Netty
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Banjarmasin

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analsis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan kejadian Stunting di Pinggiran Sungai Wilayah Kerja Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarmasin Netty Netty Netty; Husnul Khatimatun I; Ari Widyarni
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 11 No 1 (2020): November
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v11i1.287

Abstract

Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Iklan Susu Formula dengan Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Puskesmas Rawat Inap Cempaka Kota Banjarbaru Netty Netty; Nurul Indah Qariati; Siti Rabiathul
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 9 No 2 (2019): Maret
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.257 KB) | DOI: 10.33657/jurkessia.v9i2.177

Abstract

Exclusive breastfeeding rate in South Kalimantan is only 51.18% of what should be 70%. Factors that inhibit exclusive breastfeeding are the lack of mother's knowledge of exclusive breastfeeding excellence, mother's attitude towards exclusive breastfeeding, and incessant milk formula advertising. The aim of this research is to know the relationship of knowledge, attitude and advertising of formula milk with Exclusive Breast Feeding in Cempaka Rawat Inap Puskesmas of 2018. Method of research of analytic survey with cross sectional approach. The population is all mothers who have babies aged 6-24 months which amounted to 435 people. Sample of 81 people. Sampling using technique Purposive sampling. The statistical test is Chi square test. The results showed that the most breastfeeding was not exclusive breastfeeding as much as 42 people (51.9%). Knowledge of respondents at most is quite as much as 43 people (53.1%). The most positive attitude is 46 people (56.8%). Infant formula advertising in mothers showed that most respondents were interested in formula milk ads as much as 48 people (59.3%). There is knowledge relation (p-value = 0,012 <α 0,05), there is relationship of attitude (p-value = 0,000 <α 0,05). There is a formula milk advertising relationship (p-value = 0,000 <α 0.05). It is hoped that mothers can increase their knowledge, awareness about the importance of exclusive breastfeeding, and are not interested in formula milk advertising despite offering attractive promotions and prizes
STUDI KONVERSI SATUAN UKURAN RUMAH TANGGA KE DALAM BERAT (GRAM ) PADA BEBERAPA JENIS MAKANAN TRADISIONAL HASIL OLAHAN MASYARAKAT BANJAR DI BANJARMASIN Nurhamidi Nurhamidi; Netty Netty; Fathurrahman Fathurrahman
Jurnal Skala Kesehatan Vol 5 No 2 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.852 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v5i2.18

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk melengkapi informasi satuan  dari jenis makanan dalam  ukuran rumah tangga Adapun tujuan khususnya adalah                             1). Mengidentifikasi   makanan tradisional hasil olahan masyarakat Banjar dan satuan Ukuran Rumah Tangga yang telah  terdapat dalam Daftar ukuran rumah tangga                      2).Mengkonversi Ukuran Rumah Tangga  ke dalam satuan berat (gram) pada beberapa jenis pangan yang telah terdapat dalam Daftar Komposisi Bahan Makanan namun belum terdapat dalam Daftar Ukuran Rumah Tangga 3).Mengetahui ukuran fisik yang tepat (panjang, lebar, tebal, dan diameter) dari Ukuran Rumah Tangga  pada beberapa jenis pangan yang telah terdapat dalam Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM)  namun belum terdapat dalam Daftar Ukuran Rumah Tangga. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan Oktober 2013. Pengukuran dan peninbangan makanan tradisional Banjar yang diteliti dilakukan beberapa tempat pasar tradisonal, warung dan depot makanan. Data yang diiperoleh data primer dan sekunder data primer jenis ukuran makanan tradisional masakan banjar dan kudapan seperti soto Banjar, ketupat Kandangan, pundut nasi, putri selat, sari muka, cucur, laksa dan lain lain. Hasil identifikasi dari studi pustaka diperoleh data sekunder yang menunjukkan bahwa jumlah makanan tradisional; yang sudah teridentifikasi dalam DKBM hanya kurang dari 4.05 % dari 534 jenis pangan yang sudah terdaftar didalam DKBM menurut DKBM Terbitan Departemen Kesehatan dan DKBM terbitan Persagi dan hasil penelitian Handayani. Dan ukuran rumah tangga yang paling lazim digunakan untuk menyajikan dan mengukur makanan khas Banjar adalah piring, mangkok, sendok, gelas, potong, lebar, tebal, diameter,  bungkus dan ikat.  
HIGIENE SANITASI PEDAGANG DAN KANDUNGAN BORAK SERTA CEMARAN MIKROBA PADA PENTOL CELUP DI KOTA BANJARBARU Zulfiana Dewi; Meilla Dwi Andrestian; Netty Netty
Jurnal Skala Kesehatan Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.945 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v6i1.33

