Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Penerapan Pembelajaran Edutainment Model If History dalam Program Penugasan Dosen (PDS) Di SMAN 8 Bandung Wawan Darmawan; Teni Kurniawati; Desi Rusmiati
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2020): Model-Model Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v9i1.21619

Abstract

This paper resulted from authors’ activities after lectured in PDS (Penugasan Dosen di Sekolah /Lecturer Assignment in Schools) which programmed by the Directorate General of Learning and Student Affairs, the Ministry of Research, Technology, and Higher Education. During the PDS program, the authors have implemented edutainment learning in Class XI of SMAN 8 Bandung which is expected to provide a pleasant atmosphere in historical learning. Edutainment learning mainly focused on the ability of students to become historical figure (if history). Provision of subject material in class supported by the action research model that divides into four stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting so that it can be used as further corrective actions. The data collection techniques using observation, interviews, and study documentation. Based on findings it can be explained that the edutainment learning of if history’s model has brought students present in the studied event’s atmosphere by “present” as actors in history. Participants seemed enthusiastic to follow the learning process which relaxed, fun, and free from tension in each stage of learning, starting from the initial to the final meeting. If history model becomes easier for students to catch with when an event is delivered with monologue teaching styles combination. In this case, students understand easier regarding the role play and discovered historical facts with their own language so that history is no longer impressed as memorizing facts.
Pendidikan bagi Perempuan Indonesia : Perjuangan Raden Dewi Sartika dan Siti Rohana Kudus (1904-1928) Irfan Agung Jayudha; Wawan Darmawan
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2020): Berbagai metode Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v9i2.25637

Abstract

The research discussed the roles between Raden Dewi Sartika and Siti Rohana Kudus strived for women’s education in Indonesia with the period of 1904-1928. The research background highlights Raden Dewi Sartika and Siti Rohana Kudus’ different thoughts and practices, in contrast to women in general at that time. Both of them lived in the same period, yet separated in distinctive regions. The main problem raised is how did Raden Dewi Sartika and Siti Rohana Kudus’s role in striving for women’s education. The method used in this study is a historical method using four steps of research such as heuristics, criticism, interpretation, and historiography, and data collection utilized literature study. Based on the results, it can be explained that Raden Dewi Sartika and Siti Rohana Kudus have similarities and differences. The two similarities were in their desire to elevate women’s level through education. Thus they strive for women’s education by establishing schools as well as actively participating in the national movement. And the solid foundation for both of them was to be a good mother to their children. However, Raden Dewi Sartika and Siti Rohana Kudus played different roles in the national movement and in the projected graduates from the schools that were both established
Menumbuhkan Kerjasama Siswa Melalui Model Cooperative Learning tipe Numbered Head Together dalam Pembelajaran Sejarah Handry Dwiyana; Wawan Darmawan
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 11, No 2 (2022): Materi Sejarah untuk Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v11i2.23251

