Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

MANAJEMEN PENGOLAHAN DAN PENYIAPAN MP-ASI CEPAT SAJI DAN BERGIZI UNTUK IBU BEKERJA DI KABUPATEN TAKALAR (UPAYA MEMINIMALISASI PROPORSI BALITA GIZI KURANG) Rahman, Andi Nur Faidah; Tahir, Mulyati M.; Mahendradatta, Meta; Zainal, .; Latief, Rindam; Diansari, Pipi; Mappangaja, Andi Rahman; Suryani, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4iK.5438

Abstract

Kabupaten Takalar merupakan Kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kabupaten Takalar merupakan daerah dengan proporsi balita gizi kurang tertinggi sebesar 27,1% dibandingkan daerah lainnya berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013. Masalah ekonomi dan kurangnya pengetahuan orangtua mengenai pentingnya gizi merupakan salah satu faktor tingginya proporsi balita gizi kurang di Kabupaten Takalar. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada orangtua mengenai manajemen penyiapan dan pengolahan makanan pendamping ASI (MP-ASI) cepat saji dan bergizi, sehingga walaupun ibu bekerja diluar rumah pemenuhan kebutuhan MP-ASI yang bergizi tetap terpenuhi. Program ini telah dilaksanakan selama satu hari dengan dua sesi kegiatan di Praktek Bidan, Kecamatan Pattalassang Kabupaten Takalar dengan mengundang 20 orang ibu-ibu yang memiliki balita. Kegiatan pelatihan meliputi: (1) Penyampaian materi dan diskusi. Peserta diberikan modul sebagai panduan kepada ibu-ibu yang memiliki balita dalam mengolah dan menyiapkan MP-ASI cepat saji dan bergizi; (2) Praktek manajemen penyimpanan dan pengolahan bahan makanan bergizi untuk dijadikan MP-ASI; (3) Praktek menyiapkan MP-ASI cepat saji dan bergizi. Diharapkan dari kegiatan ini dapat mengurangi proporsi balita gizi kurang di Kabupaten Takalar secara bertahap. Kata kunci: Kabupaten Takalar, makanan pendamping ASI, pengolahan.
Profil proksimat, asam amino, dan asam lemak MPASI dengan bahan baku tepung ikan: Profile of proximate, amino acid, and fatty acids of complementary food with fish meal raw ingredients Nurfaidah, Nurfaidah; Metusalach, Metusalach; Mahendradatta, Meta; Sukarno, Sukarno; Sufardin, Sufardin; Fahrizal, Ahmad; Sulfiana, Sulfiana
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i5.50098

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak meningkat pada usia 6-24 bulan. Anak pada usia ini sangat rawan mengalami risiko stunting apabila kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi dengan baik. Asupan nutrisi pendamping, yaitu MP-ASI perlu dioptimalkan untuk tumbuh kembang anak. Daging ikan berpotensi menjadi sumber protein hewani pada MP-ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik MP-ASI dengan formulasi penambahan tepung dan albumin ikan mas terhadap komposisi kimia, asam amino, dan asam lemak. Pembuatan MP-ASI menggunakan metode dry-mixing. Konsentrasi tepung albumin daging ikan mas yang digunakan sebesar 10% dan albumin daging sebesar 5%. Parameter gizi yang diamati adalah komposisi proksimat, asam amino, dan asam lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi kimia MP-ASI meliputi kadar protein (21,8%), lemak (17,5%), dan karbohidrat (45%). Asam amino essensial dan non essensial tertinggi, yaitu arginin sebesar 14,64% dan lisin sebesar 26,91%. Asam lemak tertinggi pada MP-ASI, yaitu asam linoleat sebesar 68,98% yang sangat diperlukan selama masa tumbuh kembang anak. Formulasi MP-ASI berbasis tepung dan albumin ikan menghasilkan MP-ASI yang sesuai standar kecukupan energi.
Development of freeze-dried lactic acid bacteria starter for coffee fermentation: Optimizing incubation time and coating formulation Tawali, Abu Bakar; Amelia, Vemy; Zainuddin, Zaraswati Dwyana; Zainal, Zainal; Nur, Nadiah; Mahendradatta, Meta; Fitri, Fitri; Ramli, Andi Rahmayanti
jurnal1 VOLUME 8 ISSUE 2, DECEMBER 2025
Publisher : Hasanuddin University Food Science and Technology Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/canrea.v8i2.1928

Abstract

This study aimed to develop a freeze-dried lactic acid bacteria (LAB) starter for coffee fermentation by optimizing incubation time and coating formulation. The research was conducted in two stages: determining the optimal incubation time for the liquid coffee starter and formulating the dry starter coating material. The liquid starter was prepared using coffee skin powder, glucose, peptone, and minerals, and inoculated with Lactobacillus plantarum, Weissella sp., and Leuconostoc mesenteroides. Incubation was performed at room temperature for 24, 28, 32, and 36 h. The optimal incubation time was found to be 32 h, resulting in a LAB viability of 4.2x1013 CFU/mL and a total acid content of 1.76%. The dry starter was prepared by encapsulating the liquid starter with various coating materials (gelatin and gum arabic) at different concentrations (5, 6, and 7%) using the freeze-drying method. The formulation with 5% gum arabic best maintained cell viability at 46.77% over a 4-week storage period. Coffee fermentation using the dry starter showed improved organoleptic qualities, with the best results obtained after 48 h of fermentation. This study presents a sustainable approach to producing high-quality fermented coffee, such as Luwak coffee, without the use of animals.
HILIRISASI INOVASI PANGAN: PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA MELALUI PRODUKSI OTAK-OTAK BERBASIS SURIMI IKAN Mahendradatta, Meta; Muhpidah, Muhpidah; Palo, Mahfud; Arifin, Arfina Sukmawati; Hijriani, Nur Fiqih
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.47470

