Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

IMAJI SUFISTIK ALAM DAN BINATANG DALAM PUISI-PUISI ABDUL HADI W.M., SUTARDJI CALZOUM BACHRI, DAN KUNTOWIJOYO Sujarwoko, Sujarwoko
ATAVISME Vol 23, No 1 (2020): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v23i1.627.89-103

Abstract

Puisi sufistik sebagai abstraksi kehidupan dunia sufi dapat digunakan untuk melihat jatuh bangunnya seorang sufi dalam pendakian rohani. Untuk melukiskan pendakian rohani, puisi sufistik menggunakan imaji alam dan binatang. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan makna dan mendeskripsikan imaji sufistik alam dan binatang dalam puisi-puisi Abdul Hadi W.M., Sutardji Calzoum Bachri, dan Kuntowijoyo. Penelitian ini menggunakan teori estetika sufistik puisi Braginsky dan metode deskriptif kualitatif dengan data karya-karya ketiga penyair tersebut. Hasil penelitian menunjukkan puisi sufistik karya ketiga penyair tersebut menggunakan berbagai imaji alam: cahaya, gelombang, batu, rumput, pohon, dan angin. Imaji binatang yang digunakan, meliputi: kupu-kupu, kucing, cengkerik, gajah, semut, dan singa. Imaji sufistik alam sebagai sarana untuk menggambarkan kedekatan dan penyatuan diri dengan Tuhan, sedangkan imaji sufistik binatang untuk melukiskan hakikat salik dan liku-liku perjalanan rohani yang dialami pejalan yang sedang mengalami hambatan dan ancaman dalam upaya menuju keindahan rohani sebagai puncak keriangan spiritual.[Natural and Animal Sufistic Images in Abdul Hadi W.M., Sutardji Calzoum Bachri, and Kuntowijoyo Poetries] Sufistic poetry as an abstraction of sufi?s life can be used to see the rise and fall of a sufi in spiritual ascent. To describe spiritual ascent, sufistic poetry uses natural and animals images. The purposed of this research were to reveal the meaning and describe the sufistic images of nature and animal s in Abdul Hadi W.M., Sutardji Calzoum Bachri, and Kuntowijoyo poetries. This research used the sufistic poetry aesthetic theory of Braginsky and qualitative descriptive methods with data on the works of the three poets. The results of the research showed that the poetic works of the three poets used a variety of natural images: light, waves, stone, grass, trees, and wind. Animals imagesthat were used includ: butterflies, cats, cloves, elephants, ants, and lions. Natural sufistic images as a means to describe closeness and union with God, while sufistic imagery of animals were used to describe the nature of salik and the intricacies of the spiritual journey experienced by travelers who were experiencing obstacles and threats in an effort to reach spiritual beauty as the peak of spiritual joy.Keywords: sufistic poetry; sufistic images; natural sufistic images; animals? sufistic images
Aspek Struktural (Konflik Batin) dalam Novel Sitayana Karya Cok Sawitri: Structural Aspect (Inner Conflict) in the Novel "Sitayana" by Cok Sawitri Krismayanti, Lianna Mutholiin; Sujarwoko
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 5 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.543 KB) | DOI: 10.29407/jbsp.v5i1.17622