Abstract

The background of the study is the lack of cooperation between the student’s ability to teach history. This problem can be studied with the action research methods to the research design and Taggart Kemmis models. The findings of the first cycle are that the ability to work in the possession of students is still in the stage quite well. This can be seen in the indicator to encourage participation and show appreciation sympathy. Groups still charge those who can do something other than that; some members focus on mobile phones that do not follow the task process. The group division is too much also contributed to the lack of effectiveness of the work on the assignment. The results from the second cycle are cooperation skills possessed by students beginning there is a change to be good. It can be seen from the indicators to encourage participation and show appreciation and sympathy for the average student who gets a good score. Other indicators of students are still good and quite good. The findings of the third cycle are that the ability to work all achieve good scores. All indicators of cooperation, on average, scored well; in fact, some groups scored very well. This research concludes that cooperative learning type numbered head together learning can foster student cooperation in class XI IPS 1 SMAN 10 Bandung in 3 cycles. The recommendation of this study is to use this learning model, and teachers must prioritize time management in working on assignments and group divisionsKeywords : action research, cooperation, type numbered heads together. AbstrakLatarbelakang dari penelitian ini adalah kurangnya kemampuan kerjasama antara siswa dalam pembelajaran sejarah. Tujuan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan model cooperative learning tipe numbered head together siswa dapat menunjukkan adanya pertumbuhan dalam hal kerjasama.   Permasalahan ini dapat dikaji dengan metode penelitian tindakan kelas (action research) dengan desain penelitian model Kemmis dan Taggart. Hasil temuan pada siklus pertama adalah kemampuan kerjasama yang dimilik oleh siswa masih dalam tahap cukup baik. Ini dapat terlihat pada indikator mendorong partisipasi dan menunjukkan penghargaan simpati terdapat kelompok yang masih memberikan tugas kepada orang yang bisa mengerjakannya selain itu ada anggota yang fokus pada handphone sehingga tidak mengikuti proses pengerjaan tugas. Pembagian kelompok yang terlalu banyak juga turut menyumbang kurangnya keefektifan pengerjaan tugas. Hasil temuan dari siklus kedua adalah kemampuan kerjasama yang dimiliki oleh siswa mulai terdapat perubahan menjadi baik. Hal ini dapat dilihat dari indikator mendorong partisipasi dan menunjukkan penghargaan dan simpati dengan rata-rata siswa mendapat skor baik. Untuk indikator lainnya siswa masih dalam tahap baik dan cukup baik. Hasil temuan pada siklus ketiga adalah kemampuan kerjasama semua mencapai skor baik. Semua indikator kerjasama rata-rata mendapat skor baik bahkan ada beberapa kelompok yang mendapat skor amat baik. Simpulan penelitian ini adalah pembelajaran cooperative learning tipe numbered head together dapat menumbuhkan kerjasama siswa di kelas XI IPS 1 SMAN 10 Bandung dalam 3 siklus. Rekomendasi penelitian ini adalah untuk menggunakan model pembelajaran ini, guru harus  mengutamakan manajemen waktu dalam mengerjakan tugas maupun pembagian kelompok.Kata Kunci  : Penelitian tindakan kelas, tipe numbered head together, kerjasama 
Perkembangan Surat Kabar dalam Pusaran Politik: Kajian Surat Kabar Sinar Harapan 1961 – 1986 Risca Wulan Sari; Murdiyah Winarti; Wawan Darmawan
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 10, No 2 (2021): Pembelajaran Sejarah ditengah Pandemi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v10i2.39097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi mendalam mengenai dinamika perkembangan surat kabar pada masa transisi pemerintahan soekano menuju soeharto yang mana dalam perjalannya sebagai sebuah surat kabar mendapati beberapa pengekangan hingga pencabutan surat izin penerbitan karena dianggap tidak selaras dengan tujuan pemeritah saat itu. Secara umum penelitian ini ingin menjawab pertanyaan mengenai “bagaimana dinamika perjalanan surat kabar dalam masa pemerintahan otoriter, khususnya surat kabar Sinar Harapan di Indonesia?”. Untuk menguji permasalahan, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode historis yang mencakup empat langkah penelitian. Langkah-langkah penelitian diantaranya yaitu pengumpulan sumber tertulis melalui studi literatur (heuristik), kritik sumber, interpretasi atau analisis sumber dan historiografi. Peneliti juga menggunakan konsep untuk menyederhanakan analisis, diantaranya konsep Surat Kabar, Otoriter, politik, pemerintah. Sebuah rasionalisasi untuk studi surat kabar ini, karena banyak perspektif tentang klaim yang dibuat oleh pemerintah atau surat kabar itu sendiri. Analisis teori otoriter muncul dalam bentuk pertanggungjawaban atas analisis surat kabar  sebagai  objek peluisan sejarah, disamping itu teori pers otoriter  digunakan sebagai analisa pada dinamika perkembangan surat kabar di Indonesia.This research aims to conduct an in-depth study of the dynamics of newspaper development during the transition of Soekarno government to Suharto which on its way as a newspaper found some restraint until the revocation of the issuance license because it was considered not in line with the government's goals at that time. In general, this study wants to answer the question of "how is the dynamics of newspaper travel in the period of authoritarian rule, especially Sinar Harapan newspaper in Indonesia?". To test the problem, researchers conducted the study using historical methods that included four steps of research. Research steps include the collection of written sources through the study of literature (heuristics), criticism of sources, interpretation or analysis of sources and historiography. Researchers also use concepts to simplify analysis, including the concept of newspapers, authoritarians, politics, government. A rationalization for the study of this newspaper, due to the many perspectives on the claims made by the government or the newspaper itself. The analysis of authoritarian theory appears in the form of accountability for newspaper analysis as an object of historical immersion, in addition to the theory of the authoritarian press is used as an analysis on the dynamics of newspaper development in Indonesia.
Merayakan Anekarasa: Membangun Multikulturalisme melalui Pembelajaran Sejarah Kuliner di Kota Medan Septiansyah Tanjung; Wawan Darmawan
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 11 No 2 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.112.03

