Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADA AREA QUARRY (TAMBANG BATU KAPUR) PT. SEMEN BOSOWA MAROS TAHUN 2015 Hasbi Ibrahim; Syahrul Basri; Aswarin Prastiani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.798 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.2011

Abstract

Kasus kecelakaan kerja pada skala nasional relatif tinggi dan semakin meningkat tiap tahunnya. PT. Semen Bosowa Maros merupakan industri yang tempat kerjanya memiliki ragam potensi bahaya, dikarenakan banyaknya alur proses produksi yang terdapat pada industri ini. Dimulai dari penambangan batu kapur hingga pengemasan. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis potensi bahaya serta menilai risiko pada area Quarry (tambang) PT. Semen Bosowa Maros. Penelitian ini merupakan Survey Deskriptif, dengan metode analisis risiko berdasarkan ISO 31000:2009 tentang Manajemen Risiko. Populasi adalah seluruh karyawan di area Quarry (Tambang Batu Kapur) PT. Semen Bosowa Maros dengan jumlah 74 karyawan dan sampel diambil secara total sampling, sampel pada penelitian ini berjumlah 74 pekerja, di unit Planning berjumlah 24 pekerja, unit Produksi berjumlah 30 pekerja, dan unit Hauling berjumlah 20 pekerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di departemen quarry pada unit planning level risiko tertinggi adalah high sebesar 40% dengan potensi bahaya tingginya intensitas debu dan dozer terguling, sedangkan level risiko terendah adalah low sebesar 20% dengan potensi bahaya tidak menggunakan safety belt. Pada unit produksi level risiko tertinggi adalah extreme sebesar 11,1% dengan potensi bahaya kebakaran pada alat bor, sedangkan level risiko terendah adalah medium sebesar 66,7% dengan potensi bahaya yaitu, heat rash, drum truk terguling, material menggantung, operator tidak menggunakan earplug dan earmuff, dan sebagainya. Selanjutnya pada unit Hauling, level risiko tertinggi adalah extreme sebesar 12,5% dengan potensi bahaya operator tidak menggunakan helm, sedangkan level risiko terendah adalah medium sebesar 75% dengan potensi bahaya, yaitu heat rash, dan sebagainya. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang analisis potensi bahaya dan penilaian risiko, dengan melanjutkannya hingga ketahap manajemen risiko berikuttnya yaitu evaluasi risiko dan pengendalian risiko
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kekambuhan Pengguna Narkoba pada Pasien Rehabilitasi di Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Baddoka Makassar Tahun 2015 Habibi Habibi; Syahrul Basri; Fitri Rahmadhani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.965 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2017

Abstract

Masalah   penyalahgunaan   narkoba   merupakan   masalah   yang   sangat kompleks bagi pengguna narkoba sehingga beberapa faktor masih menjadi penyebab pengguna narkoba mengalami relapse. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kekambuhan (relapse) pengguna narkoba pada pasien rehabilitasi. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional dimana penarikan sampelnya menggunakan tehnik simple random sampling. Jumlah populasi 115 dan jumlah sampel  yaitu 89 pasien pengguna narkoba. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status ekonomi (nilai p=0.02 dan RP=1.96), jenis napza (p=0.01 dan RP=1.69), faktor keluarga (nilai p=0.03 dan RP=1.78) dan faktor teman (nilai p=0.00 dan RP=1.34) dengan kekambuhan kembali. Disarankan kepada pihak rehabilitasi agar dapat memperkuat program yang ada di balai rehabilitasi, yang mampu membekali pasien untuk mengatasi trigger factor setelah mereka selesai mengikuti kegiatan rehabilitasi. Bagi residen yang menjalani rehabilitasi manfaatkanlah harta dengan membelanjakan barang yang halal, dan bergaul dengan teman yang lebih baik serta jauhilah ajakan teman yang bersifat negatif yang dapat berpengaruh buruk terhadap anda 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Gangguan Pendengaran Pada Tenaga Kerja Bagian Produksi PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. Unit Makassar Tahun 2014 Hasbi Ibrahim; Syahrul Basri; Zainal Hamzah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.432 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i2.2659

