Netty
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Banjarmasin

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP PELAKSANAAN PROMOSI KESEHATAN DI RS. BHAYANGKARA TK. III BANJARMASIN TAHUN 2022 Fakhsiannor Fakhsiannor; Akhmad Fauzan; Netty Netty
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 10, No 1 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v10i1.11120

Abstract

Pelaksanaan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di RS. Bhayangkara Tk. III Banjarmasin, Berdasarkan dari data studi pendahuluan kegiatan promosi kesehatan rumah sakit di RS. Bhayangkara Tk. III Banjarmasin tidak terlaksana secara rutin dikarenakan petugas kesehatan telah memiliki tugas dan fungsinya masing-masing diluar dari bidang Promosi Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan petugas kesehatan terhadap pelaksanaan promosi kesehatan rumah sakit di RS. Bhayangkara Tk.  III  Banjarmasin  Tahun  2022.  Metode  penelitian  ini  merupakan  jenis  penelitian  kuantitatif  dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi dan sampel sebanyak 48 responden petugas kesehatan pada bagian pendaftaran, rawat jalan (poliklinik) dan rawat inap. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, angket dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar responden menyatakan terlasana sebanyak 41 responden (85,4%), tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,111) dan tindakan (p-value = 0,080) dengan pelaksanaan promosi kesehatan, dan terdapat hubungan antara sikap (p-value= 0,004) dengan pelaksanaan promosi kesehatan di RS. Bhayangkara Tk. III Banjarmasin Tahun 2022. Disarankan bagi instansi untuk tetap melaksanakan promosi kesehatan rumah sakit secara rutin dengan pengetahuan yang baik dan sikap yang positif kepada pasien, keluarga pasien serta pengunjung rumah sakit.
Analsis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan kejadian Stunting di Pinggiran Sungai Wilayah Kerja Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarmasin Netty Netty Netty; Husnul Khatimatun I; Ari Widyarni
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 11 No 1 (2020): November
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem among under-five children, characterized by a shorter height than children at their age. Stunted children can occur due to nutritional disorders in the first 1,00 days of life, and it is influenced by many factors (e.g., mothers’ nutritional status during pregnancy and feeding behavior). Behavior is affected by mothers’ education and knowledge. The prevalence of moderately and severely stunted under-five children was 30.08% in Indonesia, 33.08% in South Kalimantan, and 28.75% in Banjarmasin City (Riskesdas, 2018). Puskesmas Alalak Selatan is in charge of 3 Kelurahan (Pangeran, Alalak Selatan, and Kuin Utara). Objective: To determine factors related to the incidence of stunting among under-five children on the riverbank in the work area of Puskesmas Alalak Selatan. This was an analytical study using a case-control study design. The data analysis used computer programs and the chi-square test with a 95% confidence level. The population was mothers with under-five children aged 12-59 months with a total sample of 60 people (30 mothers with stunted children as cases and 30 mothers with normal children as the control). Results: 50% of stunted under-five children (cases) and 50% of normal under-five children (control). Thirty-eight people (63.3%) had high education, and three people (5.0%) had low education. Twenty-five people (41.7%) had good knowledge, and 20 people had low knowledge (33.3%). Twenty-nine mothers had CED (48.3%) and 31 mothers without CED (51.7%) during pregnancy. Mothers’ education, knowledge, and nutritional status during pregnancy were related to the incidence of stunting among under-five children on the riverbank in the work area of Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin City.
Hubungan Pengetahuan, Frekuensi Konsumsi Fast Food dan Genetik dengan Kejadian Obesitas Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Uniska MAB Banjarmasin: Correlation between Knowledge, Frequency of Fast Food Consumption and Genetics with Obesity Incidence of Students at the Faculty of Public Health Uniska MAB Banjarmasin Netty; Agus Jalpi; Nurul Indah Qariati
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2: DECEMBER 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/promotif.v12i2.2732

Abstract

Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak. Obesitas mengakibatkan beberapa penyakit yaitu diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker. Kelebihan berat badan dan obesitas sekarang secara dramatis meningkat di Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama di perkotaan termasuk Indonesia (WHO, 2017). Tujuan penelitian mengidentifikasi dan menganalisis hubungan pengetahuan, frekuensi konsumsi fast food dan genetik dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Uniska MAB Banjarmasin. Metodelogi penelitian ini merupakan penelitian survey analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa semester 5 Peminatan Kesehatan Reproduksi dan Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Uniska MAB Banjarmasin yang berjumlah 93 orang, sedangkan sampel penelitian sebanyak 49 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Analisis data menggunakan uji schi square, yaitu menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan nilai kemaknaan p-value < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami obesitas sebanyak 25 orang (51%), responden berpengetahuan cukup sebanyak 21 orang (42,8%), responden yang sering mengkonsumsi fast food yaitu sebanyak 29 orang (59,2%), sedangkan responden memiliki kategori adanya genetik sebanyak 27 orang (55,1%). Analisis chi sqaure diperoleh pengetahuan p-value = 0,032, frekuensi konsumsi fast food p-value = 0,027, sedangkan genetik p-value = 0,000, artinya ada hubungan dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Uniska MAB Banjarmasin. Diharapkan kepada mahasiswa agar selalu rutin mengontrol berat badan, dan memperbaiki pola hidup, salah satunya tidak terlalu sering mengkonsumsi fast food serta memberitahu kepada orang tua agar selalu menjaga berat badan karena obesitas agar berdampak kepada penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, jantung, hipertensi, stroke, kanker dan lain sebagainya.
Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) untuk Deteksi Dini Kanker Payudara di Gang Purnawirawan RT 2 Kelurahan Pelambuan Banjarmasin Husnul Khatimatun Inayah; Netty Netty; Ari Widyarni; Elsi Setiandari Lely Octaviana
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 1 (2023): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i1.378

Abstract

Cancer is a major health problem in the world and in Indonesia, according to the Global Burden of Cancer (Globocan) released by WHO in the Data and Information Center of the Ministry of Health on 2020, the number of deaths from cancer until 2018 continues to increase from year to year.Breast cancer prevention Effort by SADARI. Data from the Banjarmasin City Health Office in 2020 there were 98 cases of breast cancer in 2020 and 31 deaths. The target of the education is the mothers of Gang Punawirawan, Pelambuan village, Banjarmasin with a population of 250 families where 90 women are adults and there is 1 case of death due to breast cancer and many mothers and cadres do not know SADARI. The purpose of this community service is for cadres and mothers to understand and be able to carry out SADARI to remind breast cancer prevention.Targets and outcomes of this service, there is an increase in understanding and skills about breast cancer and early detection of cancer by SADARI. The outputs are Scientific Publications in Journals with ISSN/Proceedings, Youtube publications, and teaching materials in the form of dictation. The method of implementing this activity is in the form of pretest, breast cancer counseling, BSE training and posttest.The final result of the implementation of this activity is an increase in knowledge, understanding and skills about breast cancer, this can be seen from the comparison between the average pretest and posttest scores. Conclusion The understanding of cadres and mothers in Gang Purnawirawan RT 2, Pelambuan village can be increased through providing training and counseling about breast cancer and how to prevent it through SADARI.
Edukasi Kontrasepsi IUD pada Akseptor KB di Rt. 9 Kelurahan Pasar Lama Wilayah Kerja Puskesmas S.Parman Kota Banjarmasin Husnul Khatimatun Inayah; Netty Netty; Nurul Indah Qariati; Ari Widyarti
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 2, No 2 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v2i2.102

Abstract

AbstractThe total population of Indonesia in 2016 was 258,986 people with a population increase of 3.24 million people per year. The efforts of the government to reduce the rate of population growth by the number of births through the Family Planning program and to maintain the age of first marriage. The most dominant contraceptive method in Indonesia is the short-term contraceptive method, namely injections (52.8%) and pills (23, 77%). Whereas Contraception in the Womb or IUD (IUD) (4.73%), which has good effectiveness and long term contraception is in great demand. Low IUD allocation. External and internal factors. internal factors include incorrect knowledge about the IUD and low education. The target of education is the mother of acceptors in RT 9 Kelurahan, Pasar Lama, working area in the Puskesmas S. Parman, Banjarmasin. Where active KB acceptors are 38 people, who use contraceptive pills 20 people, injections 18 people, condoms and IUDs were absent during 2018 and January - August 2019, active KB acceptors 39 people, who used contraceptive pills 21 people, injections 18 people, condoms and the IUD does not exist. The purpose of this activity is to increase the knowledge of family planning acceptors about contraception in general and IUD contraception in particular. The method used is an explanation using flipcharts and questions and answers. As a result of community service activities, an increase in knowledge about IUD contraception occurred.
Inovasi Model Bisnis dan Struktur Organisasi untuk Mendorong Kreativitas di Usaha Kecil dan Menengah Studi Pendekatan Open Innovation Netty Netty
Dharma Ekonomi Vol. 31 No. 2 (2024): DHARMA EKONOMI
Publisher : sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharmaputra Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59725/de.v31i2.295

