Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Modification of Problem Based Learning and Team Based Learning Method In Group and Community Intervention Course Rakhmaditya Noorrizki; Mochammad Sa’id; Angga Yuni Mantara
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2023): Januari-April 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.6.1.2023.2340

Abstract

Group and community intervention is applied course of social psychology. Several studies show the use of modified problem-based learning and team-based learning methods is effective to achieve the objectives of applied courses. This study aimed to see the effectivity of applying modified problem-based learning and team-based learning methods on group and community intervention course material in increasing students’ understanding. One-group pre test – post test experimental research design was used to conduct this study. The subjects were students who take group and community intervention courses. Data is taken from quiz score given before and after the intervention. The results of the analysis using one-way ANOVA repeated measure with sphericity assumed shows the average student understanding statistically increased between the time of measurement F (2,32) = 127,067, p .000<.005. Thus, it is proven that students' understanding of student subject matter significantly increased.
Problematika Perilaku Merokok pada Remaja: Perspektif Psikologi Sosial Sheni Oktriacita Nurmawadah; Mochammad Sa’id
Flourishing Journal Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.936 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i62021p488-497

Abstract

Abstract: Smoking behaviour is often encountered among the society. Although there have been many warnings about the dangers of smoking, there are still many people who choose to become active smokers. In order to review this issue, the author uses the literature review method. In the perspective of social psychology, there are several causes of smoking behaviour, especially in adolescents, such as motivation and expectations, fears, perceptions, and expectations of self-efficacy. In addition, unhealthy behaviour such as smoking can also be influenced by the concept of initiation and implementation of behaviour. Social psychology can also play a role in reducing smoking behaviour among adolescents. There are 2 ways that can be applied. First is by displaying advertisements and second by framing the messages/advertisements shown. This framing includes positive framing and negative framing. Keywords: smoking behavior; adolescent; psychology Abstrak: Perilaku merokok seringkali kita jumpai di lingkungan sekitar. Meskipun sudah banyak peringatan tentang bahaya merokok, tetapi masih banyak orang yang memilih menjadi perokok aktif. Banyak data yang menunjukkan bahwa perokok terus meningkat di setiap tahunnya. Padahal, dampak negatif merokok sangat besar. Baik bagi perokok itu sendiri, maupun bagi orang di sekitarnya. Mulai dari penyakit ringan hingga penyakit kronis yang dapat menyebabkan kematian. Penulis menggunakan metode review literatur dalam mengkaji problematika ini. Dalam perspektif psikologi sosial, terdapat beberapa penyebab perilaku merokok, khususnya pada remaja, seperti, motivasi dan harapan, ketakutan, persepsi, serta harapan efikasi diri. Selain itu, perilaku tidak sehat seperti merokok juga dapat dipengaruhi oleh konsep inisiasi dan implementasi perilaku. Psikologi sosial juga dapat berperan untuk membantu mengurangi perilaku merokok pada remaja. Ada 2 cara yang dapat diterapkan. Pertama, dengan menampilkan iklan yang relevan dan yang kedua, dengan melakukan framing terhadap pesan atau iklan yang akan ditampilkan. Framing ini meliputi framing positif dan framing negatif. Kata kunci: perilaku merokok; remaja; psikologi
Efikasi Diri Berwirausaha pada Pemilik Usaha Pusat Kebugaran di Kota Malang Ivan Hazel Hengkara; Mochammad Sa'id
Jurnal Penelitian Kualitatif Ilmu Perilaku Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk efikasi diri dari pemilik usaha pusat kebugaran di Kota Malang, meliputi penjabaran mengenai dimensi dan faktor-faktor efikasi dirinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif naratif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah empat orang yang berprofesi sebagai pemilik usaha pusat kebugaran di Kota Malang dan telah mengelola usaha pusat kebugaran selama kurang lebih sepuluh tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara semi-terstruktur, sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis interaktif. Validasi informasi dilakukan dengan metode triangulasi data dari informan dan observasi lapangan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu pengetahuan dalam bidang tertentu memberikan sumbangsih pada pembentukan efikasi diri seseorang. Pengetahuan dapat berupa pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, atau bahkan melalui pelatihan. Selain pengetahuan, bentuk kecintaan dan dedikasi pada bidang usaha juga dapat menumbuhkan efikasi diri. Adanya rasa cinta atau dedikasi pada suatu bidang menyebabkan seseorang akan lebih tahan dalam menghadapi masalah yang dilewatinya. Selain itu, akan muncul perasaan senang ketika menjalankan usaha tersebut. Hal tersebut memberi sumbangsih pada pembentukan efikasi diri dari partisipan penelitian.
SOSIALISASI KIAT-KIAT MEMINIMALISIR FEAR OF MISSING OUT DAN FEAR OF FAILURE PADA REMAJA TERDAMPAK PANDEMI COVID Nadia Khairina; Rooswita Santia Dewi; Mochammad Sa&#039;id; Iqlima Pratiwi; Priskila Andia Kristianti; Phetrisia Avelia Serephina Sitorus
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4416-4430

Abstract

Pelaksanaan sosialisasi dalam meminimalisir Ketakutan akan Kegagalan (Fear of Missing Out) dan Ketakutan akan Kegagalan (Fear of Failure) dalam upaya untuk meningkatkan Keberhasilan akademik peserta didik (Academic Success) terutama dalam kondisi pasca Pandemi Covid 19.  Pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan pada 18 September 2023 yang bertempat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dengan jumlah peserta didik sebanyak 25 orang. Setelah cara-cara atau kiat-kiat meminimalisir Ketakutan akan Ketertinggalan (Fear of Missing Out) dan Ketakutan akan Kegagaglan (Fear of Failure) di berikan oleh Narasumber, Tim pelaksana membagikan kuesioner terkait Ketakutan akan Ketertinggalan dan Ketakutan akan Kegagalan yang dikembangkan oleh Tim sesuai dengan konteks dan kondisi terkini di Indonesia, terutama dalam kondisi Pasca Pandemi Covid. Peningkatan rasa takut akan ketertinggalan (FoMO) dan rasa takut akan kegagalan (Fear of Failure) yang tinggi dapat terlihat dari hasil dari pengukuran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Dengan cara-cara hingga metode yang diberikan selama sosialisasi yang didapatkan dari para peneliti sebelumnya (DinÇer, Saygin, & Karadal, 2022; Scott, 2019; Lieberman, 2019; Berna, 2020; Collins, 2020) maka diharapkan membantu para peserta sosialisasi dan peserta didik lainnya dalam mengurangi rasa takut akan ketertinggalan (Fear of Missing Out) dan rasa takut akan kegagalan (Fear of Failure) sehingga mampu meningkatkan kinerja akademik di sekolah.
Kesesakan sebagai Prediktor Kesejahteraan Psikologis: Studi di Kampung Biru Arema Kota Malang Agung Minto Wahyu; Luky Karisma; Qoni’atur Ridwan; Anita Hariyanti; Mochammad Sa’id
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2020): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v5i2.1083

Abstract

Every human who lives in the world has aspirations for prosperity in his life. This well-being is not only materially, but also psychological well-being. However, the increasing density of the physical environment will potentially lead to the perception of crowding and have an impact on the psychological well-being of individuals. This study aims to investigate the effect of distress on psychological well-being in the community in Kampung Biru Arema Malang. This study uses a quantitative correlational design with regression analysis to determine the effect of the crowding variable on the psychological well-being variable. Respondents selected as samples in this study were 38 people who were residents of Kampung Biru Arema. The samples were conducted research using non-probability sampling technique is purposive sampling. Data collected by using two scales, the scale of distress and the psychological well-being scale. The results of this study indicate that adversity has a significant negative influence as a predictor of psychological well-being in communities in Kampung Biru Arema Malang (t hitung= -3,213; p<0.05; R Square = 0,223). This study concludes that individuals who perceive the density as crowding will decrease their psychological well-being.
Psikoedukasi Fathering untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Kompetensi Ayah dalam Pengasuhan Anak Mochammad Sa'id; Rakhmaditya Dewi Noorrizki; Mutia Husna Avezahra
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 1 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i1.3558

Abstract

Parenting is one of the main factors affecting the child's future psychological development. Nevertheless, many people still overestimate the role of the mother and ignore the importance of the father's role in parenting. Therefore, this community service activity is carried out with the aim of raising the knowledge, awareness, and skills of parenting of the fathers. This activity is packed in the form of psycho-education of fathering for the fathers in the neighborhood of RT 05 Perum Graha Gilang Purnama, Kedungrejo Village, Pakis Sub-District, Malang District. There are three main subjects given in this activity: Concept of Parenting and Its Types, Father's Role in Parenting, and Simulation of Parenting Practice. Based on reflection and evaluation of the activities carried out, it can be concluded that the psycho-education of fathering has successfully improved the knowledge, awareness, and skills of fathers in terms of fathering. The participants realized that their role parenting was very important, and they increasingly understood how to do fathering to their children.
Psikoedukasi Asertivitas Untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Remaja Budiarta, Muhammad Febri Alfian; Sa'id, Mochammad
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p040

