Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT PURUN TIKUS (ELEOCHARIS DULCIS) PADA KOMPOSIT POLIESTER TERHADAP SIFAT TERMAL Pardi Pardi; Herawati Herawati; Kurnia Rahmayanti; Alex Aji Kusuma
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5405

Abstract

Masyarakat Desa Stambul Jaya di Kabupaten Aceh Tenggara telah lama memanfaatkan tanaman purun tikus (Eleocharis dulcis), sejenis rumput rawa yang tumbuh subur di lahan basah, untuk membuat berbagai kerajinan seperti tikar, topi, dan bakul. Kini, tanaman ini mulai dilirik sebagai bahan baku potensial dalam pembuatan material komposit yang ramah lingkungan. Sebuah penelitian dilakukan untuk membuat papan komposit berukuran 20 × 20 × 0,5 cm dari serat purun yang dicampur dengan resin poliester. Peneliti menguji beberapa variasi kadar serat (5%, 10%, dan 15%) serta arah susunan serat, yaitu sejajar, acak, dan anyaman, untuk melihat pengaruhnya terhadap ketahanan panas bahan komposit. Hasil uji Thermogravimetric Analysis (TGA) menunjukkan bahwa komposit dengan susunan sejajar 15%, acak 10%, dan anyaman 15% memiliki ketahanan panas tertinggi. Di antara semua variasi, susunan anyaman 10% menunjukkan hasil terbaik karena tetap stabil pada suhu tinggi. Uji Differential Scanning Calorimeter (DSC) memperkuat hasil tersebut, dengan suhu puncak tertinggi mencapai sekitar 500°C pada susunan anyaman 10%. Temuan ini membuktikan bahwa serat purun tikus dapat meningkatkan stabilitas termal dan kekuatan bahan komposit sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan. Dari bahan sederhana pembuat kerajinan, purun kini berpotensi menjadi sumber inovasi baru dalam industri hijau yang memberdayakan masyarakat lokal sekaligus menjaga kelestarian alam.
MODEL KOLABORATIF PARENTING ISLAMI DI SEKOLAH DASAR: INTEGRASI PERAN AYAH DAN IBU DALAM PENGASUHAN ANAK Herawati Herawati; Saprina Siregar; Pardi Pardi; Abdul Mukti; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengasuhan islami berbasis sekolah dasar yang berorientasi pada integrasi peran ayah dan ibu secara kolaboratif dalam mendidik anak. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena melemahnya keterlibatan peran ayah dalam pendidikan anak usia sekolah dasar, khususnya di era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dalam pengasuhan Islami memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan spiritual, sosial-emosional, dan akademik anak. Model pengasuhan yang dirumuskan menekankan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan komunitas berbasis nilai al-Qur’an dan hadits. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan program sekolah ramah ayah. Kata kunci: Pengasuhan Islami, Peran Ayah, Anak Sekolah Dasar, Parenting, Sekolah Ramah Ayah. A COLLABORATIVE ISLAMIC PARENTING MODEL IN ELEMENTARY SCHOOLS: INTEGRATING THE ROLES OF FATHERS AND MOTHERS IN CHILD REARING Abstract This study aims to develop a school-based Islamic parenting model at the elementary level that focuses on the collaborative integration of fathers’ and mothers’ roles in child upbringing. The study is motivated by the phenomenon of declining father involvement in the education of elementary school children, particularly in the digital era. This research employs a qualitative approach with a case study design using interviews, observations, and documentation. The findings indicate that involvement in Islamic parenting has a significant impact on children’s spiritual, socio-emotional, and academic development. The proposed parenting model emphasizes collaboration among families, schools, and communities based on the values of the Qur’an and Hadith. This study is expected to serve as a reference for developing father-friendly school programs. Keywords: Islamic Parenting, Father’s Role, Elementary School Children, Parenting, Father-Friendly Schools.
