Claim Missing Document
Check
Articles

Profile of salted fish processors in a socio-economic perspective in Ambesia Village, Tomini District, Parigi Moutong Regency Massiseng, Andi Nur Apung; Ummung, Andi; Pildan, Nurlian; Hawati, Hawati; Jamil, Khairul
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.8.2.81-87

Abstract

This study was conducted to determine the socio-economic conditions of the foreign fish processing community in Ambesia Village, Tomini District, Parigi Motong Regency. This study was conducted in January 2024 - March 2024. A salted fish processor works in salted fish processing and knows the concept of salted fish processing principles. Salted fish processing activities include designing and implementing fisheries and offering salted fish prices. This study aims to determine the socio-economic conditions of salted fish processors in Ambesia Village, as well as to determine the prospects and obstacles in developing the salted fish business. Data collection was carried out using observation and interview methods, as well as questionnaires. Determination of respondents was carried out by census, namely taking the entire population consisting of 30 people from the salted fish processing community in Ambesia Village, Tomini District, Parigi Moutong Regency. In general, the economic conditions in Ambesia Village are supported by several types of alternative livelihoods for the community, such as fishermen, carpenters, laborers, civil servants, domestic helpers, mechanics, small entrepreneurs, traveling traders, and others. Constraints in the salted fish processing business are influenced by the availability of raw materials, low quality, and low level of education of salted fish processors. The profit of salted fish processors is Rp 3,754,346/month from the types of salted anchovies, lolosi, and dolo-dolo.
Strategi Livelihood dan Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan Pulau Pala di Kawasan Konservasi Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep Pase, Asdar Marsuki; Yahya, Muhammad Lutfi; Mushaddiq, Mushaddiq; Awaluddin, Awaluddin; Massiseng, Andi Nur Apung
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.344

Abstract

Studi ini mengeksplorasi pola penghidupan dan kondisi sosial-ekonomi komunitas nelayan rajungan dan udang kipas di Pulau Pala, yang berada dalam kawasan konservasi Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep. Pendekatan mixed-method mengombinasikan kuesioner terstruktur, wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta diskusi kelompok yang fokus pada 20 informan kunci (nelayan, pengepul, ibu rumah tangga, dan pejabat desa). Temuan utama meliputi keterbatasan peralatan tangkap, fluktuasi harga pasar, dan benturan aktivitas dengan nelayan luar. Rata- rata penghasilan harian nelayan berada di kisaran Rp90.000–135.000, sedangkan pengepul meraup Rp268.000 setiap tiga hari distribusi. Mekanisme patron-klien memfasilitasi akses modal namun berimplikasi pada ketergantungan utang dan ketimpangan pembagian hasil. Diversifikasi produk olahan serta inovasi pemanfaatan limbah cangkang menjadi kitosan teridentifikasi sebagai strategi adaptif untuk memperkuat ketahanan ekonomi komunitas nelayan. Rekomendasi difokuskan pada pembentukan koperasi, kemudahan akses kredit, peningkatan teknologi tangkap ramah lingkungan, serta penegakan zonasi dan patroli terintegrasi guna mendukung keberlanjutan sosial-ekonomi dan ekosistem.
Development Strategy of Babana Mangrove Ecotourism in Larompong Selatan District, Luwu Regency Wahyuti, Wahyuti; Ummung, Andi; Massiseng, Andi Nur Apung; Daris, Lukman; Nurwahidah
International Journal of Applied Biology Vol. 7 No. 1 (2023): International Journal of Applied Biology
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The mangrove ecosystem in the Babana area has the potential for developing ecotourism activities. This study aims to identify the potential of the Babana mangrove ecotourism in Larompong Selatan District, and to analyze the Babana mangrove ecotourism development strategy in Larompong Selatan District. This research was conducted from May to July 2022 and was carried out in the Babana mangrove ecotourism area, Larompong Selatan District, Luwu Regency, South Sulawesi Province. Data collection was carried out through field surveys and interviews using a questionnaire. The method used in this study was SWOT analysis. The results of this study indicate that the potential for Babana mangrove ecotourism is the uniqueness of the mangrove ecosystem lies in the presence of a rainbow bridge which is the main attraction for Babana mangrove ecotourism. The Babana mangrove ecotourism development strategy has great opportunities but also has weaknesses. The strategy for developing the Babana mangrove ecotourism in Larompong Selatan District, Luwu Regency, is to create complex concepts related to the development of mangrove ecotourism by the interests of visitors and involve the community to participate in it, improve facilities and infrastructure and increase human resources for the development of mangrove ecotourism, increase the attractiveness and cleanliness and safety of ecotourism mangroves, and optimizing promotion and interpretation for visitors.
The Status of Diversity of Coral Reefs and Reef Fish Supporting Marine Tourism on Kodingareng Keke Island, Makassar City Daris, Lukman; Massiseng, Andi Nur Apung; Jaya, Jaya; Wahyuti, Wahyuti; Zaenab, St
International Journal of Applied Biology Vol. 7 No. 1 (2023): International Journal of Applied Biology
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the potential diversity of the coral reef and coral reef fish ecosystems of Kodingareng Keke Island and the development strategies and priorities of Kodingareng Keke Island as a marine tourism destination. This research used purposive sampling with 50 respondents. The coral data collection method was Line Intercept Transect (LIT), with a transect line length of 50 meters and depth of 5 meters. The process used to obtain coral reef fish data was the Underwater Visual Census (UVC). The analysis showed that the average coral ranged from 63,6% to 77,8%. The average abundance of fish at 3 observation stations, namely Station I (17,65%), station II (14,78%) and Station III (18,67%), thus it can be concluded that this location is feasible for snorkelling and diving tourism. The priority programs for the development of the marine tourism area of Kodingareng Keke Island include increasing supervision, creating periodical Object Development Master Plans (RIPO), implementing local regulations on the use of coastal resources, involving local communities, the general public and the government in nature conservation activities, setting labour standards and improving the quality of local human resources through training.
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN BERDASARKAN POTENSI WILAYAH DI KABUPATEN BANTAENG SULAWESI SELATAN Massiseng, Andi Nur Apung; Ummung, Andi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 1 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i1.1802

