This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Jurnal Environmental Science MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Jurnal Pendidikan Islam Jurnal SOLMA Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan ORBITA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Jurnal Dinamika Sosial Budaya Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Idrak: Journal of Islamic Education Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan IJISH (International Journal of Islamic Studies and Humanities) Jurnal Kumparan Fisika Journal of Islam and Science Indonesian Review of Physics (IRiP) Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmu Pemerintahan, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi (JIPIKOM) ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Fikru: Jurnal Ilmiah International Journal of Community Service Proceeding International Seminar of Islamic Studies Al-Hilal: Journal of Islamic Astronomy Al-Afaq: Jurnal Ilmu Falak dan Astronomi Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Astroislamica: Journal of Islamic Astronomy QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Jurnal Pendidikan Islam Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya Azkayra: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Sosial Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengukuran Diameter dan Kedalaman Kawah Bulan Muhammad Hidayat; Leo Hermawan; Riskiyan Hadi; Hariyadi Putraga; Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 6, No 1 (2021): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/must.v6i1.7547

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dengan tujuan untuk mengukur secara tidak langsung diameter dan kedalaman kawah bulan yang diperoleh saat pengamatan Bulan. Penelitian ini dilakukan di Observatorium Ilmu falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara  dengan menggunakan teleskop William Optics Gt 102, Mounting iEQ45 Pro Kamera CCD QHY 5-II dan Canoon 600D. Penelitian ini fokus pada pengamatan kawah di Bulan, menentukan ukuran diameter dan kedalamannya pada basis foto dan perhitungan sederhana dengan beberapa penyederhanaan matematis. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian, didapat nilai untuk diameter (d) dan kedalaman (h) untuk kawah bernama Tycho yaitu  d=102,95; h=6,6. Copernicus d=110,14; h=5,4. Schiller d=28,98; h=8,6. Kepler d=178,82; h=3,8 dengan tingkat kesalahan pengukuran 2%.
KAJIAN ILMU FALAK DI INDONESIA: Kontribusi Syaikh Hasan Maksum dalam Bidang Ilmu Falak Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar
Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.958 KB) | DOI: 10.30821/jcims.v1i1.1007

Abstract

Abstrak: Ulama-ulama Nusantara telah memainkan peranan bagi penguatan dan pelestarian khazanah keilmuan Islam di Nusantara, termasuk dalam bidang ilmu falak, dan ironinya tidak banyak kajian yang dilakukan para ahli terhadap karya-karya akademik mereka dalam bidang ini. Artikel ini akan mengkaji kontribusi Syaikh Hasan Maksum seorang mufti Kesultanan Deli yang sangat berpengaruh di Sumatera Timur. Seperti halnya ulama-ulama Nusantara lainnya, ia pernah belajar di Haramain (Makkah dan Madinah) dalam waktu yang cukup lama. Secara khusus, artikel ini akan mengulas karyanya yang berjudul Natîjah Abadiyah, dengan menggunakan analisis isi. Natîjah Abadiyah (natijah abadi) adalah buku yang sangat ringkas namun sangat penting, yang berisi daftar dan penjelasan tentang waktu-waktu salat. Kata Kunci: Nusantara, Sumatera Timur, ilmu falak, waktu salat, Hasan Maksum Abstract: The Study of Astronomy in Indonesia: Shaykh Hasan Maksum’s Contribution to Astronomy. Islamic scholars have played a role for the strengthening and preservation of Islamic scholarship in Indonesia, including in Astronomy. Unfortunately, works on this field have not been studied accordingly. This article examines the contribution of Shaykh Hasan Maksum, a very influential mufti on Deli sultanate in East Sumatra. Like many other Nusantara scholars, he studied in Haramain (Makkah and Madinah) for a substantial time. This article studies his work, Natîjah Abadiyah, applying Content Analysis. It is clear that the Natijah Abadiyah is a short yet very important for it contains daily prayer timetable and some necessary explanations. Keywords: Indonesia Archipelago, East Sumatera, Astronomy, time of prayer, Hasan Maksum
HISTORIOGRAFI ILMU FALAK DI NUSANTARA: Sejarah, Motivasi dan Tokoh Awal Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar
Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.208 KB) | DOI: 10.30821/jcims.v2i2.2928