MODEL LITERASI ANTI-BULLYING BERBASIS BAHASA DAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA SEKOLAH DASAR Rahmat Alimin; Herawati Herawati; Abdul Mukti; Pardi Pardi; Muhammad Ihsan; Jahara Putri; Muhammad Rizky
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan model literasi anti-bullying berbasis bahasa dan kearifan lokal dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekolah dasar. Permasalahan bullying yang masih marak terjadi di lingkungan sekolah dasar tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis siswa, tetapi juga menghambat perkembangan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial. Pendekatan yang selama ini digunakan cenderung bersifat parsial dan belum terintegrasi dengan pembelajaran Bahasa Indonesia serta nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis terhadap berbagai artikel ilmiah bereputasi yang relevan dengan topik bullying, literasi bahasa, dan pendidikan berbasis kearifan lokal. Data dikumpulkan dari database Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan SINTA dengan rentang tahun 2015–2025. Analisis data dilakukan melalui teknik thematic synthesis untuk mengidentifikasi pola, konsep, dan kesenjangan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan bullying yang efektif memerlukan integrasi antara penguatan literasi bahasa, internalisasi nilai-nilai kearifan lokal, dan pendekatan sistem berbasis sekolah. Model literasi anti-bullying yang dihasilkan menekankan pada penggunaan bahasa yang santun, empatik, serta penguatan interaksi sosial melalui media budaya lokal seperti permainan tradisional. Model ini berpotensi meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Kata kunci: Literasi Bahasa, Bullying, Kearifan Lokal, Komunikasi, Sekolah Dasar. A LANGUAGE- AND LOCAL WISDOM-BASED ANTI-BULLYING LITERACY MODEL IN IMPROVING ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS’ COMMUNICATION SKILLS Abstract This study aims to examine and formulate a language-based anti-bullying literacy model integrated with local wisdom to improve elementary school students’ communication skills. Bullying remains a significant issue in primary education, affecting not only students’ psychological well-being but also hindering their communication and social interaction development. Existing approaches tend to be partial and lack integration with language learning and local cultural values. This research employed a qualitative approach using a systematic literature review method on relevant scholarly articles related to bullying, language literacy, and local wisdom-based education. Data were collected from Scopus, Web of Science, Google Scholar, and SINTA databases within the 2015–2025 range. The data were analyzed using thematic synthesis to identify patterns, concepts, and research gaps. The findings indicate that effective bullying prevention requires the integration of language literacy, local wisdom values, and a school-based systemic approach. The proposed anti-bullying literacy model emphasizes polite and empathetic language use, as well as strengthening social interaction through local cultural media such as traditional games. This model has the potential to enhance students’ communication skills while fostering a safe and inclusive learning environment. Keywords: Language Literacy, Bullying, Local Wisdom, Communication, Elementry School.
PSIKOEDUKASI DUKUNGAN PSIKOLOGIS AWAL DI PESANTREN BABUL MAGHFIRAH Melda Sofia; Kamarullah Kamarullah; Herawati Herawati; Kurnia Rahmayanti; Pardi Pardi; Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Cut Nursadrina; Nanda Fitriana; Abdul Mukti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dukungan Psikologis awal merupakan salah satu bentuk intervensi yang dilakukan seseorang yang digunakan untuk menangani situasi krisis dan bencana. Dukungan psikologis awal sangat membantu pelajar khususnya siswa di pesantren babulmaghfirah yang sudah mengalami musibah kebakaran. Efek bencana tersebut membawa dampak buruk bagi siswa sehingga mengalami trauma, cemas, panik, takut dan kondisi kesehatan memburuk. Dengan pemaparan psikoedukasi dukungan psikologis awal kepada siswa dapat mengubah pikiran dan kondisi kesehatan mental semakin baik.  
SOSIALISASI EDUKASI MINUMAN BERISIKO TERHADAP KESEHATAN GINJAL UNTUK PENCEGAHAN GAGAL GINJAL KRONIS PADA REMAJA DAYAH MODERN DARUL ULUM BANDA ACEH Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia; Syarifah Yanti Astrina; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, termasuk pada kelompok usia muda. Salah satu faktor risiko yang sering diabaikan adalah konsumsi minuman berisiko seperti minuman bersoda, minuman energi, dan minuman instan dengan kandungan gula tinggi, pemanis buatan, serta bahan kimia tambahan. Remaja yang menempuh pendidikan di dayah modern memiliki potensi terpapar risiko ini akibat kebiasaan mengonsumsi minuman kemasan yang tersedia di lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri remaja Dayah Modern Darul Ulum tentang minuman berisiko bagi kesehatan ginjal dan langkah pencegahannya. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, pemutaran video edukasi, diskusi kelompok, dan pembagian leaflet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 43% setelah intervensi, khususnya pada pemahaman tentang jenis minuman yang perlu dihindari dan pentingnya menjaga hidrasi dengan air putih. Program ini terbukti efektif sebagai langkah promotif-preventif untuk mencegah GGK pada remaja di lingkungan dayah modern, serta berpotensi direplikasi di lembaga pendidikan serupa. 
