Claim Missing Document
Check
Articles

Determinan Kejadian Penyakit Diare Pada Santri Di Pesantren Modern Kota Makassar Tahun 2018 Syahratul Aeni; Emmi Bujawati; Habibi Habibi; Durrotul Mahdiyah
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 2 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1541.882 KB)

Abstract

Diare adalah kondisi dimana seseorang mengalami buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat) lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran determinan kejadian penyakit diare santri pada 4 Pesantren modern kota Makassar yaitu Pesantren Darul Aman, Ummul Mukminin Putri, IMMIM Putra, Darul Arqam. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional dengan jumlah responden sebanyak 149 responden. Karakteristik responden berdasarkan umur mayoritas terdapat pada umur 14 tahun (43.6%), berdasarkan jenis kelamin mayoritas laki-laki 90 responden. Kebiasaan jajan cukup berada pada Pesantren IMMIM Putra (74%) dan kebiasaan jajan kurang pada Pesantren Darul Arqam (70%). Kebiasaan mencuci tangan cukup berada pada Pesantren IMMIM Putra (47.1%) dan Kebiasaan mencuci tangan kurang berada pada Pesantren Darul Arqam (80%). Perilaku membuang sampah cukup berada pada Pesantren Darul Aman dan Darul Arqam (66.7%) dan perilaku membuang sampah kurang berada pada Pesantren Darul Arqam (66.7%). Perilaku penggunan jamban cukup berada pada Pesantren Ummul Mukminin Putri (65.8%) dan perilaku jamban kurang berada pada Pesantren Darul Arqam (66.7%). Kondisi penyediaan air bersih Pesantren modern berada pada kriteria memenuhi syarat, kondisi sarana pembuangan sampah terdapat 2 Pesantren yang memenuhi syarat dan 2 Pesantren lainnya tidak memenuhi syarat, kondisi sarana pembuangan air limbah (SPAL) berada pada kategori memenuhi syarat, keadaan jamban/WC Pesantren modern tidak memenuhi syarat, keadaan kantin pada Pesantren modern berada pada kategori tidak memenuhi syarat Kata kunci : Diare, Pesantren, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN (MODEL PENGUKURAN RISIKO PENCEMARAN UDARA TERHADAP KESEHATAN) Syahrul Basri; Emmi Bujawati; Munawir Amansyah; Habibi .; Samsiana .
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i2.61

Abstract

kesehatan. Se-dangkan risiko (risk) merupakan fungsi peluang terjadinya gangguan kesehatan dan kepara-han (severity) gangguan kesehatan oleh karena suatu bahaya.Risiko lingkungan merupakan risiko terhadap kesehatan manusia yang disebabkan oleh karena faktor lingkungan, baik lingkungan fisik, hayati maupun sosial-ekonomi-budaya. Salah satu bahaya yang berpotensi menimbulkan dampak bagi kesehatan manusia dan ling-kungan yakni bahaya kimia yang berupa keberadaan polutan di udara.Di Indonesia Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) masih belum banyak dikenal dan digunakan sebagai metoda kajian dampak lingkungan terhadap kesehatan. Pa-dahal, di beberapa negara Uni Eropa, Amerika dan Australia ARKL telah menjadi proses central idea legislasi dan regulasi pengendalian dampak lingkungan. Karenanya, merupakan hal penting untuk mengenalkan metode ARKL dalam pengukuran risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan karena faktor lingkungan khususnya pencemaran udara.Kata Kunci : Analisis Risiko, Pencemaran Udara
PENGARUH KETEBALAN ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP TINGKAT KESADAHAN AIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUDU KABUPATEN ENREKANG TAHUN 2013 Emmi Bujawati; Muh. Rusmin; Syahrul Basri
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i1.949

