p-Index From 2021 - 2026
7.261
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Kesantunan Berbahasa Berita Politik pada Kolom Komentar TikTok Akun @Narasi Wahyu Nugraha, Bima; Rahmayantis, Marista Dwi; Lailiyah, Nur
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v6i2.5491

Abstract

Abstrak Bahasa memegang peranan penting dalam komunikasi dan interaksi manusia dalam kehidupan sosialnya. Setiap komunikasi manusia saling menyampaikan informasi berupa pikiran, gagasan, maksud, perasaan maupun emosi secara langsung. Sejalan dengan hakikat pragmatik bahwa penggunaan bahasa digunakan untuk memengaruhi orang lain dan berkomunikasi dengan efektif. Keterampilan menggunakan bahasa yang santun masih belum banyak diperhatikan. Hal ini terjadi karena pemakai bahasa belum mengetahui bahwa di dalam struktur bahasa juga terdapat struktur kesantunan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan pragmatik. Data dalam penelitian ini berupa tuturan tertulis warganet dengan sumber data yang terdapat pada kolom komentar tiktok akun @Narasi. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi, dengan mengamati interaksi sosial yang terjadi di aplikasi tiktok akun @Narasi untuk kemudian dilakukan pengambilan gambar menggunakan gawai atau laptop. Triangulasi teori dipilih karena peneliti dapat mengecek kembali hasil temuan dengan kajian teori yang digunakan selama proses penelitian berlangsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat prinsip-prinsip kesantunan yang mematuhi, yaitu; a) maksim kebijaksanaan, b) maksim kedermawanan, c) maksim pujian, d) maksim kerendahan hati, e) maksim kesepakatan, dan f) maksim kesimpatian. Kata kunci: Pragmatik, Kesantunan Berbahasa, Komentar, TikTok Abstract Language plays an important role in human communication and interaction in social life. Every human communication conveys information in the form of thoughts, ideas, intentions, feelings and emotions directly. In line with the nature of pragmatics, language use is used to influence others and communicate effectively. The skill of using polite language is still not given much attention. This happens because language users do not know that in the language structure there is also a structure of politeness. This research is a descriptive qualitative research using pragmatics approach. The data in this study are in the form of written speech of netizens with data sources contained in the tiktok comment column of the @Narasi account. Data collection techniques are carried out using observation and documentation techniques, by observing social interactions that occur in the @Narasi account tiktok application and then taking pictures using a device or laptop. Theoretical triangulation was chosen because researchers can recheck the findings with the theoretical studies used during the research process. The results of this study show that there are principles of politeness that comply, namely; a) tact maxim, b) generosity maxim, c) approbation maxim, d) modesty maxim, e) agreement maxim, and f) sympathy maxim. Keywords: Pragmatics, Language Politeness, Comments, TikTok
Pengaruh Penggunaan Model Picture and Picture terhadap Keterampilan Menulis Teks Berita Siswa Kelas XI Anggun Mustika Dewi; Sujarwoko Sujarwoko; Marista Dwi Rahmayantis
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i2.2966

Abstract

Penelitian memiliki tujuan untuk meneliti pengaruh model pembelajaran picture and picture terhadap keterampilan menulis teks berita siswa kelas XI di SMAN 3 Kediri. Riset ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain quasi-eksperimental. Desain penelitian ini dirancang untuk membandingkan dua kelompok pembelajaran, dimana kelompok eksperimen diberikan perlakukan melalui implementasi model picture and picture, sedangkan kelompok kontrol mengikuti proses pembelajaran dengan model jigsaw. Data diperoleh melalui tes keterampilan menulis dan kemudian dianalisis dengan metode statistika deskriptif dan inferensial. Temuan mengindikasikan peningkatan yang signifikan pada keterampilan menulis kelompok eksperimen, dengan rata-rata nilai 79,19 yang melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Sementara itu, rata-rata nilai kelompok kontrol hanya mencapai 66,58. Data dari kedua kelompok terdistribusi normal dan homogen, dengan nilai signifikansi di atas 0,05, menegaskan bahwa variasi antar kelompok tidak signifikan. Pada hasil nilai signifikansi t-test (0,000) mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara capaian hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Temuan ini menjadi bukti valid bahwa implementasi model pembelajaran picture and picture membuahkan hasil positif terhadap peningkatan keterampilan menulis siswa. Hasil tersebut menegaskan pentingnya pemilihan pembelajaran yang inovatif untuk mendukung perkembangan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dan mengekspresikan ide secara efektif dalam bentuk tulisan di lingkungan sekolah.
PEMBELAJARAN INOVATIF DENGAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS NASKAH DRAMA Marista Dwi Rahmayantis; Andri Pitoyo; Surjawoko; Achmad Fathoni
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rm9k2b72

