Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu Obat Skabisida Topikal Saftia Aryzki; Iwan Yuwindry
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7284

Abstract

: Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (kutu kecil) yaitu Sarcoptes scabieis varietas hominis. Penyakit tersebut merupakan masalah kesehatan masyarakat terutama di wilayah beriklim tropis dan subtropis. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dagisibu obat skabisida topical dan cara pemakaian melalui ceramah langsung serta pemberian brosur. Pengabdian dilaksanakan di Balai Kecamatan Pemurus Luar pada hari Sabtu 18 Juni 2022 dengan jumlah peserta 54 orang. Peserta dengan kelompok usia lebih dari 50 tahun merupakan target usia pertama pada pengabdian ini. Tahap awal pelaksanaan yaitu pemberian edukasi, setelah itu dilakukan diskusi tanya jawab dan terakhir tahap evalusi hasil dari kegiataan. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi dengan rata-rata nilai untuk pretest sebesar 100.000 dan posttest sebesar 100.000. Kesimpulan dari kegiatan ini hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi terkait DAGUSIBU bahwa sebelum adanya pemaparan (pre-test) memiliki presentase pengetahuan sebanyak 30%, sedangkan sesudah pemaparan (post-test) mengalami peningkatan dengan presentase sebanyak 39%. Scabies is a skin disease caused by mites (small lice), namely Sarcoptes scabies varieties hominins. The disease is a public health problem, especially in tropical and subtropical climates. This community service aims to increase public knowledge about the Dagitibu Topical Scabetic Drugs and how to use them through direct lectures and giving brochures. The dedication was held at the Pemuru Luar District Hall on Saturday, 18 June 2022, with 54 participants. Participants with an age group of more than 50 years are the first age target in this service. The initial stage of implementation is the provision of education; after that, a question and answer discussion is carried out and finally, the evaluation stage of the results of activities. The activity's success is evaluated by providing a pretest and posttest. The evaluation results showed increased public knowledge after education, with an average value for a pretest of 100,000 and a posttest of 100,000. The conclusion from this activity, the evaluation results show an increase in public knowledge after being given education related to Dagusibu that before the presentation (pretest), had a percentage of knowledge of 30%, whereas after the posttest) increased with a percentage of 39%. 
AKTIVITAS EKSTRAK BONGGOL NANAS (ANANAS COMOSUS L. MERR) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Nabila Khairina; Dede Mahdiyah; Iwan Yuwindry; Danan Danan
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 10, No 1 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v10i1.8768

Abstract

Bakteri Streptococcus mutans penyebab utama karies gigi memiliki persentase resistensi terhadap antibiotik cefotaxime, tetrasiklin, levofloksasin sebesar 50%, sedangkan terhadap antibiotik kloramfenikol resistensi sudah mencapai 100%. Resistensi bakteri yang terjadi menimbulkan kekhawatiran munculnya multi drug resistant yang akhirnya akan semakin mempersulit proses terapi penderita penyakit infeksi, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan adanya upaya untuk mengeksplorasi bahan alam untuk terapi alternatif. Salah satunya adalah bonggol buah nanas, dimana terdapat banyak metabolit sekunder didalamnya, salah satunya bromelin. Mengidentifikasi aktivitas ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus L. Merr) sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Jenis penelitian eksperimen yaitu True Eksperimental Desain penelitian yang digunakan Posttest-Only Control Group Design dengan memberikan perlakuan pada kelompok eksperimen ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus L. Merr) dengan konsentrasi 50%, 75% dan 100% dibandingkan dengan kontrol positif antibiotik kloramfenikol dan kontrol negatif menggunakan DMSO. Aktivitas daya hambat dengan metode sumuran yang terkecil terdapat pada konsentrasi 50% yaitu dengan rata-rata 19,53 mm. Hasil KHM pada konsentrasi 75% dan KBM pada konsentrasi 100% yang mempunyai rata-rata <100 koloni. Hasil nilai signifikansi uji Krusskal Wallis sebesar 0,007(p < 0,05), hal ini berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus l. Merr) 50%, 75%, dan 100% dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yang terkandung pada bonggol nanas (Ananas comosus L. Merr) tersebut diduga mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.
Persepsi Apoteker Tentang Penerapan Telefarmasi Di Apotek: Persepsi Apoteker Tentang Penerapan Telefarmasi Di Apotek Muhammad Naufal; Iwan Yuwindry; Muhammad Rizali
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 3 No 2 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v3i2.249

