Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN RANAH AFEKTIF MAHASISWA PAI MELALUI ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO Fadhilah Dwi Rahayu; Iswati Iswati; Mokhamad Samson Fajar
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 2 (2021): JANUARI-JUNI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.9 KB) | DOI: 10.24127/profetik.v1i2.1492

Abstract

Dalam pendidikan yang ingin dicapai oleh peserta didik bukan hanya aspek kurikuler saja namun kokurikuler melalui keterlibatannya dalam organisasi kemahasiswaan tak kalah penting untuk mengembangkan ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi pengembangan ranah afektif mahasiswa PAI melalui organisasi kemahasiswaan di FAI Universitas Muhammadiyah Metro untuk mengetahui apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan ranah afektif tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan analisis deskriptif yang respondennya merupakan mahasiswa Pendidikan Agama Islam semester IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan ranah afektif mahasiswa PAI melalui organisasi kemahasiswaan berbagai organisasi seperti IMM tergolong baik dan upaya kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan ranah afektif mahasiswa PAI dengan mengikuti kegiatan perkaderan formal, dan perkaderan khusus IMM seperti Darul Arqam, Latihan Instruktur Dasar seperti pelatihan kewirausahaan, pelatihan jurnalistik, public speaking, dan upgrading dari kegiatan tersebut telah mendapatkan hasil seperti jujur bahwa mahasiswa bisa menerapkan kantin kejujuran, percaya diri ketika tampil dalam kegiatan mastama, mengikuti lomba-lomba yang diselenggarakan oleh pihak kampus maupun diluar kampus, tanggung jawab ketika melaksanakan kegiatan mentor BBQ, integritas dalam pengelolaan kegiatan DAD, dan sopan santun ketika bertemu langsung. Faktor pendukung pengembangan ranah afektif seperti sarana dan prasarana, psikologisnya lebih baik sedangkan faktor penghambatnya seperti mahasiswa tidak bisa membagi waktu secara baik, ghiroh perjuangan berorganisasi belum total sehingga mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi tidak maksimal dalam pengembangan ranah kognitif dan ranah afektifnya.
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN SELF CONTROL PESERTA DIDIK (STUDI KASUS DI MTs MUHAMMADIYAH METRO) Dessy Lupitasari; Iswati Iswati; Kuliyatun Kuliyatun
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 2 (2021): JANUARI-JUNI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.399 KB) | DOI: 10.24127/profetik.v1i2.1493

Abstract

Self control pada peserta didik menimbulkan dampak negatif terhadap perilaku peserta didik diantaranya adalah ketidakdisiplinan terhadap peraturan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Self Control remaja di MTs Muhammadiyah Metro, Untuk mengetahui bagaimana Self Control remaja yang ideal, dan untuk mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat dalam upaya peningkatan Self Control remaja. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Peneliti bertindak sebagai pengamat dan pengumpul data penelitian. Data dalam penelitian diperoleh melalui metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil Penelitian ini adalah berbagai upaya peningkatan Self Control diri peserta didik dalam pendidikan agama Islam telah dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam. Upaya tersebut dilakukan dengan banyak cara dalam setiap kegiatan pembelajaran yakni mulai dari pembiasaan sholat berjamaah, pemberian contoh perilaku Nabi SAW seperti bagaimana menahan amarah, bagaimana menahan nafsu, pengajian rutin, dan memberikan motivasi pada setiap memulai mata pelajaran Pendidikan Agama. Faktor pendukung dalam peningkatan adalah orangtua yang selalu memberikan pengawasan dan pengarahan kepada remaja. Faktor penghambat adalah dari kurangnya perhatian orangtua dalam perkembangan remaja.
KORELASI TIPOLOGI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MTs MUHAMMADIYAH MARGOTOTO TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Faiz Rohaniati; Iswati Iswati; Sarbini Sarbini
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 1 (2021): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v2i1.1827

