Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Membangun Jiwa Enterpreneurship Para Wanita Di Desa Jatijajar Qristin Violinda; Suwarno Suwarno; Dwi Prasetyo; Pipit Mugi Handayani; Iin Purnamasari
COMVICE: Journal Of Community Service Vol. 6 No. 1 (2022): April (2022)
Publisher : STIE PGRI Dewantara Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26533/comvice.v6i1.893

Abstract

Para wanita di Desa Jatijajar dihadapkan pada masalah yang kontradiktif yaitu tuntutan pemenuhan ekonomi namun kemampuan dan kecakapan yang dimiliki masih rendah. Prioritas utama dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah upaya meningkatkan kualitas hidup wanita yang dilakukan dalam program pemberdayaan wanita melalui pelatihan enterpreneurship pada kelompok wanita melalui pemanfaatan potensi alam setempat yang ada di lingkungan. Kegiatan PKM ini dilakukan secara intensif yaitu berupa pelaksanaan workshop serta pendampingan mencakup straegi bisnis, keuangan, pemasaran sampai dengan pengajuan Nomor Ijin berusaha dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT). Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Jatijajar.Hasil akhir kegiatan ini yaitu dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan entrepreneurship wanita di desa Jatijajar dari 45% meningkat menjadi 85%.
PENGUATAN KULTUR SEKOLAH UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN RAMAH ANAK Wiwik Kusdaryani; Iin Purnamasari; Aries Tika Damayani
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2016, TH. XXXV, NO. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.462 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8383

Abstract

Abstrak: Penelitian bertujuan mengkaji konsep kultur sekolah, menganalisis konsep pendidikan ramah anak, dan penguatan kultur sekolah dalam mewujudkan pendidikan ramah anak. Jenis penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi, yang dilakukan di SDN Pingit 01 Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Teknik pengumpulan data dilkukan dengan wawancara, pengamatan, dan analisis dokumen, sedang analisis data dengan teknik deskreptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) konsep kultur sekolah meliputi beberapa modal budaya sekolah berdasarkan kebiasaan warga sekolah dan tertuang dalam visi misi, tata tertib, 8 budaya disiplin guru, dan 10 budaya malu siswa; 2) konsep pendidikan ramah anak ditemukan dalam sikap guru terhadap siswa yang memberikan perhatian, perlindungan, serta berperan sebagai informator, mediator, motivator dan fasilitator dalam meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik, serta metode pembelajaran perlu ditingkatkan; 3) penguatan kultur sekolah dalam mewujudkan pendidikan ramah anak dikembangkan berdasarkan berbagai kebiasaan positif sekolah. Kata Kunci: kultur, sekolah, pendidikan ramah anak STRENGTHENING THE SCHOOL CULTURE TO REALIZE THE CHILD-FRIENDLY EDUCATION Abstract:This study was aimed to examine the concept of the school culture, to analyze the child-friendly education, and to strengthen the school culture to realize the child-friendly education. This study used the phenomenology method, carried out ini SDN Pingit 01, Pringsurat, Temanggung. The data were collected using interviews, observations, and the document analysis. The data were analyzed using the qualitative descriptive analysis. The findings showed that: 1) the concept of school culture involved several school culture capitals based on the habit of the school members and this was conceptualized in the vision, mission, school regulations, 8 teachers’ discipline cultural items, and 10 students’ cultural items of being ashamed when doing something bad; 2) the concept of child-friendly education could be found in the teachers’ attitude towards the students by giving attention and protection, by becoming informants, mediators, motivators, and facilitators to improve the students’ academic and non-academic learning achievement; the teaching methods needed to be improved; 3) the strengthening of the school culture to realize the child-friendly education was developed based on several positive habits done in the school. Keywords: culture, schools, child-friendly education
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS BERITA PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPS iin purnamasari; Djariyo djariyo; riana martin
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.035 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v6i1.354

Abstract

Penelitian dengan judul ?óÔé¼?ôPengembangan Model Pembelajaran Berbasis Berita Pada MataKuliah Konsep Dasar IPS?óÔé¼?Ø mempunyai tujuan untuk mengembangkan model pembelajaranberbasis berita pada mata kuliah Konsep Dasar IPS bagi mahasiswa PGSD dan mengetahuikendala dalam pengembangan model pembelajaran berbasis berita pada mata kuliah KonsepDasar IPS. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metodeResearch and Development (R&D), yang menghasilkan produk berupa suplemen bahan ajartentang pembelajaran berbasis berita pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS. Fokus dari penelitianini adalah merancang dan menyusun suplemen sebagai salah satu pendukung bahan ajar dalammata kuliah Konsep Dasar IPS berbasis berita bagi mahasiswa PGSD. Simpulan yang dapatdiambil dari penelitian ini adalah metode pengembangan model pembelajaran berbasis beritapada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS dapat membantu meningkatkan kemampuan mahasiswadalam mengemukakan pendapat, keinginan mahasiswa mengakses berita dan keseriusanmengerjakan tugas, pemanfaatan media massa (surat kabar, televisi, rekaman berita dan internet)sebagai media pembelajaran bisa dijadikan sebagai bahan ajar yang menyenangkan,pengembangan model pembelajaran dengan menggunakan rekaman berita dan suplemen dapatmemberikan kontribusi dalam melengkapi perkuliahan.Kata Kunci: model pembelajaran, berita, IPS
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN IPS TERPADU BERBASIS LINGKUNGAN SEKITAR Iin Purnamasari
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 1, No 1 (2011): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v1i1.63

