Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Semen Ayam Kampung Pada Suhu 3-5oc Pada Pengenceran Fosfat Kuning Telur Dengan Penambahan Laktosa Situmorang, Rahel; Bebas, Wayan; Trilaksana, I G. N. B.
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.822 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan laktosa pada pengenceran fosfat kuning telur terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung yang disimpan pada suhu 3-5º C. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat kelompok perlakuan yaitu: Kontrol yaitu pengencer tanpa penambahan laktosa (T1), pengencer + laktosa 0,3w/v % ( T2 ), pengencer + laktosa 0,6 w/v % ( T3 ), pengencer + laktosa 1,2 w/v % ( T4 ). Sumber semen berasal dari 2 ekor ayam kampung jantan sehat lalu dihomogenkan dan dilakukan pemeriksaan secara makroskopis dan mikroskopis. Pengenceran dilakukan dengan mencampurkan kuning telur terhadap larutan PBS dengan konsentrasi 20%. Pengenceran dilakukan dengan konsentrasi spermatozoa 150 x 106/ml pengencer. Semen yang telah diencerkan disimpan pada refrigerator dengan suhu 3-5oC. Pengamatan dilakukan setiap 12 jam terhadap motilitas progresif dan daya hidup spermatozoa sampai motilitas di bawah 40% dan daya hidup di bawah 45%, data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians, selanjutnya dilakukan pengujian statistik dengan menggunakan General Linear Model (Multivariate). Apabila terdapat perbedaan yang nyata dilakukan uji lanjutan menggunakan uji Duncan, penghitungan statistik menggunakan SPSS 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan penambahan laktosa berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung. Penambahan konsentrasi 0,6 w/v % memberikan hasil terbaik dan lama penyimpanan juga berpengaruh terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa, dimana semakin lama penyimpanan semen maka semakin rendah motilitas dan daya hidup spermatozoa.
Efektivitas Penambahan berbagai Konsentrasi Glutathion terhadap Daya Hidup dan Motilitas Spermatozoa Sapi Bali Post Thawing Syarifuddin, Annisya; DEWI INDIRA LAKSMI, DESAK NYOMAN; BEBAs, I WAYAN
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.337 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Efektivitas Penambahan Berbagai Konsentrasi Glutathion terhadap Daya Hidup dan Motilitas Spermatozoa Sapi Bali Post Thawing”.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kelompok perlakuan : Kontrol semen yang diencerkan dengan andromed tanpa penambahan glutathion, G1 semen yang diencerkan dengan andromed ditambahkan konsentrasi 0,5 mM glutathion, G2 konsentrasi 1,0 mM glutathion, dan G3 konsentrasi 1,5 mM glutathion. Masing-masing perlakuan diulang 6 kali, sehingga sampel yang digunakan sebanyak 24 sampel.Hasil penelitian untuk rata-rata daya hidup secara berturut-turut adalah : 55,00 ± 6,33, 57,50 ± 4,18, 65,00 ± 4,47 dan 55,83 ± 5,85. Untuk motilitas progresif secara berturut-turut adalah : 53,33 ± 4,08, 56,67 ± 4,08, 63,33 ± 4,08 dan 54,17 ± 3,76.Indonesia Medicus Veterinus 2012 1(2) : 173 - 185Dengan analisis uji sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan glutathion menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap daya hidup dan motilitas. Uji lanjutan kemudian dilakukan dengan uji wilayah Duncan dan diperoleh rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan Kontrol nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G1, G2, dan G3. Rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan G1 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G2. Rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan G2 nyata lebih banyak (P<0,05) dibandingkan perlakuan Kontrol, G1, dan G3. Rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan G3 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G1 dan G2.Pada motilitas spermatozoa perlakuan Kontrol nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G1, G2, dan G3. Rata-rata persentase motilitas spermatozoa pada perlakuan G1 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G2. Rata-rata persentase motilitas spermatozoa pada perlakuan G2 nyata lebih banyak (P<0,05) dibandingkan perlakuan Kontrol, G1, dan G3. Rata-rata persentase motilitas spermatozoa pada perlakuan G3 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G2 dan G3.
