Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan media pembelajaran tangga pintar materi penjumlahan dan pengurangan kelas I sekolah dasar Vera Yuli Erviana; Muslimah Muslimah
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2018): January–June
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.142 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v11i1.23798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan dan kelayakan media Tangga Pintar penjumlahan dan pengurangan Matematika kelas I sekolah dasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah ahli media, ahli materi, ahli pembelajaran, guru dan peserta didik. Instrumen penelitian berupa wawancara dan angket. Hasil pengembangan berupa media pembelajaran Tangga Pintar penjumlahan dan pengurangan Matematika kelas I sekolah dasar, berdasarkan hasil penilaian ahli media mendapat nilai 78,12 (baik). Ahli materi mendapat nilai 88,75 (sangat baik). Ahli pembelajaran mendapat nilai 78,94 (baik). Hasil uji coba I dan II, penilaian angket dari guru diperoleh nilai 97,36 (sangat baik). Penilaian angket respon peserta didik uji coba I diperoleh hasil 78,07, uji coba ke II 89,92 dengan rata-rata nilai kedua uji coba tersebut 83,99 (sangat baik) nilai pretest 54,58 dan nilai posttest 84,58. Sehingga dari hasil tersebut media pembelajaran tangga pintar layak digunakan oleh peserta didik. The development of tangga pintar learning media in addition and subtraction learning materials of first grade elementary schoolThis research aimed to determine the development and feasibility of tangga pintar (smart ladder) media in Mathematics addition and subtraction learning materials of first grade elementary school. This was development research with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research subjects were media expert, material expert, learning expert, teachers, and students. The research instruments were interviews and questionnaires. The results of the development were in the form of Tangga Pintar (smart ladder) learning media of Mathematics addition and subtraction of first grade elementary school. The results of the media expert assessment was scored 78,12 (good). The material expert scored 88,75 (very good). Learning expert scored 78,94 (good). For the results of trials I and II, the questionnaire assessment from the teacher obtained a score of 97,36 (very good). The questionnaire of students' responses of the Trial I is 78, 07, while the Trial II is 89,92, thus the average of the two trials is 83,99 (very good). pretest score is 54,58, while the posttest is 84,58. Therefore, from these results, Tangga Pintar (smart ladder) learning media is feasible to be used by students.
Penanganan Dekadensi Moral melalui Penerapan Karakter Cinta Damai dan Nasionalisme Vera Yuli Erviana
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2021): January–June
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v14i1.27149

Abstract

Rusaknya moral bangsa dapat diamati dari memudarnya perilaku peserta didik yang dicermati dari cara berperilaku, bertutur kata yang kurang sopan dan tidak beretika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanganan dekadensi moral melalui penerapan pendidikan karakter cinta damai dan nasionalisme di SD Muhammadiyah Karangtengah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas, guru PJOK, guru PAI, serta peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis mengindikasikan bahwa dalam mengurangi kemrosotan moral peserta didik di usia sekolah dasar, pihak sekolah menanamkan pendidikan karakter cinta damai dan nasionalisme melalui pembiasaan, integrasi dalam pembelajaran, serta melalui budaya sekolah. Dalam penerapan pendidikan karakter tidak hanya usaha dari pihak sekolah saja, namun juga diperlukan adanya kerjasama antar semua elemen, mulai dari elemen pendidikan, keluarga, maupun lingkungan masyarakat. Hal itu merupakan langkah-langkah dalam mengurangi bahkan mencegah perilaku-perilaku kemrosotan moral yang terjadi di usia sekolah dasar. Handling Moral Decadence Through the Application of Peace Love Characters and NationalismThe damage to the nation's morals can be observed from the waning behavior of students who are observed from how to behave, speak impolite and unethical words. This study aims to describe the handling of moral decadence through the application of peace-loving character education and nationalism in Muhammadiyah Elementary School, Karangtengah. This research is descriptive qualitative research. The subjects in this study were school principals, classroom teachers, PJOK teachers, Islamic education teachers, and students. The data was collected by means of observation, interview, and documentation techniques. The results of the analysis indicate that in reducing the moral decline in elementary school age, schools instill peace-loving character education and nationalism through habituation, integration in learning, and through school culture. In implementing character education, it is not only an effort from the school, but also requires cooperation between all elements, starting from the elements of education, family, and the community. This is a step in reducing and even preventing moral degeneration behavior that occurs at elementary school age.
Implementasi Ecoprint Berbasis Experiential Learning pada Siswa Sekolah Dasar di Jepang Vera Yuli Erviana; Norma Sari; Fajar Oktavia Rahma
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8770