Abstract

SARI?é?áIt must be recognized that the subjects belonging to the education of Social Sciences (IPS) in Indonesia have not recognice from the public. There are some indications to justify this statement. First, the national exam originally did not include exams that must be tested. Second, parents are more proud if his son has high score in mathematic, despite he has low score of sosial studies.. Third, social study learning did less seriously or carelessly. Less respect for social studies in schools is determined by several factors. First, the myth that believe only those who pursue science lesson was the one who will be successful in life. Although in fact they are not. Second, the sosial studies material that is too big has less relevance to the real world of students. Third, unprofessional social studies teacher also determines the student disinterest. ?é?áApart from that problem, social studies education has a strategic significance to increase student?óÔé¼Ôäós personality so that they can become a good members of the public. It must be received that social studies is needed to give the students a balance of thinking, so that the right brain and left brain can function optimally so that it can succeed in the midst of modern society that has full of change. The question is whether today's social studies education has been able to those function? If it?óÔé¼Ôäós not, so how the strategy to restore the function of learning social studies in order to have benefits for students, especially elementary school and the community? Keywords: sosial sudies Integrated Learning, Environment
STRATEGI PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS III UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DI SD NEGERI GROGOL 2 KECAMATAN KARANGTENGAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Iin Purnamasari; Riris Setyo Sundari; Yazid Nurfarikhin
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 2, No 1 (2012): malih peddas
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v2i1.498

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sekolah yang kurang kondusif dan sarana prasarana yang kurang memadahi, serta kurangnya guru dalam memanfaatkan media pembelajaran dan menyampaikan materi pembelajaran secara konvesional. Model pembelajaran Role Playing merupakan cara penguasaan bahan belajar melalui pengetahuan imajinasi dan penghayatan siswa, dengan memerankan sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permasalahan dalam pelaksanan tindakan kelas ini adalah apakah dengan pembelajaran Role Playing pada materi jenis-jenis pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari pada kelas III dapat mencapai ketuntasan belajar, apakah dengan pembelajaran role playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini untuk mencapai ketuntasan belajar siswa tentang jenis-jenis pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari, serta meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS. Subyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas III semester II SD Negeri Grogol 2 kecamatan karangtengah tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari dua puluh siswa yang terdiri atas siswa laki-laki sepuluh dan sepuluh siswa perempuan. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas dari 51.95 menjadi 67.45 Dengan presentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I 65% siklus II 85%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan yaitu, agar guru terlatih dalam menggunakan model pembelajaran role playing yang diharapkan mampu menarik minat dan antusiasme siswa dalam belajar.KATA KUNCI: role playing, hasil belajar siswa.
MEMPERTAHANKAN INTEGRITAS BANGSA INDONESIA MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Iin Purnamasari; Qoriati Mushafanah
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 2, No 2 (2012): malih peddas
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v2i2.505

Abstract

Pendidikan multikultural sebagai proses penanaman cara hidup menghormati, tulus, dan toleran terhadap keanekaragaman budaya yang hidup di tengah masyarakat plural. Dengan pendidikan multikultural, diharapkan adanya kekenyalan dan kelenturan mental bangsa menghadapi benturan konflik sosial, sehingga persatuan bangsa tidak mudah retak. Multkulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengagungkan perbedaan budaya, atau sebuah keyakinan yang mengakui dan mendorong terwujudnya pluralisme budaya sebagai suatu corak kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat menjadi pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan termasuk perbedaan kesukubangsaan dan suku bangsa dalam masyarakat multikultural. Dalam konteks Indonesia, yang dikenal dengan muatan yang sarat kemajemukan, maka pendidikan multikultural menjadi sangat strategis untuk dapat mengelola kemajemukan secara kreatif, sehingga konflik yang muncul sebagai dampak dari transformasi dan reformasi sosial dapat dikelola secara cerdas dan menjadi bagian dari pencerahan kehidupan bangsa ke depan.Kata Kunci : pendidikan multikultural, integritas
KELOMPOK DARMA WANITA TENTANG KECEMASAN WANITA YANG MENGHADAPI MENOPAUSE Tri Suyati; Mudzanatun IKIP PGRI Semarang; Fine Reffiane; Iin Purnamasari
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2011): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v2i1.101