Abstract

Abstrak: Studi ini mengkaji perkembangan ilmu falak di Nusantara. Perkembangan studi falak memang relatif tertinggal jauh dari perkembangannya di pusat-pusat peradaban Islam seperti Damaskus, Baghdad, Kairo dan Cordova. Ilmu falak baru berkembang di Kepulauan Nusantara sejak abad 19-20 M. Penulisan karya-karya ilmu falak oleh ulama Nusantara abad 19-20 pun lebih didasari oleh pemenuhan kebutuhan ibadah sehari-hari, khususnya salat dan puasa. Dalam konteks ini, penggambaran historiografi dan transmisi perkembangan ilmu falak dari Timur Tengah ke Nusantara masih terhitung sebagai kajian terlantar. Karena itu, diperlukan kajian komprehensif tentang perkembangan studi ilmu falak di Indonesia. Sebagai studi awal, artikel ini merupakan hasil penelitian kepustakaan dengan pendekatan sejarah dimana datanya didasarkan pada telaah dokumen. Kajian ini mengemukakan bahwa ilmu falak mulai berkembang di Nusantara mulai abad ke-19, dimana para ulama Nusantara mendalami ilmu tersebut dari Timur Tengah dengan ragam motivasi, dan kemudian mereka mengembangkannya di tanah kelahiran dan mewariskan sejumlah karya dalam bidang ini.Abstract: Historiography of the Science of Astronomy in Indonesian Archipelago: History, Motivation and Early Figures. This study examines the development of astronomy in Indonesian archipelago which was relatively left behind by its development in the centers of Islamic civilization such as Damascus, Baghdad, Cairo and Cordova. As a matter of fact, astronomy did not develop in the Archipelago until in the 19th and 20th centuries, when some works on the field were identified. These works of the 19th and 20th century scholars mostly fulfilled the needs of daily worship, especially prayer and fasting. The historiography of astronomy in Indonesia and its transmission from the Middle East present an interesting field of research that has not been. The present article is a result of a preliminary library research focusing on history, motivation, and the early scholars of the field. Apparently, local scholars studied astronomy in different seats of knowledge in the Middle East and then brought it home. In order to meet local need they authored several books on the field which need to be be studied further in the coming years.Kata Kunci: astronomi, ulama, Nusantara, Timur Tengah
PERAN DAN KONTRIBUSI OIF UMSU DALAM PENGENALAN ILMU FALAK DI SUMATERA UTARA Muhammad Qorib; Zailani Zailani; Radiman Radiman; Amrizal Amrizal; Arwin Juli Rakhmadi
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.294 KB) | DOI: 10.22236/jpi.v10i2.3735

Abstract

Astronomy is counted as a natural science that always gets the most attention of humans all the time. Lately, in Indonesia began to appear astronomical observatories that examine various things. The Falak Observatory of the University of Muhammadiyah North Sumatra (OIF UMSU) is one that has played an important role in the development of astronomy in Indonesia, especially in North Sumatra. In this observatory there are classical and modern astronomical tools. Among the role and contribution of this observatory is to provide information for students about the phenomenon and importance of astronomy, then training for students, astronomy studies, and others. The existence of this observatory is basically an appreciation of science and technology that are part of civilization.
Pemanfaatan Astrolabe dalam Perhitungan Waktu Shalat di SMA Sains & Tahfidz Al-Ammar Tanjung Morawa Muhammad Hidayat; Hasrian Rudi Setiawan; Arwin Juli Rakhmadi; Hariyadi Putraga
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i3.7339