Lama Penyimpanan Semen Burung Puyuh pada Suhu 29ºC dengan Pengencer Fosfat Kuning Telur Terhadap Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Putri, Priscilla Mariani Sariyono; Budiasa, Made Kota; Bebas, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.088 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan semen burung puyuh pada suhu 29ºC dengan pengencer fosfat kuning telur terhadap motilitas dan viabilitas Spermatozoa untuk keperluan inseminasi buatan. Syarat keberhasilan pada proses inseminasi buatan adalah motilitas spermatozoa diatas 40% dan viabilitas diatas 45%. Pengamatan motilitas dan viabilitas semen burung puyuh yang disimpan pada suhu 29ºC dengan pengencer Fosfat kuning telur dilakukan selama 12 jam dengan interval waktu dua jam pengamatan yakni pada waktu penyimpanan 0, 2, 4, 6, 8, 10, dan 12 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan motilitas dan viabilitas spermatozoa puyuh selama 12 jam pengamatan secara umum mengalami penurunan. Kesimpulannya adalah penurunan motilitas dan viabilitas spermatozoa puyuh ini seiring dengan lama waktu penyimpanan, semakin lama waktu penyimpanan menyebabkan persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa yang diperoleh semakin menurun.
Penambahan Alfa Tokoferol dalam Pengencerterhadap Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Pelung Pada Suhu 4?c Hendiyani, Melia; Bebas, Wayan; Budiasa, Made Kota
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.17 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai konsentrasi ?-tocopherol pada pengencer fosfat kuning telur terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam pelung yang disimpan pada suhu 4ºC selama 24 jam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Masing-masing T0 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur tanpa ditambah ?-tocopherol sebagai kontrol), T1 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur ditambah dengan ?-tocopherol 300 µg/mL), T2 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur ditambah dengan ?-tocopherol 400 µg/mL), T3 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur ditambah dengan ?-tocopherol 500 µg/mL). Masing-masing perlakuan terdiri dari 6 ulangan sehingga jumlah sampel yang digunakan sebanyak 24. Variabel yang diamati adalah motilitas dan daya hidup spermatozoa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan General Linear Model (Multivariate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ?-tocopherol dalam pengencer fosfat kuning telur berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya hidup dan motilitas spermatozoa ayam pelung. Konsentrasi ?-tocopherol 400 µg/mL merupakan konsentrasi terbaik dalam mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam pelung yang disimpan pada suhu 4oC selama 24 jam.
Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Dalam Pengencer Glukosa Kuning Telur Fosfat pada Penyimpanan 3-5 °C Maya Mayesta, Dyonesia Dimitri; Trilaksana, I Gusti Ngurah; Bebas, Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (1) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.196 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini ingin diketahui penambahan glukosa pada pengencer kuning telur fosfat dalam mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung yang disimpan pada suhu 3- 5°C. Pada penelitian ini dilakukan penambahan glukosa pada bahan pengencer kuning telur fosfat dengan berbagai konsentrasi yaituglukosa 0,3 w/v%, 0,6w/v % dan 1,2 w/v %, serta kontrol yaitu tanpa penambahan glukosa. Pengujian statistik dengan menggunakan General Linear Model (Multivariate)menunjukkan bahwa penambahan glukosa secara nyata (p<0,05) dapat mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung pada pengencer kuning telur fosfat yang disimpan pada suhu3-5°Cbila dibandingkan dengan kontrol. Uji lanjutan dengan menggunakan uji Duncan menunjukkan bahwa penambahan glukosa dengan konsentrasi 0,6 w/v % memberikan hasil yang terbaik terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung pada pengencer kuning telur fosfat yang disimpan pada suhu 3-5°C. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan 0,6 w/v % glukosa di dalam pengencer kuning telur fosfat merupakan dosis optimum dalam mempertahankan kualitas semen cair ayam kampung yang disimpan pada suhu 3-5°C.Kesimpulan dari penelitian ini adalah glukosa dapat meningkatkan motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung.