Abstract

Hasil belajar yang baik pasti oleh bagaimana proses belajar siswa untuk menuju hasil prestasi yang baik. Proses atau tipologi belajar pasti berbeda-beda dan masing-masing gaya belajar memiliki nilai positif dan negatif begitu juga dengan dampaknya kepada orang tersebut dan disekelilingnya. Tipologi belajar dibagi menjadi tiga yaitu visual (melihat), auditorial (mendengar) dan kinestetik (terlibat langsung).Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MTs Muhammadiyah Margototo, dengan 50 siswa sebagai sampel diperoleh informasi bahwa sebanyak 15 siswa dengan tipologi belajar visual, 20 siswa dengan tipologi auditorial dan 15 siswa lainya tipe belajarnya adalah kinestetik. Tipilogi ,belajar mempengaruhi hasil belajar siswa, hal tersebut dapat dilihat dari kemajun siswa dalam bidang kemajuan nilai siswa, ketercapaian kemampuan siswa prestasi belajar siswa, serta siswa juga mampu untuk menyimpulkan beberapa hal terkait pembelajaran dan bagi guru manfaatnya menjadi mudah untuk mendeteksi kesalahan ketika siswa belajar.Berdasarkan hasil analisis terhadap data penelitian dari kedua variabel dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tipologi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa MTs Muhammadiyah Margototo, Lampung Timur. Hal ini dibuktikan dari hasil uji korelasi ProductMoment antara variabel X dengan variabel Y diperoleh rhitung 0,7 sedangkan tabel 0,279. dengan tingkat kepercayaan sesuai dengan data responden sebanyak 50 siswa. Maka dapat dilihat dalam tablenilair produk moment pada taraf 5 ſhitung 0,7 sedangkan label 0,279 dengan demikian hasil yang diperoleh signifikan. Hal ini berarti ada korelasi yang signifikan antara tipologi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa MTs Muhammadiyah Margototo, Lampung Timur.
PENGARUH STRATEGI SPIRITUAL TEACHING GURU AL ISLAM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP MUHAMMADIYAH 1 METRO Ariyati Ariyati; Iswati Iswati; M. Ihsan Dacholfany
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 1 (2021): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v2i1.1828

Abstract

Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya pendidikan merupakan bagian integral dalam pembangunan proses pendidikan tak dapat terpisahkan dari proses pembangunan itu sendiri, pembangunan diarahkandan bertujuan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Tujuan penelitian dalam penulisann ini adalah Untuk mengetahui pengaruh strategi spiritual teaching terhadap motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Al Islam di SMP Muhammadiyah 1 Metro. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Siswa Smp Muhammadiyah 1 Metro. Teknik pengambilan sample dengan random sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket. Sebelum Istrumen digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data peneliti menggunakan Regresi. Teknik pengumpulan data ini menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Penelitian ini membuktikan bahwa ada Pengaruh strategi spiritual teachingterhadap Motivasi Belajar. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil analisis menggunakan regresi dan mendapatkan hasil Fhitung sebesar 3.85 dengan tingkat signifikansi lebih besar dari 0.05 dengan hasil 0,38. Dari hasil uji diketahui ada Pengaruh signifikanSpiritual Teachingterhadap Motivasi Belajar sebesar 38 %, hal ini menunjukkan bahwa masih ada sebesar 62% pengaruh variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini.
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMK ROUDHOTUL FALAKH SUKADANA LAMPUNG TIMUR Rika Wulandari; M. Ihsan Dacholfany; Iswati Iswati
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 1 (2022): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v3i1.3057