Abstract

Background: The pharmacist's perception is important to find out whether a pharmacy can implement telepharmacy, which is a new innovation in the pharmaceutical field that requires adaptation in implementation, especially in pharmacies to provide high quality pharmaceutical services to the community. Objective: This study was to determine the pharmacist's perception of the implementation of telepharmaceuticals in pharmacies. Methods: In this study using quantitative methods with analytical observational design, namely cross sectional research design and sampling technique in this study using Consecutive Sampling technique. Results: based on the results of research with 134 pharmacist respondents, it shows that pharmacists' perceptions of telepharmacy implementation in pharmacies show positive perceptions of drug insurance as much as 120 (89.5%), on drug prices 107 (79.8%) positive perceptions, on consumer rights have a positive perception of 130 (97%), on the convenience obtained using telepharmaceuticals have a positive perception of 133 (99.3%), on the regulations governing telepharmacy have a positive perception of 133 (99.3%), and on the risk of selling drugs through telepharmaceutical applications had a positive perception of 84 (62.7%). But only as many as 32 (23.9%) pharmacists who apply telepharmacy in pharmacies seen from the pharmacist's interest in implementing telepharmacy in pharmacies as many as 101 (75.4%) pharmacists are interested in implementing telepharmacy. Conclusion: Pharmacists' perceptions of telepharmacy implementation in pharmacies on drug assurance, drug prices, consumer rights, convenience, regulation, and telepharmacy risks are positive. Keywords: Pharmacy , pharmacist ,perception, telepharmacy
Pengaruh Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Terhadap Efek Samping Vaksinasi Covid-19 di Universitas Sari Mulia: Pengaruh Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Terhadap Efek Samping Vaksinasi Covid-19 di Universitas Sari Mulia Darini Kurniawati; Iwan Yuwindry
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 3 No 2 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v3i2.281

Abstract

Background: In general, the side effects that arise after the vaccine vary. In general, mild and temporary and not always there and depending on the condition of the body. Effects such as fever and muscle aches or redness at the injection site are normal but still need to be monitored. The benefits of vaccines far outweigh the risks of getting sick from being infected if not vaccinated. If a Post-Immunization Follow-up Event (KIPI) occurs, it can be reported to the Health Facility where the vaccination is given, then it will be followed up by the focal point in each Health Service and reviewed by the KIPI Study and Management Committee in each region and nationally. To find out how the level of student understanding influences the side effects of the COVID-19 vaccination at Sari Mulia University, Banjarmasin. Objective: Knowing how to influence the level of student understanding of the side effects of COVID-19 vaccination at Sari Mulia University, Banjarmasin. Methods: This study used a descriptive observational cross-sectional design with purposive sampling with inclusion and exclusion criteria set by researchers at Sari Mulia University, Banjarmasin. Data analysis using Naranjo. Results: The results of the research on the incidence rate of drug side effects in the covid-19 vaccine in Sari Mulia University students obtained Probable results as many as 60 respondents, Possible as many as 23 respondents and Doubtful as many as 7 respondents. The results of the statistical analysis of the chi-square test using SPSS. Conclusion: Knowledge questionnaires that have an effect are place of residence, faculty and type of vaccine while age and gender do not affect knowledge. And for the Naranjo questionnaire, the factors that have an effect are the faculty and place of residence, while gender, age and type of vaccine have no effect. The alternative hypothesis (Ha) was accepted because it found that there was an effect on the level of student knowledge on the side effects of the Covid-19 vaccination at Sari Mulia University, Banjarmasin. Meanwhile, the null hypothesis (Ho) was rejected because there was no effect on the level of student knowledge on the side effects of the Covid-19 vaccination at Sari Mulia University, Banjarmasin. Keywords: Vaccines, Knowledge, Naranjo
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Gel Handsanitizer Ekstrak Akar Purun Danau (Lepironia articulata) Sebagai Antibakteri Hairunnisa Hairunnisa; Setia Budi; Iwan Yuwindry
Sains Medisina Vol 1 No 6 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gel handsanitizer yang beredar di masyarakat sebagian besar mengandung alkohol. Penggunaan alkohol secara berlebihan dapat memicu iritasi dan rasa terbakar pada kulit. Pada akar purun danau (Lepironia articulata) mengandung flavonoid, tanin dan saponin yang berperan sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan Mengetahui bahwa ekstrak akar purun danau (Lepironia articulata) dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel handsanitizer dan memenuhi evaluasi sediaan yang baik. Sediaan gel handsanitizer ekstrak akar purun danau dibuat dalam 3 formulasi dengan variasi konsentrasi ekstrak akar purun danau 3%, 4% dan 5%. Hasil pengamatan yang dilakukan pada sediaan gel handsaniitzer ekstrak akar purun danau pada pengamatan organoleptis didapatkan hasil formula 1 yang baik terhadap tekstur sedangkan warna dan bau 3 formulasi memiliki hasil yang sama. Pada pengamatan homogenitas didapatkan hasil ketiga formulasi homogen. Pada uji pH didapatkan hasil formula 1 memenuhi kriteria. Pada uji bobot jenis didapatkan ketiga formulasi tidak memenuhi kriteria. Pada uji viskositas dan sifat alir didapatkan memiliki sifat pseudoplastis dan tidak memenuhi nilai rentang spesifikasi. Pada uji daya antiseptik memenuhi kriteria. Penelitian ini perlu pengembangan formulasi untuk mendapatkan evaluasi fisik yang optimal.
KAJIAN DAMPAK EFEK SAMPING PENGGUNAAN OBAT OFF LABEL PADA PASIEN SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS (SLE) TERHADAP BIAYA KESEHATAN Iwan Yuwindry; Yusri Yusri; Hansel Hens Tangkas
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2023): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v8i2.1313