Abstract

Prevalensi diare juga masih menjadi persoalan serius di Provinsi Kalimantan Selatan.Berdasarkan Profil Data Kesehatan Indonesia Tahun 2011 kasus diare yang ditangani di provinsi Kalimantan Selatan sebesar 146.139 kasus.  Hasil Riset Kesehatan Dasar 2007 di Kota Banjarbaru prevalensi diare 3,2%.  Perilaku tidak sehat merupakan penyebab utama dari tingginya kasus diare di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarbaru.Penelitian ini akan dilaksanakan di Kota Banjarbaru dan Laboratorium Kimia dan Mikrobiologi Pangan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan desain penelitian studi eksplorasi.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penjual pentol celup di Kota Banjarbaru.Pengambilan sampel menggunakan metode purposive (sengaja) sejumlah minimal 27 pedagang pentol yang mewakili lima kecamatan di Kota Banjarbaru.  Pengambilan data dilakukan selama bulan Juli dan Agustus 2014.Pengambilan data perilaku dilakukan dengan teknik wawancara dengan bantuan kuesioner, kandungan boraks ditentukan perubahan warna pada standar kit, kandungan mikroba ditunjukkan oleh angka lempeng total pada saus pentol celup. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji statistik Chi Square.Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah perilaku higiene dan sanitasi pedagang dengan katagori baik 18,5%, cukup 81,5% dan kurang 0%. Cemaran mikroba pada saos celup 37% sesuai dengan standar SNI dan 63% melebihi standar SNI, sedangkan kandungan boraks tidak ditemukan pada semua pentol yang diperiksa. Perilaku higiene dan sanitasi pedagang dengan cemaran mikroba dan kandungan boraks tidak menunjukan hubungan yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Higiene dan sanitasi pedagang bukan faktor yang berhubungan dengan cemaran mikroba dan kandungan boraks. Kata Kunci : Higiene dan sanitasi, cemaran mikroba, kandungan boraks
Kandungan Bakteri Asam Laktat Pada Minuman Probiotik Sebagai Bahan Alternatif Meningkatkan Kesehatan Saluran Cerna Anak Gizi Kurang meilla dwi andrestian; zulfiana dewi; netty netty
Jurnal Skala Kesehatan Vol 7 No 2 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.616 KB)

Abstract

Dampak kurang gizi sangatlah luas, maka diperlukan upaya penanganan gizi kurang pada anak.Berkaitan dengan hal tersebut, telah dilakukan intervensi pemberian makanan tambahan pada anak.Agar pemberian makanan tambahan yang diberikan dapat diserap dengan sempurna, saluran cerna harus dalam keadaan sehat.Minuman probiotik merupakan salah satu pangan fungsional yang di dalamnya terdapat bakteri probiotik yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan.Di dalam usus besar sisa-sisa makanaan yang tidak dicerna difermentasi olah bakteri usus menghasilkan asam lemak rantai pendek (Short-chain fatty acids) yang bermanfaat untuk kesehatan usus dan memungkinkan untuk mengurangi resiko kanker kolon rektal.Hampalam (Mangifera sp) merupakan buah spesifik Kalimantan Selatan yang merupakan sejenis buah mangga, tetapi ukurannya lebih kecil.Namun sayang, produksi yang melimpah belum diikuti dengan pemanfaatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Bakteri Asam Lakta pada minuman probiotik sebagai bahan alternatif meningkatkan kesehatan saluran cerna anak gizi kurang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Data yang diharapkan yaitu kadar asam laktat, mutu organoleptic, dan kelayakan finansial minuman probiotik buah kasturi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan program computer, dan uji statistic menggunakan uji beda.Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan altarnatif dalam menanggulangi masalah gizi kurang, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan dan secara umum di seluruh Indonesia. Selain itu penelitian ini juga diharapkan meningkatkan pemanfaatan buah kasturi sebagai buah khas Kalimantan Selatan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kadar asam laktat pada minuman probiotik hampalam yang diinokulasi dengan kultur murniadalah sebesar 0,67%, sedangkan kadar asam laktat pada minuman probiotik hampalam yang diinokulasi dengan kultur adaptasi adalah sebesar 0,33%. Terdapat perbedaan yang nyata pada kandungan asam laktat minuman probiotik hampalam yang diinokulasi dengan inokulum yang berbeda (p=0,000, α=0,01). Terdapat perbedaan yang nyata (α=0,05) pada mutu organoleptik warna, aroma dan kekentalan minuman probiotik hampalam yang diinokulasi dengan inokulum berbeda, namun tidak ada perbedaan yang nyata (α=0,05) pada mutu organoleptik rasa minuman probiotik hampalam yang diinokulasi dengan inokulum yang berbeda. Biaya produksi minuman probiotik hampalam adalah sebesar Rp 2.811,50/kemasan dengan harga jual Rp 5.000,00. Nilai B/C Ratio 1,78 Kata Kunci : Hampalam, Minuman Probiotik, Kultur Murni L. Bulgaricus, Kultur Adaptasi
Formulasi Tepung Kacang Nagara(Vigna unguiculata) Dan Ikan Haruan (Ophicephalus melanopterus) Pada Snack Bar Sebagai Bahan Alternatif Meningkatkan Konsumsi Fe zulfiana dewi; sajiman sajiman; netty netty
Jurnal Skala Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.202 KB)

