Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pepadu

REVITALISASI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS USAHA KREATIF KERAJINAN KULIT KERANG MUTIARA “CONCHA” HANDYCRAFT Jurnal Pepadu; I Wayan Joniarta; Made Wijana; I Kade Wiratama; I Dewa Ketut Okariawan
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i2.2278

Abstract

Revitalisasi penggunaan Alat Pelindung Diri dimaksudkan untuk mengembalikan kesadaran dan kepatuhan karyawan terhadap penggunaan Alat Pelindung diri untuk menunjang Keselamatan dan Kesehatana Kerja. Mitra program adalah UKM Concha Handycraft yang mengolah limbah kulit kerang mutiara menjadi produk asesoris untuk fashion. Permasalahan kesadaran penggunaan APD dan dampkan terhadap peningkatan produkstifitas karyawan. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan edukasi serta peragaan penggunaan APD. Analisis Skala Lickert di gunakan untuk melihat perubahan –perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah revitalisasi penggunaan APD. Peningkatan produktifitas karyawan di analisa menggunakan perbandingan jumlah produksi sebelum dan sesudah kegiatan revitalisasi. Kegiatan Pengabdian ini sudah memberikan edukasi kepada karyawan tentang pentingnya penggunan APD untuk mendukung Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kecukupan jumlah APD di mitra UKM sudah teratasi dengan dibantu melalui bantuan pengadaan APD. Kesadaran menggunakan APD sebelum memulai pekerjaan, dapat dilihat untuk semua karyawan yang bekerja di Concha Handycraft dengan rata-rata peningkatan sebesar 48.80%. Tertinggi dalam menggunakan Sarung tangan yaitu 68 %, dan yang terendah adalah peningkatan kesadaran menggunakan clemek (Apron), sebesar 32.00 %. Perubahan-perubahan yang terjadi pada karyawan ke arah yang lebih baik akan mampu mendorong adanya peningkatan produktifitas usaha. Untuk melihat perubahan produktifitas karyawan setelah penggunaan APD terjadi perubahan kapasitas produk yang bisa di hasilkan perbulan. Kapasitas produksi memang berbeda-beda, menyesuaikan juga dengan permintaan pasar untuk setiap produk, terjadi peningkatan produkstifitas karyawan rata-rata 16,7 %.
PELATIHAN PEMBUATAN LAHAN PERTANIAN PEPAYA CALIFORNIA DENGAN IRIGASI TETES DI DESA SELENGEN KABUPATEN LOMBOK UTARA I Dewa Gede Jaya Negara; Kadek Wiratama; I Wayan Yasa; Humairo Saidah; Anid Supriyadi; Suparjo Suparjo
Jurnal Pepadu Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i2.2645

Abstract

Pengembangan pertanian di lahan kering,sangat menjanjikan jika masyarakat mau tekun melakukan pertanian dengan lebih intensif, dan untuk mendorong kepekaan masyarakat tentang potensi lahannya perlu diberikan pelatihan-pelatihan terkait dengan pemanfaatan lahannya. Dusun Tampes merupakan wilayah desa Selengan yang memiliki potensi lahan kering yang perlu dikembangkan, dengan adanya lahan yang banyak tidak tergarap perlu dimotivasi untuk mau melakukan usahatani pada lahan tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan lahan untuk penanaman papaya California pada masyarakat dusun Tampes yang berdomisili di sekitar sungai. Dengan harapan lahan tanam yang dibuat nantinya dapat dilanjutkan dengan penanaman bibit papaya, untuk membantu ekonomi masyarakat setempat, karena tanaman ini mempunyai masa panen cukup panjang dan harga jual buanya cukup bangus. Untuk itu karena lahan ini berpasiran sehingga sangat boros air maka perlu diinisiasi penggunaan air irigasi yang efisien seperti sistem tetes. Untuk hal tersebut maka pelatihan oleh tim Unram dilakukan dalam jangka waktu 2 minggu yang mencakup survey lapangan, persiapan pelatihan, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi. Pelatihan terdiri dari pembersihan lahan, pembuatan petak lahan dan bedengan, dan pembuatan lubang tanam. Berdasarkan hasil pelatihan diketahui bahwa warga telah mampu membuat lahan tanam papaya. Sedangkan evaluasinya adalah keberhasilan dari masing-masing peserta alam membuat lahan tanam. Berdasarkan hasil pelatihan bahwa peserta telah berhasil melakukan pembuatan lahan papaya dengan luasan seluas sekitar 2 ha dengan jumlah warga berpartisipasi sebanyak 26 orang. Dengan fakta ini peserta telah berhasil dilatih untuk membuat lahan awal untuk penanaman papaya California, yang akan dilakukan lebih lanjut. Dengan berhasilnya kegiatan ini, maka tim memberi arahan agar nantinya dapat dilanjutkan dengan pengisian pupuk kompos masing-masing sehingga bisa dilakukan penanamn bibit papaya di lahan masing-masing