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aspek struktural serta aspek ketidakberdayaan dan kesedihan dalam novel Sitayana Karya Cok Sawitri. Penelitian ini menggunakan landasan teori psikologi sastra, konflik batin dan konsep-konsepnya mencakup ketidakberdayaan dan kesedihan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra, peneliti sebagai instrumen utama dengan sumber data novel Sitayana karya Cok Sawitri dan data yang sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan konfik batin aspek ketidakberdayaan, dapat dilihat pada saat Sita dibawa lari oleh Rawana yang tidak berdaya untuk memberontak. Ketidakberdayaan juga terlihat ketika Sita dituduh sudah tidak perawan lagi ketika sudah bertemu dengan Rama. Konflik batin kesedihan, ketika Sita ditinggal oleh Rama dan tidak kembali lagi sampai dia menyuruh Laksamana untuk mencarinya. Kesimpulan yang dapat diambil dari novel Sitayana karya Cok Saitri, novel ini merupakan model seni dengan intertekstualitas. lahirnya novel ini terinspirasi oleh cerita Ramayana. Kisah cinta merupakan tema yang universal dan akan terus hidup dalam zaman apapun. Cinta adalah milik manusia yang terus lahir dan hidup secara adiluhung.
CITRAAN SUFISTIK MAUT DAN ISLAM DALAM PUISI INDONESIA Sujarwoko Sujarwoko
LITERA Vol 14, No 2: LITERA OKTOBER 2015
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v14i2.7201

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan citraan sufistik maut dan Islam dalam puisiIndonesia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulandata dokumentasi dan wawancara. Sumber data adalah puisi karya Abdul HadiW.M., Sutardji Calzoum Bachri, dan Kuntowijoyo. Analisis data menggunakan teknikdeskriptif dan analisis isi. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, citraan sufistik mautmenggambarkan: (a) sesuatu yang indah dan mengerikan, (b) seperti menabung, dan (c)peristiwa yang dirindukan. Di sisi lain, citraan sufistik maut menggunakan citraan kecilsebagai cabangnya, di antaranya: di pembaringan, makam, kubur, dan mengubur jenazah.Kedua, citraan sufistik Islam menggambarkan: (a) Islam berpadu dengan Hindu, Budha,dan keyakinan lain; (b) perpaduan Islam dengan mantra;dan (c) perpaduan Islam dengantradisi Jawa. Cabang-cabang sufistik Islam di antaranya: Muhammad, Isa Almasih, Zen,“Q” (Quran), alif lam mim, suluk dan awang uwung.Kata kunci: citraan sufistik, citraan sufistik maut, citraan sufistik Islam
EKSPRESI SUFISTIK PERJALANAN SALIK DAN CINTA ILLAHI DALAM PUISI INDONESIA Sujarwoko Sujarwoko
Buana Bastra Vol 1 No 2 (2014): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The differences of poetic style could be noticed from the expression. The expression of sufism in salik journey and God love in Indonesian poetry show various style_ ft could be noticed through the poetry of Abdul Hadi W.M., which chooses a dialogue expression between you and me, Sutardji Calzoum Bachri which comes from spell expression, and Kuntowijoyo which chooses praises style. These varieties of expression in Indonesian poetry show the journey of a variety of Indonesian culture history. Islam in Indonesia could be harmonized with culture and tradition.
Sosialisasi Penyusunan Karya Tulis Ilmiah untuk Guru SD Negeri Titik Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Nur Lailiyah; Hanggara Budi Utomo; Sujarwoko Sujarwoko; Andri Pitoyo; Subardi Agan; Endang Waryanti; Sempu Dwi Sasongko; Sardjono Sardjono; Moch Muarifin; Encil Puspitoningrum; Marista Dwi Rahmayantis; Trisnaning Wahyuni; Merdian Yozima Sugeng Abrianto
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v2i2.107

