Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI UU NO. 22 TAHUN 2009 YANG BERKAITAN DENGAN PENGGUNAAN HELM SNI DI KECAMATAN TEBAS Yuliananingsih, Yuliananingsih; Fridino, Fridino
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.423 KB) | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang implementasi UU No. 22 tahun 2009 yang berkaitan dengan penggunaan helm SNI di Kecamatan Tebas. Dari hasil penelitian ditetahui bahwa, aturan UU No. 22 tahun 2009 yang berkaitan dengan penggunaan helm SNI di Kecamatan Tebas sudah dilaksanakan dengan baik oleh pihak kepolisian dengan melakukan sosialisasi dan pemasang pamflet himbauan untuk menggunakan helm SNI saat berkendarna, serta memberikan sanksi berupa tilang apabila pengendara motor tidak menggunakan helm SNI dan atau tidak menggunakan helm sama sekali. Mengenai efektivitas pelaksanaan UU No. 22 tahun 2009 yang berkaitan dengan penggunaan helm SNI di Kecamatan Tebas kurang efektif, dikarenakan kurangnya peranan dan kesadaran dari masyarakat untuk mentaati dan menjalankan aturan tersebut, hal ini terlihat dari data pelanggaran helm standard yang setiap tahunnya semakin meningkat. Sedangkan faktor penghambat dalam implementasi UU No. 22 tahun 2009 yang berkaitan dengan penggunaan SNI meliputi faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana dan prasaran, faktor masyarakat dan faktor kebudayaan.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN IKIP PGRI PONTIANAK Rianto, Hadi; Zuldafrial, Zuldafrial; Sulha, Sulha; M, Yuliananingsih; Suhaida, Dada; Hemafitria, Hemafitria; Rohani, Rohani; Firmansyah, Syarif; Novianty, Fety; Octavia, Erna; Moad, Moad; Rube'i, Muhammad Anwar
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v4i1.1524

Abstract

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk (1) menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan, minat mahasiswa untuk menekuni dunia wirausaha, (2) meningkatkan kreativitas berpikir mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan wirausaha, (3) membuka wawasan tentang perkembangan dunia wirausaha di Kalimantan Barat, dan (4) memberikan motivasi kepada dosen dan mahasiswa untuk dapat berpartisipasi dalam mengembangkan dunia wirausaha di Kalimantan Barat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan akan memberikan manfaat pada peningkatan kemampuan, minat, motivasi, inovasi, dan kreativitas mahasiswa untuk menekuni dunia wirausaha, meningkatnya kreativitas berpikir mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan wirausaha, membuka wawasan tentang perkembangan dunia wirausaha di Kalimantan Barat, dan mendorong motivasi kepada dosen dan mahasiswa untuk dapat berpartisipasi dalam mengembangkan dunia wirausaha di Kalimantan Barat. Peserta kegiatan pelatihan kewirausahaan adalah mahasiswa Prodi PPKn di IKIP PGRI Pontianak terdiri dari 40 orang. Tempat kegiatan yaitu Balai Pertemuan Desa Sungai Baru Kecamatan Telok Keramat Kabupaten Sambas. Pengenalan terhadap dunia dan peluang usaha tentunya akan memungkinkan peningkatan motivasi individu bahwa upaya kewirausahaan akan memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada hanya duduk menunggu peluang mejadi orang yang bekerja diperkantoran
PERAN MAJELIS ADAT BUDAYA MELAYU DALAM PENANAMAN NILAI- NILAI KEMANUSIAAN (HUMAN VALUES) DI KOTA PONTIANAK Hemafitria, Hemafitria; Yuliananingsih, Yuliananingsih
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 4 Nomor 1 Edisi Juni 2020
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v4i1.1723