Abstract

Peran guru Pendidikan Agama Islam memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan aktivitas pembelajaran siswa di sekolah terutama di masa pandemi covid-19. Aktivitas belajar siswa kurang optimal, oleh karena itu kompetensi profesional guru sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, terutama dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Kompetensi profesional guru PAI dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa pada masa pandemi covid-19, 2) Pelaksanaan aktivitas belajar siswa, 3) Faktor penghambat dan faktor pendukung dalam pelaksanaan aktivitas belajar siswa. Metode yang digunakan bersifat kualitatif lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian data yang telah dikumpul di analisis menggunakan metode berpikir induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional Guru PAI dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa pada masa pandemi covid-19 sudah terlaksana dengan baik. Hal ini dikarenakan guru PAI sudah melaksanakan proses belajar mengajar di masa pandemi dengan pembelajaran yang kreatif, yaitu menggunakan Google Classroom. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Kompetensi profesional guru PAI dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa pada masa pandemi covid-19 yaitu guru harus memberikan waltu yang efektif dalan pembelajaran, dan guru PAI menggunakan home visit. 2) Pelaksanaan aktivitas belajar siswa pada masa pandemi covid-19 berjalan dengan lancar. Proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan aplikai Google Classroom. 3) Faktor penghambat meliputi: kurangnya semangat belajar peserta didik, guru tidak bisa menjelaskan secara maksimal, kurangnya kesadaran dari pribadi siswa, jaringan internet kurang mendukung, dan faktor ekonomi yang kurang mendukung. Faktor pendukung meliputi: adanya sarana dan prasarana yang mencukupi, dukungan pendidik, adanya dukungan penuh kepala sekolah, dan dukungan orang tua peserta didik.
PERAN ORANGTUA DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN IBADAH SHOLAT WAJIB PADA REMAJA YANG KECANDUAN GAME ONLINE (STUDI KASUS DI DESA TANJUNG TIRTO KECAMATAN WAY BUNGUR LAMPUNG TIMUR) Tri Hari Hidayah; M. Ihsan Dacholfany; Iswati Iswati
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 1 (2022): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v3i1.3059

Abstract

Shalat lima waktu atau yang dikenal sebagai shalat wajib merupakan bentuk penyerahan diri seorang hamba kepada Rabbnya. Hikmah shalat sebagai suatu wujud dari ketawakalan, latihan disiplin diri dan merupakan suatu do’a. Shalat sebagai latihan kedisiplinan mengandung pengertian bahwa shalat hendaknya dilakukan tepat pada waktunya dan tidak dianjurkan untuk menunda kegiatan shalat. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui peran orangtua dalam menerapkan kedisiplinan ibadah shalat wajib bagi anaknya yang kecanduan Game Online, mengetahui kedisiplinan anak-anak yang kecanduan game online, dan mengetahui faktor-faktor pendukung dan faktor penghambat bagi orangtua dalam menerapkan kedisiplinan ibadah shalat wajib bagi anaknya. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Peneliti bertindak sebagai pengamat dan pengumpul data penelitian. Data dalam penelitian diperoleh melalui metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil Penelitian ini adalah Upaya Orang tua dalam meningkatkan kedisiplinan shalat lima waktu pada anak di desa Tanjung Tirto Kecamatan Way Bungur meliputi perintah, memberi Tauladan, memberi dukungan dan Motivasi. Orang tua selalu memberikan arahan yang baik terhadap anak-anaknya agar anak-anaknya bisa tanggung jawab terhadap kewajibannya. anak untuk segera melakanakan shalat baik secara langsung atau melalui saudaranya mengingatkan.
PENERAPAN SOSIODRAMA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMAIT AL HIDAYAH PAMENANG KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG TAHUN AJARAN 2020/2021 Reza Pan Utami; M. Ihsan Dacholfany; Iswati Iswati; Cahaya Khaeroni
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 1 (2022): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v3i1.3061

Abstract

Sebagian besar minat belajar PAI pada siswa SMA masih dalam kriteria rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana penerapan metode sosiodrama sebelum digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (2) Untuk mengetahui bagaimana penerapan metode sosiodrama setelah digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (3) Untuk mengetahui hasil dari penerapan sosiodrama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan (4) Untuk mengetahui apa saja kendala dan solusi penerapan Sosiodrama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAIT Al Hidayah Pamenang Tahun Ajaran 2020/2021. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode sosiodrama di Kelas XI SMAIT Al Hidayah Pamenang untuk menjelaskan solat jenazah. Teknik pengumpulan data pada hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan observasi dan penyebaran angket minat belajar diperoleh hasil yang menunjukan perbedaan minat belajar PAI. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan minat belajar dengan menerapkan metode sosiodrama dalam pembelajaran PAI SMAIT Al Hidayah. Metode sosidrama dalam pembelajaran terdapat beberapa kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kekurangan penggunaan metode sosiodrama dalam pembelajaran diantaranya adalah pesiapan yang cukup banyak, sedangkan kelebihan pengunaan metode sosiodrama diantaranya belajar lebih bervariasi, lebih menyenangkan dan tidak monoton sehingga siswa tidak mudah bosan.
PENDAMPINGAN MODERNISASI KURIKULUM TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN (TPQ) MASJID MASJID NURUL IMAN TEJOAGUNG KOTA METRO SEBAGAI UPAYA MENARIK MINAT ANAK PADA MASJID Iswati Iswati; Heri Cahyono
SINAR SANG SURYA Vol 6, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v6i2.2187