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini menerapkan metode berbasis masalah dengan penilaian yang holistik. Langkah-langkah penerapan metode tersebut antara lain menggunakan rangkaian aktivitas kegiatan seperti peserta didik dapat aktif dalam berpikir dan berkomunikasi serta mencoba memahami kesulitan yang dihadapi, menyelesaikan masalah dengan menempatkan masalah sebagai proses penyusunan rubrik penilaian, dan pemecahan masalah dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Adanya program kerja yang dimiliki oleh dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, maka membuka peluang kerjasama yang akan dilakukan secara konsisten di setiap semester dengan tema yang berbeda, tentunya sebagai pemecah dari masalah yang dihadapi guru. Bagi guru SDN Titik kabupaten Kediri menulis KTI memang sulit dilakukan. Untuk itu, tujuan diadakan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini agar para guru SDN Titik kabupaten Kediri mampu menulis KTI. Dengan diadakan kegiatan tersebut, diharapkan para guru mampu membuat KTI secara sistematis dan terstruktur.
PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI KEGIATAN MEDONGENG KEONG MAS DI DESA KARANGREJO KECAMATAN KANDAT KABUPATEN KEDIRI Encil Puspitoningrum; Endang Waryanti; Moch. Muarifin; Sempu Dwi Sasongko; Andri Pitoyo; Subardi Agan; Sujarwoko Sujarwoko; Sardjono Sardjono; Marista Dwi Rahmayantis; Nur Lailiyah; Chelya Ilham Ramdani Putra; Tegar Wahyu Nugroho
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13629

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat merupakan kegitan rutin yang harus dijalankan oleh dosen untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan tinnggi. Untuk memenuhi hal tersebut Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri menjalin kerjasama dengan Pemerintah Desa Karangrejo Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. Sasaran Pengabdian ini adalah anak-anak yang berusia 7 – 12 tahun yang masih belajar pada jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendukung salah satu program pemerintah yaitu mencetak siswa yang berkarakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Demi menumbuhkan karakter anak yang unggul, mereka diberikan dongeng Keong Mas yang juga merupakan cerita yang berkembang di wilayah Kediri. Dengan dongeng yang diberikan, anak-anak mampu mempelajari dan memperoleh hal baru yang positif sehingga secara berkala karakter mereka terbentuk. Pengabdian ini dilaksanakan dengan tiga tahapan yaitu tahapan awal yaitu perancanaan yang melibatkan anggota pengabdian. Dilanjutkan pada tahap kedua yaitu koordinasi dengan Pemerintah Desa Karangrejo mengenai pelaksanaan pengabdian dan tahap terakhir yaitu tahap pelaksanaan. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya minat dan antusias dari anak-anak peserta pengabdian. Pesan-pesan moral yang terdapat pada dongeng Keong Mas secara tersirat disampaikan dan dapat diterima dengan baik oleh peserta. Kata kunci: mendongeng; penguatan profil pelajar pancasila ABSTRACTCommunity service is a routine activity that must be carried out by lecturers to carry out the Tri Dharma of Higher Education. To fulfill this, the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Nusantara PGRI Kediri University, established a collaboration with the Karangrejo Village Government, Kandat District, Kediri Regency. The target of this service is children aged 7-12 years who are still studying at the basic education level. This research was carried out with the aim of supporting one of the government's programs, namely to produce students with character according to the Pancasila Student Profile. For the sake of cultivating superior children's character, they are given the Keong Mas fairy tale which is also a story that developed in the Kediri region. With the fairy tales given, children are able to learn and acquire positive new things so that their characters are periodically formed. This service is carried out in three stages, namely the initial stage, namely planning which involves service members. Followed by the second stage, namely coordination with the Karangrejo Village Government regarding the implementation of community service and the final stage, namely the implementation stage. The results of this service show the interest and enthusiasm of the children participating in the service. The moral messages contained in the Keong Mas fairy tale are implicitly conveyed and well received by the participants. Keywords: storytelling; strengthening the profile of pancasila students.
Upaya Meningkatkan Kesadaran dan Keterampilan Menyusun Dokumen Ajuan Hak Cipta bagi Guru-Guru Agus Muji Santoso; Slamet Hariyadi; Bea Hana Siswati; Ericka Darmawan; Astri Rino Oktivasari; Rizhal Hendi Ristanto; Sulistiono Sulistiono; Budhi Utami; Dwi Ari Budiretnani; Tutut Indah Sulistiyowati; Ida Rahmawati; Elysabet Herawati; Poppy Rahmatika Primandiri; Khoiriyah Khoiriyah; Sujarwoko Sujarwoko; Wahid Ibnu Zaman; Heru Budiono; Wiji Arianti; Dila Elpin Setiani
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v2i2.73

