Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN KAPAL FERRY UNTUK DAERAH PENYEBERANGAN DILI DAN PULAU ATAURO (TIMOR-LESTE) Mercia Pascoela Gacia Guteres; Minto Basuki; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1082

Abstract

Pulau Atauro merupakan pulau terpisah dari wilayah Timor-Leste, oleh karena itu memerlukan sarana transpostasi laut untuk membawa penumpang,barang, dan kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah perancangan kapal Ferry untuk daerah penyeberangan Dili dan Plulau Atauro. Data untuk analisa didapatkan dari hasil survey di yang dilakukan yaitu rata-rata penumpang 341 orang, rata-rata barang 2 ton, rata-rata kendaraan roda dua 5 dan kendaraan roda empat 5. Hasil survey tersebut dijadikan paremeter dalam penetuan utama kapal penyeberangan Dili dan Pulau Atauro. Dalam perancangan kapal ini digunakan metode kapal pembandingan yang merupakan metode perancangan kapal yang mensyaratkan adanya satu kapal pembandingan dengan tipe yang sama dan telah memenuhi kriteria perancangan. Hasil perhitungan menggunakan metode kapal pembanding, makan didapatkan ukuran utama kapal: L = 33.93 m, B = 9.75 m, H = 2.92 m, T = 1.95 m untuk tipe kapal yaitu Kapal Ferry.
PERHITUNGAN BERAT KAPAL KOSONG SEBAGAI FUNGSI DARI DAYA MESIN UTAMA Rifki Fajar; Minto Basuki
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1072

Abstract

Kapal Tug Boat adalah tipe kapal tunda (Tugboat) yang beroperasi pada wilayah perairan yang dapat dioperasikan di Pelabuhan, Pelayaran Pantai dan cocok untuk kegiatan penundaan kapal dengan fungsi menarik, mendorong dan menggandeng serta dapat digunakan untuk kegiatan SAR. Kapal Tug Boat memiliki berbagai macam ukuran dan daya mesin yang berbeda tergantung dari permintaan Owner yang memesan kapal berdasarkan kegunaan dan fungsi operasional Kapal Tug Boat tersebut. Pada kapal-kapal kecil diantaranya juga merupakan kapal Tug Boat perhitungan berat kosong kapal dengan jalan pendekatan, hasilnya sangat jauh dengan realitasnya. Perhitungan berat baja badan kapal merupakan basic untuk menghitung Displacement, Perhitungan berat kapal kosong yang terdiri dari berat baja badan kapal, berat mesin kapal, berat perlengkapan kapal dapat diketahui keterkaitan dan hubungannya dengan (Horse Power) HP mesin induk yang diaplikasikan kedalam bentuk metode regresi. Penentuan pembangunan kapal baru Tug Boat berdasarkan kebutuhan (Horse Power) HP mesin induk berat kapal kosongnya dapat diketahui dari hasil metode regresi tersebut.
MODEL PENGELOLAHAN AIR BALAS KAPAL AKIBAT DEBALLASTING DI PELABUHAN PETI KEMAS SURABAYA MENGGUNAKAN METODE BOW TIE RISK ASSESSMENT Arul Efansyah; Minto Basuki
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1970

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi aturan internasional maupun nasional mengenai manajemen air balas, menganalisa kesiapan SDM (Sumber Daya Manusia) kapal dan pelabuhan ketika proses pembuangan air balas, dan menentukan model pengelolaan yang cocok di Pelabuhan Peti Kemas Surabaya sesuai dengan kondisi perairan yang berstandar IMO (Internasional Marine Organization) meliputi standar regulasi D-1 dan D-2. Data sampel yang digunakan adalah data lapangan dengan metode observasi dan kuesioner yang didapat dari Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya. Untuk mengolah data penelitian ini menggunakan metode Bow Tie Risk Assessment yang dimana metode ini didasarkan pada mengenai tingkat risiko yang diakibatkan oleh pembuangan air balas serta upaya pencegahan akibat dampak risiko air balas tersebut. Setelah penulis melakukan survei lapangan, hasil dan pembahasannya berupa data konvensi internasional maupun nasional terkait pengendalian dan manajemen air balas meliputi regulasi oleh Perpres Nomor 132 Tahun 2015 dan didukung dengan surat Edaran pada tanggal 25 April 2017 oleh Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Dari hasil pengolahan data penulis menyimpulkan bahwa penerapan regulasi tentang air balas sangat berperan penting untuk menjaga pencemaran lingkungan laut yang dimana bentuk diterapkannya aturan tersebut sebagai upaya pengendalian untuk mengurangi risiko yang diakibatkan oleh air balas yang langsung dibuang ke perairan tanpa diolah terlebih dahulu.
MODEL PENGOLAHAN AIR BALLAST KAPAL AKIBAT DEBALLASTING DI PELABUHAN TELUK LAMONG BERBASIS RISIKO Ikhwan Abdillah; Minto Basuki
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.991

Abstract

Air ballast digunakan sebagai pemberat dan penyeimbang kapal saat berlayar, namun air ballast akan menimbulkan masalah yang serius ketika kapal melakukan proses ballasting dan deballasting maka akan terjadi pertukaran organisme di satu daerah dengan daerah lainnya. Proses ini berlangsung selama bertahun-tahun selama kapal beroperasi. Hal ini mengakibatkan keseimbangan ekosistem terganggu. Maka dari itu sekretaris jenderal IMO (International Maritime Organization) menyatakan bahwa semua kapal harus menerapkan rencana air ballast dan manajemen sedimen, dan semua kapal harus mempunyai buku catatan air ballas yang nantinya akan diminta untuk melakukan prosedur pengelolaan air ballast yang sudah ditetapkan oleh IMO. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yakni mengambil data model pengolahan yang sudah ada di pelabuhan teluk lamong, kesiapan sumber daya manusia yang ada dipelabuhan dan model pengolahan air balas dipelabuhan, untuk mengetahui kondisi dan peraturan air balas yang sudah diterapkan dipelabuhan teluk lamong maka dilakukan survey secara langsung, kemudian setelah dilakukanya proses wawancara dilakukan analisa mengenai jawaban dari para SDM. Maka dengan keluarnya perpres Nomor 132 Tahun 2015 dan surat edaran pada tahun 2019 maka pihak pelabuhan teluk lamong segera menerapkan Peraturan Pemerintah mengenai Ballast Water Management metode D-2 bagi kapal kapal berbendera indonesia yang melakukan pelayaran internasional.
PENILAIAN RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA GALANGAN KAPAL PT. TAMBANGAN RAYA PERMAI (PERSERO) SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS Vahmy Brata Tsalist; Minto Basuki
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peringkat risiko bahaya yang akan terjadi pada PT.Tambangan Raya Permai (Persero) Surabaya. Data yang diamati adalah kegiatan kinerja di galangan kapal PT.Tambangan Raya Permai (Persero) Surabaya. Data tersebut menggunakan metode identifikasi di lapangan serta wawancara terhadap pihak divisi K3 dan beberapa tenaga ahli. Data tersebut di analisis dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) untuk dapat menganalisis pekerjaan, bahaya, serta pengendaliannya dan di bantu dengan Risk Assessment untuk mendapatkan peringkat risiko dan memudahkan identifikasi bahayanya. Hasil dan pembahasan ditemukan data identifikasi lapangan berupa penempatan alat – alat kerja yang rawan dan dapat menimbulkan risiko kecelakaan kerja yaitu tabung gas dan crane. Dari hasil pengolahan data penulis menyimpulkan bahwa penerapan regulasi tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di PT.Tambangan Raya Permai (Persero) Surabaya berperan penting dalam menjaga kelangsungan perusahaan terutama kesehatan dan keselamatan para pekerja serta sebagai upaya pengendalian tingkat risiko kecelakaan kerja.Kemudian dilakukan proses mitigasi yang dimana antara lain : penempatan alat – alat kerja yang aman, penggunaan alat pelindung diri, mengadakan pemeriksaan rutin untuk peralatan kerja, melakuan tes kesehatan pada setiap pekerja, dan memberikan instruksi K3 sebelum bekerja.
OPTIMASI PANJANG KAPAL FERI RO-RO 1500 GT DENGAN FUNGSI TUJUAN BIAYA PENGADAAN MATERIAL DAN INSTALASI PENGGERAK Abrian Sistian; Minto Basuki; Pramudya I. S.
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1989

