Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Permainan Tradisional Gobag Sodor Terhadap Hasil Belajar Subtema 3 Keseimbangan Ekosistem Nanda Yunita Sari; Ferina Agustini; Moh. Aniq KHB
Indonesian Journal Of Educational Research and Review Vol. 2 No. 1: April 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.888 KB) | DOI: 10.23887/ijerr.v2i1.17296

Abstract

Rendahnya hasil belajar tematik kelas V merupakan hal yang mendorong dalam penelitian ini. Hal tersebut dikarenakan minat dan motivasi belajar kurang, sehingga membuat siswa kurang aktif. Tujuan yang hendak dicapai adalah  mengetahui efektivitas Permainan Tradisional Gobag Sodor terhadap hasil belajar subtema 3 Keseimbangan Ekosistem siswa Kelas V SD N Wonolopo 02, dilihat dari hasil belajar dan ketuntasan belajar. Adapun hasil belajar yang diteliti yaitu hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk Pree-Experimental Design, dengan rancangan One-Group Pre-test-Post-test Design. Teknik yang digunakan yaitu Sampling Jenuh. Teknik tersebut adalah  teknik penentuan sampel, bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan pretest dan posttes dibuktikan dengan hasil uji t thitung sebesar 5,903018 > ttabel 1,684 pada taraf signifikan 5%, 2) Rata-rata nilai sikap dan keterampilan siswa juga meningkat dengan menggunakan permainan tradisional gobag sodor, 3) Ketuntasan belajar individu dilihat dari nilai posttest lebih baik dari nilai pretest, terdapat 31 siswa tuntas, dan 5 siswa yang belum tuntas. Ketuntasan belajar klasikal mencapai 86,11 %. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional gobag sodor efektif terhadap hasil belajar subtema 3 keseimbangan ekosistem siswa Kelas V SD N Wonolopo 02. Kata Kunci: Permainan Tradisional Gobag Sodor, Pembelajaran Tematik, Hasil Belajar
Analysis of The Impact of E-Learning on Fifth Grade Students Aji Wicaksana; Ferina Agustini; Aries Tika Damayani
Indonesian Journal Of Educational Research and Review Vol. 4 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.591 KB) | DOI: 10.23887/ijerr.v4i1.29889

Abstract

When implementing E-learning, the teacher does not meet face to face with students, even though the role of the teacher in schools is very important in addition to teaching and educating students. It causes E-learning to have various impacts, both negative and positive impacts. This study aimed to analyze E-learning learning in fifth-grade elementary school students. This type of research was qualitative research. The techniques used to collect data were observation, interviews, questionnaires, and documentation. The instrument used to analyze the data was a questionnaire. The technique used in analyzing the data was descriptive qualitative. The data analysis technique in this study used three data acquisition procedures, namely data reduction, data presentation, and data verification. The result of the research is that E-learning can increase students' motivation and interest in learning more actively. E-learning is more flexible and can be accessed from anywhere. Can make students more independent in solving problems. The obstacle faced by students is the lack of supporting technology facilities for this learning process, such as the quality of gadgets and signals in the area around the school.
Analisis Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SDN 03 Tunggak Valentina Febrianti; Ferina Agustini; Mei Fita Asri Untari
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 5, No 3 (2022): September
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/dikdas.v5i3.2121

Abstract

The problem in this research is the quality of learning at SDN 03 Tunggak is still very low. This can be seen from the principal's, teachers' and administration's rooms into one room, the school library which is no longer in use, there is no science laboratory room, there is no UKS room, and there is no warehouse. This study aims to determine and describe the condition of facilities and infrastructure, quality of learning, management of facilities and infrastructure, supporting and inhibiting factors of facilities and infrastructure management. This type of research is qualitative research using data collection procedures of observation, interviews, documentation, listening and notes. The results of this study indicate that the condition of the infrastructure is quite complete and the condition is quite good. The quality of learning has been maximized. Management of facilities and infrastructure has been running according to the regulations that have been set. Supporting factors for infrastructure management include community cooperation in maintaining infrastructure facilities, obtaining BOS funds and grants. The inhibiting factor is the lack of funds and student management in borrowing infrastructure.
Profil Gerakan Literasi di SDN Sidomukti Kabupaten Pati Siti Imroatul Maghfiroh; Arfilia Wijayanti; Ferina Agustini
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 5, No 4 (2022): Desember
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/dikdas.v5i4.2421

