% to form herd immunity. The emergence of the Covid-19 pandemic caused the implementation of rabies vaccination for dogs in The Sanur Region to experience limitations, resulting in a decrease in rabies vaccination coverage. The purpose of this study was to determine rabies vaccination in dogs by owners and related factors during the Covid-19 pandemic in the Sanur area, based on the Precede-Proceed Model theory by Lawrence Green. This study uses a quantitative analytical observational method with cross-sectional design. The study was conducted from March to May 2021, using primary data from 155 dog owners who live in The Sanur Region of Denpasar, and were selected based on proportional random sampling. Primary data collected from online questionnaires were analyzed in three stages, descriptive analysis, different proportion test (chi square), and logistic regression test. The results of the analysis using the chi square test and logistic regression showed that only three variables had a significant influence on the behavior of dog owners in giving rabies vaccinations for their dogs during the Covid-19 pandemic, namely education (OR=140.68;95%CI:10, 77-1837.64), income (OR=13.04;95%CI:2.98-57.06), and knowledge (OR=32.36;95%CI:9.43-111.08). Keywords: Rabies Vaccination, Dog Owner Behavior
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN TOKSOPLASMOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLAHBATUH I TAHUN 2017 Ni Made Oka Anggreni; Desak Putu Yulita Kurniati; I Made Subrata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.776 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p05

Abstract

ABSTRAK Seroprevalensi toksoplasmosis pada wanita di Bali tahun 2013 sebesar 63,9% dan seroprevalensi tertinggi wanita terinfeksi T. gondii berada di Kabupaten Gianyar sebesar 82,5%. Pada tahun 2016 Puskesmas Blahbatuh I memiliki kasus abortus yang paling tinggi di antara 13 Puskesmas yang ada di Kabupaten Gianyar yaitu sekitar 15,58%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap perilaku pencegahan toksoplasmosis di wilayah kerja Puskesmas Blahbatuh I tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional analitik. Sampel 75 ibu hamil yang dipilih dengan teknik probability sampling. Pengumpulan data meliputi pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20,0% responden memiliki perilaku pencegahan kurang, 52,0% responden memiliki pengetahuan kurang, dan 37,3% responden memiliki sikap kurang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku pencegahan dengan nilai PR=2,167, dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap perilaku pencegahan dengan nilai PR=8,34. Jadi, di wilayah kerja Puskesmas Blahbatuh I dari 75 ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan kurang, sikap kurang, dan perilaku pencegahan kurang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku pencegahan dan terdapat hubungan yang siginfikan antara sikap terhadap perilaku pencegahan. Oleh karena itu Puskesmas Blahbatuh I harus meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang toksoplasmosis dengan cara memberikan KIE pada saat pemeriksaan antenatal agar ibu hamil dapat melakukan pencegahan dengan baik. Kata kunci: Kehamilan, Toksoplasmosis, Pengetahuan, Sikap, Perilaku Pencegahan ABSTRACT Toxoplasmosis seroprevalence of women in Bali in 2013 was 63.9% and the highest seroprevalence of women infected with T. gondii was in Gianyar Regency by 82.5%. In 2016 Blahbatuh I Public Health Center had the highest abortion cases among 13 Community Health Centers in Gianyar Regency, which was around 15.58%. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge and attitudes of pregnant women to the prevention of toxoplasmosis in the work area of ??Blahbatuh I Public Health Center in 2017. The type of research used was cross sectional analytic. Sample 75 pregnant women selected with probability sampling technique. Data collection includes knowledge, attitudes, and preventative behavior using a questionnaire and analyzed using a computer program. The results showed that as many as 20.0% of respondents had less preventive behavior, 52.0% of respondents had less knowledge, and 37.3% of respondents had less attitude. There is no significant relationship between the level of knowledge of preventive behavior with a PR value = 2.167, and there is a significant relationship between attitudes towards preventive behavior with a PR value of 8.34. So, in the working area of ??Blahbatuh I Public Health Center out of 75 pregnant women have less knowledge, less attitudes, and less preventive behavior. There is no significant relationship between the level of knowledge of preventive behavior and there is a significant relationship between attitudes towards preventive behavior. Therefore Puskesmas Blahbatuh I must improve the knowledge and attitudes of pregnant women about toxoplasmosis by providing IEC during antenatal examinations so that pregnant women can take preventative measures properly. Keywords: Pregnancy, Toxoplasmosis, Knowledge, Attitude, Preventive Behavior
Co-Authors A. A. Istri Mirah Dharmadewi Agustina, Karang Anak Agung Gde Indra Putra Angelita Peridibua Mudamakin Ardana, Putu Sugi D. A. M. Dwijayanti D. A. R. A. Pramita D. YULIANTI Desak Nilam Yugiutami Desak Putu Yulita Kurniati DEWA ALIT Dewa Ayu Widiasri Harjana, Ngakan Putu Anom Herlina Lium I Dewa Agung Ayu Ari Shinta Dewi I Dewa Putu Juwana I Gusti Ayu Rai I Gusti Ngurah Agung Surya Pratama I Kadek Juni Arta I Ketut Widnyana I Komang Sukendra I Made Damriyasa I Made Darmada I Made Surat I MADE SUTARGA I NENGAH MULIARTA I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Wayan Citrawan I Wayan Suanda I Wayan Sumandya Ida Bagus Gede Agung Widana Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Ngurah Swacita K.T. Adhi Kadek Intan Rusmayanthi Kadek Karang Agustina L.P.S. Ulandari Listyawati, Ni Luh Putu M. Fakhrurrozi M. S. P. Larasati M.A.H. Suryadhi M.D. Kurniasari Made Damriyasa, Made Made Pasek Kardiwinata Mary Amalia Wauran N. K. I. A. Andani N. T. Suryadhi N. W. H. Yani N.P. Widarini N.P. Widarini Ngakan Putu Anom Harjana Ngakan Putu Anom Harjana Ni Kade Sari Cihnawati Ni Kadek Novi Ardiani Ni Komang Ekawati Ni Luh Putu Suariyani Ni Luh Putu Tejawati Ni Made Betti Ratricia Surya Dewi Ni Made Nuryanti Ni Made Oka Anggreni Ni Made Pira Erawati Ni Made Sri Nopiyani Ni Putu Yunik Artha Sari Ni Wayan Arya Utami, Ni Wayan Arya Ni Wayan Septarini Nyoman Tigeh Suryadi pasek kardiwinata Putu Ayu Adi Atseriyani Diahantari Putu Erma Pradnyani Putu Putri Agustini Romy Muhammad Dary Mufa S.G. Purnama sang gede purnama Sudarmaja, Made Surata, I Nyoman Suryadi, Nyoman Tigeh Swacita, IBN