Abstract

This study aims to analyze how business model innovation and organizational structure play a role in increasing creativity in Small and Medium Enterprises (SMEs) through the Open Innovation approach. The research method used is qualitative with a case study approach on several SMEs that apply the principle of open innovation. The results show that the flexibility of organizational structure and the adoption of innovative business models are key to creating a sustainable innovative ecosystem. This study also underlines the importance of external collaboration, business model adaptability, and leadership that supports creativity. These findings provide practical implications for the development of SME policies and strategies in the digital economy era.  
The Effect of Immunization Programs to Reduce The Number of Cases of Infectious Diseases in The Community Agus Jalpi; Netty Netty; Achmad Rizal; Hilda Irianty
Journal of Public Health Indonesian Vol. 2 No. 1 (2025): MAY-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/xdbgtr31

Abstract

Immunization programs are one of the most effective public health interventions to prevent and reduce the incidence of infectious diseases. This study aims to analyze the effect of immunization programs on the reduction of infectious disease cases in the community. A quantitative method was employed using a descriptive and correlational analysis approach, based on secondary data from health department reports and records of immunization coverage and infectious disease cases over the past five years. The findings indicate a significant correlation between increased immunization coverage and decreased incidence of diseases such as measles, diphtheria, and hepatitis B. The discussion highlights disparities in immunization coverage between regions, the influence of social and educational factors, and implementation challenges in the field. The study concludes that although immunization is proven to be effective, its success relies heavily on supportive policies, community education, and adequate healthcare infrastructure. These findings provide important contributions to strengthening national immunization policies in a more equitable and sustainable manner.
Analisis Hubungan Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI terhadap Status Gizi Baduta di Wilayah Kerja Kelurahan Sungai Andai Banjarmasin Utara Ari Widyarni; Netty Netty; Husnul Khatimatun Inayah; Elsi Setiandari Lely Octaviana; Noorhidayah Noorhidayah; Eka Handayani
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.21267

Abstract

Undang-Undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 pasal 17 ayat 2 yang mengatur penyelenggaraan kesehatan anak, menyebutkan peningkatan kesehatan anak dilakukan sejak dalam kandungan, masa bayi, masa Baduta, usia prasekolah dan usia sekolah. Prevalensi kurang gizi di Kalimantan masih tinggi, pada tahun 2022, tercatat sebanyak 1,51% Baduta gizi buruk dan sebanyak 13,38% Baduta gizi kurang. Persentase status gizi Baduta Kota Banjarmasin pada tahun 2022/2023 tercatat sebesar 2,48% Baduta gizi buruk, 28,09% Baduta gizi kurang dan 6,22% Baduta dengan gizi lebih. Jumlah Baduta yang dinyatakan gizi buruk di Kota Banjarmasin pada tahun 2024 mencapai 113 Baduta, sehingga perlu diadakan perbaikan status gizi, salah satunya yaitu dengan memperhatikan pemberian makanan bayi atau Baduta dengan tepat dan sesuai kebutuhan mereka. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel adalah ibu yang memiliki Baduta berumur 6-24 bulan dengan besar sampel sebanyak 114 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, hasil pengumpulan data dianalisis statistik univariat dan bivariat dengan uji Chi Square Test dengan nilai signifikansi (α) 0,05. Hasil penelitian didapatkan karakteristik berdasarkan umur sebagian besar responden berumur 30-34 tahun sebanyak 30,7% serta umur Baduta terbanyak pada umur 13-24 bulan sebanyak 64%. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat konsumsi energi dalam kategori defisit yaitu sebesar 49,1%, sebagian besar tingkat konsumsi protein dalam kategori baik sebesar 42,1% dan sebagian besar Baduta dengan status gizi baik sebesar 50,8%. Analisis bivariat menunjukkan hasil bahwa ada hubungan antara pola pemberian makanan pendamping ASI menurut tingkat konsumsi energi dengan status gizi Baduta (p-value = 0,027) dan ada hubungan antara pola pemberian MP-ASI menurut tingkat konsumsi protein dengan status gizi Baduta (p-value = 0,001). Diharapkan bagi pemegang kepentingan melakukan program pemberian MP-ASI secara tepat sesuai dengan kebutuhan Baduta dan bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang belum diteliti dalam penelitian ini yang berhubungan dengan status gizi Baduta.
Training on Preparing a Balanced Nutritional Food Menu During Fasting for Cheerful Mutiara Cadres of Sungai Andai, Banjarmasin City Ari Widyarni; Elsi Setiandari Lely Octaviana; M. Bahrul Ilmi; Edy Ariyanto; Netty Netty; Husnul Khatimatun Inayah; Noorhidayah Noorhidayah; M. Febriza Aquarista
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/r2qm7b25