Abstract

The purpose of this study is to find out the implementation of the School Literacy Movement, school literacy programs, and also student responses in implementing school literacy programs in Sidomukti Public Elementary School, Jaken District, Pati Regency. This study used a qualitative method with a descriptive approach, with data collection procedures in this study using interviews, questionnaires, observation, and documentation. The results showed that the School Literacy Movement at SD Negeri Sidomukti was already running. With the stages of the school literacy movement, namely the habituation stage, the development stage and the learning stage. activity 15 minutes before learning is one of the GLS activities. Through the support of existing school literacy programs such as digital literacy, literacy literacy, numeracy literacy, digital literacy, there are three activities, namely: short story breakfast, kids vlogger and sam mi sa si, literacy literacy and numeracy literacy. form of support in the implementation of the school literacy movement. The response of students who were very enthusiastic about participating in school activities played an important role in the implementation of school literacy activities. The results obtained can be said that the implementation of the school literacy movement has been running. 
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Ikan menjadi Pakan Ikan pada Pengrajin Bandeng Presto Kuningan Semarang Ferina Agustini; Mudzanatun Mudzanatun; Ika Indriasari
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.877 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i1.273

Abstract

ABSTRACTPresto milkfish craftsmen in Kuningan, Semarang are craftsmen who are processing presto milkfish that are typical foods from Semarang. Before being made into presto milkfish, the raw material of milkfish must be cleaned first by cleaning / separating the milkfish’s waste. The waste of milkfish dung is just thrown away in the environment and cannot be utilized properly. This is due to the lack of understanding and knowledge of the milkfish crafters group about the utilization of milkfish waste. This has encouraged the Community Service Team to carry out activities that can utilize fish waste, especially milkfish dung as fish feed. In addition, this activity also aims to increase the knowledge of presto milkfish craftsmen groups so that milkfish waste can be useful as fish feed. The methods of carrying out this activity are carried out by training method. The result of this activity is that milkfish waste can be used as fish feed.Keywords: waste, milkfish,  fish feedABSTRAKPengrajin bandeng presto di Kuningan Kota Semarang merupakan pengrajin pengolah bandeng presto yang merupakan makanan khas dari kota Semarang. Sebelum dibuat bandeng presto, bahan baku ikan bandeng harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara membersihkan/memisahkan limbah ikan bandeng. Limbah ikan bandeng yang dihasilkan hanya dibuang begitu saja di lingkungan dan belum bisa termanfaatkan dengan baik. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman dan pengetahuan kelompok perajin bandeng presto mengenai pemanfaatan limbah ikan bandeng. Hal ini yang mendorong Tim Pengabdi untuk melakukan kegiatan yang dapat memanfaatkan limbah ikan khususnya kotoran ikan bandeng sebagai pakan ikan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kelompok pengrajin bandeng presto sehingga limbah ikan bandeng dapat bermanfaat sebagai pakan ikan. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan. Hasil dari kegiatan ini adalah limbah kotoran ikan bandeng dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan.Kata Kunci :  limbah,  ikan bandeng, pakan ikan
Analisis Gaya Belajar Peserta Didik Untuk Menyusun Perangkat Pembelajaran Berdiferensiasi Kelas V SD Negeri Karangrejo 01 Dewi Mashitoh; Ida Dwijayanti; Ferina Agustini
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12874

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi kegiatan pembelajaran di kelas V SD Negeri Karangrejo 01 Semarang yang dilakukan secara klasikal tanpa adanya pemetaan kebutuhan belajar peserta didik, pembentukan kelompok belajar yang dilakukan secara acak dan tidak didasarkan pada gaya belajar/modalitas, minat, dan tingkat kemampuan peserta didik, serta perolehan informasi/materi pelajaran yang kurang maksimal. Dibuktikan dalam kegiatan berkelompok yang memahami tugas dan materi yang sudah disampaikan hanya 2 dari 6 anggota kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan gaya beajar berdasarkan karakteristik peserta didik untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi di kelas V SD Negeri Karangrejo 01 Semarang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan metode deskriptif analitis dengan jumlah responden sebanyak 8 peserta didik. Hasil dari penelitian ini ialah 6 dari 8 peserta didik (75%) memiliki gaya belajar visual, 1 peserta didik (12,5%) memiliki gaya belajar kinestetik, dan 1 peserta didik (12,5%) memiliki gaya belajar auditori, pemetaan kebutuhan belajar tersebut dapat dirancang pembelajaran berdiferensiasi pada aspek proses yang dapat memberikan pembelajaran bermakna bagi peserta didik.
ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA KELAS IV TERHADAP HASIL BELAJAR TEMATIK DI MI NAHDLATUSSUBBAN PLOSO KARANGTENGAH DEMAK Anggun Nur Insani Suraya; Ferina Agustini; Intan Rahmawati
DIMENSI PENDIDIKAN Vol 19, No 1 (2023): Dimensi Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/dm.v19i1.14953