Abstract

The main problem in conducting lupus treatment is that most drugs for the therapy provided have not been authorized so that they are still included in the class of off-label drugs for the treatment of lupus. The purpose of this study was only to see the impact of side effects of off-label drugs on health costs. This study was conducted using a cross-sectional method by means of a survey using the Naranjo Algorithm instrument (PESO Book) to determine the level of incidence of side effects that exist in LSE therapy using off-label drugs and calculate the health costs of lupus patients. The results showed that the most respondents were in adulthood (19 respondents  47.5%), then the most respondents were female (37 respondents or 92.5%). Data on the incidence of side effects obtained the most respondents in the Probable category (most likely to occur ROM) of 14 respondents or 35%. In addition, data on health costs incurred by more respondents experienced an increase, namely 23 respondents or 57.5%. The research data shows the calculated r value is 0.3044 and the Sig (2-tailed) value is 0.000 with a confidence level (CI) of 0.05. The results of the analysis clearly show that there is a significant relationship between the side effects of using off-label drugs on the health costs of lupus patients, where if the value of side effects experienced by respondents is high, the value of respondents' health costs is also high.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Terhadap Pernikahan Dini di Pondok Pesantren Kampung Baru Mailinda Sari; Istiqamah Istiqamah; Iwan Yuwindry; Nur Lathifah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1060

Abstract

Pendahuluan: Pernikahan dini merupakan pernikahan pada remaja yang terjadi pada usia di bawah 19 tahun, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Kabupaten Banjar merupakan Kabupaten no 3 tertinggi se Kalimantan Selatan. Kasus pernikahan dini di Kecamatan Beruntung Baru terus meningkat dari tahun 2020 hingga 2022. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pernikahan dini. Metode: Jenis penelitian analitik dilakukan dengan metode kuantitatif dan pendekatan cross-sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah santri kelas 1, 2, dan 3 tingkat ulya (SMA) dengan rentang usia 16 – 18 tahun di Pondok Pesantren Kampung Baru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah minimal 62 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Spearman rank (p < 0,05). Hasil: Berdasarkan hasil analisis uji Spearman rank menunjukkan p = 0.011 < α (0.05), maka disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yaitu ada hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pernikahan dini di pondok pesantren Kampung Baru. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja terhadap pernikahan dini, dengan p-value 0.011 < α (0.05).
Studi Deskriptif Jenis Anemia Berdasarkan Mean Corpuscular Haemoglobin (Mch) Pada Ibu Hamil di RSUD KH. Mansyur Kintap Kabupaten Tanah Laut Izatil Afifah; Istiqamah Istiqamah; Iwan Yuwindry; Susanti Suhartati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1064

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan hasil data World Health Organization (WHO) sebesar 38,2% Ibu hamil yang mengalami anemia di dunia. Di Indonesia, ibu hamil dengan kadar Hb di bawah 11 g/dl presentase sebesar 30% dari populasi ibu hamil, sedangkan kadar Hb di bawah 7 g/dl (anemia berat) sebesar 0,5%. Data-data ibu hamil dengan anemia menunjukkan bahwa anemia masih memerlukan penanganan di Indonesia. Kadar Hb anemia diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu anemia berat, anemia sedang, dan anemia ringan. Konsentrasi Hb selama kehamilan akan menurun. Mean Corpuscular Haemoglobin (MCH) merupakan indeks eritrosit yang dapat dinilai untuk menentukan jenis anemia, yaitu anemia hipokromik mikrositik <28 pg (menurun), anemia normokromik normositik 28-34 pg (normal). Tujuan: Mengetahui gambaran jenis anemia berdasarkan mean corpuscular haemoglobin pada ibu hamil di RSUD KH. Mansyur Kintap, Kabupaten Tanah Laut, tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuatitatif yang bertujuan mengetahui gambaran jenis anemia berdasarkan mean corpuscolar haemoglobin pada ibu hamil di RSUD KH. Mansyur tahun 2023. Hasil: Sebanyak 118 sampel, anemia ringan (51,7%, n=61), anemia sedang (48,3%, n=57), dan tidak ditemukan anemia berat. Gambaran jenis MCH (menurun) anemia hipokromik mikrositik (100%, n=118); tidak ditemukan anemia normokromik normositik maupun anemia makrositer. Berdasarkan indeks eritrosit menunjukan anemia hipokromik mikrositik memiliki presentase terbanyak dan nilai hb anemia ringan dengan presentase tebanyak. Simpulan: Penelitian ini merupakan hasil pemeriksaan anemia pada ibu hamil berdasarkan pemeriksaan indeks eritrosit (MCH) di RSUD KH. Mansyur Kintap 2023 sebagian besar mengalami anemia ringan dan anemia hipokromik mikrositik.
Penjaringan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Baru Izatil Afifah; Istiqamah Istiqamah; Iwan Yuwindry; Susanti Suhartati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1065

Abstract

Pendahuluan: Ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik dapat dilihat dari pengukuran lingkar lengan atas (LiLA) yang <23,5 cm. Komplikasi pada ibu hamil KEK bukan hanya berdampak pada ibu, tetapi juga pada janin, yaitu terjadinya anemia, persalinan sebelum waktunya, keguguran, anemia pada bayi, dan BBLR. Kabupaten Banjar berada di urutan kesepuluh dari 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Puskesmas Beruntung Baru pada tahun 2023 memiliki sasaran ibu hamil sebanyak 283 orang dan sasaran ibu hamil KEK sebanyak 33 orang. Ibu hamil KEK dari Januari sampai Juni tercatat sebanyak 23 orang. Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik (KEK). Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Baru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah ceklis. Analisis data secara univariat. Hasil: Berdasarkan hasil distribusi frekuensi umur mayoritas tidak berisiko 20-35 tahun sebanyak 19 orang (63,3%0, distribusi frekuensi paritas mayoritas multipara sebanyak 10 orang (33,3%), distribusi frekuensi jarak kehamilan mayoritas ≥2 tahun sebanyak 19 orang (63,3%), distribusi frekuensi pemeberian makanan tambahan mayoritas ibu hamil yang tidak diberikan makanan tambahan sebanyak 25 orang (83,3%) dan distribusi frekuensi kunjungan ANC mayoritas sesuai dengan usia kehamilan sebanyak 18 orang (60%). Simpulan: Berdasarkan karakteristik umur, paritas, dan jarak kehamilan, saling berkaitan dengan terjadinya ibu hamil kekurangan energi kronik. Pemberian makanan tambahan dan kunjungan ANC.
Studi Farmakovigilans Efek Samping Obat Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Ulin Banjarmasin: Pharmacovigilance Study of Hypertension Drug Side Effects in Outpatients at Ulin General Hospital Banjarmasin Viviana Viviana; Darini Kurniawati; Ani Agustina; Iwan Yuwindry
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11951

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi medis yang tidak menular, namun menjadi pemicu utama penyakit jantung dan stroke. Efek samping penggunaan obat hipertensi dipengaruhi oleh durasi pemakaian jangka panjang serta peningkatan dosis obat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengkajian terkait efek samping obat hipertensi menggunakan Algoritma Naranjo.Tujuan Penelitian mengetahui kejadian efek samping yang terjadi pada pengobatan hipertensi dan mengidentifikasi ketegori efek samping dengan Naranjo.Metode Observasional Analitik pendekatan Cross Sectional dan kuisioner Algoritma Naranjo untuk mengetahui kategori efek samping obat. Didapatkan hasil efek samping yang dirasakan 36 responden yaitu batuk kering 13 responden (36,11%), kaki bengkak11 responden (30,55%), pusing 8 responden (22,22%), sakit kepala dan kadang sulit tidur 2 responden (5,55%), sakit kepala 1 responden (2,77%) dan batuk kering disertai sakit kepala 1 responden (2,77%). Berdasarkan kuesioner Naranjo diperoleh 14 responden (38,88%) Possible, dan 22 responden (61,11%) Probable. Obat yang menimbulkan kejadian efek samping yaitu Captopril, Amlodipine, Candesartan, Bisoprolol, dan Propanolol. Dapat disimpulkan bahwa 36 responden mengalami efek samping dari obat hipertensi yaitu batuk kering, kaki bengkak, pusing, sakit kepala dan kadang sulit tidur, sakit kepala, dan batuk kering disertai sakit kepala. Berdasarkan Algoritma Naranjo 14 responden (Possible), dan 22 responden (Probable).