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi pertumbuhan sektor ekonomi di Kabupaten Bantaeng, untuk mengetahui sektor basis dan non basis pada pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Bantaeng,  dan untuk menentukan sektor ekonomi  unggulan di Kabupaten Bantaeng.  Metode yang digunakan adalah analisis Klassen Typology dan analisis  Location Quotient (LQ).  Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa klasifikasi pertumbuhan sektor ekonomi di Kabupaten Bantaeng yang termasuk dalam sektor maju dan berkembang cepat  adalah Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Sektor Konstruksi, Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jamsos Wajib, Sektor Jasa Pendidikan dan Sektor Jasa Lainnya.  Sektor  maju tetapi tertekan yaitu Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, serta Pengadaan Listrik dan Gas. Sektor potensial dan masih dapat berkembang yaitu sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Real Estate serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial.   Sektor relatif tertinggal yaitu Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, Transportasi dan Pergudangan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Informasi dan Komunikasi, Jasa Keuangan dan Asuransi serta Jasa Perusahaan.   Yang termasuk dalam sektor basis di Kabupaten Bantaeng adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Real Estate dan Administrasi Pemeritahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib.  Sektor unggulan di Kabupaten Bantaeng adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan utamanya sub sektor Perkebunan serta Sektor Administrasi dan Jasa.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) UNTIA DI KOTA MAKASSAR Massiseng, Andi Nur Apung; Andi Ummung, Andi Ummung
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3149

