Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

SOSIALISASI KIAT-KIAT MEMINIMALISIR FEAR OF MISSING OUT DAN FEAR OF FAILURE PADA REMAJA TERDAMPAK PANDEMI COVID Nadia Khairina; Rooswita Santia Dewi; Mochammad Sa'id; Iqlima Pratiwi; Priskila Andia Kristianti; Phetrisia Avelia Serephina Sitorus
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4416-4430

Abstract

Pelaksanaan sosialisasi dalam meminimalisir Ketakutan akan Kegagalan (Fear of Missing Out) dan Ketakutan akan Kegagalan (Fear of Failure) dalam upaya untuk meningkatkan Keberhasilan akademik peserta didik (Academic Success) terutama dalam kondisi pasca Pandemi Covid 19.  Pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan pada 18 September 2023 yang bertempat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dengan jumlah peserta didik sebanyak 25 orang. Setelah cara-cara atau kiat-kiat meminimalisir Ketakutan akan Ketertinggalan (Fear of Missing Out) dan Ketakutan akan Kegagaglan (Fear of Failure) di berikan oleh Narasumber, Tim pelaksana membagikan kuesioner terkait Ketakutan akan Ketertinggalan dan Ketakutan akan Kegagalan yang dikembangkan oleh Tim sesuai dengan konteks dan kondisi terkini di Indonesia, terutama dalam kondisi Pasca Pandemi Covid. Peningkatan rasa takut akan ketertinggalan (FoMO) dan rasa takut akan kegagalan (Fear of Failure) yang tinggi dapat terlihat dari hasil dari pengukuran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Dengan cara-cara hingga metode yang diberikan selama sosialisasi yang didapatkan dari para peneliti sebelumnya (DinÇer, Saygin, Karadal, 2022; Scott, 2019; Lieberman, 2019; Berna, 2020; Collins, 2020) maka diharapkan membantu para peserta sosialisasi dan peserta didik lainnya dalam mengurangi rasa takut akan ketertinggalan (Fear of Missing Out) dan rasa takut akan kegagalan (Fear of Failure) sehingga mampu meningkatkan kinerja akademik di sekolah.
Negara dan Kediktatoran: Perspektif Psikologi Sosial Utami, Masita; Sa’id, Mochammad
Flourishing Journal Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i42022p239-246

Abstract

Abstract: Leaders are almost always needed in a group or organizational situation, including a state, which has the purpose of making decisions. One style of leadership is authoritarian leadership. Leaders who embrace this leadership style are called dictators and the state or government led by dictators is called the dictatorship. However, empirical researches in psychology on dictatorship phenomena are still rarely done. Therefore, we expect this paper will encourage more empirical researches on this phenomenon in the field of psychology, especially social psychology. This article was written with a literature review approach from a variety of relevant sources: books, book chapters, review articles, and research articles. The perspective used is social psychological perspective because in our opinion it is more precise and comprehensive. The results of literature review show that dictatorship consists of three types: monarchic dictatorship, military dictatorship, and civilian dictatorship. The figure of a dictator in dictatorship state has narcissism trait classified in the Dark Triad characteristics. The dictatorship state has two main problems namely power-sharing and authoritarian control. Empirically, dictatorship practices have more negative than positive impacts on a state. In addition, dictatorship practices are also contrary to the nature of leadership should be played by a state leader. Abstrak: Pemimpin hampir selalu dibutuhkan dalam situasi kelompok atau organisasi, termasuk dalam sebuah negara, yang memiliki tujuan untuk membuat keputusan. Salah satu gaya kepemimpinan adalah kepemimpinan otoriter yang identik dengan kepemimpinan sewenang-wenang. Pemimpin yang menganut gaya kepemimpinan ini disebut dengan diktator dan negara atau pemerintahan yang dipimpin oleh diktator disebut dengan kediktatoran. Namun demikian, penelitian empiris di bidang psikologi mengenai fenomena kediktatoran masih jarang dilakukan. Oleh karena itu, tulisan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya riset-riset empiris di bidang psikologi, khususnya psikologi sosial, mengenai fenomena kediktatoran. Artikel ini ditulis dengan pendekatan telaah literatur (literature review) dari berbagai sumber yang relevan, baik itu berupa buku, book chapter, artikel telaah, maupun artikel penelitian. Perspektif yang digunakan adalah perspektif psikologi sosial karena dianggap lebih tepat dan komprehensif. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa kediktatoran terdiri dari tiga jenis, yaitu monarchic dictatorship, military dictatorship, dan civilian dictatorship. Sosok diktator dalam negara kediktatoran biasanya memiliki trait kepribadian narsisisme yang tergolong dalam karakteristik Dark Triad. Negara kediktatoran memiliki dua masalah utama yaitu power-sharing dan authoritarian control. Secara empiris, praktik kediktatoran memiliki lebih banyak dampak negatif daripada positif bagi sebuah negara. Selain itu, praktik kediktatoran juga bertentangan dengan hakikat kepemimpinan yang harusnya diperankan oleh seorang pemimpin negara.
Optimisme dan Motivasi Belajar di Masa Pandemi COVID-19: Studi pada Mahasiswa Bidikmisi Muhammad Ali Jibril; Mochammad Sa’id
Flourishing Journal Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i122022p751-759

Abstract

Online learning used during the pandemic is very different from learning that has been done before. This had an impact on the smoothness of learning activities during a pandemic and caused a variety of new problems, one of which was a decrease in student learning motivation. This study aims to determine the relationship between optimism and learning motivation during the COVID-19 pandemic in Bidikmisi students in the State University of Malang using a quantitative-correlational approach. The sampling technique used is quota sampling with a total of 160 subjects. The research instruments used to collect data were the Academic Motivation Scale (AMS) and Life Orientation Test-Revised (LOT-R). The results of this study are the correlation coefficient between optimism and learning motivation on the Intrinsic Motivation dimension (rxy = 0.179), on the Extrinsic Motivation dimension (rxy = 0.201), and on the Amotivation dimension (rxy = 0.256). The result shows that there is a significant positive relationship between optimism and learning motivation. Abstrak Pembelajaran daring yang digunakan ketika masa pandemi sangat berbeda dengan pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya. Hal ini berdampak pada kelancaran kegiatan belajar ketika pandemi dan menyebabkan berbagai masalah baru, salah satunya adalah menurunnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dan motivasi belajar di masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa bidikmisi di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling kuota dengan jumlah subjek sebanyak 160 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Academic Motivation Scale (AMS) dan Life Orientation Test-Revised (LOT-R). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara optimisme dan dimensi-dimensi motivasi belajar yaitu dimensi Intrinsic Motivation (rxy= 0,179), Extrinsic Motivation (rxy= 0,201) dan Amotivation (rxy= 0,256). Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara optimisme dan motivasi belajar mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi optimisme yang dimiliki mahasiswa, maka motivasi belajarnya akan semakin meningkat.