Abstract

Kemajuan teknologi di sektor industri, telah berhasil menciptakan berbagai macam produk mesin yang dalam pengoperasiannya seringkali menghasilkan polusi suara atau timbulnya bising di tempat kerja. Suara bising, salah satu efek dari sektor industri dapat menimbulkan gangguan pendengaran atau ketulian pada seseorang yang bekerja atau berada di lingkungan industri. Setiap pekerja yang terpajan kebisingan mempunyai risiko untuk mengalami gangguan pendengaran.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan keluhan gangguan pendengaran pada tenaga kerja bagian produksi PT. JAPFA Comfeed Indonesia, Tbk. Unit Makassar Tahun 2014.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional yaitu suatu penelitian dimana faktor independen dan dependennya diteliti secara bersamaan, dalam periode waktu yang sama. Untuk memperoleh data di lapangan dilakukan dengan cara pengukuran intensitas kebisingan pada area kerja produksi dan penyebaran kuesioner kepada 46 responden yang sedang bekerja pada bagian produksi PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. Unit Makassar tahun 2014.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat hubungan antara intensitas kebisingan (P=0,000), lama kerja (P=0,05), masa kerja (P=0,002), umur pekerja (P=0,003) dan pemakaian alat pelindung telinga (P=0,029) dengan keluhan gangguan pendengaran pada tenaga kerja bagian produksi PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. Unit Makassar tahun 2014.Untuk mengurangi risiko keluhan gangguan pendengaran pada pekerja bagian produksi, maka direkomendasikan untuk menggunakan alat pelindung telinga (APT) yang sesuai standar (safety ear plug dan ear muff). 
Penggunaan Abate dan Bacillus Thuringensis var. Israelensis di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda Wilayah Kerja Sanggata Terhadap Kematian Larva Aedes sp. Syahrul Basri; Erlina Hamzah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.415 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i1.3198

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat hingga saat ini. Penyakit ini dapat ditemui di hampir semua negara dengan iklim tropik dan subtropik. Di Indonesia sendiri, penyakit ini masih menjadi masalah dalam 41 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis referensi Abate (temephos 1% = 300 mg/L) dan Bacillus thuringensis var. Israelensis (0,02 ml/L) terhadap kematian larva nyamuk Aedes sp. Penelitian ini adalah penelitian lapangan kuantitatif dengan menggunakan pendekatan quasi eksperiment yang dilakukan di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda Wilayah Kerja Sangatta Kabupaten Kutai Timur. Hasil penelitian menunjukkan temephos1% dengan konsentrasi 300 mg/L mampu mematikan keseluruhan sampel larva Aedes sp. pada jam ke 4 atau menit ke-240 sedangkan Bacillus thuringensis var. Israelensis pada jam ke-10 atau menit ke-600. Keduanya merupakan larvasida yang masih efektif dalam mematikan larva Aedes sp.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Computer Vision Syndrom Pada Pekerja Operator Komputer di PT. Semen Tonasa Pangkep Hasbi Ibrahim; Syahrul Basri; Muhammad Saleh Jastam; Iman Kurnianda
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.374 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i1.5422

