Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Penting Mikroba Rumen pada Ternak Ruminansia Muhammad Yusuf Yasin; Mas’ud Zakqi Hupron; Muhammad Khomarudin; Andika Fajar Hadiarto; Lestariningsih Lestariningsih
International Journal of Animal Science Vol. 4 No. 01 (2021): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ijasc.v4i01.32

Abstract

Masalah utama yang dihadapi dalam pemenuhan daging dan susu sapi di Indonesia yaitu rendahnya SDM khususnya dalam pengetahuan ternak khusunya ruminansia. Peternak tidak mengetahui anatomi ternak ruminansia yang memiliki lambung ganda yaitu rumen, retikulum, omasum dan abomasum, sehingga mempengaruhi strategi dalam pemberian pakan yang menentukan produktivitas ternak sapio potong maupun perah. . Rumen berperan penting karena di dalam rumen terdapat mikroba yang berperan dalam perombakan berbagai nutrisi pakan khususnya pada perombakan serat kasar sehingga berpengaruh terhadap produktivitas ternak. Peningkatan pengetahuan tentang rumen khususnya mikroba rumen merupakan salah satu solusi dalam masalah ini yang bertujuan agar peternak memiliki strategi dalam menentukan pakan yang dapat dicerna oleh ternak. Materi dan metode menggunakan data sekunder yang diambil dari jurnal peneliti dan dan buku kemudian dianalisis dengan metode pendekatan deskriptif analitik. Rumen memiliki tiga jenis mikroba yaitu bakteri, fungi (jamur), dan Protozoa. Peranan bakteri di dalam rumen yaitu sebagai perombak serat kasar seperti selulosa dan hemiselulosa dan peran dari fungi di dalam rumen yaitu sebagai awal jalan membuka dinding sel yang sudah tercerna serta peranan dari protozoa yaitu berkontribusi dalam proses pencernaan dan pemecahan materi organic di dalam rumen
Karakteristik Performa Reproduksi Ternak Kelinci Riska Faradila; Anna Lidiyawati; Binti Khopsoh; Tika Fitria; Nining Haryuni; Lestariningsih Lestariningsih
Musamus Journal of Livestock Science Vol 4 No 2 (2021): Musamus Journal of Livestock Science
Publisher : Faculty of Agriculture, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conduced to determine the reproduction performance characteristics of rabbits in Ngelegok sub-district, Blitar district. The material used in this study was rabbits in 5 people's farms in Ngelegok sub-district, Blitar district. The method used in this research is interviews and surveys directly to the location of the rabbit farming business. The data collected are primary data derived from a survey of reproduction in livestock breeding rabbits as many as 5 people in the Ngelegok sub-district of Blitar district, then conducted direct interviews with breeders using a list of questions available on the sheet questionnaires. The results of the study showed that the first breeding male rabbits was at least 6 months old, while for female cattle the first mating age was at least 5 months. The litter size produced by each type of rabbit varies. Litter size between 4-12 rabbits per birth. S / C of each type of rabbits there is no difference, with 2 or 3 times a marriage, rabbits likely to experience a pregnancy. Lambing frequency rabbits around 4.5 to 6 times per year, while the distance mating rabbit for mating again at least 14 days and a maximum of 55 days. The conclusion that the reproduction performance of rabbits in the Ngelegok sub-district of Blitar District is good enough, but every kind of rabbits have different reproduction performance characteristics.
Identifikasi Bakteri Escherichia Coli dari Air Minum Unggas di Peternakan Layer Binti Khopsoh; Riska Faradila; Anna Lidiyawati; Nining Haryuni; Lestariningsih Lestariningsih; Tika Afrilia
Musamus Journal of Livestock Science Vol 4 No 2 (2021): Musamus Journal of Livestock Science
Publisher : Faculty of Agriculture, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify Escherichia coli bacteria from drinking water poultry in layer farms, Ponggok sub-district, Blitar district. 7 samples of water were collected from layer farms in the village of Kebonduren Ponggok Blitar. Water samples were examined for Escherichia coli bacteria using the Most Probable Number (MPN) method and analyzed descriptively. The results in this study were from 7 farms found 1 farm whose drinking water was contaminated with Escherichia coli bacteria, the number of E.coli was 210 MPN/100 ml, these results still met the MPN Coliform threshold value for class II farm water according to PP no 82 in 2001, which was 5000 MPN/100 ml of water and 2000 MPN/100 ml of E. coli.
Analis Ekonomi Sapi Pedet Di Lembu Handini Farm Didesa Sumber Kecamatan Sanankulon Blitar Ermawati ermawati; Lestariningsih Lestariningsih; Nining Haryuni
Journal of Science Nusantara Vol 2 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jsnu.v2i2.291