Abstract

Tahun 2015 di provinsi Kalimantan Selatan, dari 17.239 remaja putri ditemukan 5.021 yang menderita anemia, dengan kata lain prevalensi anemia pada remaja putri di Kalimantan Selatan pada tahun 2015 adalah 29,13% (Dinkes Prop Kal-sel, 2016). Hal ini menunjukan angka prevalensi anemia remaja di Kalimantan Selatan lebih tinggi dari pada targen yang dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2010 yaitu target penurunan angka prevalensi anemia pada remaja hingga 20%. Peningkatan penyerapan Fe pada kacang yang dalam penelitian ini menggunakan kacang nagara, perlu penambahan protein terutama protein albumin untuk meningkatkan penyerapan Fe pada kacang-kacangan. Pembuatan snack bar dengan penambahan ikan gabus merupakan pengembangan bahan dari produk makanan selingan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari formulasi tepung kacang nagara dan ikan haruan pada snack bar sebagai bahan alternative meningkatkan konsumsi Fe. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen.Penelitian diawali dengan formulasi tepung kacang nagara dan ikan haruan pada snack bar, dengan perbandingan 70 : 30; 60 : 40; dan 50 : 50. Mutu organoleptic dilakukan untuk menentukan formulasi terbaik, setelah itu di lanjutkan dengan menguji kadar Fe, proximat dan kelayakan finansial. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan altarnatif dalam menanggulangi masalah Fe, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan dan secara umum di seluruh Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah formulasi yang tepat untuk Snack Bar Tepung Kacang Nagara dan Ikan Haruan dengan perbandingan 50 : 50, berdasarkan tekstur dan rasa yang lebih disukai oleh panelis. Kadar Fe snack bar tepung kacang nagara dan ikan haruan sebesar 3.82 mg/100 gr, dan kadar protein sebesar 10.86%. Biaya produksi snack bar tepung kacang nagara dan ikan haruan adalah sebesar 2.490,-/kemasan, dengan harga jual Rp 4.000,00. Nilai B/C Ratio 1,61 Kata Kunci : tepung kacang nagara, ikan haruan, snack bar, kadar fe, proximat
EDUKASI ISI PIRINGKU UNTUK MENCEGAH ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KELAYAN TIMUR KOTA BANJARMASIN Netty Netty; Husnul Khatimatun; Zuhrupal Hadi; Edy Ariyanto
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 5, No 1 (2019): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.64 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v5i1.2388

Abstract

Salah satu Penyebab Kematian ibu hamil adalah anemia dalam kehamilan. Berdasarkan hasil Survey Demografi Indobesia (SDKI) 2012 Angka Kematian Ibu (AKI) melonjak sangat tajam menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup. Sekitar 70% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia akibat kekurangan gizi (Manuaba, 2012). Pengaruh anemia dalam kehamilan dapat terjadi abortus, persalinan premature, hambatan tumbuh kembang janin dalam Rahim, mudah terjadi infeksi, ancaman dekonfensatio cordis (HB < 6gr%), molahidatidosa, hyperemesis gravidarum, ketuban pecah dini, dan persalinan lama karena his mengejan yg lemah (Manuaba, 2012). Tujuan dari Pengsbdian masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan makanan yang bergizi pada ibu hamil dan sosialisasi Isi piringku sebagai pengganti 4 sehat 5 sempurna. Sasaran utama Pengabdian masyarakat ini adalah para ibu hamil di puskesmas kelayan Timur Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah ceramah atau penyuluhan, dan Tanya jawab disertai dengan pre test dan post test untuk mengevaluasi pengetahuan ibu tentang isi pelatihan. Terjadi peningkatan pengetahuan dari 67% menjadi 100% tentang Isi piringku dan makanan bergizi untuk mecegah anemia pada ibu hamil di puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin.Kata Kunci: edukasi, isi piringku, ibu hamil
HUBUNGAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS (TB) PARU BTA POSITIF DI WILAYAH KERJA UPT. PUSKESMAS MARTAPURA 1 Netty Netty; Kasman Kasman; Selly Dwi Ayu
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 5, No 1 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.212 KB) | DOI: 10.31602/ann.v5i1.1728

