Claim Missing Document
Check
Articles

Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) yang Disimpan Selama 24 Jam pada Suhu 4°C dengan Penambahan Bovine Serum Albumin pada Pengencer Fosfat Kuning Telur Tani Bina, Elyas Herybertus; Bebas, Wayan; Budiasa, Made Kota
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.007 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan Bovine Serum Albumin (BSA) terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa puyuh yang disimpan pada suhu 4°C selama 24 jam. Penelitian ini menggunakan 30 ekor burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) yang berumur 8 minggu. Penampungan semen menggunakan metode pemijatan kemudian diencerkan dengan pengencer kuning telur fosfat yang ditambahkan BSA dengan berbagai konsentrasi masing-masing : 0 w/v % (sebagai kontrol), 1,5 w/v %, 2 w/v %, dan 2,5 w/v %. Setelah pengenceran, semen disimpan pada suhu 4oC selama 24 jam dan dilakukan pengamatan terhadap motilitas dan daya hidupnya. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi BSA berpengaruh nyata (P
Penambahan Fruktosa Mempertahankan Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Kalkun yang Disimpan pada Suhu 4°C Atmaja, Wahyu Kusuma; Budiasa, Made Kota; Bebas, Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.927 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui akibat penambahan fruktosa pada pengencer kuningtelur fosfat terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa kalkun yang disimpan pada suhu 4°C. Sumbersemen berasal dari seekor kalkun berumur 1,5 tahun yang diambil dengan teknik penampungan semenmenggunakan metode pemijatan. Kemudian semen diencerkan dengan pengencer kuning telur fosfat yangditambahkan fruktosa 0 w/v%, 0,3 w/v%, 0,6 w/v %, dan 0,9 w/v %. Pengamatan dilakukan setiap 12 jamdengan menggunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 400x dimulai pada waktu penyimpanansampai 84 jam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan fruktosa memberikan perbedaan yangnyata (p<0,05) terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa kalkun yang disimpan pada suhu 4°C,kemudian uji lanjutan Duncan menunjukkan bahwa penambahan fruktosa dengan konsentrasi 0,6 w/v %memberikan hasil terbaik dalam mempertahankan motilitas spermatozoa kalkun hingga 46 w/v % dan dayahidup mencapai 51,33 w/v % selama 72 jam penyimpanan pada suhu 4°C. Kesimpulannya adalahpenambahan fruktosa pada pengencer kuning telur fosfat mampu mempertahankan motilitas dan dayahidup spermatozoa kalkun yang disimpan pada suhu 4°C.
Daya Hidup dan Motilitas Spermatozoa Ayam Cemani dalam Pengencer Kuning Telur Fosfat pada Penyimpanan 4C Haq, Nurul Ikhsanul; Bebas, Wayan; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hidup dan motilitas spermatozoa ayam cemani yang disimpan pada suhu 4oC dengan pengencer kuning telur fosfat. Penelitian ini menggunakan dua ekor ayam cemani jantan berumur kurang lebih delapan bulan sebagai sumber semen. Ayam jantan cemani diberi pakan, jagung, dan konsentrat dengan perbandingan 1:1 dan diberi air secukupnya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tujuh perlakuan yaitu: kelompok I (To); kelompok kontrol semen disimpan 0 jam. Kelompok II (T1); semen disimpan selama 12 jam. Kelompok III (T2); semen disimpan selama 24 jam. Kelompok IV (T3); semen disimpan selama 36 jam. Kelompok V (T4); semen disimpan selama 48 jam Kelompok VI (T5); semen disimpan selama 60 jam. Kelompok VII (T6); semen disimpan selama 72 jam. Variabel yang diamati selama penyimpanan adalah daya hidup dan motilitas progresif spermatozoa. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan jika berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama penyimpanan semen berpengaruh nyata terhadap motilitas dan daya hidup sperma dengan motilitas 56,25% dan daya hidup 51,25%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyimpanan semen ayam cemani pada suhu 4oC dengan menggunakan pengencer kuning telur fosfat menghasilkan motilitas dan daya hidup spermatozoa yang masih layak digunakan sampai 60 jam penyimpanan.