Abstract

Konversi lahan untuk pengembangan usaha peternakan sapi dapat menyediakan hijauan pakan ternak yang berkualitas baik. Pendapatan peternak dapat dipengaruhi oleh jumlah ternak yang dipelihara dan manajemen yang bai. Tujuannya adalah untuk mengetahi analisis ekonomi usaha sapi potong menjadi lebih baik di peternak tersebut. Faktor - faktor yang mempengaruhi produksi pembibitan sapi pedet adalah jenis, umur, kualitas dan kuantitas pakan hijauan maupun konsetrat, penanggulangan penyakit, penanganan pasca panen dan pemasarannya. Keuntungan tersebut dapat diketahui melalui analisis ekonomi atau pendapatan, dari hal ini dapat diketehaui apakah usaha peternakan pembibitan sapi ini yang dilakukan di peternak Lambu Handini Farm Kecamatan Sanan Kulon Kabupaten Blitar layak atau tidak untuk dijalankan, yang nantinya diharapkan bisa memberikan manfaat sebagai pedoman bagi peternak sapi untuk perkembangan dan pengembangan usaha ternak pembibitan sapi pedet Faktor - faktor yang mempengaruhi produksi sapi potong adalah jenis, umur, kualitas dan kuantitas pakan hijauan maupun konsetrat, serta penanggulangan penyakit, dan penanganan pasca panen dan pemasarannya. maka dari itu sangat diperlukan teknik pengujian kelayakan usaha ternak yang dilakukan, yaitu dengan menghitung Analisis Biaya produksi, Analisis Penerimaan, Analisis Pendapatan, R/C ration, BEP, agar mengetahui usaha yang sudah kita lakukan itu layak atau tidak dan juga mengetahui apa kekurangan dan juga kelebihan dari ternak yang kita miliki, sehingga usaha ternak yang kita usahakan itu bisa berproduksi dengan baik, dan dapat berkembang. Total biaya produksi adalah Rp. 127.666.708 total penerimaan adalah Rp. 138.193.250 Analisis Pendapatan adalah Rp. 10.526.542 BEP volume produksi 3.191,67 BEP harga produksi 46653,28 /Kg hasil dari R/C ration . Jadi peternak lembu handini farm layak untuk dijadikan usaha karena > 1 maka usaha ternak sapi pedet layak untuk dijadikan usaha.
Pengaruh Suhu dan Waktu Pemanasan Terhadap Kualitas Interior Telur Ayam Hasil Persilangan Ayam Kedu Dan Bangkok Nining Haryuni; Farid Abdullah; Anna Lidyawati; - Lestariningsih
Journal of Science Nusantara Vol 2 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jsnu.v2i1.298

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of temperature and duration of heating on the interior quality of chicken eggs from crosses between Kedu chickens and Bangkok chickens. This research is a biological research using a 2x4 factorial Completely Randomized Design (CRD). The first factor is temperature (P) (27 and 32 0C) and the second factor is heating time (T) (0, 6 and 12 hours) where each treatment uses 5 chicken eggs. The results of statistical analysis showed that temperature had no significant effect (P>0.05) on egg weight loss, egg yolk index and egg white height. The heating time had a very significant effect (p<0.01) on the yolk index and egg white height but had no significant effect (p>0.05) on egg weight loss. The interaction between the two treatment factors gave no significant effect (p>0.05) on egg weight loss and egg yolk index but gave a very significant effect (p<0.01) on egg white height. Egg weight loss in this study ranged from 0.46 -0.50%; Egg yolk index ranged from 0.32-0.39 and egg white height ranged from 5.35-7.45mm. The conclusion of this study is that the temperature and duration of the heating process can reduce the interior quality of chicken eggs from a cross between a Kedu chicken and a Bangkok chicken
Efek Suplementasi Tepung Semangka dalam Pakan Terhadap Kualitas Interior Telur Ayam Kampung Nining Haryuni; Syafina Syafi'ina; Anna Lidyawati; - Lestariningsih
Journal of Science Nusantara Vol 2 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jsnu.v2i1.299