Abstract

Setiap siswa memiliki cara mereka sendiri dalam belajar dan tentunya memiliki hasil belajar yang berbeda pula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan gaya belajar siswa kelas IV terhadap hasil belajar tematik di MI Nahdlatussubban Ploso Karangtengah Demak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan instrument penelitian observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IV MI Nahdlatussubban Ploso Karangtengah Demak dalam pembelajaran tematik memiliki gaya belajar visual, auditorial, dan kinestik, serta memiliki hasil belajar yang berbeda walaupun gaya belajar yang dimiliki sama. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disarankan kepada guru kelas supaya memiliki metode pembelajaran yang lebih bervariasi untuk meningkatkan pemahaman siswa dan hasil belajar siswa.Kata Kunci: Gaya Belajar, Hasil Belajar, Pembelajaran Tematik.
Penanaman Nilai-Nilai Profil Pelajar Pancasila Melalui Pembelajaran Berbasis Project Based Learning Di SDN Pedurungan Kidul 01 Semarang Siti Fatimah Dwi Husadati; Ferina Agustini; Joko Siswanto; Novemy Kanitri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13053

Abstract

Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Penanaman Nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis project based learning di SDN Pedurungan Kidul 01 Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan partisipan peserta didik kelas 1B dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penanaman Nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis project based learning dilakukan dengan mengajak peserta didik untuk belajar bersama menghasilkan suatu produk nyata. Produk yang dihasilkan seperti berbagi makanan, menanam kangkung secara hidroponik, mewarnai, membuat bangun datar, dan menulis huruf latin. Pelaksanaan projek dilakukan di luar kelas setiap hari jumat sebagai wujud penanaman profil pelajar pancasila/ P5.
Profil Pendidikan Karakter Dalam Kegiatan Pembiasaan Siswa Di SD Karangrejo 01 Rika Yaitul Islami; Joko Siswanto; Ferina Agustini; Pramesti Indriastuti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14094

Abstract

Sekolah dasar salah satu tempat dimana anak dapat memiliki pengetahuan dan pendidikan karakternya, pada proses perkembangannya pendidikan di Indonesia terlalu fokus dengan pengetahuan dan mengesampingkan pendidikan karakter, saat ini pemerintah sedang gencar menerapkan sekolah berkarkater dimana dalam sekolah tersebut menerapkan proses pembentukan karakter perserta didik. Tujuan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi pembentukan karakter siswa dalam pembiasaan pagi yang diterapkan di sekolah. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertempat di SD Karngrejo 01 Kota Semarang dengan subjek penelitian wali kelas dan siswa kelas 1. Penelitian ini menggunakan instrumen observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis data diperoleh bahwa pembiasaan pagi dapat meningkatkan karakter siswa, pembiasaan pagi seperti pembacaan asmaul husna, literasi dan jugasenam pagi memiliki pendidikan karakter bagi siswa seperti sikap jujur, disiplin, toleransi, tanggung jawab, tepat waktu
Analisis Kemampuan Guru dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran di Sekolah Dasar Marginal Kota Semarang Mudzanatun Mudzanatun; Fine Reffiane; Ferina Agustini; Joko Sulianto
Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar Vol 4, No 2 (2021): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.255 KB) | DOI: 10.33603/caruban.v4i2.5246

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kemampuan guru dalam penyusunan perangkat pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013 pada sekolah dasar marginal di kota Semarang. Permasalahan utama penelitian adalah bagaimanakah kemampuan guru dalam penyusunan  perangkat pembelajaran di sekolah dasar Marginal kota Semarang? Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya kemampuan guru dalam penyusunan perangkat pembelajaran sesuai kurikulum 2013, perangkat pembelajaran yang operasional sangat mendukung dalam keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian dilaksanakan di sekolah dasar marginal kota Semarang. Subjek penelitian ini adalah empat guru dari 4 sekolah yang berbeda. Teknik pengambilan data dengan menggunakan lembar pengamatan. Teknik analisis data dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran di kelas rendah (kelas 2) 81,96 kriteria baik, (kelas 3) 83,18 kriteria baik, kelas tinggi (kelas 4) 69,41 kriteria baik, (kelas 5) 78, 52 kriteria baik, (kelas 6) 84, 11 kriteria sangat baik. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran di sekolah marginal kota semarang mencapai kriteria baik. Kata Kunci. Perangkat Pembelajaran, Kurikulum 2013, SD Marginal. Abstract. The purpose of this study is to describe the teacher's ability to prepare learning tools according to the 2013 curriculum at marginal elementary schools in the city of Semarang. The main research problem is how is the ability of the teacher in the arrangement of learning devices in Marginal elementary schools in Semarang city? The background of this research is the importance of the ability of teachers in the preparation of learning tools according to the 2013 curriculum, operational learning devices are very supportive of learning success. This study uses a qualitative method. The research was conducted in marginal elementary schools in the city of Semarang. The subjects of this study were four teachers from 4 different schools. Data collection techniques using observation sheets. The data analysis technique used a qualitative approach. Based on the results of data analysis, it was found that the teacher's ability to arrange learning tools in low class (class 2) 81.96 good criteria, (class 3) 83.18 good criteria, high class (class 4) 69.41 good criteria, (class 5) 78, 52 criteria are good, (grade 6) 84, 11 criteria are very good. The results of the analysis indicate that the teacher's ability to arrange learning tools in marginal schools in Semarang City reaches good criteria. Keywords: Learning Tools, 2013 Curriculum, SD Marginal