Daya Hidup dan Motilitas Spermatozoa Ayam Cemani Berpengencer Kuning Telur dan Air Kelapa Hijau pada Penyimpanan Suhu Ruang Heros, Made Novi Lerianti; Bebas, Wayan; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam cemani pada pengencer kuning telur dan air kelapa hijau yang disimpan pada suhu ruang. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan, lama waktu penyimpanan sebagai perlakuan masing masing: T0 = 0 menit penyimpanan; T1= 30 menit penyimpanan; T2= 60 menit penyimpanan; T3= 90 menit penyimpanan; T4=120 menit penyimpanan; T5= 150 menit penyimpanan; T6= 180 menit penyimpanan. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali. Parameter yang diamati adalah motilitas (%) dan daya hidup spermatozoa (%). Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam, apabila terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu penyimpanan berpengaruh nyata terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa. Rerata motilitas spermatozoa yang didapat yaitu: T0 = 82,50%; T1 = 75,00%; T2 = 66,50%; T3 = 53,50%; T4 = 45,00%; T5 = 35,50%; dan T6 = 19,75%. Rerata daya hidup spermatozoa yang didapat yaitu T0= 86,00%, T1 = 79,00%, T2 = 66,25%, T3 = 59,50%, T4 = 46,25% T5 = 37,50%, dan T6 = 30,50%. Semen ayam cemani yang disimpan pada suhu ruang dengan menggunakan pengencer kuning telur dan air kelapa hijau layak digunakan untuk IB sampai 120 menit lama penyimpanan (motilitas 45% dan daya hidup 46,2%).
Motilitas dan Daya Hidup Sperma Ayam Cemani dalam Pengencer Susu Skim Fosfat pada Penyimpanan Suhu Ruang Aerawata, I Wayan Gede; Bebas, Wayan; Pemayun, Tjok Gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.94

Abstract

Ayam cemani merupakan unggas asli Indonesia yang berasal dari wilayah Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Ayam cemani mempunyai populasi dan produksi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyimpanan semen terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam cemani dengan pengencer susu skim fosfat yang disimpan pada suhu ruang atau 29°C. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan lama waktu penyimpanan spermatozoa sebagai berikut: T0 = penyimpanan selama 0 menit; T1 = penyimpanan selama 30 menit; T2 = penyimpanan selama 60 menit; T3 = penyimpanan selama 90 menit; T4 = penyimpanan selama 120 menit; T5 = penyimpanan selama 150 menit; T6 = penyimpanan selama 180 menit. Masing-masing kelompok perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali. Parameter yang diamati adalah motilitas progresif (%) dan daya hidup spermatozoa (%) selama 180 menit. Hasil penelitian menunjukkan penyimpanan semen ayam cemani dengan menggunakan pengencer susu skim fosfat mampu mempertahankan kualitas spermatozoa dengan waktu penyimpanan hingga 150 menit dengan motilitas progresif mencapai 41,75±1,70% dan daya hidup 47,5±1,29%. Simpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyimpanan semen ayam cemani menggunakan pengencer susu skim fosfat pada suhu 29°C layak digunakan untuk IB hingga 150 menit waktu penyimpanan.
Daya Simpan Semen Ayam Cemani dalam Pengencer Susu Skim Fosfat pada Suhu 4C Berdasarkan Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Budi, Josephine Aurora; Bebas, Wayan; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.705

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui motilitas dan daya hidup spermatozoa yang disimpan dalam pengencer susu skim fosfat pada suhu 4oC. Semen ayam cemani diencerkan dengan perbandingan 1:25 dan disimpan dalam suhu 4oC, kemudian diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 400 kali pada jam ke-0, 12, 24, 36, 48, 60, dan 72 jam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), data yang diperoleh diuji dengan sidik ragam dan uji Duncan. Motilitas spermatozoa diamati dengan melihat pergerakan progresifnya dan dihitung dalam satuan persen, sedangkan daya hidup spermatozoa diamati dengan pengecatan eosin negrosin citrate. Spermatozoa yang hidup akan terlihat bening dan yang mati berwarna merah. Hasil dari uji tersebut menunjukan motilitas dan daya hidup spermatozoa mengalami penurunan selama penyimpanan. Motilitas semen spermatozoa disimpan selama 48 jam pada suhu 4oC adalah 44%. Daya hidup spermatozoa selama penyimpanan semen 48 jam pada suhu 4 oC adalah 45,75%, hal itu sesuai dengan standar minimal untuk inseminasi buatan. Semen ayam cemani dapat disimpan sampai dua hari pada suhu 4oC dengan pengencer susu skim fosfat.
Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Cemani dalam Pengencer Ringer Laktat Kuning Telur yang Disimpan pada Suhu 4ºC Pandia, Yoga Mahendra; Bebas, Wayan; Pemayun, Tjok Gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.105

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan semen ayam cemani terhadap moltilitas dan daya hidup spermatozoa pada pengencer ringer laktat kuning telur yang disimpan pada suhu 4o C. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh kelompok perlakuan lama penyimpanan masing masing: T0 = penyimpanan selama 0 jam, T1= penyimpanan selama 12 jam, T2 = penyimpanan selama 24 jam, T3 = penyimpanan selama 36 jam, T4 = penyimpanan selama 48 jam, T5 = penyimpanan selama 60 jam, T6 = penyimpanan selama 72 jam. Variabel yang diamati berupa motilitas progresif (%) dan daya hidup spermatozoa (%). Motilitas diamati secara subyektif di bawah mikroskop dengan pembesaran 400x, sedangkan daya hidup diamati dengan pengecatan eosin-negrosin. Masing masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali. Data yang diperoleh dianalisis dan apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap motilitas dan daya hidup sperma. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bawa lama penyimpanan semen ayam cemani menggunakan pengencer ringer laktat kuning telur pada suhu 4º C masih layak digunakan selama 60 jam penyimpanan dengan motilitas 46,00±0,81% dengan daya hidup 50.75±0,96%.
Ekstrak Daun Kelor Dapat Mempertahankan Motilitas Progresif dan Viabilitas Spermatozoa Babi dalam Pengencer Air Kelapa Kuning Telur Priharyanthi, Luh Komang Ayu Puteri; Bebas, Wayan; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama penyimpanan semen babi landrace yang disimpan dalam pengencer air kelapa kuning telur dengan ekstrak daun kelor. Penelitian ini menggunakan seekor babi landrace jantan. Penampungan semen dilakukan dengan metode massage. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari dua perlakuan yaitu kontrol: semen babi diencerkan dengan pengencer air kelapa kuning telur ayam dengan penambahan ekstrak daun kelor 5%. Semen yang telah diencerkan disimpan pada suhu 18-20oC dengan lama penyimpanan masing-masing 0 jam, 4 jam, 8 jam, 12 jam, 16 jam, 20 jam, 24 jam, 28 jam, dan 32 jam. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga jumlah sampel yang digunakan adalah 27 sampel untuk setiap perlakuan. Selama penyimpanan dilakukan pengamatan terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan uji Sidik Ragam, apabila terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan maka uji dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan lama penyimpanan semen berpengaruh nyata terhadap motilitas progresif dengan persentase sebesar 55,10% dan viabilitas dengan persentase sebesar 56,58%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyimpanan semen babi Landrace dalam pengencer air kelapa kuning telur dengan ekstrak daun kelor masih layak digunakan sampai 16 jam penyimpanan.
Mempertahankan Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Babi dalam Pengencer Air Kelapa Kuning Telur Bebek dengan Pengimbuhan Sari Wortel Apriliana, Kadek Soma; Bebas, Wayan; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.409

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan pengencer semen babi yang murah, berkualitas, dan mudah dibuat dengan menggunakan air kelapa dan kuning telur yang ditambahkan sari wortel. Penelitian ini menggunakan satu ekor babi Landrace jantan dan penampungan semen dilakukan dengan metode massage. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari dua perlakuan, yaitu perlakuan satu: semen babi diencerkan dengan pengencer air kelapa kuning telur bebek; dan perlakuan dua: semen babi diencerkan dengan air kelapa kuning telur bebek dengan penambahan sari wortel 1%. Semen yang telah diencerkan disimpan pada suhu 18-20ºC dengan lama penyimpanan masing-masing: 0 jam, 4 jam, 8 jam, 12 jam, 16 jam, 20 jam, 24 jam, 28 jam dan 32 jam. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga jumlah sampel yang digunakan adalah 27 sampel untuk setiap perlakuan. Selama penyimpanan dilakukan pengamatan terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji sidik ragam, dan bila terdapat perbedaan yang bermakna maka dilanjutkan menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan lama simpan semen dalam pengencer air kelapa kuning telur bebek dengan penambahan sari wortel berpengaruh nyata terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa babi Landrace. Penambahan sari wortel mampu mempertahankan motilitas progresif selama 20 jam dengan persentase 41,39%, sedangkan viabilitas dipertahankan selama 28 jam dengan persentase 45,45%.