Penyimpanan Spermatozoa Anjing Kintamani dengan Kuning Telur dan Bovine Serum Albumin 1% Terhadap Motilitas dan Daya Hidup SAFITRI, NUR ANIS; BEBAS, WAYAN; KOTA BUDIASA, MADE
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (3) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.128 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama penyimpanan semen anjing kintamani pada bahan pengencer kuning telur fosfat yang ditambah BSA 1% terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 7 perlakuan lama penyimpanan yaitu T0: disimpan selama 0 jam (kontrol), T1: disimpan selama 12 jam,T2 : disimpan selama 24 jam,T3: disimpan selama 36 jam,T4: disimpan selama 48 jam,T5: disimpan selama 60 jam,T6: disimpan selama 72 jam, T7 : disimpan selama 84 jam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata (X±SD) motilitas spermatozoa anjing kintamani pada perlakuan T0, T1, T2, T3, T4, T5, T6 danT7 berturut-turut adalah sebagai berikut : 90,0 ± 0,000 ; 87,33 ± 1,115 ; 85,67 ± 0,577 ; 84,33 ± 0,577 ; 80,33 ± 0,577 ; 70,33 ± 0,577 ; 62,33 ± 3,215 ; 29,00 ± 2,646 dan daya hidup spermatozoa anjing kintamani pada perlakuan T0, T1, T2, T3, T4, T5, T6 danT7 berturut-turut adalah sebagai berikut : 95,00 ± 0,000 ; 92,00 ± 1,000 ; 90,00 ± 1,000 ; 89,00 ± 1,000 ; 85,00 ± 1,000 ; 75,00 ± 1,000 ; 64,33 ± 3,055 ; 39,67 ± 7,572. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan: lama penyimpanan berpengaruh terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa anjing kintamani. Penyimpanan semen selama 60 jam masih layak untuk digunakan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan: lama penyimpanan berpengaruh terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa anjing kintamani. Penyimpanan semen selama 60 jam masih layak untuk digunakan.
Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Kampung dengan Penambahan Astaxanthin pada Suhu 3– 5o C INDRAWATI, DEVI; BEBAS, WAYAN; TRILAKSANA, I G N B
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.593 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan astaxanthin pada pengenceran kuning telur fosfat terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung yang disimpan pada suhu 3-50C. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima kelompok perlakuan yaitu : kontrol pengencer (T1), pengencer + etanol 0.05% (T2), pengencer + astaxanthin 0,001 w/v % (T3), pengencer + astaxanthin 0,002 w/v % ( T4 ), pengencer + astaxanthin 0,004 w/v % ( T5 ). Sumber semen berasal dari 8 ekor pejantan sehat lalu dihomogenkan dan dilakukan pemeriksaan secara makroskopis dan mikroskopis. Pengenceran dilakukan dengan pengencer fosfat kuning telur dengan konsentrasi kuning telur 10%. Pengenceran dilakukan dengan konsentrasi spermatozoa 150 x 106/ml pengencer. Semen yang telah diencerkan disimpan pada refrigerator dengan suhu 3-5oC. Pengamatan dilakukan setiap 12 jam terhadap motilitas progresif dan daya hidup spermatozoa sampai motilitas dibawah 40% dan daya hidup dibawah 45%, Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians, selanjutnya dilakukan pengujian statistik dengan menggunakan General Linear Model (Multivariate). Apabila terdapat perbedaan yang nyata dilakukan uji lanjutan menggunakan uji Duncan, penghitungan statistic menggunakan SPSS 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan penambahan antioksidan astaxanthin menunjukkan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung. Penambahan konsentrasi 0,004 w/v% memberikan hasil terbaik dan lama penyimpanan juga berpengaruh terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa, semakin lama penyimpanan semakin rendah motilitas dan daya hidup spermatozoa.
Glukosa-Astaxanthin Meningkatkan Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Kampung yang Disimpan pada Suhu 3-5°C Dolly Octa, I Gusti Ngurah Agung; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus; Bebas, Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (1) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.509 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini ingin diketahui penambahan glukosa, astaxanthin dan kombinasi glukosa dengan astaxanthin pada pengencer kuning telur fosfat dalam mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung yang disimpan pada suhu 3-5°C .  Pada penelitian ini dilakukan penambahan glukosa 0,6 w/v %, astaxanthin 0,004 w/v % dan kombinasi glukosa 0,6w/v %,  dengan astaxanthin 0,004 w/v % serta kontrol tanpa glukosa dan astaxanthin pada pengencer kuning telur fosfat. Pengujian statistik dengan menggunakan General Linear Model (Multivariate) menunjukkan bahwa penambahan glukosa, astaxanthin, dan kombinasi glukosa dengan astaxanthin secara nyata (p<0,05) dapat mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung pada pengencer kuning telur fosfat yang disimpan pada suhu 3-5°C. Uji lanjutan dengan menggunakan uji Duncan menunjukkan bahwa penambahan kombinasi glukosa 0,6 w/v %  dengan astaxanthin 0,004 w/v % memberikan hasil yang paling terbaik dalam mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung pada pengencer kuning telur fosfat yang disimpan pada suhu 3-5°C. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan kombinasi 0,6 w/v % glukosa dengan 0,004 w/v % astaxanthin dapat bekerja secara sinergis pada kunig telur fosfat dalam mempertahankan kualitas semen cair ayam  kampung  yang  disimpan  pada  suhu 3-5°C. Kesimpulan dari penelitian ini adalah glukosa- astaxanthin dapat meningkatkan motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung.