Abstract

Implementasi kurikulum merdeka telah memacu kreativitas guru untuk mengembangkan perangkat ajar sesuai dengan prinsip pembelajaran terdeferensiasi. Namun, kesadaran guru terhadap perlindungan kekayaan intelektual masih rendah. Oleh karena itu, program pemberdayaan guru SMA dirancang dengan menggunakan metode ODSIMED. Tujuan program untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun ajuan hak cipta. Program dilaksanakan selama tiga bulan berbasis hands on. Tes awal dan akhir diberikan secara elektronik untuk mendapatkan data pemahaman tentang hak cipta. Data keterampilan penyusunan ajuan hak cipta diperoleh dari hasil skoring penugasan. Program ini dinilai baik oleh mitra dengan indeks mutu layanan sangat baik (3,56). Ada peningkatan yang sangat baik pada pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun dokumen ajuan hak cipta.
SIMBOL SUFISTIK DALAM PUISI INDONESIA Sujarwoko
Buana Bastra Vol 10 No 2 (2023): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bastra.vol10.no2.a8596

Abstract

Simbol merupakan tanda yang merepresentasikan keseluruhan dari yang ditadai. Pentingnya simbol dalam puisi sufistik untuk rujukan perilaku manusia dalam kehidupan religiusnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui simbol sufistik dalam puisi Indonesia. Penelitian ini sebagai penelitian kualitatif dengan sumber data dari penyair-penyair Abdul Hadi W.M. Sutaedji Calzoum Bachri, dan Kuntowijoyo. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa simbol sufistik dalam puisi Indonesia terdapat temuan: puisi Abdul Hadi W.M. menggunakan simbol sufistik bunga, Sutardji Calzoum Bachri memanfaatkan simbol mawar darah dan Kuntowijoyo menggunakan simbol sufistik melati. Hadi dan Bachri simbol-simbolnya lebih universal sedang Kutowijoyo dengan mmanfaatkan simbol sufistik lokalitas Jawa.
Ekspresi Sufistik dalam Pemanfaatan Bentuk Puisi-Puisi Abdul Hadi W.M. Sujarwoko; Anwar, M. Shoim; Sasongko, Sempu Dwi; Kasanah, Uswatun
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.913 KB) | DOI: 10.25139/fn.v6i1.5968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam ekspresi sufistik dalam pemanfaatan bentuk dalam puisi-puisi Abdul Hadi W.M. Pemanfaatan.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan analisis deskriftif. Sumber data penelitian ini adalah puisi-puisi Abdul Hadi W.M dan data penelitian ini baris-baris sajak yang berkaitan dengan fokus penelitian. hasil analisis menunjukkan dalam puisi-puisi Abdul Hadi W.M. ditemukan ekspresi sufistik bentuk-bentuk puisi sebagai berikut: pantun, syair, puisi epik, puisi haiku, dan puisi bebas. Bentuk-bentuk yang beragam tersebut menggambarkan “sosok pribadi dalam sajak” penyairnya. Seperti diketahui Abdul Hadi W.M. adalah sosok pribadi yang multi disiplin. Di samping itu, keberagaman puisi menggambarkan perkembangan tradisi perpuisian mulai dari puisi lama, puisi modern, dan puisi-puisi tradisi Jepang yaitu puisi haiku. Dengan begitu, ekspresi sufistik dalam pemanfaatan bentuk puisi-puisi Abdul Hadi W.M. merupakan wujud tradisi yang hiterogen yang menggambarkan keberagaman tradisi di bumi nusantara.
PELATIHAN IMPLEMENTASI PARADIGMA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TERKINI BAGI GURU MGMP BAHASA INDONESIA KOTA KEDIRI Puspitoningrum, Encil; Waryanti, Endang; Muarifin, Moch.; Sasongko, Sempu Dwi; Pitoyo, Andri; Sujarwoko, Sujarwoko; Sardjono, Sardjono; Rahmayantis, Marista Dwi; Lailiyah, Nur; Putra, Chelya Ilham Ramadani; Pitaloka, Riska Eka Widya; Kurniawan, David Rindu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22314