Abstract

The writing of this paper derives from multicultural life in Indonesia, especially Medan, and how to develop the values of multiculturalism among students through history learning. The concept of multicultural education in history learning is then integrated by elaborating local historical studies in the form of culinary development from students’ surroundings. The method used in writing this paper is by developing conceptual ideas through the analysis of literary sources and also oral sources using the historical method. Historical learning that applies multicultural education as a learning goal to instill the values of multiculturalism needs to develop content based on curriculum documents. Core Competencies and Basic Competencies in Indonesian History lessons are the main subjects developed for the aspects of local historical events. This learning management should pay attention to well-formulated planning, organizing, implementation, and evaluation so that the learning objectives can be achieved. The values of multiculturalism formed in students such as recognition, appreciation, and respect, and also learning different cultures through the learning process is believed to be a social capital that can create a harmonization in Indonesia with Bhinneka Tunggal Ika.
Pendidikan Multikultural Melalui Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Kreatif Muhammad Bintang Akbar; Wawan Darmawan
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 8 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i1.449

Abstract

Pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah kreatif dapat diadakan melalui berbagai kegiatan, salah satunya Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta. Tujuan dari penelitian adalah: 1) Mengetahui Sejarah dan dinamika Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, 2) Mengetahui Implementasi Pendidikan Multikultural Melalui Pembelajaran Sejarah Kreatif dalam Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, dan 3) Mengetahui Kendala dan Solusi yang Dihadapi pada Implementasi Pendidikan Multikultural Melalui Pembelajaran Sejarah Kreatif dalam Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian adalah Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta yang ada sejak tahun 2006 tak lepas dari gagasan Murdjiati Gardjito, dosen ilmu pangan UGM yang semula meneliti kuliner Tionghoa di Yogyakarta dan Jawa Tengah kemudian berakhir dengan adanya kegiatan ini dengan permulaan mengenalkan kuliner. Kegiatan ini dapat dijadikan ajang pendidikan multikultural melalui pembelajaran sejarah kreatif karena selain menikmati kegiatan juga diperkenalkan sejarah dari pernak-perniknya seperti kuliner, pentas seni, dan sebagainya sehingga dapat mengenal keberagaman secara empiris. Kendala yang dihadapi diantaranya Covid-19 membuat kegiatan tidak dapat berjalan optimal meskipun solusinya kegiatan tetap terlaksana secara daring. Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta dapat direplikasi dengan menghadirkan kegiatan lain yang serupa agar dapat menjadi sarana pendidikan multikultural.
Sistem Informasi Ekspor Impor Berbasis Web Pt. Oriental Global Logistik Wawan Darmawan; Wahyudi .; Dedi Setiadi
JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol 10, No 1 (2023): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v10i1.983

Abstract

Sistem informasi yang biasa digunakan untuk mengelola data yaitu teknologi komputer. Komputer itu sendiri berfungsi sebagai alat untuk melakukan proses penyimpanan, pengolahan ataupun pembuatan data di PT ORIENTAL GLOBAL LOGISTIK yang menggunakan sistem online. Salah satu sistem informasi berbasis komputer adalah website, biasanya sistem informasi web ini ada dalam bentuk offline ataupun online. Tujuan dari penelitian ini memberikan solusi melalui pengkajian beberapa teori dan observasi dilapangan dalam rangka perancangan sistem informasi pemesanan, transaksi, pengiriman barang dan laporan permintaan berbasis web secara online. Metodologi pengembangan aplikasi yang penulis gunakan adalah metode SDLC (System Develop Life Cycle) dengan model proses waterfall sampai tahap pengujian. Bahasa peprogramanan yang akan digunakan UML (United Modeling Language) dan mysql sebagai database nya. Hasil yang diharapkan dari penelitian adalah terciptanya sebuah aplikasi yang dapat mempermudah proses pemesanan, transaksi, pengiriman barang dan laporan permintaan ini dapat di akses melalui website, customer bisa mengetahui jadwal pengiriman barang pemesanan melalui online.
Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi dalam Menulis Pengalaman Historis Keluarga melalui Pembelajaran Sejarah Konstruktivistik Septiansyah Tanjung; Nana Supriatna; Wawan Darmawan
Yupa: Historical Studies Journal Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.007 KB) | DOI: 10.30872/yupa.v6i1.1071