Abstract

American Optometric Association (AOA) mendefinisikan Computer Vision Syndrom sebagai gangguan mata komplek dan masalah penglihatan yang berkaitan dengan kegiatan yang lama dilakukan di depan computer. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan Computer Vision Syndrom pada Pekerja Operator Computer di PT. Semen Tonasa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study.Populasinya adalah seluruh Pekerja Operator Computer, selama periode penelitian yaitu sebanyak 33 orang di PT. Semen Tonasa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Data primer dikumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner sedangkan data sekunder menggunakan data rekam medik untuk mengetahui jumlah responden.Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji yang digunakan adalah Chi Square untuk mengetahui hubungan.Hasil penelitian menunjukkan pada shift 1 sebanyak 66,7% (22 orang), pada shift 2 sebanyak 57.6% (19 orang) dan shift 3 sebanyak 75.8 (25 orang) mengalami computer vision syndrom. Dari  6 (enam) variabel istirahat mata shift 1 (p=0.452) dengan RP=1.3, shift 2 (p=0.033) dengan RP=2.3, shift 3 (p=0,420) dengan RP=1.4, frekuensi kedipan shift 1 (p=0.886) dengan RP=1.17, shift 2 (p=0.340) dengan RP=1.6, shift 3 (p=0,420) dengan RP=1.4, Durasi kerja shift 1 (p= - ) dengan RP=1 shift 2 (p= - ) dengan RP=1, shift 3 (p= - ) dengan RP=1. masa kerja shift 1 (p=0.019) dengan RP=2.0, shift 2 (p=0.027) dengan RP=2.3, shift 3 (p=0,614) dengan RP=1.2, Jarak Monitor shift 1 (p= - ) dengan RP=1 shift 2 (p= - ) dengan RP=1, shift 3 (p= - ) dengan RP=1, pencahayaan shift 1 (p= 0.893 ) dengan RP=1.15, shift 2 (p= 1 ) dengan RP=1.18, shift 3 (p= 979 ) dengan RP=1.54. Disarankan kepada pekerja agar memperhatikan pola istirahat pada saat bekerja dan hendaknya monitor di setiap ruang kerja di pasangi dengan anti glare dan melakukan check up rutin terkhusus bagi kesehatan matanya. 
Penilaian Risiko Sanitasi Lingkungan di Pulau Balang Lompo Kelurahan Mattiro Sompe Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Andi Susilawaty; Abdul Majid HR. Lagu; Syahrul Basri; Ultry Maisari; Munawir Amansyah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.213 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6872

Abstract

Penilaian risiko sanitasi lingkungan atau yang juga dikenal dengan Environmental Health Risk Assessment (EHRA) adalah studi untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku-perilaku yang berisiko pada kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran analisis risiko sanitasi lingkungan di Pulau Balang Lompo Kelurahan Mattiro Sompe Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik. Responden dalam penelitian ini sebanyak 65 ruman yang diambil dengan simple random sampling. Data diolah dengan menggunakan SPSS 17.0 dan disajikan dalam bentuk tabel sederhana atau tabel frekuensi untuk analisis univariat. Hasil penelitian diperoleh bahwa bahaya-bahaya sanitasi lingkungan di Pulau Balang Lompo meliputi bahaya terkait kepemilikan tempat sampah (58,5%) dan air limbah domestik (37,4%). Adapun beberapa perilaku tidak sehat yang memberikan peluang keterpaparan bahaya, yaitu perilaku tidak Cuci Tangan Pakai Sabun (47,7%), Buang Air Besar Sembarangan (29,2%), tidak memilah sampah (83,1%), serta perilaku tidak melakukan penanganan sampah (84,6%).  Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat risiko sanitasi lingkungan di Pulau Balang Lompo menunjukkan bahwa RW 1 berada pada kategori Risiko sangat tinggi dengan nilai indeks risiko 191, RW 2 dengan kategori Risiko rendah dengan nilai indeks risiko 124, RW 3 dengan kategori Risiko rendah dengan nilai indeks risiko125 dan untuk RW 4 dengan kategori Risiko rendah dengan nilai indeks risiko 135. Beberapa faktor yang menjadi penyebab risiko sangat tinggi di RW 1 adalah penduduk yang menyimpang dari perilaku hidup sehat, tingkat pendidikan, kurangnya kepemilikan tempat sampah, kepemilikan SPAL dan kepemilikan jamban, serta tingginya tingkat kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan. Dalam hal ini, diperlukan risk communication agar masyarakat mengetahui dan memahami besaran risiko sanitasi lingkungan tempat tinggalnya, sehingga ada upaya pencegahan dalam bentuk peningkatan cakupan rumah tangga dan individu berperilaku bersih dan sehat
Uji Kemampuan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Dalam Menurunkan Jumlah Kuman Pada Peralatan Makan Di Cafetaria Perpustakaan UIN Alauddin Makassar Andi Susilawaty; Nurdiyanah Syarifuddin; Munawir Amansyah; Syahrul Basri; Nurul Wahyu Septiani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 2, July-December 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.341 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i2.11930