Penggunaan Berbagai Kuning Telur Sebagai Bahan Pengencer Terhadap Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Pelung Widiastuti, Wayan Arni; Bebas, Wayan; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (3) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.434 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.3.252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan berbagai macam kuning telur dalam bahan pengencer fosfat kuning telur terhadap motilitas progresif dan daya hidup spermatozoa ayam pelung yang disimpan pada suhu 4ºC selama 48 jam. Penampungan semen menggunakan metode pemijatan kemudian diencerkan dengan tiga pengencer kuning telur berbeda sebagai perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak delapan kali sehingga jumlah sampel yang digunakan adalah 24 sampel. Perlakuan terdiri dari T1 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur ayam ras), T2 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur puyuh), dan T3 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur bebek). Variabel yang diamati adalah motilitas progresif dan daya hidup spermatozoa ayam pelung. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa ketiga pengencer fosfat kuning telur berpengaruh nyata terhadap motilitas progresif dan daya hidup spermatozoa ayam pelung. Uji lanjutan menggunakan uji Duncan menunjukkan pengencer fosfat kuning telur bebek memberikan hasil yang paling optimal dalam mempertahankan motilitas progresif dan daya hidup spermatozoa ayam pelung yang disimpan pada suhu 4ºC selama 48 jam.
Penambahan ?-Karoten untuk Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Anjing Kintamani yang Diencerkan Bovine Serum Albumin Subagyo, Widodo Cipto; Bebas, Wayan; Budiasa, Made Kota
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (5) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.988 KB)

Abstract

Anjing kintamani merupakan hewan peliharaan yang berfungsi sebagai hewan kesayangan, penjaga maupun peliharaan. Namun dalam usaha pembudidayaannya sering mengalami kesulitan, sehingga perlu diterapkan inseminasi buatan (IB). Walaupun demikian perlu diperhatikan bahwa kualitas semen yang diperoleh harus baik. Pada saat proses pengambilan, pengenceran dan penyimpanan semen berlangsung akan terjadi reaksi antara spermatozoa dengan oksigen yang akan menyebabkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan ?-karoten terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa anjing kintamani yang diencerkan dengan BSA kuning telur fosfat yang disimpan pada suhu 50C. Penelitian ini menggunakan anjing jantan kintamani yang berumur 2,5 tahun. Setelah semen diambil dibuatkan pengencer kuning telur fosfat + BSA 1% dan ?-karoten konsentrasi 0,001%, konsentrasi 0,002%, dan konsentrasi 0,003%. Pengencer BSA kuning telur fosfat tanpa campuran (sebagai kontrol) pengencer BSA kuning telur fosfat ditambah dengan etanol 0,05 ml (sebagai kontrol etanol). Selanjutnya semen anjing yang sudah di beri BSA kuning telur fosfat dan ?