Abstract

ABSTRAK: Pembelajaran inovatif memfokuskan bagaimana proses pembelajaran berlangsung, bahan ajar dan media yang digunakan, dan penilaian yang dilakukan dalam pembelajaran. Upaya pengembangan kemampuan menulis naskah drama dapat dilakukan dengan cara mengembangkan sebuah bahan ajar untuk membantu pembelajaran. Pengembangan bahan ajar menulis naskah drama dapat menggunakan pendekatan kontekstual agar pembelajarannya beserta contohnya yang lebih dekat dengan kehidupan nyata siswa. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk bahan ajar menulis kreatif naskah drama dengan melihat aspek isi, bahasa, dan tampilan bahan ajar. Bahan ajar yang disajikan diintegrasikan dengan pembelajaran kontekstual. Penilaian yang disajikan dalam bahan ajar ini adalah penialain otentik yang nantinya akan bertujuan dapat melihat hasil belajar siswa secara proses. Penilaian dilakukan setiap kegiatan yang tertuang dalam bahan ajar karena penilaian yang digunakan dalam bahan ajar ini adalah penilaian proses. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan yang digagas oleh Borg and Gall yaitu reserch dan development (R&D). R&D ini memilik 7 langkah pengembangan, yaitu penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan draft produk, uji coba lapangan, revisi, uji coba langan yang pada tahap ini uji praktisi dan uji pengguna, dan penyempurnaan produk. Pada saat validasi kepa ahli materi mendapatkan rata-rata 91%. Hasil validasi pada ahli oembelajaran dan tampilan mendapatkan rerata 77% dari aspek isi, 76% dari kelayakan bahasa, dan 89% dari aspek penyajian. Hasil validasi lapangan diperoleh rerata 77%. Dari hasil validasi tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar menulis naskah drama ini layak digunakan dalam pembelajaran.
Forensic Linguistics of Hate Speech on Social Media against President Joko Widodo by Chairman of UGM’s Student Executive Board Marista Dwi Rahmayantis; Andri Pitoyo; Sujarwoko Sujarwoko; Chelya Ilham Ramdani Putra; Achmad Fathoni Firmansyah
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 11 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v11i1.36697

Abstract

This research discusses the hate speech delivered by the chairman of BEM UGM against President Joko Widodo, uploaded on social media. This research uses a forensic linguistic approach to examine the forms of hate speech by the BEM UGM chairman against President Joko Widodo. The urgency lies in understanding the impact of hate speech on social media to prevent conflicts and law violations. This research used a descriptive qualitative method with a data collection technique through the Listening-Taking Note method. Data were obtained from video transcriptions and social media posts containing the statement of the Chairman of BEM UGM. Furthermore, the data were analyzed by classifying it based on five forms of hate speech. The results show that there are five forms of hate speech delivered by the Chairman of BEM UGM against President Joko Widodo: (1) hate speech in the form of insults, such as calling the President a ‘Javanese Machiavelli’ and using derogatory words; (2) hate speech in the form of defamation, such as accusations of being a ‘ruler who destroys the democratic system’; (3) hate speech in the form of provocation, such as calls to fight the government; (4) hate speech in the form of spreading false news, such as the issue of a three-term presidency and accusations of nepotism; and (5) hate speech in the form of unpleasant actions, such as the installation of billboards calling the President ‘the most embarrassing UGM alumni’. The findings also show that these hate speeches are often not supported by factual evidence, so they are assumptions and slander. Thus, this research illustrates the importance of awareness in using social media wisely so as not to violate legal norms and communication ethics.
Pelatihan Literasi Anti-Korupsi untuk Meningkatkan Sensitivitas dan Keberanian Moral Mahasiswa Marista Dwi Rahmayantis; Sujarwoko; Suhartono; Faisol; Endang Wariyanti; Moch. Muarifin; Khoiriyah; Beyonda Proudy Sujianto; Dimas Sandi Pradana
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i2.1072