Abstract

Kebersihan alat makan merupakan bagian yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kualitas makanan dan minuman. Untuk menjaga kebersihannya, dalam proses pencucian alat makan agar menggunakan desinfektan yang berfungsi untuk membebas hamakan peralatan makan yang digunakan. Salah satu alternative yang dapat digunakan yaitu buah belimbing wuluh yang mengandung senyawa antibakteri yang bersifat desinfektan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan larutan buah belimbing wuluh (averrhoa bilimbi) pada konsentrasi 5,0%, konsentrasi 7,5% dan konsentrasi 10,0% dalam menurunkan jumlah kuman pada peralatan makan di Cafetaria Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group design dengan metode pengambilan sampel menggunakan random sampling. Jumlah penjual sebanyak 3 penjual dengan jumlah piring sebanyak 30 buah terbagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan larutan buah belimbing wuluh dapat menurunkan jumlah kuman pada peralatan makan. Hal ini dapat dilihat dari penurunan jumlah kuman pada semua perlakuan. Rata – rata penurunan jumlah kuman pada larutan buah belimbing wuluh konsentrasi 5,0% sebesar 1606,66 koloni/cm2, pada larutan buah belimbing wuluh konsentrasi 7,5% sebesar 2411,11 koloni/cm2 dan pada larutan buah belimbing wuluh konsentrasi 10,0% sebesar  3590,55 koloni/cm2. Implikasi pada penelitian ini yaitu untuk peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk melakukan variasi konsentrasi dengan menaikkan konsentrasi dan melakukan variasi kontak peralatan makan dengan larutan buah belimbing wuluh sehingga di dapatkan jumlah yang memenuhi syarat serta melakukan penelitian dengan peralatan makan lainnya. Kata Kunci : larutan, buah belimbing wuluh, jumlah kuman, peralatan makan. 
Effectiveness Of Economic Empowerment Program In Empowered Women Study Group Syamsul Alam; Hasbi Ibrahim; Nildawati; Munawir Amansyah; Syahrul Basri; Habibi; Andi Ade Ula Saswini; Krisno Bimantoro; Gunawan Rasyidi
LAA MAISYIR: Jurnal Ekonomi Islam Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lamaisyir.v9i1.26487

Abstract

One of the important elements of development that needs attention is social and economic development for women. The role of women in the development of the Islamic economic sector is now very significant. This has had many positive impacts on both sharia economic growth and the Indonesian economy in general. This study aims to determine the effectiveness of the economic empowerment program in empowered women learning groups (KBPB) which is a CSR program of PT. Pertamina Marketing Operation Region VII, Ujung Tanah District, Makassar City. This research uses descriptive quantitative research, with a total sample of 30 respondents. The results showed that 70% of respondents were able to start SME businesses independently after participating in the KBPB program, and 30% had not been able to develop their businesses independently. Based on the perceived changes that 50% of participants were able to develop productive activities in the economic field, 40% strongly agreed that after participating in the program participants were able to self-actualize, and 40% strongly agreed that they were able to collaborate with others to form a business after joining the KBPB program.
Tindakan Pencegahan Covid-19 pada Masyarakat Sulawesi Selatan Syahrul Basri; Dian Rezki Wijaya; Nur Hidayat; Abdul Majid H.R. Lagu; Munawir Amansyah; Nurdiyanah Syarifuddin; Andi Susilawaty
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 8 No 1 (2022): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah dinyatakan sebagai global pandemic oleh World Health Organization (WHO) sejak Maret 2020. Penetapan tersebut didasarkan pada sebaran 118 ribu kasus yang menjangkiti di 114 negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat penghasilan, potensi bahaya terpapar, pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan Covid-19 pada masyarakat Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, penghasilan, potensi bahaya terpapar dengan tindakan pencegahan Covid-19 pada masyarakat Sulawesi Selatan. Adapun tingkat penge-tahuan dan sikap memiliki hubungan yang signifikan dengan tindakan pencegahan Covid-19 pada masyarakat Sulawesi Selatan. Karenanya, perlu edukasi lebih lanjut mengenai informasi penyakit covid-19 yang spesifik, valid dan tepat sasaran agar dapat meningkatkan tindakan pencegahan masyarakat. Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, tindakan, pencegahan Covid-19
Program Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat pada Komunitas Tuli Peduli Bitung (Kaleb) Onky Pranata Putra; Qadri Karim; Syamsul Alam; Nildawati Ilda; Syahrul Basri; Munawir Amansyah; Hasbi Ibrahim; Habibi
KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): JULY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.356 KB) | DOI: 10.24252/khidmah.v2i2.28436

