Kemajuan teknologi informasi telah membuka peluang untuk meningkatkan kinerja operasional melalui penerapan sistem terintegrasi yang mengurangi kesalahan. Namun, ketidakefisienan dalam proses bisnis, seperti ketergantungan pada metode manual dan kurangnya integrasi, dapat membatasi produktivitas serta menurunkan kepuasan pelanggan. PT. Niagaraya Kreasi Lestari, sebuah perusahaan produksi kasur busa dan spring bed, menghadapi tantangan dalam proses pemesanan dan pembayaran yang masih mengandalkan metode manual seperti panggilan telepon dan kunjungan langsung. Metode ini menyebabkan keterlambatan yang signifikan, potensi kesalahan pencatatan data, dan efisiensi throughput yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi throughput pada proses pemesanan dan pembayaran melalui perombakan proses bisnis menggunakan Business Process Reengineering (BPR) dan Business Process Modeling Notation (BPMN). Metode penelitian mencakup analisis proses yang ada, simulasi proses baru menggunakan mockup berbasis web, dan pengukuran efisiensi throughput. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan efisiensi throughput untuk proses pemesanan dari 25,92% dan 76.19% menjadi 100%, dengan waktu penyelesaian berkurang dari 21-81 menit menjadi 92 detik. Untuk proses pembayaran, efisiensi throughput meningkat dari 37,5% dan 28,57% menjadi 100%, dengan waktu penyelesaian berkurang dari 126-144 menit menjadi 1,5-23 menit. Simulasi mockup ini menjadi referensi untuk pengembangan situs web yang mengintegrasikan proses pemesanan dan pembayaran secara real-time, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional serta kepuasan pelanggan