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of watermelon seed flour supplementation in feed on the interior quality of native chicken eggs. This research is a biological research using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Each treatment used 5 chickens. The results of statistical analysis showed that watermelon seed flour supplementation in feed had a very significant effect (p<0.01) on the egg yolk index and egg white height and had an insignificant effect (p>0.05) on the egg index. The conclusion of this study is that watermelon seed flour supplementation can improve the interior quality of native chicken eggs. The best supplementation dose at 0.10%.
Evaluasi Organoleptik Nugget Daging Joper Yang Diberi Pakan Menggunakan Tepung Maggot Selama Pemeliharaan Elinda Rahayu; Lestariningsih Lestariningsih; Nining Haryuni
Journal of Science Nusantara Vol 2 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jsnu.v2i2.302

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas nugget ayam kampung dengan substitusi tepung maggot dalam ransum ditinjau dari uji organoleptik (warna, rasa, tekstur, dan aroma). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60 ekor ayam kampung umur 51 hari dengan substitusi tepung maggot yang berbeda dalam ransumnya setelah itu dagingnya diolah menjadi nugget. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pakan dalam penelitian ini adalah P0 : 100% tepung ikan + 0% tepung maggot, P1 : 75% tepung ikan + 25% tepung maggot, P2 : 50% tepung ikan + 50% tepung maggot, P3: 0% tepung ikan + tepung belatung 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung maggot dalam ransum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap uji mutu organoleptik (warna, rasa, tekstur dan aroma) nugget ayam kampung, nugget ayam kampung dengan kualitas terbaik. hasil warna yang ditemukan pada perlakuan P-3 (100%) sebesar 3,91. nugget ayam dengan hasil rasa terbaik ditemukan pada perlakuan (P-2) sebesar 4,30. Nugget ayam kampung dengan tekstur terbaik terdapat pada perlakuan P-2 (50%) sebesar 4,00. Sedangkan nugget ayam kampung dengan aroma terbaik terdapat pada perlakuan P-2 (50%) sebesar 4,25 .
Pelatihan Managemen Budidaya Itik untuk Meningkatkan Produksitivas Kelompok Ternak di Desa Slorok Kecamatan Doko Kabupaten Blitar Rosidi Azis; Lestariningsih Lestariningsih
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4, November 2018
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.794 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v3i4.236

Abstract

Budidaya itik di Desa Slorok Kecamatan Doko Kabupaten Blitar produktivitasnya rendah. Program pelaksanaan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas itik hibrida yang dipelihara oleh kelompok Peking dan Sido Makmur. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan ini yaitu survey terhadap masalah, analisis masalah dan penentuan fokus masalah. Pelatihan budidaya itik meliputi managemen pakan, sanitasi dan kesehatan itik hibrida. Hasil dari pelaksanaan PKM yaitu managemen pakan dilaksanakan diberikan pukul 06.00 WIB dan pukul 15.00 WIB. Pakan yang diberikan harus memenuhi syarat gizi pakan. Managemen sanitasi dilaksanakan untuk meminimalisir terserangnya penyakit pada itik. Penyakit yang sering terjadi pada itik di keompok ini yaitu ND, AI, Snot, CRD dan DHV. Ternak yang terinfeksi penyakit pelru dipisah dikandang yang berbeda dengan ternak lainnya. Kesimpulan kegiatan PKM ini sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas melalui managemen pakan, sanitasi dan kesehatan ternak itik hibrida super.
Pengaruh Waktu Pemanasan Sebelum Inkubasi Terhadap Kualitas Telur Tetas Ayam Buras Nining Haryuni; M. Fathoali; Anna Lidyawati; - Lestariningsih
Journal of Science Nusantara Vol 2 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jsnu.v2i2.295