Abstract

The activities of mentoring and empowering community groups in the Bitung Deaf and Caring Community (KALEB) aim to develop the potential of persons with disabilities (deaf) to get opportunities for self-actualization and increase self-confidence. This activity began with the provision of hearing aids, followed by the provision of sign language learning books. Furthermore, there is assistance in processing inorganic waste for all KALEB members, processing organic waste as a craft object for the deaf community. Other activities include the establishment of literacy cafes, screen printing and sign language education. The results of the mentoring and empowerment of community groups in the Bitung Deaf Care Community (KALEB) gave rise to a glimmer of hope to all KALEB participants that they too are part of the community. KALEB participants rose from mental retardation and lack of confidence. Support for hearing aids, procurement of sign language learning books, sign language education programs, and socio-economic programs have made it more convincing for deaf friends that they can actually be present in the midst of the general public.
Co-Authors Abdul Gafur Abdul Majid HR. Lagu Adnan, Yudi Alfi, Nur Ainin Andi Ade Ula Saswini Andi Ade Ulasaswini Andi Ita Juwita Andi Susilawaty Asrul Syamsul, Muhammad Aswarin Prastiani Azriful Azriful Bambang Soeprijono Bs. Titi Haerana Dewi Sartika Dian Rezki Wijaya Dwi Santy Damayati, Dwi Santy Emmi Bujawati Erlina Hamzah Erlina Hamzah Erlina Hamzah Fachry Abda El Rahman Fatmawaty Mallapiang Fitri Rahmadhani Fitri, Nurdia Gunawan Rasyidi Habibi Habibi Habibi Habibi Habibi . Habibi . Habibi Habibi Habibi Habibi Hasbi Ibrahim Hasbi Ibrahim Hudayat, Miftahul Ilham Ahmad Iman Kurnianda Indar indar Irviani Anwar Ibrahim Krisno Bimantoro Krisno Bimantoro Lilis Widiastuty Mappau, Zrimurti Muh. Rusmin Muh. Saleh, Muh. Muhammad Ikhtiar Muhammad Kahfi Muhammad Khalifah Mustami Muhammad Rusmin Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Saleh Jastam Muhammad Saleh Jastam Munawir Amansyah Munawir Amansyah Munawir Amansyah Munawir Amansyah Musdalifah Musdalifah Nildawati Nildawati Ilda Nur Hidayat Nur Hildha Sahib Nurdiyanah Syarifuddin Nurdiyanah Syarifuddin Nurdiyanah Syarifuddin Nurfadhillah Nurfadhillah Nurfadillah Sudirman Nurlita, Nurlita Nurrahmi Paizah Nurul Wahyu Septiani Onky Pranata Putra Pirmah, Nurul Anisa Putri Puspitasari Wahyuddin Qadri Karim Ranti Ekasari Ranti Ekasari, Ranti Rasyidin, Gunawan Rezki Rahmatullah Ruslan La Ane, Ruslan Saleh, Muh Samsiana . Sherli Wahyuni Sitti Raodhah Sri Wahyuningsih Surahmawati Surahmawati Surahmawati Surahmawati Syahratul Aeni Syamsul Alam Syamsul Alam Syamsuryana Basri Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini, Syarfaini Ulasaswini, Andi Ade Ultry Maisari Vika Yuliandira Wahab, Wahyudi Wahyu Alfat Yudi Adnan Yudianti, Anita Zainal Hamzah Zilfadhilah Arranury Zilfadillah Arranury