Abstract

Kesadahan atau hardness adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air. Menurut WHO dampak penggunaan yang timbul akibat penggunaan air sadah terhadap kesehatan adalah penyumbatan pembuluh darah jantung dan batu ginjal. Salah satu cara untuk menurunkan kesadahan adalah filtrasi dengan karbon aktif. Tujuan dalam penelitian ini ada-lah untuk mengetahui pengaruh ketebalan arang tempurung kelapa terhadap tingkat kesadahan air.Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan Nonrandomized pretes-postes control group design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ketebalan tempurung kelapa yaitu 60 cm, 70 cm, dan 80 cm., variabel terikat adalah tingkat kesadahan air sumur artetis, dan variabel pengganggu adalah volume air, lama kontak dan kecepatan aliran.Hasil penelitian menujukan bahwa ada pengaruh ketebalan arang tempurung kelapa terhadap tingkat kesadahan air. Persentase penurunan kesadahan pada ketebalan 60 cm (72.71 %), 70 cm (16.03%), dan 80 cm (20.05%). Hal ini menunjukka bahwa penurunan kesadahan yang paling efektif dari variasi ketebalan 60 cm, 70 cm, dan 80 cm yaitu pada ketebalan 60 cm.Penelitian ini menyarankan agar masyarakat yang menggunakan mata air sebagai air bersih yang memiliki tingkat kesadahan tinggi disarankan sebaiknya melakukan pengolahan terlebih dahulu. Salah satu alternatifnya yaitu dengan menggunakan filtrasi dengan karbon aktif dengan ketebalan filter 60 cm.Kata kunci : Ketebalan karbon aktif, Tingkat kesadahan
ANALISIS KANDUNGAN ZAT GIZI NUGGET IKAN KURISI (Nemipterus Nematophorus) SUBTITUSI BUAH LAMUN (Enhalus Acoroides) UNTUK MEMPERBAIKI MASALAH GIZI PADA MASYARAKAT PULAU Irviani A. Ibrahim; Emmi Bujawati; Mirnawati Mirnawati
Media Gizi Pangan Vol 24, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.585 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v24i1.319

Abstract

Background: Nugget is a popular food and fancied by community in various age groups, including school-age children and It is one of the most favorite and trendy foods. The raw materials used in nuggets in this study are Kurisi fish (Nemipterus nematophorus) and seagrass (Enhalus acoroides). The study is aimed at determining the nutrient contents (carbohydrate, protein, fat, calcium, Fe, and Phenol) and organoleptic test on kurisi fish nugget (Nemipterus nematophorus) substitute product of seagrass (Enhalus acoroides).Method: The design type of the research is complete randomized design as it is applied to experiments conducted in a homogeneous environment and the research approach used is an experimental approach using true-experimental design. Methods used for the treatment of kurisi fish (Nemipterus nematophorus) and seagrass (Enhalus acoroides) by comparing the experimental group 1:0 (100 gr kurisi fish), 3:1 (75 gr of fish and 25 gr seagrass), 1:1 (50 gr fish and 50 gr seagrass), and 1:3 (25 gr fish and 75 gr seagrass).Result: The results reveal that 4 different concentration treatments are conducted by adding the seagrass (Enhalus acoroides) i.e. 1: 0:1: 1:3: 1 and 1:3 with 3 repetitions. The results of carbohydrate are 32.35%, protein 13.74%, fat 14.04%, calcium 33.03 ug/g, Fe 35.24 ug/g and Phenol 2699.47 ug/g. The most favorable organoleptic test and good quality is 1:0 treatment. Keywords: Nugget, Kurisi Fish (Nemipterus nematophorus), Seagrass (Enhalus acoroides), Nutrition
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Azriful Azriful; Emmi Bujawati; Habibi Habibi; Syahratul Aeni; Yusdarif Yusdarif
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.238 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6874

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah gizi yang berdampak buruk terhadap kualitas hidup anak dalam mencapai titik tumbuh kembang yang optimal sesuai potensi genetiknya. Stunting berhubungan dengan risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia24-59 bulan di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik, menggunakan metode cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 24-59 bulan berjumlah 339 balita.Jumlah sampel adalah 183 balita, dengan Ibu dari balita sebagai responden. Pengambilansampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara panjang badan lahir (p=0,000), berat badan lahir (p=0,033), pemberian ASI eksklusif (p=0,000), dan jarak kelahiran (p=0,041) terhadap kejadian stunting. Sedangkan pemberian ASI sampai dengan usia 2 tahun (p=0,249), status imunisasi dasar (p=0.123), jumlah anak (p=0,511), dan status ekonomi keluarga (p=1,000) tidak memiliki hubungan terhadap kejadian stunting.Diperlukan intervensi fokus kesehatan ibu dan anak untuk mengurangi risiko bayi dengan berat badan lahir rendah dan panjang badan lahir rendah, serta menumbuhkan kesadaran ibu akan pentingnya pemberian ASI eksklusif kepada anak melalui penyuluhan.
Analisis Determinan Kejadian Growth Failure (Stunting) Pada Anak Balita Usia 12-36 Bulan di Wilayah Pegunungan Desa Bontongan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Irviani Anwar Ibrahim; Emmi Bujawati; Sukfitrianty Syahrir; Andi Syamsiah Adha; Mujahida Mujahida
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 1, January-June 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.497 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i1.9418