SOSIALISASI TENTANG KEBIASAAN MENGKONSUMSI MAKANAN DAN MINUMAN JUNK FOOD PADA REMAJA DI PESANTREN DARUL ULUM BANDA ACEH Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan pola makan yang sehat dan bergizi, karena pada masa ini remaja akan terus tumbuh dan berkembang sehingga kebutuhan nutrisi harus seimbang dengan besarnya aktivitas. Namun pada saat ini, banyak remaja memiliki kegemaran untuk mengkonsumsi junk food hal ini disebabkan karena cita rasanya yang enak. Junk food adalah makanan yang rendah nilai gizinya namun tinggi kalori,lemak yang tidak sehat, gula dan garam serta akan berdampak negatif bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang. Maka tujuan dari program pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa serta mengenalkan kepada siswa beberapa jenis makanan siap saji atau junk food bagi kesehatan. Sosialisasi ini dilakukan sebagai salah satu pencegahan terhadap perilaku siswa yang sering mengkonsumsi junk food. Berdasarkan survey yang telah kami lakukan kepada siswa beberapa jenis junk food dalam kehidupan sehari-hari serta dampak negatif yang akan ditimbulkan akibat sering mengkonsumsi junk food. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi penyuluhan interaktif antara pemateri dan siswa, pemutaran video edukasi, diskusi dan tanya jawab, serta pembagian leaflet. Evaluasi yang dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 45% setelah intervensi, khususnya pada pemahaman tentang jenis makanan dan minuman yang mengandung junk food. Program ini terbukti efektif sebagai langkah dalam mencegah siswa dalam mengkonsumsi junk food pada remaja di lingkungan dayah modern, serta berpotensi direplikasi di lembaga pendidikan serupa.
PSIKOEDUKASI MENGELOLA KECEMASAN MENJADI KEKUATAN DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN REMAJA MENUJU DUNIA PENDIDIKAN DAN KERJA Kurnia Rahmayanti; Melda Sofia; Cut Nursadrina; Herawati Herawati; Syarifah Asyura; Pardi Pardi; Putri Serianti; Jernih Rizkia Putri; Kamsia Kamsia; Freity Freity
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Abstract Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami remaja dan berpotensi menghambat kesiapan mereka menghadapi tuntutan pendidikan maupun dunia kerja. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola kecemasan melalui psikoedukasi berbasis webinar bersama EDUNITAS. Kegiatan diikuti oleh lebih dari 250 remaja dari berbagai latar belakang pendidikan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang konsep kecemasan, perbedaan kecemasan adaptif dan maladaptif, serta kemampuan mengidentifikasi faktor pemicu kecemasan. Peserta juga mempraktikkan strategi pengelolaan, seperti teknik relaksasi, positive self-talk, manajemen waktu, dan restrukturisasi kognitif. Lebih jauh, mereka menyadari bahwa kecemasan tidak selalu menjadi hambatan, melainkan dapat menjadi kekuatan motivasi untuk meningkatkan kesiapan diri. Psikoedukasi ini terbukti efektif dalam memperkuat kesiapan mental, regulasi diri, dan resiliensi remaja untuk menghadapi transisi menuju dunia pendidikan dan kerja yang kompetitif.Kata Kunci: Psikoedukasi, Kecemasan, Remaja
EDUKASI LITERASI KESEHATAN MENTAL BAGI SANTRI SMAIT UMAR FARUQ SEBAGAI UPAYA PREVENTIF GANGGUAN PSIKOLOGIS Kurnia Rahmayanti; Melda Sofia; Andi Syahputra; Herawati Herawati; Syarifah Asyura; Pardi Pardi; Rahmansah Rahmansah; Muhammad Yahya; Refita Maulia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan isu penting dalam konteks pendidikan, termasuk pada lingkungan sekolah berbasis pesantren. Santri menghadapi tuntutan akademik, sosial, serta penyesuaian diri terhadap sistem boarding school yang berpotensi menimbulkan stres psikologis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental santri sebagai upaya preventif terhadap gangguan psikologis. Sasaran kegiatan adalah santri di SMAIT Umar Faruq. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi self-help. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri tentang konsep kesehatan mental, tanda-tanda gangguan psikologis, serta strategi coping adaptif. Kegiatan ini berkontribusi dalam membangun kesadaran preventif dan memperkuat ketahanan psikologis santri. Kesimpulannya, edukasi ini efektif meningkatkan kesadaran santri untuk melakukan deteksi dini secara mandiri.