Abstract

This community service programme aims to address the low levels of anti-corruption literacy among students at the Mojosari Nganjuk Institute of Technology (ITMN), characterised by a lack of moral sensitivity and the courage to identify and confront corrupt practices in everyday life. The intervention is designed using an Anti-Corruption Literacy Training approach based on Participatory Learning and Action (PLA), which emphasises the active involvement of participants as agents of change, rather than mere recipients of information. The programme concluded with the establishment of the Anti-Corruption Student Community as a platform for sustaining the integrity movement within the university environment. The evaluation results demonstrated a significant impact across three key dimensions. Firstly, participants’ conceptual understanding improved substantially, as reflected in the average post-test score of 82.7 compared to the pre-test score of 52.3. Secondly, moral sensitivity in identifying subtle corruption scenarios increased from 75% to 95% of participants. Thirdly, the moral courage demonstrated in the simulation increased dramatically from 30% to 78%. This study concludes that a training model that is participatory, contextual, and technology-supported has proven effective in enhancing cognitive literacy, fostering moral sensitivity, and empowering students’ moral courage, thereby laying a solid foundation for the realisation of a campus ecosystem characterised by integrity and strong character. Keywords: anti-corruption literacy, moral sensitivity, students.   Abstrak   Korupsi tetap menjadi tantangan multidimensi yang kompleks di Indonesia, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi benteng integritas. Program layanan masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya literasi anti-korupsi di kalangan mahasiswa Institut Teknologi Mojosari Nganjuk (ITMN), yang ditandai dengan kurangnya kepekaan moral dan keberanian dalam mengidentifikasi serta menghadapi praktik korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Intervensi yang dirancang menggunakan pendekatan Pelatihan Literasi Anti-Korupsi berbasis Pembelajaran dan Aksi Partisipatif (PLA), yang menekankan keterlibatan aktif peserta sebagai subjek perubahan, bukan sekadar penerima informasi. Aktivitas utama program meliputi pengembangan modul pembelajaran kontekstual yang relevan dengan realitas kampus, pelaksanaan sesi pelatihan hibrida — mencakup pertemuan tatap muka dan platform daring — yang diintegrasikan dengan metode diskusi kelompok terfokus, simulasi peran berbasis kasus nyata, serta gamifikasi untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi peserta. Program ini diakhiri dengan memfasilitasi pembentukan Komunitas Mahasiswa Anti-Korupsi sebagai wadah keberlanjutan gerakan integritas di lingkungan kampus. Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang signifikan pada tiga dimensi utama. Pertama, pemahaman konseptual peserta meningkat secara substansial, tercermin dari rata-rata skor post-test sebesar 82,7 dibandingkan pre-test sebesar 52,3. Kedua, sensitivitas moral dalam mengidentifikasi skenario korupsi yang halus meningkat dari 75% menjadi 95% peserta. Ketiga, keberanian moral yang ditunjukkan dalam simulasi meningkat drastis dari 30% menjadi 78%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pelatihan yang bersifat partisipatif, kontekstual, dan didukung teknologi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kognitif, membangun sensitivitas moral, serta memberdayakan keberanian moral mahasiswa, sehingga membentuk landasan kokoh bagi terwujudnya ekosistem kampus yang berintegritas dan berkarakter. Kata kunci: literasi anti-korupsi, mahasiswa, sensitivitas moral.
Pelatihan Literasi Anti-Korupsi untuk Meningkatkan Sensitivitas dan Keberanian Moral Mahasiswa Marista Dwi Rahmayantis; Sujarwoko; Suhartono; Faisol; Endang Wariyanti; Moch. Muarifin; Khoiriyah; Beyonda Proudy Sujianto; Dimas Sandi Pradana
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i2.1072

