Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK MUATAN PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Latifah Dwi Utami; Dhi Dhi Bramasta2 Bramasta
Khazanah Pendidikan Vol 13, No 1: September 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jkp.v13i1.6173

Abstract

Research through the program Assignment Lecturer in the School (PDS) in Class IV Primary School Universitas Muhammadiyah Purwokerto (SD UMP) goes well. Learning implemented in class IV Zaid Bin Tsabit Primary School Universitas Muhammadiyah Purwokerto. learning strategies applied Learning Strategies to Increase Thinking Ability (SPPKB). There are six stages in SPPKB applied in the present study. Starting with the orientation phase, the tracking stage, the stage of confrontation, the stage of inquiry, accommodation phase and ended the transfer phase. Stages of inquiry is the most important stages. At this stage the students learn to think real. Learners are encouraged to solve problems encountered. Some learners difficulties in the learning process-oriented thinking and invention concept. The issue presented in a matter can not be solved learners. Learning media in the form of animated short films about religious diversity effectively evoke the imagination inspires learners. Application of learning strategy SPPKB able to improve the ability of thinking and invention concepts and learners are able to solve problems that served learning materials. When students were asked to argue, invented the concept of the learning process has been able to express their opinions well. SPPKB strategy implementation can provide a solution to students who have been experiencing difficulties in the learning process oriented thinking and invention concepts and problem solving. Keywords: Thematic Learning Strategies, Social Sciences
Persebaran Sarana dan Prasarana Perpustakaan Sekolah Dasar Berbasis Sistem Informasi Geografis Dhi Bramasta; Dedi Irawan
Khazanah Pendidikan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jkp.v11i1.2310

Abstract

AbstractThe aim of this research is to know the distribution of elementary school in Baturradensub-district of Banyumas Regency and to know the condition of library and facilities ofelementary school library in Baturraden Sub-district of Banyumas Regency. Theresearch was conducted in Baturraden Sub-district of Banyumas Regency. The subjectsof the study are primary school and the manager of elementary school library. Thisresearch is a qualitative descriptive research with spatial approach which is oneapproach in geography. Data collection techniques with observation, interview anddocumentation. Data analysis uses interactive analysis which includes reduction,display, verification and GIS. The results showed that the primary school distributionof Baturraden sub-district is clustered with distribution pattern following path oraccessibility path. The number of books and equipment in the library has not been inaccordance with the subjects and the number of students in the school, so that thecondition of the facilities and infrastructure of elementary school library in Baturradensub-district has not complied with the standard set by the government.Keywords: facilities and infrastructure, primary school library, geographic informationsystem
COMPARISON AND ANALYSIS OF SPATIAL ELEMENTARY SCHOOL DISTRIBUTION AND TEACHER CERTIFICATION BY DIGITAL MAPPING BASED ON GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM Dhi Bramasta
Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Dinamika Volume VII, Nomor 2, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/dinamika.v7i2.935

Abstract

Education is a conscious and deliberate effort to create an atmosphere of learning and the learning process so that learners are actively developing her potential, as well as to humanize humans. Uneven distribution or school distribution geographically affect the quality of education of the population in a region. In addition to the comparison of the number of certified and not certified teachers in a school also had a role in influencing the quality of learning in schools. Because the teacher certification is a process competency test for prospective teachers or teachers who want to gain recognition and increase the appropriate competence or chosen profession. Teacher certification is the government's efforts in improving the quality of teachers which is followed by an increase in teachers' welfare. Teachers who have earned certification as an educator declared competent and professional. Data maps are very important information with the information contained within. Data spatial information of GIS-based mapping has a very strategic role in maintaining the integrity of a country, planning and supervision of construction, and arrangement of space. By using geographical based information systems digital mapping, it can be noticed the distribution and spatial patterns of Elementary School distribution as well as the comparison of Elementary School teacher certification in a region.
Mitigasi Bencana Gunung Meletus di Sekolah Rawan Bencana Dhi Bramasta; Dedy Irawan
Publikasi Pendidikan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.523 KB) | DOI: 10.26858/publikan.v10i2.13858