Abstract

Kekuatan  budaya melalui pemberdayaan masyarakat merupakan sumber utama yang penting dalam pembentukan nilai-nilai kemanusiaan. Peran  lembaga Majelis Adat Budaya Melayu  ini sangat dominan dalam tatanan kehidupan masyarakat Melayu kota Pontianak.Tujuan umum penelitian ini adalah  memperoleh informasi secara obyektif tentang Peran Majelis Adat Budaya Melayu dalam penanaman nilai- nilai kemanusiaan (Human Values) di  kota   Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode diskriptif.  Berdasarkan hasil temuan  bahwa penanaman  nilai-nilai kemanusiaan terwujud dalam bentuk program kerja yang langsung dilaksanakan oleh MABM Kota dan bekerjasama dengan pemerintah Kota Pontianak. Pembentukan  nilai-nilai kemanusiaan meliputi nilai religius,  nilai santun,   nilai kebersamaan, nilai kebaikan dan nilai keterbukaan. Hambatan yang dihadapi dalam MABM pada dasarnya masih tingginya sifat ketidak pedulian yang terjadi di masyarakat dan pengurus MABM, kurangnya sumberdaya manusia dalam aspek keilmuan dengan  tidak berjalannya program dari MABM .upaya-upaya Majelis Budaya Melayu guna menciptakan kehidupan yang damai dan  harmonis adapun  upaya - upaya yang dilakukan meliputi Konsolidasi Organisasi, Memperkuat Jalur Komunikasi, Pelibatan Kaum Muda dalam berbagai kegiatan yang diprogramkan dan Festival Seni Budaya Melayu Kekuatan  budaya melalui pemberdayaan masyarakat merupakan sumber utama yang penting dalam pembentukan nilai-nilai kemanusiaan.
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 PASAL 107 TENTANG PENGGUNAAN LAMPU UTAMA SEPEDA MOTOR PADA SIANG HARI DI KECAMATAN PONTIANAK KOTA Anggraini, Fitri; Yuliananingsih, Yuliananingsih; Rube'i, Muhammad Anwar
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 5 Nomor 1 Edisi Juni 2021
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v5i1.2234

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 107 Tentang penggunaan lampu utama sepeda motor pada siang hari di Kecamatan Pontianak Kota. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif  dengan bentuk deskriptif. Subyek penelitian Polisi, Masayarakat dan Mahasiswa di Kecamatan Pontianak Kota. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah panduan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisi data menggunakan teknik observasi langsung, teknik komunikasi langsung dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian implementasi pasal 107 ayat 2 mengenai penggunaan lampu pada siang hari di Kecamatan Pontianak Kota sudah cukup baik, namun sebagian masyarakat belum medukung implementasi undang-undang lalu lintas pasal 107 ayat 2 dengan itu dapat dilihat di jalan raya bahwa masih ada pengendara sepeda motor yang belum menerapkan peraturan menyalakan lampu sepeda motor pada siang hari. 
PEMAHAMAN TENTANG ATURAN TATA TERTIB MAHASISWA Rianto, Hadi; Yuliananingsih, Yuliananingsih
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 1 Nomor 2 Edisi Desember 2017
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v1i2.603

Abstract

Understanding of the rules of student discipline is carried out in the study program of PPKN IKIP-PGRI Pontianak 2017. This research was conducted to obtain objective information about: 1) the rules of student discipline knowledge, 2)  student enforcement awareness, and 3) Punished enforcement violations of student disciplinary rules. This research includes the type of qualitative research with the form of descriptive study. In order to collect the research data well, in this study used direct observation techniques, direct communication techniques (interviews), and documentation techniques. Further data obtained in the analysis by doing data reduction, data presentation, to get conclusions. The result of the research reveals that: 1) Knowledge of the rules of discipline of PPKN study program is good because it has been socialized directly affirmed orally and in writing, PPKN study program students have the awareness to enforce the rules of discipline, and Punisment violation of the rules of discipline of students in IKIP PGRI Pontianak implemented based on the provisions contained in the operational guidelines, in accordance with the forms of violations that are often done by students.Keyword: 
PERAN MAJELIS ADAT BUDAYA MELAYU DALAM PENANAMAN NILAI- NILAI KEMANUSIAAN (HUMAN VALUES) DI KOTA PONTIANAK Hemafitria, Hemafitria; Yuliananingsih, Yuliananingsih
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 4 Nomor 1 Edisi Juni 2020
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v4i1.1723