Abstract

Jadwal shalat disusun berdasarkan data matahari, baik pada saat yang bersangkutan (jam, hari bulan dan tahun) maupun data rata-rata. Ketepatan penentuan waktu shalat, disamping tergantung pada sistem/ rumus-rumus yang dipergunakan juga tergantung kepada ketepatan pengambilan data seperti data Matahari maupun data lain yang dibutuhkan dalam perhitungan. Ada beberapa instrumen astronomi yang dapat digunakan dalam pengambilan data Matahari maupun penentuan waktu shalat salah satunya yaitu instrumena astronomi yang bernama Astrolabe. Astrolabe merupakan alat yang jarang diketahui dan memilki banyak fungsi dalam kehidupan maupun ibadah umat Islam, sehingga pembelajaran terkait instrumen astronomi khususnya Astrolabe harus terus dikembangkan. Ada tiga tahap metode pelaksanaan yang telah dirancang dalam pengabdian kali ini yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi program. Berdasarkan hasil pengabdian di SMA Sains & Tahfidz Al-Ammar maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik memahami akan pentingnya instrumen Astrolabe dan dapat menggunakan alat Astrolabe khususnya dalam perhitungan waktu shalat, selain itu para peserta didik juga terdorong untuk meningkatkan pemahaman maupun penggunaan Astrolabe pada materi-materi yang lain sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan, agama, bangsa dan negara.
Pengakurasian Arah Kiblat Di Lingkungan Cabang Muhammadiyah Medan Denai Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar; Hasrian Rudi Setiawan
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1262.412 KB) | DOI: 10.30596/jam.v4i1.1932

Abstract

Tujuan dilaksanakannya Program Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah (PKPM) ini adalah selain untuk melaksanakan salah satu unsur dari Tri Dharma perguruan tinggi, maka program yang dilakukan ini untuk menjawab permintaan masyarakat terutama warga persarikatan Muhammadiyah, khususnya masyarakat Cabang Muhammadiyah Medan Denai untuk melakukan pelatihan pengakurasian arah kiblat. Metode yang digunakan adalah dengan mengadakan penyuluhan, tanya jawab, diskusi, penugasan dan praktik langsung. Kemudian metode pendekatan lain yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif (partisipatory approach). Kegiatan pelatiahan pengakurasian arah kiblat dilakukan dalam bentuk kegiatan yang bersifat dialogis dimana tim menyampaikan pemaparan tentang bagaimana melakukan pengakurasian arah kiblat baik secara teori maupun secara praktik, menggunakan alat-alat yang telah disediakan. Tahap pelaksanaan program ini dimulai dari persiapan program, pelaksanaan program, dan evaluasi program. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan pengakurasian arah kiblat adalah para peserta dapat mengetahui pentingnya menghadap kiblat ketika salat, dan peserta pelatihan telah mampu dalam menggunakan sebagian alat, seperti kompas kiblat, mizwalah dan theodolite dalam melakukan pengakurasian arah kiblat. Hal ini terlihat dari hasil praktek langsung di lapangan yang dilakukan setelah proses pelatihan berakhir.Keyword: Pengakurasian, Kiblat, Masjid
Peran Ilmu Falak Dalam Masalah Arah Kiblat, Waktu Salat dan Awal Bulan Habibullah Ritonga; Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.721 KB) | DOI: 10.30596/jam.v2i2.2549

Abstract

Ilmu falak adalah disiplin ilmu yang mengkaji tentang benda-benda langit, khususnya bulan dan matahari. Bagi umat Islam, ilmu falak berperan setidaknya dalam tiga hal yaitu (1) menentukan waktu-waktu salat, (2) menentukan arah kiblat, dan (3) menentukan awal bulan qamariyah, khususnya dalam menetapkan puasa dan hari raya. Tiga hal ini merupakan persoalan ijtihad yang membuka ruang perbedaan pendapat berdasarkan cara telaah dan argumentasi masing-masing.
KHAZANAH PERADABAN ISLAM DI BIDANG TURATS MANUSKRIP (TELAAH KARAKTERISTIK, KONSTRUKSI DAN PROBLEM PENELITIAN NASKAH-NASKAH ASTRONOMI) Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.341 KB) | DOI: 10.30596/jam.v1i1.739