Abstract

MI Muhammadiyah Gandatapa secara geografis berada di lereng Gunung Slamet, sedangkan Gunung Slamet sendiri merupakan gunung berapi yang tidak menutup kemungkinan sewaktu-waktu dapat terjadi erupsi. Sehingga wilayah yang berada di lereng gunung tersebut memiliki kerentanan terkena dampak erupsi gunung. Selama ini guru MI Muhammadiyah Gandatapa belum memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai upaya untuk mengurangi resiko bencana atau mitigasi bencana. Melalui pelatihan  mitigasi bencana, maka diharapkan para guru dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai mitigasi bencana sesuai dengan langkah-langkahnya. Pelatihan dilakukan melalui empat tahapan yaitu: 1) Persiapan; 2) Memberikan materi pelatihan dan simulasi; 3) Monitoring dan pendampingan; 4) Evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan yaitu secara teoritis guru mengetahui tentang mitigasi bencana. Selanjutnya guru memahami langkah-langkah yang ditempuh dalam menghadapi ancaman bencana gunung meletus, melalui tahapan 1) Sebelum terjadi bencana; 2) Pada saat terjadi bencana; 3) Pasca terjadi bencana. Pengetahuan dan pemahaman dalam mitigasi bencana yang telah didapatkan, dapat diimplementasikan di sekolah yang merupakan wilayah rawan terkena dampak dari gunung meletus dan menjadikan sekolah tanggap bencana.
SIKAP TOLERANSI DAN TANGGUNG JAWAB SISWA KELAS V SD NEGERI 1 PATIKRAJA Nimatul Maolia; Dhi Bramasta; Ana Andriani
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 9, No 1 (2019): MALIH PEDDAS, Volume 9, Nomor 1
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v9i1.3866

Abstract

Rendahnya sikap toleransi dan tanggung jawab siswa melatarbelakangi penelitian ini, yang bertujuan untuk mengetahui sikap toleransi dan sikap tanggung jawab siswa SD N 1 Patikraja pada proses pembelajaran, dan mengetahui faktor penyebab kurangnya sikap toleransi dan tanggung jawab siswa kelas V SD Negeri 1 Patikraja pada proses pembelajaran. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Proses pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, instrumen observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data mengunakan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V SD N 1 Patikraja saat proses pembelajaran mempunyai sikap toleransi yang baik, hanya saja masih ada dua atau tiga siswa yang suka memilih-milih teman dalam berkelompok sedangkan sikap tanggung jawab siswa kelas V SD N 1 Patikraja saat proses pembelajaran sebagian besar sudah bagus, lebih dari lima belas siswa mempunyai sikap tanggung jawab yang bagus. Kurangnya sikap toleransi dan tanggung jawab siswa itu dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya melaksanakan hak dan kewajiban (faktor internal), pola asuh orang tua dan teman sebaya (faktor eksternal). Kata kunci : Sikap Toleransi, Sikap Tanggung Jawab, Proses Pembelajaran
ANALISIS PERSIAPAN GURU DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI JAMBU 01 Dwi Puji Astuti; Arifin Muslim; Dhi Bramasta
Wahana Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v7i2.3676

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine what preparations are made by the teacher in the implementation of mathematics learning. The method used in this research is qualitative with descriptive analysis. Research subjects are informants who provide research data through interviews. The informants in this study were grade IV teachers of Jambu State Elementary School 01. While the data analysis used in this study were data reduction, data presentation and verification. This research resulted in the findings of preparations made by the teacher in the implementation of mathematics learning, among others, which must be prepared are the learning objectives, learning materials, learning methods, learning media, evaluation of learning, students, teachers and the place of learning environment. The obstacles in the preparation are students who often talk to themselves and disturb other friends, then a weak internet connection that causes the process of finding learning resources to be difficult.Keywords: Mathematics Learning Implementation, Teacher PreparationABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persiapan apa saja yang dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Subjek penelitian adalan informan yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah guru kelas IV SD Negeri Jambu 01. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Penelitian ini menghasilkan temuan persiapan yang dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran matematika antara lain yang harus dipersiapkan adalah tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, evaluasi pembelajaran, siswa, guru dan tempat lingkungan belajar. Kendala dalam persiapan tersebut adalah siswa yang sering berbicara sendiri dan mengganggu teman yang lain, kemudian koneksi internet yang lemah yang menyebabkan proses pencarian sumber belajar menjadi sulit.Kata Kunci: Pelaksanaan Pembelajaran Matematika, Persiapan Guru
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARN EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK TEMA 7 DI KELAS V SD NEGERI 3 KOTAYASA Riyan Widiya Wati; Dhi Bramasta; Sony Irianto
Wahana Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v7i2.3757