Abstract

This community service programme aims to address the low levels of anti-corruption literacy among students at the Mojosari Nganjuk Institute of Technology (ITMN), characterised by a lack of moral sensitivity and the courage to identify and confront corrupt practices in everyday life. The intervention is designed using an Anti-Corruption Literacy Training approach based on Participatory Learning and Action (PLA), which emphasises the active involvement of participants as agents of change, rather than mere recipients of information. The programme concluded with the establishment of the Anti-Corruption Student Community as a platform for sustaining the integrity movement within the university environment. The evaluation results demonstrated a significant impact across three key dimensions. Firstly, participants’ conceptual understanding improved substantially, as reflected in the average post-test score of 82.7 compared to the pre-test score of 52.3. Secondly, moral sensitivity in identifying subtle corruption scenarios increased from 75% to 95% of participants. Thirdly, the moral courage demonstrated in the simulation increased dramatically from 30% to 78%. This study concludes that a training model that is participatory, contextual, and technology-supported has proven effective in enhancing cognitive literacy, fostering moral sensitivity, and empowering students’ moral courage, thereby laying a solid foundation for the realisation of a campus ecosystem characterised by integrity and strong character. Keywords: anti-corruption literacy, moral sensitivity, students.   Abstrak   Korupsi tetap menjadi tantangan multidimensi yang kompleks di Indonesia, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi benteng integritas. Program layanan masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya literasi anti-korupsi di kalangan mahasiswa Institut Teknologi Mojosari Nganjuk (ITMN), yang ditandai dengan kurangnya kepekaan moral dan keberanian dalam mengidentifikasi serta menghadapi praktik korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Intervensi yang dirancang menggunakan pendekatan Pelatihan Literasi Anti-Korupsi berbasis Pembelajaran dan Aksi Partisipatif (PLA), yang menekankan keterlibatan aktif peserta sebagai subjek perubahan, bukan sekadar penerima informasi. Aktivitas utama program meliputi pengembangan modul pembelajaran kontekstual yang relevan dengan realitas kampus, pelaksanaan sesi pelatihan hibrida — mencakup pertemuan tatap muka dan platform daring — yang diintegrasikan dengan metode diskusi kelompok terfokus, simulasi peran berbasis kasus nyata, serta gamifikasi untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi peserta. Program ini diakhiri dengan memfasilitasi pembentukan Komunitas Mahasiswa Anti-Korupsi sebagai wadah keberlanjutan gerakan integritas di lingkungan kampus. Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang signifikan pada tiga dimensi utama. Pertama, pemahaman konseptual peserta meningkat secara substansial, tercermin dari rata-rata skor post-test sebesar 82,7 dibandingkan pre-test sebesar 52,3. Kedua, sensitivitas moral dalam mengidentifikasi skenario korupsi yang halus meningkat dari 75% menjadi 95% peserta. Ketiga, keberanian moral yang ditunjukkan dalam simulasi meningkat drastis dari 30% menjadi 78%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pelatihan yang bersifat partisipatif, kontekstual, dan didukung teknologi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kognitif, membangun sensitivitas moral, serta memberdayakan keberanian moral mahasiswa, sehingga membentuk landasan kokoh bagi terwujudnya ekosistem kampus yang berintegritas dan berkarakter. Kata kunci: literasi anti-korupsi, mahasiswa, sensitivitas moral.
Kesantunan Berbahasa Grup WhatsApp Nasab Mbah Dayat: Perspektif Usia dan Jenis Kelamin Chelya Ilham Ramdani Putra; Sempu Dwi Sasongko; Marista Dwi Rahmayantis
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1079

Abstract

Dalam proses komunikasi, ada hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah terkait kesantunan berbahasa yang digunakan. Secara teoritis penelitian ini menggunakan pendekatan sosiopragmatik, sedangkan secara metodologis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa tuturan anggota grup. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah diri peneliti dilengkapi dengan tabulasi data. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah simak catat yang terbagi menjadi beberapa tahap. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Triangulasi data dipilih untuk menguji keabsahan data yang ditemukan selama proses penelitian berlangsung. Temuan tersebut meliputi 24 maksim kesimpatian, 9 maksim pemufakatan, 7 maksim kebijaksanaan, 7 maksim penghargaan, 5 maksim kesederhanaan, dan 1 maksim kedermawanan. Sedangkan data tuturan yang terpengaruh usia terdapat 18 data dan terpengaruh jenis kelamin 31 data. Data temuan didominasi oleh bahasa Jawa dikarenakan seluruh anggota berasal dari satu daerah yang sama yaitu Jawa. Akan tetapi juga ditemukan data berbahasa Indonesia. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tuturan yang ada pada grup WhatsApp Nasab Mbah Dayat telah memperhatikan kesantunan dalam penggunaannya.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Quizizz pada Materi Teks Anekdot Kelas X SMK Negeri 3 Kediri Achmad Fathoni Firmansyah; Rahmayantis, Marista Dwi; Sujarwoko
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i2.1798

Abstract

Interactive game-based learning media is a learning media equipped with moving images, sound and interactive games so that it can attract students' attention in participating in learning. This development aims to develop the use of the Quizizz game on student cohesion in anecdote text material. The population in this development research is class X Culinary 1,2 and 3 SMKN 3 Kediri with a total of 100 students. The implementation of this research adapts the development research design which is the basis for developing better products. The development model used in this study is a modification of the R2D2 model (Recursive, Reflective, Design, and Development). The development procedure includes determining, developing, and strengthening the product. The results of the validation of teaching materials obtained an average total value of 90%. Based on the validity and feasibility tests, the Quizizz application-based anecdotal text learning is declared very feasible to be used in Indonesian language learning at SMKN 3 Kediri. The main conclusion of this development research is that the development of learning media can be used to increase students' enthusiasm for learning in anecdote text material so that learning can be more meaningful and interesting for students.
Psychoanalysis of Characters in the Novel Assalamualaikum Baitullah by Asma Nadia: Study of Literary Psychology Yeni Puspitasari Puspitasari; Marista Dwi Rahmayantis; Andri Pitoyo
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i4.1656

Abstract

This study aims to describe the personality structure of the characters in Asma Nadia’s novel Assalamualaikum Baitullah based on Sigmund Freud’s psychoanalytic theory, which includes the id, ego, and superego. This novel was chosen because it presents the complex psychological dynamics of the characters through life conflicts, trauma, loss, and the process of searching for the meaning of life and spirituality. The study uses a literary psychology approach with a qualitative descriptive method. The data source is Asma Nadia’s novel Assalamualaikum Baitullah, while the research data consist of words, phrases, sentences, dialogues, and character actions that reflect aspects of the id, ego, and superego. Data collection techniques were carried out through reading and note-taking, while data analysis was carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that 80 data were found, consisting of 12 data aspects of the id, 40 data aspects of the ego, and 28 data aspects of the superego. The id aspects include instincts, death instincts, and anxiety instincts. The ego aspect includes repression, sublimation, projection, displacement, rationalization, regression, aggression, apathy, and fantasy and stereotypes. The superego aspect includes guilt, suppressed guilt, self-punishment, shame, sadness, hatred, and love. Research findings indicate that the ego aspect is the most dominant personality structure, so that characters in the novel tend to face conflict through considerations of reality and defense mechanisms.
The Influence of the Quantum Teaching Learning Model Assisted by Audio Visual Media on Poetry Writing Skills Rista Amameli Kartika; Andri Pitoyo; Marista Dwi Rahmayantis
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v4i5.850