Jarak Beranak Sapi Bali pada Kelompok-kelompok Ternak di Wilayah Kerja Pusat Kesehatan Hewan Sobangan, Mengwi, Badung, Bali juliantari, Ni Komang Ade; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira; Bebas, Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (5) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.5.748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak beranak (calving interval) pada sapi bali menurut tingkat paritas dan body condition score. Total sampel yang digunakan adalah sebanyak 62 sampel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, mencari rata-rata calving interval dan dibedakan berdasarkan body condition score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beragam nilai calving interval. Jika dilihat dari body condition score 2, rata-rata 15,33 ± 0,94 bulan, 13 ± 1 bulan, 14 bulan, 15 bulan, hingga 16,5 ± 0,5 bulan, semakin tua sapi yang diternakkan maka semakin lama kemunculan estrus postpartum sehingga makin panjang juga periode calving intervalnya. Pada body condition score 3, rata-rata 12,91 ± 1,65 bulan, 12,87 ± 1,65 bulan, 12,5 ± 0,5 bulan, 13,25 ± 0,43 bulan, dan 14 bulan. Faktor penyebab panjangnya calving interval dapat dilihat dari segi ternak, peternak, maupun inseminator. Segi ternak yang mempengaruhi yaitu kesehatan ternak. Segi peternak yang mempengaruhi adalah deteksi birahi, pemeliharaan ternak, dan penyapihan yang dilakukan. Segi inseminator adalah prosedur pelaksanaan dan kualitas semen. Hal ini sangat penting karena jika sapi yang diternakkan mengalami faktor-faktor yang disebutkan maka akan mempengaruhi daripada nilai calving interval yang berakibat pada penurunan pendapatan peternak karena jumlah anak yang dihasilkan akan berkurang selama masa produktif.
Co-Authors Aerawata, I Wayan Gede Anak Agung Gde Jaya Wardhita, Anak Agung Gde Jaya Annisya Syarifuddin Apriliana, Kadek Soma Apriliani, Karolina Artha Guntur Wahana Brotcorne, Fany Budi, Josephine Aurora David Zulkarnain, David Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi DEVI INDRAWATI DND Indira Laksmi Drystiana Yessi Ayu Lesmono Dyonesia Dimitri Maya Mayesta EVA AGUSTINA SIAHAAN Geovany Larastiyani Buyona Haq, Nurul Ikhsanul Hendiyani, Melia Heros, Made Novi Lerianti I Gede Soma I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Ngurah Agung Dolly Octa I Gusti Ngurah Bagus Tri Laksana, I Gusti Ngurah Bagus I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Ketut Anom Dada I Ketut Puja I Ketut Sumadi I Made Agus Suryanatha I Made Damriyasa I Made Hermadi Putra I Made Yoga Windu Pradana i Nengah Wandia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suartha I Wayan Gorda I Wayan Piraksa I Wayan Wirata Ika Yuni Astutik Jian Rindawidya Pambudi, Jian Rindawidya juliantari, Ni Komang Ade Komang Gita Permana Kusuma, Putu Wijaya LUH PUTU DHATU HANNY ADNANI MADE KOTA BUDIASA Ni Komang Asni Ni Made Dwi Permata Sari Ni Nyoman Werdi Susari NUR ANIS SAFITRI Pandia, Yoga Mahendra Pradnyani, Gusti Ayu Putu Indira Priharyanthi, Luh Komang Ayu Puteri Putri, Priscilla Mariani Sariyono Rahel Situmorang Ribka Natasia Abel Rinna Noviyati Ndun Sandra, Arista Novi Sewoyo, Palagan Senopati Tani Bina, Elyas Herybertus Teja, Dewa Ngakan Gede Surya Tjok Gde Oka Pemayun Tjok Gede Oka Pemayun Tjok Gede Oka Pemayun, Tjok Gede Oka Toli, I Putu Gde Pradnya Nolan Wahyu Kusuma Atmaja Widiastuti, Wayan Arni Widodo Cipto Subagyo