Abstract

Salah satu upaya penyembuhan TB paru sangat tergantung dengan kepatuhan penderita untuk minum obat dan berobat secara teratur, karena kepatuhan pengobatan TB merupakan hal yang sangat penting dalam mengurangi penularan TB  dan mengurangi angka kasus TB paru di masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan peran petugas kesehatan dan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis (TB) paru BTA positif di wilayah kerja UPT. Puskesmas Martapura 1. Analisis data menggunakan analisis univariat dan uji Chi Square pada analisis bivariat. Hasil penelitian persentase responden yaitu patuh (65,9%) , tidak patuh (34,1 %), peran petugas kesehatan kategori baik (81,8%), peran petugas kesehatan kategori kurang (18,2 %), dukungan keluarga kategori dukungan baik (70,5%) dan dukungan kurang (29,5 %). Hasil penelitian terdapat hubungan antara peran petugas kesehatan (P value = 0,001) dan dukungan keluarga (P value = 0,019) dengan tingkat kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis (TB) paru BTA positif di UPT. Puskesmas Martapura 1. Disarankan melibatkan keluarga selama pengobatan TB dan petugas kesehatan survei jika penderita tidak datang berobat agar penyebaran penyakit TB dapat dicegah..
PERBEDAAN STATUS GENDER DAN SOSIAL EKONOMI DENGAN MENIKAH DINI PADA REMAJA PUTERI DI KOTA BANJARMASIN Nurul Indah Qariati; Netty Netty; Yeni Riza; Achmad Rizal; Norsita Agustina
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 7, No 2 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v7i2.3401

Abstract

Prevalensi tinggi kasus pernikahan pada usia dini tercatat di Nigeria (79%), Kongo (74%), Afganistan (54%), dan Bangladesh (51%), sedangkan negara Amerika Latin dan Karabia, 29% perempuan muda menikah saat mereka berusia 18 tahun. Secara umum pernikahan dini lebih sering terjadi pada anak perempuan dibandingkan dengan anak laki-laki, sekitar 5% anak laki-laki menikah sebelum mereka berusia 19 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko status gender dan social ekonomi terhadap menikah dini di kota Banjarmasin.. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain case control. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden. 30 responden kasus dan 30 responden kontrol. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square (α=0,05). Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara status gender dengan menikah dini (p-value=0,0005, Nilai OR= 15,167, status ekonomi dengan menikah dini (p-value= 0,000) OR= 10,000. Saran untuk KUA memberikan informasi kepada pasangan baru terkait dampak pernikahan usia dini, selain itu untuk masyarakat yaitu pemberian informasi pendidikan kesehatan bagi remaja.
ANALISIS HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA BALAI PENYULUH KB KECAMATAN JEJANGKIT KABUPATEN BARITO KUALA Santi Nur Safitri; Ari Widyarni; Hilda Irianty; Netty Netty
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 2 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i2.9209

Abstract

Data Balai Penyuluh KB Kecamatan Jejangkit tahun 2021 jumlah peserta KB aktif sebanyak 979 (100%) dengan pengguna kontrasepsi terbanyak yaitu Suntik sebanyak 485 (49,54%), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi MKJP di wilayah kerja Balai Penyuluh KB Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif yang bersifat analisis dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh peserta KB aktif yang memiliki suami di wilayah kerja Balai Penyuluh KB Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala. Sampel berjumlah 89 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara proposional sampling. Instrument penelitian menggunakan Kuesioner dan wawancara. Dianalisis mengunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan pengetahuan ibu (p value = 0,000) dan dukungan suami (p value = 0,000) dengan penggunaan alat kontrasepsi MKJP. Untuk meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi MKJP dengan upaya melakukan sosialisasi dan mempromosikan melalui media sosial mengenai penggunaan MKJP kesemua masyarakat, agar mereka mengetahui dan mampu memilih metode kontrasepsi apa yang tepat untuk digunakan.