Abstract

Hanao Elementary School di Kitakyushu, Jepang, memiliki kebutuhan akan pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan, literasi budaya, dan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa sekolah dasar. Program ini dilaksanakan untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui kegiatan ecoprint berbasis experiential learning. Kegiatan bertujuan meningkatkan literasi budaya Indonesia, keterampilan ecoprint ramah lingkungan, dan kesadaran konsumsi berkelanjutan pada siswa. Metode experiential learning dipilih karena memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman langsung. Program dilaksanakan melalui kerja sama Universitas Ahmad Dahlan, Hanao Elementary School, dan Kyushu International University dengan melibatkan 100 siswa kelas 4. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi literasi budaya dan konsumsi berkelanjutan, pelatihan ecoprint teknik pukul daun, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami nilai budaya Indonesia, menguasai keterampilan dasar pembuatan ecoprint menggunakan bahan alami, serta menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pemanfaatan sumber daya secara bijak dan perilaku ramah lingkungan. Program ini juga memberikan pengalaman belajar lintas budaya yang menarik dan bermakna. Kegiatan ecoprint berbasis experiential learning dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan budaya dan lingkungan dalam konteks internasional.
Penguatan Kompetensi Guru STEM dan Tata Kelola Sekolah di SMP Muhammadiyah Kretek Vera Yuli Erviana; Suyatno; Dholina Inang Pambudi
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8800

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Kretek untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan tata kelola sekolah. Permasalahan yang dihadapi meliputi belum optimalnya pembelajaran berbasis teknologi, rendahnya pemahaman guru terhadap STEM, kualitas layanan pendidikan yang perlu ditingkatkan, serta strategi pengembangan dan promosi sekolah yang belum maksimal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan memperkuat manajemen sekolah melalui pelatihan dan pendampingan berbasis kebutuhan sekolah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui workshop, ceramah interaktif, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Program yang dilaksanakan meliputi pelatihan excellent service, workshop pembelajaran inovatif berbasis teknologi, pelatihan STEM, serta pendampingan tata kelola dan promosi sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam penggunaan media pembelajaran digital, pemahaman STEM, dan kualitas pelayanan pendidikan. Program ini turut memperkuat budaya sekolah yang inovatif, profesional, dan berkelanjutan.
Penguatan Kompetensi Jurnalistik Dan Tata Kelola Majalah Dakwah Al-Fajr di PCM Umbulharjo Vera Yuli Erviana; Tri Wahyuni Sukesi; Prayudha; Hadi Suyono
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8801

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Umbulharjo untuk memperkuat literasi dakwah melalui pengembangan media jurnalistik Islami. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan kemampuan jurnalistik dasar, teknik wawancara dan penulisan berita, pengelolaan redaksi majalah Al-Fajr yang belum optimal, serta minimnya strategi publikasi digital. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi jurnalistik pengurus PCM, Angkatan Muda Muhammadiyah, dan pengelola AUM melalui pelatihan dan pendampingan berbasis praktik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui workshop, simulasi wawancara, praktik penulisan berita, pendampingan redaksi, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan penulisan berita, wawancara, serta pengelolaan redaksi dan publikasi digital. Program ini juga menghasilkan struktur redaksi yang lebih sistematis dan memperkuat budaya literasi dakwah yang kreatif dan berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas Guru Dalam Mengembangkan Kelas Steam Inklusif Melalui Loose Part: Program Pengabdian Masyarakat Dalam Pendidikan Anak Usia Dini Avanti Vera Risati Pramudyani; Diah Ayu Praharani; Vera Yuli Erviana; Risanti Dhaniaputri; Panji Hidayat
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i2.8090

Abstract

PAUD inklusi yang ideal ditandai dengan ketersediaan guru pendamping khusus (GPK) yang membantu guru kelas untuk mengkondisikan ABK selama proses pembelajaran, namun kenyataannya masih banyak sekolah yang tidak memiliki GPK. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan STEAM dengan Loose part dan Montessori yang dapat memenuhi tujuan pembelajaran bagi ABK. Disisi lain, mitra didapati belum memiliki kurikulum inklusif dan belum memahami pendekatan STEAM dengan loose part dan aparatus Montessori sebagai aspek dari pengetahuan dan manajemen pendidikan inklusif. Kegiatan pengabdian dilakukan secara luring menggunakan ceramah, diskusi, PBL, dan praktik. Kegiatan pelatihan termin 1 (Jumat-Sabtu, 24-25 Oktober 2025) dan termin 2 (Jumat-Sabtu, 28-29 Oktober 2025). Seluruh kegiatan dilakukan secara offline di TK ABA Karangkajen Yogyakarta, yang diikuti oleh 17 guru. Kegiatan pengabdian dibantu oleh 4 mahasiswa PG PAUD sebagai co-trainer dan pemateri. Hasil pengabdian adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dan kesiapan mitra terkait pendekatan STEAM dalam menggunakan media loose part maupun apparatus Montessori.