Abstract

Abstract Menopause is known as the end of having menstruation. Usually, women feel afraid of being menopause. Generally, the indication of being Menopause starts at the end of 40 ?óÔé¼ÔÇ£ 45 years old. Most of women complain and worried about it. Especially for those 50 women who could be classified like; 3 teachers, 1 nurse, 1 bank female officer, and 44 are housewives. And the aged level classification is like; age 40 ?óÔé¼ÔÇ£ 50 years old are 25 women, ages 30 ?óÔé¼ÔÇ£ 39 are 15 women, ages 20 ?óÔé¼ÔÇ£ 29 is 1 woman. This team of community service gives them the training how to overcome if they get the menopause period, and how to protect the frustration of being menopause. This training was done through some discipline of aspects like; through biology, sociology and physiology. The team wants to solve their problems seen from the proper aspect. So that, they will understand that menopause will always happen to them, but they also have prepared how to overcome and protect the frustration of being menopause seen from the aspect of biology, sociology and physiology. ?é?á Key words: menopause, menstruation
PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA SEMARANG Djariyo IKIP PGRI Semarang; Joko Suliyanto; Mudzanatun IKIP PGRI Semarang; Fine Reffiane; Iin Purnamasari
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2011): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v2i1.94

Abstract

Abstract ?é?á It is fact, there are still a few of elementary teachers write an article in newspapers or present their article in regional / nasional seminar. Consequently, they will face obstacles in increasing their grade. Based on the survey, we found that many elementary teachers in Semarang still have no idea in how to make a good article. Also, there is no Journal for elementary teachers as a media for them in delivering their articles in order to have some credits. Based on that case, team of community service try to give them some trainings; how to design a classroom research, and how to make a good article. By having these, they are expected to be able to find their topic and design their classroom research, then they will make its article that can be sent to the newspapers or journal. Automatically, they will have some credits to raise their grade and they will be prosperous. The trainings were given to 37 elementary teachers of KKG Jendral Sudirman / teachers?óÔé¼Ôäó group of Jendral Sudirman. We found that actually there is one teacher who has experience in conducting a classroom research, but still there are many teachers who are less in making a research and article. After understanding the material, then they try making a classroom research and designing it into an article. ?é?á Key words; writing an article, a classroom research, credits ?é?á
MENUMBUHKAN WAWASAN EDUPRENEUR MAHASISWA MELALUI PROGRAM KKN PPM Iin Purnamasari
WASANA NYATA Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.167 KB) | DOI: 10.36587/wasananyata.v1i3.225

Abstract

Fokus program kegiatan adalah peningkatan penghasilan anggota Keluarga Mitra melalui program unggulan budi daya udang vannamei di tambak. Pembentukan kluster program yang meliputi: (1) kluster produksi dan pengembangan budi daya udang vannamei, (2) kluster pemasaran hasil, 3) kluster sosial, humaniora dan kesehatan masyarakat. Kluster yang terdiri atas dosen, mahasiswa, pemerintah kabupaten, dan masyarakat/mitra kerja ini bekerja secara sinergis dan terpadu untuk menghasilkan target/luaran/output yang telah ditentukan. Penjaminan berkelanjutan (sustainability) program dilakukan melalui pengembangan kerjasama (networking) dengan berbagai elemen masyarakat, akademisi, stake holder, serta industri. Pelaksanaan program KKN PPM berwawasan edupreneur mendapatkan penilaian dari mahasiswa selaku pelaksana kegiatan dalam kategori baik dan sangat baik. Mitra memberikan penilaian sangat baik dalam aspek pelaksanaan kegiatan.  Kata Kunci: Edupreneur, KKN PPM
Pengembangan Sentra Wisata Berbasis Potensi Lokal Melalui Program Pengembangan Desa Mitra Iin Purnamasari; Ikhwanudin Ikhwanudin; Ndaru Hario Sutaji; Ekasari Setianingsih
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.356 KB) | DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.363

Abstract

Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) secara khusus bertujuan untuk menghilirisasikan hasil riset unggulan Universitas PGRI Semarang antara lain penelitian kaji tindak di Fakultas Teknik seperti penataan kawasan permukiman untuk melakukan penataan desa Sepakung sebagai kawasan wisata berbasis potensi alam. Hasil penelitian lain adalah bidang pendidikan yang diterapkan untuk pendidikan wisata, serta pemberdayaan masyarakat menuju desa wisata mandiri. Metode PPDM dilakukan dengan tahap persiapan, tahap pemberdayaan masyarakat yang meliputi pembinaan, pendampingan, dan evaluasi dalam semua kegiatan serta tahap menuju desa wisata. Kegiatan dilaksanakan dalam waktu tiga (3) tahun, dengan fokus utama pada tahun ke-1 adalah pengembangan sentra usaha kecil berbahan ketela mangul bagi kelompok UKM, pembentukan Kelompok Guidance Tourism (GT) bagi kelompok Karang Taruna, dan pembuatan Site/Master Plan Kawasan wisata cagar alam Desa Sepakung bagi Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS).Kata Kunci: sentra wisata, potensi lokal, desa mitra