Abstract

Stunting merupakan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian growth failure (stunting) pada anak balita usia 12-36 bulan di Wilayah Pegunungan Desa Bontongan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang.Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study.Populasi seluruh anak balita usia 12-36 bulan di Desa Bontongan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang sebanyak 80 orang dengan pengambilan sampel secara Total Sampling diperoleh dari jumlah populasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara univariat, dan bivariat.Hasil analisa data, menunjukkan bahwa status gizi anak balita berdasarkan TB/U yang mengalami stunting (33.7%) dan normal (66.3%). Berdasarkan hasil analisis bivariat, didapatkan nilai p>(α=0.05) pada jumlah anggota keluarga, jenis kelamin, panjang badan lahir, berat badan lahir, pemberian ASI Eksklusif, pemberian ASI sampai dua tahun, praktek pemberian makan dan status imunisasi sedangkan tinggi badan orang tua diperoleh nilai p<(α=0.05). Faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan orang tua. Jadi disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan dengan variabel yang tidak termasuk dalam penelitian ini, seperti asupan makanan, penyakit infeksi dan lain-lain sehingga mampu mengetahui lebih luas faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting.
Spatial modelling of acute respitory infection with environmental health factors in Gowa Regency, Indonesia Hadriani Hadriani; Andi Susilawaty; Emmi Bujawati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 12, Nomor 2, July-December 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-sihah.v12i2.15822

Abstract

Respiratory tract infections or ISPA is an infection that occurs in the nasal cavity, sinuses, and throat. ISPA is caused by influenza viruses, parainfluenza, and other typical viruses. The purpose of this study is to determine the spatial description of the environmental factor on ISPA disease in the working area of Gowa Regency, Indonesia. This research employs a quantitative research methodology by using a descriptive approach. The method used in this research was a spatial pattern. The research results showed that the spread of ISPA disease could be restrained based on several measurements. It reveals that the ventilation area of the respondent's house was 66.3% in which it did not meet the proper ventilation standards; the type of the wall used in the respondent's house was 25.0% which did not meet the proper wall standard; the type of floor used in the respondent's house was 31.3% which did not meet the proper floor standard; the density of the respondent’s house was 31.3% in which the occupancy density did not meet the proper density standard; the room temperature of the respondent’s house was 27.5% which did not meet the proper temperature standard, and lastly the spread of ISPA disease based on the humidity of the respondent's room was 32.5% which means that the room humidity did not meet the proper humidity standard. Based on the research results, it is expected that a clear understanding of the importance of maintaining a clean home environment could be gained.
Analisis Faktor Bio-sosial Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Tunagrahita Syarfaini Syarfaini; Emmi Bujawati; Syahratul Aeni
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1435

Abstract

Proses tumbuh kembang anak dapat menentukan kualitas anak, termasuk diantaranya adalah anak dengan retardasi mental (tunagrahita). Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan status berat badan lahir bayi dan pola pengasuhan orang tua terhadap tumbuhmkembang anak tunagrahita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa tunagrahita di UPT SLBNm1 Marosm dan jumlah sampel dalam penelitian ini sama dengan jumlah populasi karena menggunakan teknik exhaustive sampling yaitu sebanyak 31 orang. Hasil penelitian menggunakan uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara status berat lahir bayi dengan pertumbuhan (Pv=1,000) dan perkembangan kemampuan dasar (Pv=0,624). Begitu pun dengan tipe pola asuh tidak berhubungan dengan dengan pertumbuhan (Pv=0,771) dan perkembangan kemampuan anak retardasinmental (Pv=0,771) di UPT SLBN 1 Kab. Maros. Penelitian ini merekomendasikan pencegahan dan penanganan serius bayi berat lahir rendah dan memberikan sebuah pelatihan pola asuh kepada orang tua agar dapat memaksimalkan kemandirian anak dengan keterbatasan mental dengan hal-hal yang menyenangkan dalam bentuk bermain, menonton, bernyanyi, menari, dan sebagainya.
ACCESS TO HEALTH SERVICES BY THE COMMUNITY DURING COVID-19 PANDEMIC Dian Rezki Wijaya; Emmi Bujawati; Lilis Widiastuty; Sukma Wardani; Andi Islamiyah; Andi Meriam; Farhana Azzahra Pisagau
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 3 No 2 (2022): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hmsj.v3i2.29052