Abstract

Kapal feri merupakan salah satu jenis kapal yang berlayar pada jarak dekat atau kapal yang berlayar dari pulau satu ke pulau yang lain, sehingga dikenal juga sebagai kapal penyeberangan. Optimisasi ialah suatu proses untuk mencapai atau mendapatkan suatu fungsi maksimal atau minimal dengan hasil yang optimum. Tujuan penelitian ini ialah melakukan optimasi panjang Kapal Feri Ro-Ro 1500 GT dengan fungsi tujuan biaya pengadaan material dan instalasi penggerak. Pada industri perkapalan di Indonesia, kendala yang dihadapi salah satunya ialah dalam pengadaan material. Baja merupakan komponen utama material kapal yang unrenewable dan ketersediannya saat ini semakin terbatas. Terlebih lagi persaingan pasar global yang begitu ketat, industri kapal nasional harus mempunyai strategi khusus. Salah satu contoh yang dapat dilakukan adalah dengan pengurangan biaya produksi. Dilihat dari sudut pandang desain, suatu pengurangan biaya produksi dapat dilakukan dengan mengoptimalkan bentuk badan kapal. Pengoptimalan bentuk badan kapal akan langsung terkait dengan biaya pengadaan material. Data penelitian yang digunakan sebagai objek penelitian adalah Kapal Feri Ro-Ro 1500 GT. Metode yang digunakan untuk menghitung besarnya hambatan kapal yaitu dengan metode Holtrop. Lalu metode Watson untuk menghitung estimasi berat baja. Penentuan model yang paling optimal dapat dilihat dari nilai objective function yang berasal dari hasil analisa data pada grafik. Hasil penelitian memperpanjang kapal akan berdampak pada kenaikan biaya baja yang dibutuhkan, tetapi terjadi pengurangan terhadap besarnya hambatan dan tenaga penggerak. Kapal varian tiga, merupakan kapal yang paling optimal. Selisih biaya terbesar adalah sekitar 2.206 milyar rupiah. Nilai ini ± 7% dari total biaya pengadaan yang termahal.
ANALISA JALUR EVAKUASI PENUMPANG KAPAL FERRY RORO KM ATHAYA DENGAN METODE PENDEKATAN SIMULASI Nofwan Saputra; Minto Basuki
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1955

Abstract

Penyebab utama tingginya jumlah korban jiwa dalam sebuah kecelakaan kapal di jalur pelayaran adalah dikarenakan kurangnya informasi mengenai jalur atau rute evakuasi yang harus dilalui penumpang bila terjadi kecelakaan kapal. Oleh sebab itu kajian mengenai jalur evakuasi utama didalam sebuah kapal saat terjadinya kecelakaan perlu dilakukan dengan cermat. Terutama untuk kapal yang mengangkut banyak penumpang seperti kapal ferry. Pada Skripsi ini akan dibahas simulasi evakuasi serta kajian waktu evakuasi penumpang di kapal dengan metode pendekatan simulasi. Untuk proses simulasi menggunakan software Pathfinder 2019. Data yang digunaan untuk pemodelan dan analisa pada penulisan skripsi ini adalah Kapal KM.Athaya yang dioperasikan oleh Jemla Ferry, sehingga setelah dilakukan pemodelan dan analisa diperoleh hasil perhitungan total waktu evakuasi untuk 798 penumpang yaitu 44 menit 10 detik dan ini memenuhi peraturan SOLAS yang mensyaratkan total waktu evakuasi penumpang pada kapal tidak lebih dari 60 menit.
OPTIMALISASI PEMILIHAN MESIN LAS DALAM OPERASIONAL SEBUAH GALANGAN KAPAL BERBASIS MANAJEMEN RISIKO Alif Wahfiuddin; Minto Basuki; Pramudya I. S.
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.2012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai Manajemen risiko operasional adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh semua perusahaan, baik perusahaan barang dan jasa. Hal ini dilakukan perusahaan untuk mengurangi bahkan menghilangkan risiko operasional tersebut, sehingga tidak menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui risiko operasional mesin las pada tiap-tiap galangan kapal, khususnya yang mempunyai galangan di sekitar kawasan laut. Seperti yang kita ketahui, mesin las ada banyak sekali jenisnya. Mulai dari teknologi yang digunakan (baik travo maupun inverter), ataupun dari jenis mesin la situ sendiri (SMAW, FCAW, GMAW GTAW) dan melakukan analisis data hasil survei guna mendapatkan alternatif solusi sebagai upaya optimalisasi menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil dari analisis AHP untuk perbandingan kriteria yang diwakili oleh aspek Harga Mesin, Kualitas, Kecepatan, Biaya, Purna jual dan keawetan mempunyai vektor prioritas secara berurutan adalah 0.41, 0.069, 0,68, 0,068, 0,18. Sehingga dari hasil tersebut dapat dijelaskan bahwa aspek hukum merupakan aspek terpenting terhadap implementasi dilanjutkan Harga Mesin, Kualitas, Kecepatan, Biaya, Purna jual dan keawetan . Adapun hasil dari penentuan alternatif strategi Beredsarkan penentuan harga, yang utama adalah Mesin SMAW dengan nilai vektor prioritas 0.26962. Prioritas kedua yang mempunyai nilai vektor prioritas 0.2543 adalah Mesin GMAW, Prioritaas ketiga yang mempunyai nilai vektor prioritas 0.24192 adalah Mesin FCAW, dan yang terakhir adalah Mesin GTAW yang bernilai 0,2417.
PENILAIAN RISIKO K3 PADA PENYEBERANGAN KETAPANG-GILI MANUK MENGGUNAKAN BOW-TIE RISK ASSESMENT Nasrululah P. N.; Minto Basuki; Pramudya I. S.
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1971

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan lingkungan kerja pelayaran yang aman dan terkendali bagi seluruh awak kapal dan penumpang dengan mengidentifikasi serta memitigasi risiko yang ada. Penelitian ini dilakukan dengan metode Bow-Tie Analysis (BTA), sedangkan pengumpulan data berupa peralatan keselamatan di kapal, kondisi lingkungan kapal, dan hal-hal terkait dilakukan dengan metode observasi langsung dan wawancara di salah satu kapal penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Dengan terwujudnya fasilitas dan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang baik di kapal, maka akan mengurangi risiko dan dampak dari risiko kecelakaan kapal tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KMP Nusa Makmur penyeberangan Gilimanuk-Ketapang masih belum memiliki alat-alat K3 sesuai dengan peraturan yang ada dan sesuai dengan jumlah kapasitas penumpang. Upaya serta keteraturan dalam menyediakan peralatan K3 harus dioptimalkan guna mengurangi dampak risiko K3 yang tidak pasti kapan akan terjadi.
KAJIAN PENGEMBANGAN INDUSTRI GALANGAN KAPAL DENGAN KONSEP 3E (ECONOMIES OF SCALE, ENERGI EFFICIENCY, ENVIRONMENTAL IMPROVEMENT) Muhamad Muzaki; Minto Basuki
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1994