Abstract

Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) telah dilaksanakan melalui kegiatan pemberdayaan mahasiswa dan alumni Universitas Hasanuddin dalam wirausaha berbasis pengolahan pangan, khususnya produksi otak-otak dengan bahan dasar surimi ikan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa dan alumni melalui hilirisasi produk hasil riset menjadi produk unggulan kampus. Metode pelaksanaan mencakup persiapan sarana, pelatihan teknis pembuatan surimi dan otak-otak, pelatihan manajemen usaha, pendampingan produksi, serta evaluasi pengetahuan dan analisis data penjualan (atau analisis laba rugi awal). Hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan skor rata-rata 85, menandakan mayoritas telah menguasai alur produksi surimi dan otak-otak. Produksi dilakukan secara rutin, yaitu surimi sebulan sekali dan otak-otak setiap minggu, dengan total penjualan 135 box selama enam minggu dan laba kotor kumulatif sebesar Rp.863.000,-. Tren penjualan dan laba kotor menunjukkan penerimaan pasar yang baik meskipun terdapat fluktuasi akibat variasi biaya produksi. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan wirausaha mahasiswa dan alumni serta mendorong hilirisasi inovasi produk pangan menjadi unit usaha kampus yang berkelanjutan.    Kata kunci: Otak-otak, surimi, pemberdayaan mahasiswa. ABSTRACT Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) was implemented to empower students and alumni of Hasanuddin University in food-based entrepreneurship through the production of fish surimi-based otak-otak. The program aimed to strengthen entrepreneurial competence while promoting research-based products as the university’s advanced innovations. Activities included facility preparation, technical training on surimi and otak-otak processing, business management training, production mentoring, and evaluation of knowledge and market acceptance. Post-test assessments showed a significant improvement, with an average score of 85, indicating that participants had adequately mastered the production process. Regular production was established, with surimi prepared monthly and otak-otak produced weekly, resulting in 135 boxes sold over six weeks. Sales performance and gross profit indicated positive market reception with a cumulative gross profit of IDR.863,000. These findings demonstrate that the program effectively enhanced entrepreneurial skills and fostered the downstreaming of food innovation into a sustainable campus-based business unit. Keywords: Otak-otak, surimi, student empowerment.
PEMBERDAYAAN DESA BINAAN: PENINGKATAN NILAI TAMBAH GULA AREN MELALUI TRANSFER TEKNOLOGI PASCA PANEN NIRA DAN DIVERSIFIKASI PRODUK DI DESA BONTO MANURUNG, KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN Tawali, Abu Bakar; Arifin, Arfina Sukmawati; Mahendradatta, Meta; Suloi, Andi Nur Fajri; Nabila, Azzahra; Bohari, Bohari
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.48028

Abstract

Desa Bonto Manurung merupakan salah satu desa di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, dengan luas wilayah mencapai 40,55 km². Wilayah ini memiliki potensi sumber daya hutan bukan kayu (HBK), khususnya tanaman aren, yang menjadi komoditas unggulan masyarakat setempat. Program Bina Desa Tahun I (2025) di Desa Bonto Manurung difokuskan pada peningkatan nilai tambah produk gula aren melalui perbaikan teknologi penyadapan dan pascapanen nira aren, serta diversifikasi produk olahan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa, khususnya kelompok penyadap, pengrajin, dan pelaku usaha gula aren, dalam aspek teknologi produksi, manajemen usaha, serta strategi pemasaran. Kegiatan dilaksanakan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa dan kelompok mitra. Kegiatan awal berupa benchmarking dan sosialisasi bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, serta mitra dilakukan untuk memperkenalkan rencana program Bina Desa selama tiga tahun. Kemudian Transfer Teknologi dilaksanakan melalui pelatihan, praktik langsung dan pendampingan terhadap 20 anggota Kelompok Aren Jaya dan 20 anggota Kelompok Aren Tompobulu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat dalam mengembangkan produk gula aren bernilai tambah tinggi. Program ini diharapkan menjadi landasan bagi keberlanjutan kegiatan pada tahun-tahun berikutnya melalui penguatan kapasitas produksi, manajemen usaha, serta strategi pemasaran berbasis komunitas desa yang berdaya saing dan berkelanjutan.    Kata kunci: Diversifikasi pengolahan, gula aren, manajemen pemasaran. ABSTRACT Bonto Manurung Village is one of the villages in Tompobulu District, Maros Regency, with an area of up to 40.55 km². This area has the potential for non-timber forest products (NTFPs), specifically the sugar palm plant, which is a leading commodity for the local community. The Year I (2025) Desa Binaan Program in Bonto Manurung Village is focused on increasing the added value of palm sugar products through improvements in tapping technology and post-harvest handling of palm sap, as well as product diversification. In addition, this activity aims to enhance the capacity of the village community, particularly the tapper groups, artisans, and palm sugar business actors, in terms of production technology, business management, and marketing strategies. The activities were carried out with the full support of the Village Government and partner groups. Initial activities, including benchmarking and socialization with village officials, community leaders, and partners, were conducted to introduce the three-year Desa Binaan Program plan. Subsequently, Technology Transfer was carried out through training, hands-on practice, and mentoring for 20 members of the Aren Jaya Group and 20 members of the Aren Tompobulu Group. The results of the activities show an increase in the community's knowledge, skills, and motivation in developing high value-added palm sugar products. This program is expected to serve as a foundation for the sustainability of activities in the years to come through the strengthening of production capacity, business management, and community-based marketing strategies that are competitive and sustainable. Keywords: Product diversification, palm sugar, marketing strategies.