Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IMPLEMENTASI SEMANGAT KEBINEKAAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Sukron Mazid, M.Pd; Ahmad Busrotun Nufus; Novitasari Novitasari; Delfiyan Widiyanto; Yasnanto Yasnanto
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v4i1.7302

Abstract

Kebinekaan merupakan sebuah perbedaan yang menyatukan, karena bangsa Indonesia terdiri dari multi agama, suku, budaya dan golongan. Bangsa Indonesia patut bersyukur karena keragaman yang universal memberikan warna dan keadaban. Masyarakat merupakan suatu golongan terkecil yang menjadi cerminan sebuah identitas nasional. Oleh karena itu, Kebinekaan menjadi sebuah pengikat perbedaan bagi bangsa. Maka, sebuah kebinekaan harus terus dijaga dan dirawat karena merupakan jati diri bangsa. Dirasa perlu bagi warga bangsa untuk selalu aktif, kritis, analitis dan demokratis dalam berbangsa dan bernegara. Terutama bagaimana penerapan semangat kebinekaan di masa pandemic saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep, urgensi dan implementasi semangat kebinekaan di masa pandemic Covid 19. Jenis Penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan, sumber data terdiri atas sumber literatur dengan memilih referensi buku serta jurnal yang mempunyai hubungan kebinekaan di masa pandemi. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi semangat kebinekaan di masa pandemic Covid 19 adalah wujud tindakan dengan saling menghormati, menjaga, menolong, dan menghargai sesama. 
THE CONCEPT OF “FREEDOM OF LEARNING” IN A MULTICULTURAL EDUCATION PERSPECTIVE Sukron Mazid; Sauqi Futaqi; Farikah Farikah
Ta'dib Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v24i1.2759

Abstract

This paper seeks to examine the concept of “Merdeka Belajar” or “Freedom of Learning” which was initiated by the Indonesian Minister of Education and Culture, Nadiem Makarim. The study of freedom of learning uses text study with content analysis method. The concept of “Freedom of Learning” is very interesting when studied with a multicultural education perspective. Moreover, the two concepts have the same relevance and spirit, namely freedom and justice in the human resources development context, particularly through the educational process. Based on the results, the implementation of “MerdekaBelajar” program so far includes four aspects, namely financing, teachers / educators, assessment, and graduates. In a multicultural perspective, problems in management and assessment aspects basically caused by a misunderstanding of the meaning of standards and standardization. Meanwhile, the teacher and graduate aspects lie in the importance of developing multicultural competencies.Integrating a multicultural education perspective in the “Freedom of Learning” policy also transforms an education system that is creative, innovative, and character.
Pasar Pesantren Rakyat Sebagai Modal Sosial Pembangunan Ekonomi Bangsa Sukron Mazid; Farikah Farikah; Ika Setyorini; Margi Astuti
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 10 No 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v10i3.5449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pasar pesantren rakyat sebagai modal social dalam pembangunan ekonomi bangsa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data melalui trianggulasi (sumber dan metode). Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Pasar Rakyat Pesantren sebagai modal social. pertama; pasar rakyat pesantren sebagai modal social, yakni memberdayakan warga pesantren dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama membangun ekonomi bangsa. Pembangunan ekonomi melalui kemandirian, moralitas, dan wirausaha. Kedua, pasar rakyat pesantren sebagai modal social pembangunan ekonomi bangsa, yakni Pasar Rakyat Pesantren sebagai modal social, bisa memberikan akses interaksi, komunikasi, kontribusi dan partisipasi. Sehingga bersama-sama demi memajukan pembangunan ekonomi bangsa
Pendidikan Kewarganegaraan: Membangun Sekolah Damai Untuk Wujudkan Lingkungan Masyarakat Aman dan Sejahtera Sukron Mazid; Anif Istianah
Al-I'timad: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Mafa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/alitimad.v1i2.907

Abstract

Citizenship Education (PKn) plays an important role in developing a peaceful school environment and contributing to the formation of a socially prosperous society. PKN teaches students critical and analytical thinking skills, preparing them to address social problems with wise solutions and focus on achieving peace. This type of qualitative research uses a library approach, data sources consist of literature sources by selecting book and journal references that have a relationship with diversity during the pandemic. Data collection techniques use documentation and observation studies. The research results show that Civics can form a young generation who is aware of the importance of cooperation, tolerance and peace in everyday life. Civics has a crucial role in forming peaceful schools that contribute to the welfare of social society.