Abstract

Fasting is practiced by Muslims, especially during the month of Ramadan. Fasting is believed tohave numerous benefits and is a form of therapy (fasting therapy) for curing several degenerativediseases. People in Banjarmasin City often eat foods high in fat and sugar during fasting, andmany use excessive amounts of food coloring and flavoring. Lack of knowledge about healthyeating habits during fasting is a factor that can affect health. This has resulted in an increase indegenerative diseases such as hypertension, cholesterol, heart disease, and diabetes mellitus. Thiscommunity service program aims to improve the knowledge and skills of mothers, who play a rolein providing food for their families and developing nutritious diets, based on the awareness of theimportance of balanced nutrition according to the "isi piringku" guidelines established to reducethe morbidity rate of degenerative diseases. The implementation method includes a pretest,nutrition education, and training in developing balanced nutritional menus during fasting,followed by a posttest to measure the success of the activity. The community service programinvolved mothers from the Mutiara Ceria Integrated Health Post (Posyandu) and several elderlypeople at risk of developing degenerative diseases. The results showed an increase in knowledgeabout balanced nutrition, from 17% to 82%. The skills of cadres can be improved through trainingin preparing balanced nutritional meals during fasting. Optimizing health and nutrition education,especially regarding food menus during fasting, thereby increasing public understanding andawareness in preventing degenerative diseases and improving public health status.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Angka Kejadian Status Gizi Balita di Kota Banjarmasin: Analysis of Factors Related to the Incidence of Nutritional Status in Under-Fives in the City of Banjarmasin Ari Widyarni; Netty; Husnul Khatimatun Inayah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.2980

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan hasil PSG Tahun 2017 didapatkan sebanyak 17,8% balita menderita gizi kurang, diantara balita gizi kurang tersebut sebanyak 12,7% adalah balita pendek atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Angka stunting propinsi Kalimantan Selatan sebesar 33,8% dan Kota Banjarmasin sebesar 28,75% yang menunjukkan lebih besar dari batasan yang ditetapkan oleh Word Health Organizaion (WHO) yaitu 20%. Data tahun 2017 Kalimantan Selatan dengan presentase balita usia 1-5 tahun yang mengalami gizi kurang dan buruk sebesar 21% masih lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 17,8% dan merupakan urutan ke-5 dari 37 propinsi di Indonesia (Kemenkes, 2018). Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan angka kejadian status gizi balita di Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan desain cross sectional pada balita di Kota Banjarmasin. Analisis data secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Ada hubungan usia (p-value=0,000), kelengkapan imunisasi (p-value=0,000) dan pola asuh (p-value=0,020) dengan angka kejadian status gizi balita di Kota Banjarmasin. Tidak ada hubungan pengetahuan (p-value=0,210), paritas (p-value=0,109) dengan angka kejadian status gizi balita di Kota Banjarmasin. Saran: Diharapkan ibu-ibu Balita di Kota Banjarmasin untuk rutin mengikuti kegiatan penyuluhan tentang gizi seimbang bagi Balita yang diadakan baik oleh Posyandu, Puskesmas atau Tenaga Kesehatan lainnya untuk peningkatan pengetahuan orang tua mengenai gizi kurang, pola makan anak, gizi seimbang, pola pengasuhan yang baik