Abstract

Peradaban Islam dikenal memiliki karya tulis yang melimpah tanpa terkecuali di bidang naskah ilmu falak. Banyaknya naskah (karya tulis) di bidang ini memberi konsekuensi kepada para peneliti untuk berinteraksi secara utuh dengan naskah-naskah tersebut, yang mencakup penelitian, pengolahan dan penerapan (tahqīq, dirāsah dan tathbīq). Namun yang perlu disadari bahwa manuskrip ilmu falak atau manuskrip-manuskrip bernuansa sains sangatlah berbeda dengan manuskrip yang bergenre sastra dan agama. Selain kemampuan bahasa, sejarah dan kondisi sosial manuskrip dan pengarangnya, seorang peneliti juga dituntut memahami istilah-istilah dan karakter ilmu yang ada dalam sebuah manuskrip, karena sejatinya istilah-istilah dan karakter-karakter tersebut sangat berbeda antara satu dengan yang lain.
PENGEMBANGAN MEDIA AJAR LUBANG HITAM MENGGUNAKAN MODEL PENGEMBANGAN ADDIE Hasrian Rudi Setiawan; Arwin Juli Rakhmadi; Abu Yazid Raisal
Jurnal Kumparan Fisika Vol 4, No 2: Agustus 2021
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.4.2.112-119

Abstract

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kesulitan dalam proses pembelajaran adalah pendidik tidak menggunakan alat peraga.  Lubang hitam merupakan suatu daerah dalam ruang-waktu dengan medan gravitasi begitu kuat bahkan cahaya tidak dapat lolos. Hal ini mengakibatkan lubang hitam tidak dapat diamati secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media ajar tentang lubang hitam di Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU). Jenis penelitian ini adalah Research and Development (penelitian dan pengembangan). Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implemetation, dan Evaluation). Penelitian ini dibatasi hanya sampai tahap Development. Berdasarkan penilaian dari dua validator untuk media, rata-rata nilai yang diperoleh adalah 76,88%. Dari segi media, media ajar lubang hitam ini masuk kategori cukup layak untuk dikembangkan. Berdasarkan penilaian dari dua validator untuk materi, rata-rata nilai yang diperoleh adalah 80,36%. Dari segi media, media ajar lubang hitam ini masuk kategori layak untuk dikembangkan. Rata-rata validasi dari ahli media dan ahli materi adalah 78,62% dengan kategori cukup layak.
Perbandingan Perhitungan Waktu Shalat Menggunakan Astrolabe RHI dan Accurate Times Hasrian Rudi Setiawan; Arwin Juli Rakhmadi; Muhammad Hidayat; Abu Yazid Raisal; Hariyadi Putraga
Al-Ahkam Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alahkam.v6i2.3416

Abstract

This study aims to determine the comparison of the calculation of prayer times using the RHI Astrolabe and Accurate Times Software. In addition, this study also describes in detail the steps in determining prayer times using the RHI Astrolabe and Accurate Times Software. The research method used in this study is experimental. The results of this study indicate that there is a difference in the calculation of prayer times on December 20 between the RHI Astrolabe and Accurate Times Software. The difference between Asr is 8 minutes, Isha 6 minutes and Fajr 1 minute. Meanwhile, during Zuhr, Maghrib and Shuruq there is no difference in the calculation of the RHI Astrolabe with the Accurate Times Software.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan perhitungan waktu shalat menggunakan Astrolabe RHI dan Software Accurate Times. Tujuan penelitian lainnya adalah untuk menjelaskan secara rinci langkah-langkah dalam menentukan waktu shalat menggunakan Astrolabe RHI dan Software Accurate Times. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat selisih perbedaan perhitungan waktu shalat pada tanggal 20 Desember antara Astrolabe RHI dengan Software Accurate Times. Adapun selisih pada waktu Ashar 8 menit, Isya 6 menit dan Subuh 1 menit. Sedangkan waktu Zuhur, Maghrib dan Syuruq tidak ada perbedaan pada perhitungan menggunakan Astrolabe RHI dan Software Accurate Times.