Abstract

Sektor skala ekonomis, efisiensi energi dan pemberdayaan lingkungan menjadi poin penting dalam mengembangkan industri galangan kapal di Indonesia. Kajian mengenai tiga hal tersebut diyakini mampu memberikan stimulus yang baik bagi tiap-tiap galangan kapal dalam meningkatkan kualitas perusahaannya. Galangan kapal akan berdampak besar terhadap upaya pemerintah dalam memberdayakan potensi industri maritim Indonesia. Pengembangan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar proses industri dapat terus ditingkatkan. Masalah utama dan strategis dari ketiga poin penting di atas harus segera diselesaikan dengan rencana sistematis. Oleh sebab itu dibuatlah kajian mengenai pengembangan industri galangan kapal dengan konsep 3E, yang dalam hal ini merupakan kombinasi dari Economies of Scale (skala ekonomis), Energy Efficiency (efisiensi energi), dan Environmental Improvement (perbaikan lingkungan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP), yaitu metode pengambilan keputusan guna mengetahui alteratif terbaik dari banyak elemen pilihan. Data yang diambil adalah data lapangan dengan metode observasi dan kuesioner. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan kesimpulan bahwa alternatif tertinggi dari setiap bagian di dalam konsep 3E yaitu melakukan peningkatan mutu tenaga kerja dengan bobot 0,577; pemeliharaan mesin kerja dengan bobot 0,488; serta menyediakan dan memfungsikan sanitasi lingkungan yang baik dengan bobot 0,551.
Co-Authors A.A.B. Dinariyana AAB Dinariyana AAB Dinariyana Abdillah, Ikhwan Abrian Sistian Achmad Sholeh Achmad Sholeh, Achmad Ade, Putut Akhmad Miftahul Huda ALFARIZI, MUHAMMAD RIZAL Alfiatin Nuriyah Alfredo rana yosaka Alif Wahfiuddin Aningtyas, Nuris Samsi Anjasari, Putri Arjun Muhamad Suyuti Arkhilaus Obe Arul Efansyah Avellyn Shinthya Sari Bayu Setya Pratama Cesar Ivan Nugraha Dean Musa Pratama Sitompul Djauhar Manfaat Djauhar Manfaat Dwi Yantono Efansyah, Arul Egar, Gustavito Yakobus Egar Yakobus Erifive Pranatal F, Moh Syahroni Fajar, Rifki Fariya, Siti Firmansyah, Muhamad Iqbal Fortuna, Dhea Freitas, Julio de Deus Xavier Gatot Basuki HM Gerson Garcia Guterres Gustaf Wasito, Tuesdaysaka Gustavito Yakobus Egar Yakobus Egar Guteres, Mercia Pascoela Gacia Guterres, Gerson Garcia Guterres, Joao Hadi Kurniawan, Hadi Hildawan Mahendra, Oka Hildawan, Oka HM, Gatot Basuki I K, I Putu Andhi I. S., Pramudia I. S., Pramudya Ikhwan Abdillah Imawan, Pramudya Intan Baroroh Ishardwiyanto, M.Rizky Janah, Jati Ifah Julio de Deus Xavier Freitas Jumrotin Nisa Lestari Kustiawan, Aris Kusuma, Andhi Indira Kusuma, I Putu Andhi Indira Laksono, Agung Mat Syai’in Maulana, Mochamad Aldi Mei Yanarko Mercia Pascoela Gacia Guteres Muh. Adrian Ariq Maulana Muhamad Iqbal Firmansyah Muhamad Muzaki Muhammad Faris Putratama Muhammad Yasin Tuanaya Muzaki, Muhamad Nasrululah P. N. Nofwan Saputra Norita Prasetya Wardhani Nuriyah, Alfiatin Obe, Arkhilaus P, Candra Permana P. N., Nasrululah Prakaatmaja, Danny Djaya Pramudia I. S. Pramudya I. S. Pramudya Imawan Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan Santosa Pranatal, Erivife prastyawan, adi putra Pratama, Andhika Rafly Pratama, Ranu Yudistira Putut Ade Irawan Ramadhan, Muhammad Rifaldo Ranu Yudistira Pratama Raushanfikr, Mohammad Rekiana Jati Kusuma Rifki Fajar Rizky Saputra Aminata Rohmatulloh, M Ravi Rozi, Muhammad Fahrur Rukmono, Priyagung Harda Rum Sulaiman, Muhammad S., Pramudya I. Saputra, Nofwan Sasongko, Sukendro Broto Satria Ambara Iriawan, Satria Ambara Setyawan, Krisna Setyo Nugroho Setyo Nugroho Sholihah, Irma Rif'atus Sistian, Abrian Sitompul, Dean Musa Pratama Soejitno Soejitno Sofia Sofia, Sofia Suejitno, Suejitno Sulthan Shalahuddin Anhar Sutantio, Erian Syai’in, Mat Taequi, Agosto Tanu, Yoga Tsalist, Vahmy Brata Vahmy Brata Tsalist Wahfiuddin, Alif Wahyuningtias, Novi WK, Mas Nabilah Yanarko, Mei Yantono, Dwi Z. B, Maria Margareta