Abstract

Kasus kekerasan seksual di Indonesia masih sering terjadi dengan ditunjukkannya data mencapai ribuan kasus setiap tahunnya. Terutama kasus tersebut lebih banyak melibatkan anak-anak, mengingat mereka memiliki kondisi fisik yang rentan dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, kejadian kekerasan seksual ini seringkali terjadi di tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Dampak yang ditimbulkan kekerasan seksual pada anak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi daripada kekerasan fisik dan psikologis pada anak. Sehingga, perlu adanya upaya untuk mencegah tindak kekerasan seksual, salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu bersikap asertif. Asertif berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan anak untuk mempertahankan diri, tidak mudah terpengaruh, dan menjadi lebih terbuka terhadap pandangan orang lain. Selanjutnya metode yang dilakukan pada pengabdian ini yaitu dengan dilakukan program psikoedukasi pada siswa Sekolah Menengah Pertama, dengan menggunakan beberapa model kegiatan seperti ceramah, focus group discussion, dan role play. Kemudian, didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test dengan adanya perlakuan psikoedukasi yang menunjukan angka signifikan 0,009 < 0,05 dan ditambah adanya peningkatan nilai rata-rata dari pre-test ke post-test yaitu 130.59 – 133.65. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kegiatan “Psikoedukasi Asertivitas Untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Remaja” dapat diharapkan mampu mencegah tindakan kekerasan seksual pada remaja. Kata kunci— Kekerasan Seksual, Asertivitas, Remaja, Psikoedukasi Abstract Sexual abuse cases persist in Indonesia, with annual data indicating thousands of incidents. Notably, these cases predominantly involve children, given their vulnerable physical state compared to adults. Consequently, sexual abuse incidents are prevalent in Junior High School and Senior High School settings. The impact of sexual abuse on children is notably more severe than physical and psychological violence. Therefore, proactive measures are essential to prevent sexual abuse, with one effective approach being the cultivation of assertive behavior. Assertiveness is instrumental in empowering children to protect themselves, resist external influences, and embrace openness to others' perspectives. The implemented method in this initiative includes psychoeducational programs for Junior High School students, incorporating diverse activities such as lectures, focus group discussions, and role-playing. Subsequent results reveal a significant difference between pre-test and post-test outcomes, with the psychoeducational intervention displaying statistical significance at 0.009 < 0.05. Additionally, there is a notable increase in average scores from the pre-test to the post-test, rising from 130.59 to 133.65. In conclusion, the "Psychoeducation of Assertiveness to Foster Assertive Behavior in Preventing Adolescent Sexual Abuse" initiative is anticipated to effectively deter instances of sexual abuse among adolescents. Keywords— Sexual abuse, Assertive, Adolescent, Psychoeducation
Kesepian di Masa Pandemi Covid-19: Peran Welas Diri sebagai Prediktor Wahyu Eka Febriliyani; Mochammad Sa’id
Flourishing Journal Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i72023p267-277

Abstract

AbstractThis study aims to determine whether self-compassion is a predictor of loneliness in students in Malang City due to the COVID-19 pandemic. This research is a correlational-quantitative research. The population in this study were students, with a convenience sampling technique of sampling. The research subjects in this study amounted to 67 students in the city of Malang. The data collection method used 2 questionnaires, namely the R-UCLA Loneliness Scale Version 3 to measure loneliness and the Self-Compassion Scale (SWD) to measure self-compassion. This study uses simple linear regression data analysis. The results of this study indicate that self-compassion is a significant predictor of loneliness in students in Malang City due to the COVID-19 pandemic (p=0,000 < 0,05) and contribute 16% to the loneliness (R2=0,16). Thus, it can be concluded that the higher the level of self-compassion an individual has, the lower the level of loneliness he feels. This research recommends the importance of developing self-compassion in individuals to reduce feelings of loneliness due to the COVID-19 pandemic situation. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah welas diri merupakan prediktor dari kesepian pada mahasiswa di Kota Malang akibat pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa, dengan teknik sampling convenience sampling. Subjek penelitian pada penelitian ini berjumlah 67 mahasiswa di Kota Malang. Metode pengambilan data menggunakan 2 kuesioner yaitu R-UCLA Loneliness Scale Version 3 untuk mengukur kesepian dan Skala Welas Diri (SWD) untuk mengukur welas diri. Penelitian ini menggunakan analisis data regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa welas diri merupakan prediktor yang signifikan dari kesepian pada mahasiswa di Kota Malang akibat pandemi COVID-19 (p=0,000 < 0,05) dan berkontribusi sebesar 16% (R2=0,16). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat welas diri yang dimiliki individu, maka tingkat kesepian yang ia rasakan akan semakin rendah. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya mengembangkan welas diri pada diri individu untuk mengurangi rasa kesepian akibat situasi pandemi COVID-19.
Perilaku Help-Seeking Layanan Kesehatan Mental: Perspektif Teori Social Learning Alifatus Sholeha Putri; Savira Rana Labiba; Titik Yulita Sari; Mochammad Sa’id
Flourishing Journal Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i82023p330-337