Abstract

ABSTRAKTPQ adalah lembaga pendidikan dan pengajaran Islam luar sekolah atau dapat disebut juga sebagai pendidikan non formal untuk anak-anak usia SD (usia 7-12 tahun), yang mendidik anak agar mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid sebagai target pokoknya. Peran TPQ sangat penting untuk membantu mengembangkan potensi psikologis, psiko-sosial dan religious anak. Selain itu, keberadaan TPQ juga dimaksudkan untuk mendukung dan membantu program atau usaha pemerintah menuju tercapainya tujuan Pendidikan Nasional.Salah satu problem yang cukup mendasar kondisi umat Islam dewasa ini salah satunya adalah tidak bisa membaca Al-Qur’an, selain itu anak cenderung malas belajar mengaji ke masjid sebab daya tarik anak pada gadget dan  teknologi lain lebih kuat ketimbang daya tarik mengaji. Selain itu pembelajaran TPQ sebagai pendidikan non formal sedikit terabaikan dan dianggap kurang maksimal karena belum adanya kesamaan kurikulum yang pasti bagi TPQ secara nasional, layaknya pendidikan formal dan itu berpengaruh pada kualitas hasil lulusan TPQ yang rendah. Dalam Pendidikan, kurikulum yang menjadi acuan dan sebagai pedoman bagi setiap lembaga pendidikan. Dengan adanya kurikulum, maka diharapkan dalam proses pembelajaran akan sistematis dan berkesinambungan, mempunyai tahap-tahap dan proses serta tujuan yang pasti agar kegiatan pembelajaran sesuai dengan apa yang diharapkan. Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi, dan proses pendidikan yang ada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Maka dari itu perlu adanya kegiatan pendampingan modernisasi kurikulum yang tepat dalam lembaga pendidikan TPQ. Kata Kunci: Pendampingan, Kurikulum, TPQABSTRACTTPQ is an Islamic education and teaching institution outside of school or can also be referred to as non-formal education for children aged 7-12 years old, which educates children to be able to read the Qur'an properly and correctly in accordance with the science of recitation. as the main target. The role of TPQ is very important to help develop the psychological, psycho-social and religious potential of children. In addition, the existence of TPQ is also intended to support and assist government programs or efforts towards achieving the goals of National Education. One of the problems that are quite basic in the condition of Muslims today, one of which is not being able to read the Qur'an, besides that children tend to be lazy to study. Koran to the mosque because the attraction of children to gadgets and other technologies is stronger than the attraction of reciting. In addition, TPQ learning as non-formal education is slightly neglected and considered less than optimal because there is no definite curriculum similarity for TPQ nationally, like formal education and it affects the quality of low TPQ graduates. In education, the curriculum is the reference and guide for every educational institution. With the curriculum, it is hoped that the learning process will be systematic and continuous, have stages and processes and definite goals so that learning activities are in accordance with what is expected. The curriculum holds a key position in education, because it is related to determining the direction, content, and educational process that ultimately determines the types and qualifications of graduates of an educational institution. Therefore, there is a need for appropriate curriculum modernization assistance activities in TPQ educational institutions. Keywords: Mentoring, Curriculum, TPQ
PENGARUH MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP KINERJA GURU DI LAMPUNG TIMUR Muhammad Ihsan Dacholfany; Retnowati Retnowati; Agus Sutanto; Heri Cahyono; Iswati Iswati
AT-TAJDID Vol 6, No 2 (2022): JULI-DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v6i2.2432

Abstract

POTRET GERAKAN INTELEKTUAL DAN INSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA BESERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Bayu Ardiwansyah; Heri Cahyono; Iswati Iswati
AT-TAJDID Vol 7, No 1 (2023): JANUARI-JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v7i1.2692

Abstract