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan kolaborasi dalam menulis pengalaman historis keluarga bagi siswa Kelas 10 IIS 3 di SMA Negeri 1 Pangkalan Susu melalui desain pembelajaran sejarah konstruktivistik. Metode yang diterapkan adalah penelitian tindakan kelas model Elliot dengan 35 siswa sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data memanfaatkan observasi untuk mengamati aktivitas kolaborasi kelompok, penilaian antar teman untuk mengukur peningkatan keterampilan kolaborasi, dan penilaian produk untuk menilai laporan menulis pengalaman historis keluarga. Temuan data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan desain pembelajaran sejarah konstruktivistik mampu meningkatkan keterampilan kolaborasi dalam menulis pengalaman historis keluarga pada siswa Kelas 10 IIS 3 SMA Negeri 1 Pangkalan Susu Tahun Ajaran 2021-2022. Pada Siklus I, hasil observasi aktivitas kolaborasi kelompok mendapatkan rata-rata skor 27 (Cukup) dan sebanyak 74% atau 26 siswa lulus KKM 70 pada pengukuran keterampilan kolaborasi. Kemudian, rata-rata kelompok memperoleh skor 73,8 untuk penilaian menulis pengalaman historis keluarga (Cukup). Pelaksanaan Siklus II mampu memperbaiki aktivitas kolaborasi kelompok dengan skor rata-rata 34,4 (Baik) dan pengukuran peningkatan keterampilan kolaborasi menunjukkan 86% atau 30 siswa lulus KKM. Pada penilaian menulis pengalaman historis keluarga, rata-rata skor kelompok naik menjadi 81,4 (Baik). Peningkatan terjadi pada Siklus III dengan skor rata-rata observasi adalah 39,8 (Baik) dan 94% atau 33 siswa lulus KKM pengukuran peningkatan keterampilan kolaborasi. Pada penilaian produk, seluruh kelompok mendapatkan rata-rata skor 88 yang termasuk kategori mutu Baik.
Pengembangan nilai kearifan lokal ekologi kampung adat Cikondang dalam lingkungan kebudayaan dan komunitas melalui ecomuseum Wawan Darmawan; Yeni Kurniawati; Iing Yulianti; Faujian Esa Gumelar
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i1.15140

Abstract

Masyarakat Adat Cikondang adalah masyarakat yang beretnis Sunda yang masih memegang nilai luhur dari masa ke masa. Nilai-nilai yang dipegang teguh terkait dengan kearifan lokal dalam melestarikan lingkungan hidup disekitarnya. Permasalahan utama yang dihadapi terkait dengan pengikisan budaya lokal yang terjadi di Indonesia terutama pada generasi muda. Indikatornya terlihat dalam ketidakpahaman generasi muda akan budaya lokal yang mesti dijaga dan semakin gencarnya budaya populer baru yang lebih digemari dibanding budaya tersebut. Adapun dalam kajian pustaka, peneliti memasukan dua konsep, pertama berkaitan dengan karakteristik Masyarakat Adat Cikondang yang merupakan masyarakat sosial agraris yang membuka ladang dengan menggunakan konsep pamali, Selain itu ada konsep ecomuseum yang berisi proyek warisan berbasis masyarakat lokal. Metode yang digunakan adalah metode netnografi yang dipandang sebagai metode kajian budaya khususnya komunikasi yang dimediasi Komputer. Hasil dan Bahasan merujuk pada nilai-nilai Masyarakat Adat Cikondang yang dapat diimplementasikan dalam proses pelestarian lingkungan hidup. Pewarisan tersebut dapat difasiltasi dengan konsep ecomuseum yang dijadikan wadah dalam penghayatan dan pengenalan bagi generasi muda. Simpulan dan implikasi merujuk pada nilai-nilai Nilai-nilai Masyarakat Adat Cikondang dapat dijadikan solusi dalam menjawab tantangan terkait kerusakan lingkungan yang terjadi diberbagai wilayah di Indonesia. Adapun keterbatasan penelitian ini terkait dengan sumber lisan, karena keterbatasan waktu dari peneliti.
Manajemen Pendidikan Perempuan Pada Masa Sultan Syarif Kasim II di Kesultanan Siak Sri Indrapura Tahun 1927-1945 Annisaa Ambarnis; Wawan Darmawan; Yani Kusmarni
Diakronika Vol 23 No 1 (2023): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol23-iss1/348

Abstract

This research is motivated by the researcher's interest in the development of women's education in the Siak Sultanate, to be precise, during the reign of Sultan Syarif Kasim II. The main problem studied in this research is how to manage women's education to the realization of educational outcomes in women's schools formed by Sultan Syarif Kasim II in 1927-1945. In general, this study aims to describe the pattern of women's education formed by Sultan Syarif Kasim II and his consort in the Siak Sultanate. This study was studied by applying historical methods, including four steps, namely heuristics, verification, interpretation, and historiography. Based on the research findings, the pattern of women's education in Siak Sri Indrapura was formed directly by the sultanate including the formation of the curriculum, procurement of teachers and students and the facilities provided. Although both were managed by the sultanate, there were different styles of teaching between the two women's schools founded by Sultan Syarif Kasim II, namely Sultanah Latifah School which focused more on teaching hand skills and homemaking, and Madrasa Annisa which taught more Islamic religious knowledge. The results of the education of the two girls' schools gave birth to women who were prosperous in terms of changes in social institutions, which succeeded in becoming a weaver, educator, and preacher. Thus the management of education formed by Sultan Syarif Kasim II succeeded in contributing greatly to the welfare of women's education in the Sultanate of Siak Sri Indrapura