Abstract

Kondisi PPN Untia yang tidak optimal saat ini perlu penerapan strategi bagi pengembangannya agar PPN ini mampu menjadi ikon industri perikanan berbasis pelabuhan di Kota Makassar dan memberikan kontribusi sesuai harapan pemerintah yaitu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi perikanan termasuk industri dan jasa – jasa terkait dengan usaha perikanan.  Tujuan Penelitian ini adalah memaparkan kondisi terkini kegiatan perikanan yang ada di PPN Untia, mengidentifikasi faktor – faktor pengelolaan yang berpengaruh signifikan terhadap pengembangan industri perikanan di PPN Untia, merumuskan strategi pengembangan industri perikanan PPN Untia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan cara observasi dan analisis SWOT melalui penggalian informasi secara mendalam terhadap responden serta FGD. Hasil yang diperoleh adalah Fasilitas yang mendukung operasional pelabuhan untia sudah baik tapi belum beroperasi secara maksimal.  Fasilitas yang paling mendasar bagi nelayan yaitu Air, BBM dan Pabrik Es belum berjalan sehingga menjadi kendala bagi kapal yang singgah di pelabuhan Untia, dimana kapal tersebut membawa bahan baku untuk industri perikanan yang ada di pelabuhan untia.  Penetapan kelas pelabuhan yang belum jelas dan hanya dikelola oleh 3 orang yaitu 1 kepala Unit dan 2 Kepala Sub Unit menyebabkan pengelolaan PPN Untia tidak mampu untuk optimal sebagaimana PPN yang lain di Indonesia.  Mendukung Pengusaha Industri untuk menjalankan kegiatan industri perikanan dengan membuat kebijakan untuk mendatangkan kapal perikanan lebih banyak adalah prioritas strategi yang paling penting untuk menumbuhkan industri perikanan yang ada di pelabuhan untia.
ANALISIS NILAI TUKAR NELAYAN BAGAN PERAHU (NTN) DI KECAMATAN POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR SULAWESI BARAT Reza, Andi Muhammad; Alpiani, Alpiani; Massiseng, Andi Nur Apung; Ummung, Andi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 1 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v12i1.11854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan nelayan bagan perahu dengan menggunakan analisis Nilai Tukar Nelayan dan mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi indeks nilai tukar nelayan bagan perahu.Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu pada bulan Januari sampai Maret dan dilaksanakan di Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan metode deskriptif kuantitatif.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik sampel sensus yang berjumlah 69 orang nelayan bagan perahu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, kuesioner dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis nilai tukar nelayan (NTN).Hasil penelitian menunjukkan Tingkat kesejahteraan nelayan Bagan Perahu dapat dibagi menjadi dua kategori. Pertama, Nilai NTN Punggawa tergolong dalam kategori sejahtera dengan nilai NTN di atas 100 Kedua, Nilai NTN ABK nelayan bagan perahu tergolong dalam kategori kurang sejahtera dengan nilai NTN di bawah 100. Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi indeks nilai tukar nelayan bagan perahu adalah keterbatasan pengetahuan dan teknologi penangkapan, pemerintah belum mampu memberikan informasi yang berhubungan dengan kegiatan penangkapan, tidak adanya penetapan harga ikan dan tidak adanya sumbangsi pendapatan dari istri nelayan.
ANALISIS RANTAI PEMASARAN IKAN HIAS AIR TAWAR DI KOTA MAKASSAR Asgar, Muhammad Adam; Daris, Lukman; Massiseng, Andi Nur Apung; Heriansyah, Heriansyah; Anwar, Asni
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 1 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v12i1.11859

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan juli hingga agustus 2021, lokasi penelitian ini dilaksanakan di pasar  Ikan Hias Air Tawar  Kota Makassar. Tujuan penelitian ini adalah (1). Menganalisis Rantai Pemasaran ikan Hias Di Kota Makassar. (2). Merumuskan Strategi Pemasaran Ikan Hias. Manfaat penelitian ini adalah (1). Sebagai informasi bagi pembudidaya ikan hias dan lembaga pemasaran lainya untuk mengembangkan usaha ikan hias. (2). Sebagai bahan masukan bagi pemerintah setempat dan dinas perikanan sebagai pertimbangan dalam kebijakan pembangunan dan pembinaan perikanan rakyat. (3). Sebagai bahan masukan bagi pihak yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai rantai pasok pemasaran ikan hias khususnya di Kota Makassar untuk penelitian lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis kualitatif dilakukan secara deskriptif  yang bertujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai pola saluran rantai pemasaran ikan hias di Kota Makassar khususnya di pasar-pasar ikan hias.
Kajian Faktor Sosial Ekonomi dalam Mempengaruhi Pendapatan Pembudidaya Rumput Laut di Desa Punaga Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Latif, Abdul; Massiseng, Andi Nur Apung; Jaya, Jaya; Sijaya, Abdul Hamid
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 2 No. 2 (2023): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v2i2.76

Abstract

Usaha rumput laut merupakan salah usaha yang sangat menjanjikan apabila dikelola secara maksimal yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Kabupaten Takalar merupakan salah satu daerah pesisir di Sulawesi Selatan sebagai penghasil rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pembudidaya rumput laut di Desa Punaga Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Metode menggunakan pendekatan mix method yaitu pendekatan yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Penentuan responden menggunakan metode purposive sampling yang mewakili tiap RTP (Rumah Tangga Perikanan) pembudidaya rumput laut. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh Pendidikan terhadap pendapatan dengan nilai sig 0,585 > 0,05 yang berarti Pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, pengaruh modal terhadap pendapatan dengan nilai y=1,4921x + 1E+06, R2 = 0,8607 menunjukkan semakin tinggi modal akan berpengaruh semakin banyak pendapatan, pengaruh jenis kelamin terhadap pendapatan nilai sig 0,0906 > 0,05 menunjukan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap mendapatan, pengaruh jumlah tanggungan keluarga terhadap pendapatan nilai, =-79310x + 5E+06, R2 = 0,0041 yang menunjukkan bahwa jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dan pengaruh pengalaman kerja terhadap pendapatan nilai y=84329x + 4E+06, R2 = 0,1026 yang menunjukkan bahwa pengalaman kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani rumput laut di Desa Punaga Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar.