Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Personal Hygiene dan Riwayat Kontak dengan Kejadian Typhoid Fever pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit TK. IV Guntung Payung : Relationship Between Personal Hygiene and Contact History with Typhoid Fever in Home Inpatient Patients at Rumah Sakit TK. IV Guntung Payung Inda Chely Sagita; Norsita Agustina; M. Febriza Aquarista; Norfai; Meilya Farika Indah; Asrinawaty; Noorhidayah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3366

Abstract

Latar belakang: Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut bersifat sistemik yang disebabkan oleh mikroorganisme Salmonella enterica serotipe typhi yang dikenal dengan Salmonella typhi. Data laporan 10 penyakit terbanyak rawat inap Rumah Sakit TK. IV Guntung Payung bulan Juli, Agustus dan September, penyakit typhoid fever adalah kasus terbanyak tiga bulan terakhir tahun 2022. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Personal Hygiene dan Riwayat Kontak dengan Kejadian Typhoid Fever Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Tk. IV Guntung Payung. Metode: Penelitian ini merupakan peneltian analitik dengan menggunakan metode survey analitik yang menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Tk. IV Guntung Payung di Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah 943 pasien, dengan sampel 100 pasien. Hasil: Hasil penelitian responden yang menderita Typhoid Fever sebanyak 70 responden (70,0%), responden yang memiliki Personal Hygiene yang baik sebanyak 94 responden (94,0%), responden yang memiliki riwayat kontak dengan penderita Typhoid Fever sebanyak 77 responden (77,0%), analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel Personal Hygiene dengan kejadian Typhoid Fever diperoleh nilai p = 0,462 > 0,05 yang dapat diartikan bahwa tidak terdapat hubungan antara Personal Hygiene dengan kejadian Typhoid Fever di Rumah Sakit Tk. IV Guntung Payung tahun 2022, analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel kejadian Typhoid Fever dengan Riwayat Kontak diperoleh nilai nilai p = 0,008 < 0,05 yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara Riwayat Kontak dengan Kejadian Typhoid Fever di Rumah Sakit Tk. IV Guntung Payung tahun 2022. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kejadian Typhoid Fever dengan Riwayat Kontak Langsung dengan Penderita namun tidak terdapat hubungan antara kejadian Typhoid Fever dengan Personal Hygiene.
EVALUASI PROGRAM HOME CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARBARU SELATAN KOTA BANJARBARU Ayudiya Meisya Putri; Ahmad Zacky Anwary; Asrinawaty Asrinawaty; Siska Dhewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57291

Abstract

Program home care di Puskesmas Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses masyarakat, khususnya lansia dan pasien kronis, dalam menjangkau fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program tersebut menggunakan pendekatan CIPP (context, input, process, product) guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesesuaian pelaksanaan, kesiapan sumber daya, proses, serta hasil program. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam. Informan terdiri atas penanggung jawab program home care tingkat kota (informan kunci), pemegang program home care Puskesmas Banjarbaru Selatan dan petugas kesehatan pelaksana (informan utama), serta pasien atau keluarga pasien (informan pendukung). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan dokumentasi, dengan peneliti sebagai instrumen utama. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini relevan dengan kebutuhan masyarakat dan didukung oleh Peraturan Wali Kota Nomor 11 Tahun 2022. Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) sudah memadai, namun terdapat kendala pada pelatihan yang belum merata serta ketersediaan obat-obatan. Proses pelaksanaan telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), tetapi monitoring dan evaluasi dari dinas terkait belum konsisten. Program ini memberikan manfaat nyata berupa peningkatan akses dan kepuasan pasien, meskipun sosialisasi program kepada masyarakat belum optimal dan keberlanjutan program masih bergantung pada dukungan kebijakan.