Abstract

Background: During the current covid-19 pandemic, public visits to health facilities such as hospitals, health centers and clinics have decreased. People are increasingly worried about visiting health facilities for fear of being infected. Objective: The purpose of this study was to measure the level of public concern about visiting health facilities during the pandemic when experiencing health problems. Method: This research is a quantitative research using an analytical approach and a cross sectional. The population in this study were all Indonesian people and the number of samples in this study was 118 people.sampling technique used was accidental sampling technique. Result: The results showed that the level of public knowledge about covid-19 showed that people with a low level of knowledge were 14 people (11.9%) and a high level of knowledge was 104 (88.1%). Respondents with the level of public concern visiting health facilities showed that their level of concern was low as many as 25 people (21.2%), moderate 40 people (33.9%) and high 53 (44.9%). There is no relationship between the level of knowledge with the level of public concern visiting health facilities with a p value 0.421. Conclusion: Public knowledge about COVID-19 is in the high category and the level of public concern for visiting health facilities during the pandemic is in the low category and there is no relationship between the level of public knowledge and the level of public concern for visiting health facilities
OVERVIEW OF SATISFACTION SOCIETY OF SERVICE COUNTER REGISTRATION OF OUTPATIENT HEALTH Andi Azizah; Emmi Bujawati; Zil Fadhilah Arranury
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 3 No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hmsj.v3i1.23966

Abstract

Background:At this time the basic need of the Indonesian people to be able to live a decent and productive life is health, with this it is necessary to provide health services that are in line with the aim of accessing quality health services. The role of the puskesmas as the first level of health care provider needs to maintain the quality of service so that patients feel satisfied. objectives: This study aims to describe the community's satisfaction with the outpatient registration service at the Baraka Health Center, Baraka District, Enrekang Regency. Method: This type of research is a quantitative research using a cross sectional study design. The population in this study were all people who were in the working area of the Baraka Community Health Center. Result : The results showed that the satisfaction level of respondents at the Baraka Health Center was mostly satisfied with the service at the outpatient registration counter.Conclusion : The researcher recommends the health workers of the Baraka Health Center, especially the registration counter service, to give a better impression to the people who come for treatment.
Co-Authors A.I. Sadarang, Rimawati Adha, Andi Syamsiah Adnan, Yudi Aeni, Syahratul Andi A. Muslim Andi Azizah Andi Islamiyah Andi Ita Juwita Andi Meriam Andi Nur Rifa’atil Fahmiyah Andi Susilawaty Andi Syamsiah Adha Andi Takwa Ansyar, Dian Ihwana Arfah, Nur Hasanah Asmaul Husna Awalia, Widya Azis, Erina Widiyanti Azriful Azriful Azriful Azriful, Azriful Bs. Titi Haerana Burhan, Siti Latifah Darmayanti, Firdha Darwis, Dian Yuliawati Dian Rezki Wijaya Durrotul Mahdiyah Farhana Azzahra Pisagau Fatmawaty Mallapiang Fitrahmadani Tirmanidhana Guhir, Faradila Habibi . Hadriani Hadriani Hamid, Nurul Azizah Handayani, Nurul Ridhia Putri Humairah, Aqiilah Tun Ilham Ahmad Indriyanti Indriyanti Irviani A. Ibrahim Irviani Anwar Ibrahim Jannah, Zahratul Karini, Tri Addya Karini, Try Addya Khaer, Ain Kurniati, Yessy Lilis Widiastuty Lilis Widyastuti Lisa Jayanti Maharani Mariani Mariyani, Mariyani Mirnawati Mirnawati Mubarak Mubarak Muh. Rusmin Muh. Saleh, Muh. Muhammad Rachmat Mujahida Mujahida Munawir Amansyah Munawir Amansyah Musdalifah Musdalifah Nasaruddin, Qonitah Nildawati Nildawati, Nildawati Ningsih, Wirda Wahyu Nur Fadiyah Putri Nurdiyanah Syarifuddin Nurdiyanah Syarifuddin, Nurdiyanah Nurhidayat Nurhidayat Nurul A Fajriani Ranti Ekasari Ranti Ekasari, Ranti Rida Wahida Rosmilasari Rosmilasari Sadarang, ‪Rimawati Aulia Insani Sadarang, Rimawati Aulia Insani Sadarang, Rismawati Aulia Insani Samsiana . Sherli Wahyuni Siti Kamariah Sitti Raodhah Sri Ayu Azzahra Sukfitrianty Syahrir Sukma Wardani Syahratul Aeni Syahratul Aeni Syahratul Aeni Syahrul Basri Syamsuar Manyullei Syamsul Alam, Syamsul Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini, Syarfaini Widya Sari Windasari Putri Yudi Adnan Yusdarif Yusdarif Zil Fadhilah Arranury