Abstract

ABSTRACTThe learning process in the 2013 curriculum is a student center or learning centered on students, where students are required to be more active in learning, and the task of the teacher in the 2013 curriculum is to become a facilitator. Active in learning shows that students have a high curiosity so that they can answer and express their own ideas. The emergence of high curiosity makes students understand information clearly.This study aims to determine the increase in curiosity and student learning achievement with the Non Non Example learning model on theme 7 (Events in Life) in class V SD Negeri 3 Kotayasa. This type of research uses Classroom Action Research (CAR) conducted in 2 cycles. The research subjects were 21 students. the data collected is curiosity and student learning achievement.The results showed that: first, the application of the Example Non Example learning model can increase students' curiosity as seen from the classical percentage acquisition of cycle I namely 4,5% with the criteria pretty good and has increased to 6,8% in the second cycle with the criteria very good. Secondly, the application of the Example Non Exampe learning model can improve student learning achievement seen from the acquisition of the average value of the first cycle namely 57,15% by completing learning pretty good and increasing to 83,5% by completing learning very good in the second cycle so that indicators of success research reached.Keywords: Curiosity, Learning achievement, Example Non Example learning model.ABSTRAKProses pembelajaran pada Kurikulum 2013 adalah student center atau pembelajaran berpusat pada peserta didik, dimana peserta didik dituntut untuk lebih aktif dalam pembelajaran, dan tugas guru di dalam Kurikulum 2013 adalah menjadi seorang fasilitator. Keaktifan dalam pembelajaran menunjukkan bahwa peserta didik memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga dapat menjawab dan mengemukakan gagasannya sendiri. Munculnya rasa ingin tahu yang tinggi membuat peserta didik memahami informasi secara jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan rasa ingin tahu dan prestasi belajar peerta didik dengan model pembelajaran Example Non Examplepada tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) di kelas V SD Negeri 3 Kotayasa. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian berjumlah 21 peserta didik. data yang dikumpulkan adalah rasa ingin tahu dan prestasi belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, penerapan model pembelajaran Example Non Exampledapat meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik dilihat dari perolehan persentase klasikal siklus I yaitu 4,5% dengan kriteria Cukup Baik dan mengalami peningkatan menjadi 6,8% di siklus II dengan kriteria Sangat Baik. Kedua, penerapan model pembelajaran Example Non Exampedapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik dilihat dari perolehan rata-rata nilai siklus I yaitu 57,15% dengan ketuntasa belajar Cukup Baik dan meningkat menjadi 83,5% dengan ketuntasan belajar Sangat Baik pada siklus II sehingga indikator keberhasilan penelitian tercapai.Kata kunci: Rasa ingin tahu, Prestasi belajar, Model pembelajaran Example Non Example.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB DAN KERJA SAMA DI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 2 BERKOH Rifa Pramasanti; Dhi Bramasta; Subuh Anggoro
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v5i1.457