Abstract

68% of Indonesians who underwent examinations experienced psychological problems such as anxiety. The concern is the low response of individuals seeking help from mental health services. The writing purpose of this article is to find out why people with mental disorders feel comfortable talking about the mental problems they face with individuals who are not professionals. The literature review used in this article. It is hoped that using this method will produce an answer to the question in the phenomenon that is being raised through previous sources that cannot be produced from other research methods. The result was found that there were at least 5 reasons, namely social stigma in society, lack of understanding about mental health, fear, lack of access to psychologists, and the costs incurred. As a result, individuals experience psychological distress, which results in reluctance to seek professional help. To overcome this problem, efforts can be made to reduce the stigma that appears in society by providing a sense of security to someone who needs help with mental health services and maximizing the role of the media to highlight developments in science about mental awareness so that they can be more aware of themselves. AbstrakSebanyak 68 % masyarakat Indonesia yang melakukan pemeriksaan, mengalami masalah psikologis seperti cemas. Namun, yang menjadi perhatian ialah rendahnya respon individu untuk mencari bantuan layanan kesehatan mental. Tujuan dari adanya penulisan artikel ini ialah untuk mengetahui dan mengkaji alasan apa yang mendasari penderita gangguan mental lebih nyaman menceritakan masalah mental yang dihadapinya kepada individu yang bukan profesional. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ialah review literature. Diharapkan dengan menggunakan metode ini menghasilkan sebuah jawaban atas pertanyaan dalam fenomena yang sedang diusung melalui sumber sebelumnya yang tidak dapat dihasilkan dari metode penelitian lainnya. Dari hasil review literature ditemukan setidaknya ada 5 alasan yakni stigma sosial di masyarakat, kurang pahamnya mengenai kesehatan mental, ketakutan, kurangnya akses psikolog serta biaya yang dikeluarkan. Sebagai dampaknya, individu mengalami distress psikologis yang mengakibatkan keengganan untuk mencari bantuan pihak professional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, upaya yang bisa dilakukan ialah menekan stigma yang muncul di masyarakat, dengan memberi rasa aman terhadap seseorang yang membutuhkan pertolongan layanan kesehatan mental serta memaksimalkan peran media untuk menyoroti perkembangan ilmu pengetahuan tentang sadar mental sehingga bisa lebih sadar terhadap diri sendiri.
Peningkatan Adiksi Internet Selama Pandemi COVID-19 Ditinjau Dari Perspektif Psikologi Sosial Annisyah Rahmania Rayhan; Alvania Claresta Sarah Christian; Afi Rizqi Zakaria; Mochammad Sa’id
Flourishing Journal Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i22024p64-70

Abstract

Pemberlakuan berbagai kebijakan sebagai respon dari penyebaran pandemi COVID-19 di seluruh dunia yang bertujuan untuk mencegah bertambahnya angka pasien positif COVID-19 ini menimbulkan berbagai macam dampak. Salah satunya adalah naiknya angka adiksi atau kecanduan internet. Tujuan dari penelitian ini adalah guna mengetahui bagaimana pandangan ilmu psikologi sosial dalam melihat kenaikan angka kecanduan internet yang terjadi selama pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah eksplanasif dengan pendekatan kualitatif. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa faktor penyebab yang berkorelasi dengan kenaikan angka kecanduan internet ini adalah faktor psikologis dan tujuan serta motivasi dari penggunaan internet itu sendiri. Teori lainnya yang dapat menjelaskan kenaikan tersebut adalah social exchange and interdependence theory, fearful attachment style, dan social comparison theory. Agar angka kecanduan internet ini tidak semakin bertambah, kita dapat menekannya dengan melakukan usaha kontrol diri baik secara mandiri maupun dengan bantuan orang lain di mana upaya tersebut akan semakin maksimal apabila dibarengi dengan motivasi yang kuat dan efikasi diri yang positif. AbstractThe implementation of various policies in response to the spread of the COVID-19 pandemic around the world was carried out to prevent an increase in the number of positive COVID-19 patients from causing various kinds of impacts, one of which is increasing the number of internet addictions. The purpose of this research was to find out how social psychology considered the increasing number of internet addictions. The method is used for explanatory purposes with a qualitative approach. The analysis results show that the causative factors that correlate with the increase in the number of internet addictions are psychological factors and the purpose and motivation of using the internet. Other theories that can explain the increase are social exchange and interdependence theory, fearful attachment theory, and social comparison theory. We can prevent an increase in the number of Internet addictions by exercising self-control, both independently and with the assistance of others. If there is strong motivation and positive self-efficacy, these efforts will be maximized.