Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI TERHADAP PENGOBATAN DI PUSKESMAS KOTA MANADO Meilani Jayanti; Deby Afriani Mpila; Yuanita Amalia Hariyanto
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7, No 1, Tahun 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i1.54069

Abstract

ABSTRAK Salah satu tantangan yang dihadapi klinisi dalam penatalaksanaan penyakit hipertensi adalah kepatuhan pasien. Penyakit hipertensi yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang, menempatkan kepatuhan sebagai salah satu faktor utama dalam pencapaian target terapi pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan pasien hipertensi terhadap pengobatan di Puskesmas Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data pasien diperoleh dari rekam medik, buku pengobatan dan wawancara pasien menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 81 (46,3%) responden memiliki tingkat kepatuhan sedang, dimana skor rata-rata tingkat kepatuhan dari seluruh responden adalah 6,1 (kepatuhan sedang). Selain itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien dengan kepatuhan pengobatan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kepatuhan pasien hipertensi terhadap pengobatan di Puskesmas Kota Manado masih termasuk dalam tingkat kepatuhan sedang, dimana hal ini menjadi tugas tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat terkait hipertensi, khususnya terkait kepatuhan pengobatan, mengingat penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit terbanyak di Indonesia. Kata kunci: tingkat kepatuhan, hipertensi, pengobatan, MMAS-8, puskesmas ABSTRACT Clinicians face a challenge in managing hypertensive disease due to poor patient compliance. Compliance plays a crucial role in achieving long-term therapy goals for patients with hypertensive disease. To determine the level of compliance of hypertensive patients with treatment at the Manado City Health Center, an analytic observational study was conducted with a cross-sectional research design. The research subjects were selected based on inclusion and exclusion criteria. Patient data were collected through medical records, treatment books, and MMAS-8 questionnaire-based interviews. The study found that 81 (46.3%) respondents had a moderate level of compliance, with an average score of 6.1 (moderate compliance) across all respondents. Furthermore, the study concluded that there was no significant relationship between patient characteristics and medication adherence. These results indicate that hypertension patients' compliance with treatment at the Manado City Health Center is still moderate. Therefore, health workers must continue to raise public awareness of hypertension, particularly in terms of treatment compliance since hypertension is one of the most common diseases in Indonesia. Keywords: adherence, hypertension, medication, MMAS-8, community health center
STANDARISASI EKSTRAK MANGROVE Sonneratia ovata Backer. DARI DESA TONGKAINA, BUNAKEN, SULAWESI UTARA SEBAGAI BAHAN BAKU OBAT TOPIKAL Hosea Jaya Edy; edy Parwanto; Sri Sudewi; Yuanita Amalia Hariyanto
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i2.59468

Abstract

Mangrove merupakan tanaman yang tumbuh pada area pantai atau daerah pesisir, hingga membentuk ekosistem hutan mangrove. Mangrove memiliki kandungan metabolit sekunder yang sangat beragam dan sangat berpotensi sebagai bahan baku obat-obatan. Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi dan standarisasi ekstrak daun mangrove Sonneratia ovata Backer. yang dikoleksi dari desa Tongkaina, Sulawesi Utara. Metode standarisasi ekstrak dengan melakukan pengujian parameter spesifik dan parameter non-spesifik ekstrak serta pengujian sterilitas ekstrak etanol daun mangrove Sonneratia ovata Backer. dari desa Tongkaina. Nilai kadar sari ekstrak etanol terlarut air adalah 18,78 % dan nilai kadar sari ekstrak larut etanol adalah 25,44%. Nilai susut pengeringan dari ekstrak etanol daun S. ovata adalah 0,187 % dan nilai kadar air dalam ekstrak adalah 7,254 %. Nilai kadar abu ekstrak daun S. ovata adalah 3,940 % dan nilai kadar abu tidak larut asam adalah 0,410 %. Ekstrak etanol daun S. ovata bebas kontaminan mikroorganisme dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku zat aktif sediaan topikal berbasis bahan alami.