-karoten disimpan pada suhu 50C. Pemeriksaan motilitas dan daya hidup spermatozoa dilakukan setiap 12 jam selama 60 jam. Pemeriksaan motilitas dilakukan terhadap spermatozoa yang memiliki gerakan progresif dan pemeriksaan daya hidup dilakukan dengan pewarnaan eosin negrosin. Rataan hasil penelitian terhadap motilitas spermatozoa anjing kintamani dengan waktu pengamatan 0 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, dan 60 jam. Pada kelompok T0 adalah : 85,00±0,00%, 83,80±0,84%, 74,20±0,84%, 63,40±1,67%, 52,60±2,51%, 41,80±3,35%. Pada kelompok T1 adalah : 85,00±0,00%, 83,80±0,45%, 74,40±1,14%, 63,60±1,95%, 52,80±2,78%, 42,00±3,61%. Pada kelompok T2 adalah : 85,00±0,00%, 83,80±0,84%, 74,40±1,14%, 63,60±1,95%, 52,80±2,78%, 42,00±3,61%. Pada kelompok T3 adalah : 85,00±0,00%, 84,40±0,55%, 76,00±0,71%, 66,40±1,52%, 56,80±2,39%, 47,20±3,27%, dan pada kelompok T4 adalah : 85,00±0,00%, 83,00±1,73% 75,40±0,89%, 65,20±1,30%, 55,00±1,73%, 45,00±2,24%. Rataan hasil penelitian terhadap daya hidup spermatozoa anjing kintamani dengan waktu pengamatan 0 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, dan 60 jam. Pada kelompok T0 adalah : 95,00±0,00%, 93,80±0,84%, 84,20±0,84%, 73,40±1,68%, 62,60±2,51%, 51,80±3,35%. Pada kelompok T1 adalah : 95,00±0,00%, 93,80±0,45%, 84,40±1,14%, 73,60±1,95%, 62,80±2,78%, 52,00±3,61%. Pada kelompok T2 adalah : 95,00±0,00%, 93,80±0,84%, 84,40±1,14%, 73,60±1,95%, 62,80±2,78%, 52,00±3,61%. Pada kelompok T3 adalah : 95,00±0,00%, 94,40±0,55%, 86,00±0,71%, 76,40±1,52%, 66,80±2,39%, 57,20±3,27%, dan pada kelompok T4 adalah : 95,00±0,00%, 93,00±1,73%, 85,40±0,89%, 75,20±1,30%, 65,00±1,73%, 54,80±2,17%. Analisis dan pengujian statistik dilakukan dengan General Linear Model (Multivariate), hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa penambahan ?-karoten memberikan perbedaan yang nyata (p<0,05) terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa anjing kintamani yang diencerkan dengan BSA kuning telur fosfat yang disimpan pada suhu 50C. Uji lanjutan dengan uji Duncan diperoleh bahwa penambahan ?-karoten dengan konsentrasi 0,002% memberikan hasil rata-rata motilitas dan daya hidup spermatozoa anjing kintamani yang nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok T0, T1, T2 dan T4.
Co-Authors Aerawata, I Wayan Gede Anak Agung Gde Jaya Wardhita, Anak Agung Gde Jaya Annisya Syarifuddin Apriliana, Kadek Soma Apriliani, Karolina Artha Guntur Wahana Brotcorne, Fany Budi, Josephine Aurora David Zulkarnain, David Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi DEVI INDRAWATI DND Indira Laksmi Drystiana Yessi Ayu Lesmono Dyonesia Dimitri Maya Mayesta EVA AGUSTINA SIAHAAN Geovany Larastiyani Buyona Haq, Nurul Ikhsanul Hendiyani, Melia Heros, Made Novi Lerianti I Gede Soma I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Ngurah Agung Dolly Octa I Gusti Ngurah Bagus Tri Laksana, I Gusti Ngurah Bagus I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Ketut Anom Dada I Ketut Puja I Ketut Sumadi I Made Agus Suryanatha I Made Damriyasa I Made Hermadi Putra I Made Yoga Windu Pradana i Nengah Wandia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suartha I Wayan Gorda I Wayan Piraksa I Wayan Wirata Ika Yuni Astutik Jian Rindawidya Pambudi, Jian Rindawidya juliantari, Ni Komang Ade Komang Gita Permana Kusuma, Putu Wijaya LUH PUTU DHATU HANNY ADNANI MADE KOTA BUDIASA Ni Komang Asni Ni Made Dwi Permata Sari NUR ANIS SAFITRI Pandia, Yoga Mahendra Priharyanthi, Luh Komang Ayu Puteri Putri, Priscilla Mariani Sariyono Rahel Situmorang Ribka Natasia Abel Rinna Noviyati Ndun Sandra, Arista Novi Sewoyo, Palagan Senopati Tani Bina, Elyas Herybertus Teja, Dewa Ngakan Gede Surya Tjok Gde Oka Pemayun Tjok Gede Oka Pemayun Tjok Gede Oka Pemayun, Tjok Gede Oka Wahyu Kusuma Atmaja Widiastuti, Wayan Arni Widodo Cipto Subagyo