Abstract

Character education is also a vehicle for the socialization of characters that should be possessed by a human child to make them the noble creatures on earth. Character education requires habituation. Behavior of learners can be developed through character analysis that is developed within core competencies such as the character of responsibility. The sense of responsibility also influences students' learning achievement, while the character of cooperation can be raised in learning activities in class through group activities. In collecting data and information needed in research, the authors use data collection techniques or interviews with interviews, observations, and documentation. The character education of responsibility and cooperation in the 2013 curriculum thematic learning has been carried out in SD Negeri 2 Berkoh. In SD Negri 2 Berkoh Character of responsibility can be applied through doing homework, learning in class, doing assignments from the teacher while the character of cooperation can be applied through group work, playing in class, respecting the opinions of others. The implementation of responsibility character education and cooperation in the 2013 thematic learning at SD Negeri 2 Berkoh can be done through various activities such as learning activities, guidance, spontaneous activities, exemplary and habituation.
Membangun Kemampuan Spasial Lewat Pelatihan Pemetaan Digital Berbasis Sistem Informasi Geografis Untuk Aparatur Desa Dhi Bramasta; Anang Widhi Nirwansyah
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 2 NOMOR 1 MARET 2018 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.253 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v2i1.2163

Abstract

Peningkatan keahlian pemetaan dasar bagi aparatur desa sangat penting dalam takaran perencanaan tata ruang sudah merupakan alat pemerintahan baku yang dibuat secara berkala pada tingkat nasional, propinsi, kabupaten dan bahkan desa, akan tetapi alat ini seringkali kehilangan makna dan fungsinya dikarenakan oleh pendekatan dan proses pembuatannya yang tidak tepat. Hal ini banyak disebabkan oleh kurangnya kapasitas maupun keterampilan sumber daya manusianya, dan skill pemetaan yang belum dikuasai oleh aparat pemerintah di level dasar termasuk pada level kelurahan dan kecamatan. Peningkatan kapasitas keahlian aparatur desa dalam hal pemetaan digital menggunakan Sistem Informasi Geografis dilakukan untuk membangun keterampilan dasar administratif berbasis spasial sehingga pada tahap selanjutnya aparat desa mampu membangun basisdata geografis lainnya untuk mendukung kegiatan pembangunan di tingkat pemerintah terendah.Kata Kunci : Kemampuan Spasial, Pemetaan Digital, Sistem Informasi Geografis
IDENTIFIKASI CIRI-CIRI PERILAKU BULLYING DAN SOLUSI UNTUK MENGATASINYA DI SEKOLAH Itsna Afiyani Afiyani; Cicih Wiarsih; Dhi Bramasta
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.45 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v5i3.2433

Abstract

Perilaku bullying merupakan perbuatan negatif yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang yang bertujuan menyakiti orang lain baik secara mental maupun fisik. Pelaku bullying bukan hanya orang dewasa, bahkan orang  tua dan anak-anak yang masih dibangku sekolah dasar melakukan bullying baik yang dilakukan secara sadar atau tidak disadari. Perilaku bullying biasanya dilakukan secara kontak verbal langsung (mengejek, berkata kotor) dan kontak fisik langsung (memukul, menendang). Perilaku bullying jika dibiarkan akan mengakibatkan dampak yang tidak baik terutama pada korban, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri-ciri atau karakteristik siswa pelaku bullying, penyebab siswa melakukan bullying dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi perilaku bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik siswa yang melakukan bullying yaitu tidak memperhatikan guru saat guru menjelaskan, memakai seragam kurang lengkap, tidak sopan dengan guru, keluar kelas lebih dari 15 menit, bermain sendiri, tidak mau menulis, suka mendominasi, tidak konsentrasi, berkata kotor, dan tidak bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Penyebab siswa melakukan bullying yaitu ada dua faktor yang paling berpengaruh yaitu faktor keluarga karena perceraian orang tua menyebabkan siswa berperilaku kurang baik, dan faktor dari diri siswa yaitu tidak ada kemauan dan usaha untuk merubah diri agar tidak berperilaku negatif. Upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah dan orang tua dalam mengatasi perilaku bullying yaitu memberi nasihat yang dilakukan setiap hari, menerapkan pendidikan agama, kerja sama antara pihak sekolah dengan orang tua, dan membawa ke psikolog agar dapat mengurangi perilaku negatif yang dilakukan oleh siswa.