Abstract

PERAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENANAMKAN NILAI SOPAN SANTUN Rohani, Rohani; Rahayu, Yayuk; M, Yuliananingsih
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 2 Nomor 1 Edisi Juni 2018
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v2i1.754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dan mendapatkan informasi yang jelas mengenai peran guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam menanamkan nilai sopan santun di kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Al Jihad Pontianak. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru pendidikan kewarganegaraan dalam menanamkan nilai sopan santun siswa di kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Al Jihad Pontianak sudah berjalan dengan baik hal ini dapat dilihat dari guru memberikan keteladanan, penanaman kedisiplinan, pembiasaan, dan menciptakan suasana yang kondusif. Selanjutnya bentuk penanaman nilai sopan santun dilakukan melalui penanaman sopan santun dalam berpenampilan, dan sopan santun dalam berbicara yang penerapannya sudah di lakukan oleh semua warga sekolah (guru dan siswa) yang dalam menerapkannya penuh dengan kesadaran. Faktor yang dapat mempengaruhi nilai sopan santun siswa, hal ini dapat dilihat dari dua faktor yaitu eksternal dan internal. Dari faktor eksternal bisa dipengaruhi oleh sekolah, keluarga, masyarakat atau pergaulan, sedangkan dari faktor internal dapat dipengaruhi oleh diri sendiri
IMPLEMENTASI UU NO. 22 TAHUN 2009 YANG BERKAITAN DENGAN PENGGUNAAN HELM SNI DI KECAMATAN TEBAS Yuliananingsih, Yuliananingsih; Fridino, Fridino
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang implementasi UU No. 22 tahun 2009 yang berkaitan dengan penggunaan helm SNI di Kecamatan Tebas. Dari hasil penelitian ditetahui bahwa, aturan UU No. 22 tahun 2009 yang berkaitan dengan penggunaan helm SNI di Kecamatan Tebas sudah dilaksanakan dengan baik oleh pihak kepolisian dengan melakukan sosialisasi dan pemasang pamflet himbauan untuk menggunakan helm SNI saat berkendarna, serta memberikan sanksi berupa tilang apabila pengendara motor tidak menggunakan helm SNI dan atau tidak menggunakan helm sama sekali. Mengenai efektivitas pelaksanaan UU No. 22 tahun 2009 yang berkaitan dengan penggunaan helm SNI di Kecamatan Tebas kurang efektif, dikarenakan kurangnya peranan dan kesadaran dari masyarakat untuk mentaati dan menjalankan aturan tersebut, hal ini terlihat dari data pelanggaran helm standard yang setiap tahunnya semakin meningkat. Sedangkan faktor penghambat dalam implementasi UU No. 22 tahun 2009 yang berkaitan dengan penggunaan SNI meliputi faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana dan prasaran, faktor masyarakat dan faktor kebudayaan.
ANALISIS PELAKSANAAN TATA TERTIB SEKOLAH SEBAGAI SARANA PEMBINAAN MORAL DI SMA TAMAN MULYA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA M., Yuliananingsih; Maharani, Dewi
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2018
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v2i2.960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tata tertib sebagai sarana pembinaan moral di kelas XI SMA Taman Mulia Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan bentuk kualitatif, dengan cara mengumpulkan data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan hasil penelitian bahwa pembinaan moral yang dilakukan oleh guru dengan berbagai cara seperti memberikan teguran baik secara lisan maupun tulisan, dan hukuman agar dapat menimbulkan efek jera pada siswa, memberikan contoh teladan yang baik, memberikan ketegasan berupa reward dan punishmen kepada siswa melakukan pelanggaran tata tertib sehinga timbul efek jera, memberi nasehat dan arahan, memberi pelayanan bagi pertumbuhan mental maupun spiritual, menjalin kerjasama dengan orang tua/wali siswa dalam membimbing siswa, serta membiasakan untuk membentuk sikap baik yang dilakukan secara berulang-ulang.
Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan IKIP PGRI Pontianak Yuliananingsih Yuliananingsih
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v13i2.119

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui sikap mahasiswa terhadap pelaksanaan pedidikan karakter  di Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegraan (PPKn) IKIP-PGRI Pontianak.  Jenis penelitian ini adalah  Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.   Populasi  penelitian adalah mahasiswa Prodi PPKn angkatan 2011 dan 2012yang berjumlah 289 mahasiswa, dan diambil sampel sebesar 50% yaitu sebanyak 145 mahasiswa dengan teknik proportional random  sampling.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwasikap mahasiswa Prodi PPKn terhadap  pelaksanaan Pendidikan Karakter termasuk dalam kategori baik.  Hal ini ditunjukkan dengan 68% dariresponden  memiliki sikap baik.Hal  ini ditunjukkan dengan ketaatan mahasiswa Prodi PPKn terhadap aturan dan tata tertib di lingkungan prodi, seperti ketaatan  terhadap tata cara berpakaian atau etika penampilan mahasiswa, ketaatan mengikuti kegiatan  perkuliahan, keaktifan mengikuti berbagai  perlombaan dan program kreativitas mahasiswa.  Berdasarkan  hal tersebutProdi PPKn diharapkan  dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas  tidak hanya secara intelektual tetapi secara moral yang ditunjukkan dengan karakter positif yang dimiliki oleh lulusan  Prodi  PPKn. Sikap  mahasiswa  yang baik  terhadap  pelaksanaan  Pendidikan Karakter ini harus didukung oleh   seluruh jajaran Prodi maupun Fakultas agar pelaksanaan  Pendidikan Karakter  dari waktu ke waktu semakin meningkat kualitasnya.   Dukungan tersebut  dapat berupa  keteladanan dari  para staf pengajar serta pimpinan yang memotivasi mahasiswa agar semakin meningkatkan  karakternya kearah yang lebih positif.