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan tugas rutin yang wajib dilakukan oleh dosen untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Guna memenuhi tanggung jawab tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri telah menjalin kerjasama dengan MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Kediri. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah para guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Kediri. Tujuan dari pengabdian ini adalah mendukung salah satu program pemerintah, yaitu mencetak siswa yang memiliki karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila melalui tenaga kependidikan yang profesional. Dalam upaya untuk menumbuhkan karakter unggul pada anak-anak, para guru diberikan pelatihan yang terkait dengan paradigma pembelajaran Bahasa Indonesia terkini. Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru mampu memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini. Pelaksanaan pengabdian ini melibatkan tiga tahap, yaitu tahap perencanaan yang melibatkan anggota pengabdian, tahap koordinasi dengan ketua MGMP mengenai pelaksanaan pengabdian, dan tahap pelaksanaan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan minat dan antusiasme yang tinggi dari peserta. Secara keseluruhan, paradigma pembelajaran Bahasa Indonesia terkini telah berhasil disampaikan dan dipahami oleh peserta pelatihan.
Co-Authors Achmad Fathoni Firmansyah Achmad Fathoni Firmansyah Agan, Subardi Agus Muji Santoso Andri Pitoyo Andri Pitoyo Anggraini, Camelia Nova Anggun Mustika Dewi Anisa, Salma Kurnia Astri Rino Oktivasari Ayuwulandari, Siti Putri Azizah, Sherly Nur Azizah, Sherly Nur Bea Hana Siswati Bq. Saadatul Hidayati Budhi Utami Chelya Ilham Ramdani Putra Chelya Ilham Ramdani Putra Dian Fitriani Karim Dila Elpin Setiani Dinso, Junio Boy Smara Encil Puspitoningrum, Encil Endang Waryanti Ericka Darmawan Faisol Faisol Firmansyah, Achmad Fathoni Gigik, Yolanda Rensia Hanggara Budi Utomo Helilintar, Risa Herawati, Elysabet Heru Budiono Hesti Istikomah Ida Rahmawati Ilma, Alfika Fatkhiyatul Indiati, Fitri intan kusuma wardani Kasnadi, Kasnadi Khoiriyah Khoiriyah Khoiriyah Krismayanti, Lianna Mutholiin Kurniawan, David Rindu Kusmiaji, Ingghar Ghupti Nadia M. Shoim Anwar, M. Shoim Maria Sarima Didung Marista Dwi Rahmayantis Marista Dwi Rahmayantis Merdian Yozima Sugeng Abrianto Moch. Muarifin NUR LAILIYAH Nurul Aini, Ayu Pitaloka, Riska Eka Widya Poppy Rahmatika Primandiri Pratiwi, Wahyu Adi Putra, Chelya Ilham Ramadani Putra, Chelya Ilham Ramdani Putri, Fadila Ardinaning Putri, Rista Aprilia Ramdani Putra, Chelya Ilham Rizhal Hendi Ristanto Rohmiati, Rohmiati Sa'diyah, Siiti Chalimatus Sardjono Sardjono Sardjono Sardjono Sardjono Sasongko, Sempu Dwi Sempu Dwi Sasongko Slamet Hariyadi Subardi Agan Suhartono Sulistiono Suprapto, Srihandayani Syah Putra, Firman Syatriawan Perdana Putra Tegar Wahyu Nugroho Trisnaning Wahyuni TUTUT INDAH SULISTIYOWATI Umar Sako, Umar Uswatun Kasanah, Uswatun Wahid Ibnu Zaman Waryanti, Endang Widyanto, Tyas Wulandari Putri Wiji Arianti