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of heating before incubation on the quality of native chicken hatching eggs. This study used 200 eggs from native chickens. This research is a laboratory research using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Each treatment used 10 hatching eggs. If statistical analysis shows a significantly different or very significant effect, it will be continued by using Duncan's test. In this study, the results showed that heating of hatching eggs before incubation had a very significant effect (p<0.01) on fertility and hatchability, but had an insignificant effect (p>0.05) on weight loss of hatching eggs. The average egg weight loss in this study ranged from 0.00-0.10%, fertility 70.94-83.15%, embrio mortality 15-40% and hatchability ranged from 60-85%. Based on the results of the study, it can be concluded that the heating of the hatching eggs before the eggs are put into the incubator can reduce the quality of the hatching eggs. The longer heating time causes the lower quality of hatching eggs.
Perbaikan Kualitas Semen Ayam Kampung Melalui Peningkatan Energi Metabolisme Pakan Nining Haryuni; Lestariningsih Lestariningsih; Binti Khopsoh
Journal of Science Nusantara Vol 2 No 3 (2022): September 2022
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jsnu.v2i3.548

Abstract

This study was intended to obtain feed with the best energy level to improve the quality of native chicken semen. This study is a biological study with 4 levels of metabolic energy (2700; 2750; 2800 and 2850 kcal/kg) using a completely randomized design (CRD) where each treatment was repeated 5 times. Each treatment used 1 native male chicken that was 80 weeks old and in good health. Increasing energy level in feed significantly (p<0.05) increased semen volume; very significant (p<0.01) improved color and increased semen consistency; but not significant (p>0.05) the effect on semen pH. The average volume of semen obtained ranged from 0.45-1.30ml; semen color score 2.25-3.00; semen consistency score 2.25-3.00 and semen pH 7.83-8.50. Increasing the energy level in the feed can improve the quality of native chicken semen. The best feed to improve the quality of native chicken semen is feed with a metabolic energy of 2850 kcal/kg.
Co-Authors Abd. Charis Fauzan Agus Edi Winarto Agus Hermawan Ahmad Jamil Ababil Kuroma Ahmad Rizqi Murtadho Ahmad Saifudin Alfi Khusnita Alfi Mayasari Alfina Sefti Rahmaningtyas Amirul Mukhlisin Anang Catur Sulaksono Andi Setiawan Andika Fajar Hadiarto Anifiatiningrum Anifiatiningrum Anna Lidiyawati Anna Lidyawati Anna Lidyawati Ansori, Redhitya Wempi Aris Syarifudin Arum Ayu Lestari Azis, Rosidi Binti Khopsoh Binti Khopsoh Caska - Danang Ananda Yudha Deviana Diah Probowati Dimyati Huda Elinda Rahayu Ermawati ermawati Fachulun Maulana Arizunda Rokhmandanu Farid Abdullah FATRA NONGGALA PUTRA Fifi Susanti Fikrima Sinta Nuriyah Fuguh Fernandi Ghea Chika Yeiputa Hidayatul Rosidah Husna Fikriya Indah Palupi Isna Nurul Fajriyah Ita Nurhasanah M Aziz Hidayatullah M Najib Zam Zami M Subhan Anshori M. Fathoali M. Khoirul Abidin M. Muhsin M. Rizal Fanani M. Zainnudin Marsanda Avilia Putri Mas'ud Zakqi Hupron Masahid Masahid Mas’ud Zakqi Hupron Moch Ikhsanudin Mochamad Buqori Muslim Moh Mimbar Fauzi Muhamad Iza Dzulfikar Amin Muhammad Khomarudin Muhammad Muhsin Muhammad Sabiqun Nada Muhammad Yusuf Yasin Muhammad Yusuf Yasin nafisatuzzahro' nafisatuzzahro' nafisatuzzahro' Nendra Eka Wardana Ngabdus Sholihin Nining Haryuni Peni Nohantiya Poppy Yuliana Putri Qurrotul A'yun Reza Anggapratama Riska Mei Puspitasari Riska Mei Puspitasari Rosidi Aziz Saptono Hadi, Saptono Selania Nova Siti Karomah Surayanah Syafina Syafi'ina Tika Afrilia Tika Fitria Tika Fitria Wulan Afrilia Tika Fitria Wulan Afrilia Tito Prabowo Umril Mu'minin Veradella Yuelisa Mafula Vion Age Tricahyo Wika Nestria Santika Yuniawatika