Abstract

This study aims to describe: 1) poetry writing skills of class XI students of SMA Negeri 3 Kediri without using the Quantum Teaching model assisted by audiovisual; 2) poetry writing skills using the Quantum Teaching model assisted by audiovisual media in class XI students of SMA Negeri 3 Kediri; 3) the effect of using the Quantum Teaching model assisted by audiovisual media on poetry writing skills of class XI students of SMA Negeri 3 Kediri. This study uses a quantitative method with an experimental design. The study took place in the even semester of the 2024/2025 academic year. The research subjects consisted of two groups, namely class XI-1 students as the experimental group and class XI-2 students as the control group. Data were obtained through a written poetry writing test. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics, namely the independent sample t-test preceded by a normality test and a homogeneity test of population variation. The results of the study: 1) poetry writing skills of class XI students of SMA Negeri 3 Kediri without using the Quantum Teaching model assisted by audiovisual are classified as low; 2) the poetry writing skills using the Quantum Teaching model assisted by audiovisual media in class XI students of SMA Negeri 3 Kediri are pretty high; 3) there is an influence in the use of the Quantum Teaching model assisted by audiovisual media on the poetry writing skills of class XI students of SMA Negeri 3 Kediri.
Co-Authors Achmad Fathoni Achmad Fathoni Firmansyah Achmad Fathoni Firmansyah Achmad Fathoni Firmansyah Agan, Subardi Andri Pitoyo Anggi Prasetya Anggun Mustika Dewi Armansyah, Fery Auziah, Wahdatul Ayuningtyas, Elisabet Cornilia Ayuwulandari, Siti Putri Azizah, Sherly Nur Beyonda Proudy Sujianto Brenada Anggelika Refita Lasytiara Chelya Ilham R. P. Chelya Ilham Ramdani Putra Chelya Ilham Ramdani Putra Chelya Ilham Ramdani Putra David Rindu Kurniawan Dimas Sandi Pradana Dina Maharani Dinso, Junio Boy Smara Encil Puspitoningrum, Encil Endang Wariyanti Endang Waryanti Fadila Ardinaning Putri Faisol Faisol Farida Yufarlina Rosita Fauji, Diah Ayu Septi Firmansyah, Achmad Fathoni Gigik, Yolanda Rensia Hanggara Budi Utomo Ilma, Alfika Fatkhiyatul Irfan, Moh. Bagus Jatmiko Khoiriyah Khoiriyah Khoiriyah Kurniawan, David Rindu Kusmiaji, Ingghar Ghupti Nadia Merdian Yozima Sugeng Abrianto Michella, Arina Martha Moch. Muarifin Mukmin, Bagus Amirul Mutiara Etikasari Nisa, Fitri Tsalasatun NUR LAILIYAH Nur Rohmah, Zunita Anggreni Pitaloka, Riska Eka Widya Pramesti, Yasinta Sindy Pratiwi, Wahyu Adi Putra, Chelya Ilham Ramadani Putra, Chelya Ilham Ramdani Putri, Fadila Ardinaning Ramdani Putra, Chelya Ilham Ria Wahyuning Budiasri Risky Aswi Ramadhani Rista Amameli Kartika Rohmiati, Rohmiati Rury Aisyaturida Sanjaya, Fiko Revinda Dea Sardjono Sardjono Sardjono Sardjono Sardjono Sasongko, Sempu Dwi Sempu Dwi Sasongko Septian Hadi Nurwanto Setyaningrum, Elsa Subardi Agan Sucipto Sucipto Suhartono Suhartono Suhartono Sujarwoko Sujarwoko, Sujarwoko Sukma Intan Nurima, Alifia Surjawoko Suryaningsih, Sukmawati Adi Sutrisno Sahari, Sutrisno Tegar Wahyu Nugroho Trisnaning Wahyuni Uswatun Kasanah, Uswatun Vianie, Daniella Cristie Vinanda Ariyani Wahyu Nugraha, Bima Wahyu Nugroho, Tegar Waryanti, Endang Wulandari, Aprelia Dwi Yeni Puspitasari Puspitasari