Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN DAN SOSIALISASI “CHILD TRAFFICKING” ANAK USIA SEKOLAH DI DESA SUNGAI BARU KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS Yuliananingsih Yuliananingsih; Fety Novianty; Syarif Firmansyah
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v4i2.1861

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah mensosialisasikan kepada anak atau remaja usia sekolah akan bahaya “child trafficking” yang merupakan salah satu tindak kejahatan terhadap anak. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat agar anak-anak atau remaja mengetahui hak-hak mereka, sebagai anak dan manusia, agar anak mendapatkan pendidikan yang lebih layak dan tidak putus sekolah, agar anak-anak atau remaja juga mengetahui dan memahami Undang-Undang Perlindungan Anak, agar anak-anak atau remaja usia sekolah terhindar dari “child trafficking”. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sosialisasi dan penyuluhan tentang “child trafficking”, dampak putus sekolah, bahaya “child trafficking”, dengan memberikan contoh membawa salah satu korban dari “child trafficking” atau “human trafficking”. Hal-hal yang dapat dievaluasi dari kegiatan ini adalah respons anak-anak atau remaja usia sekolah terhadap sosialisasi dan penyuluhan ini, pemahaman anak-anak atau remaja usia sekolah terhadap bahaya“child trafficking”.
PENDAMPINGAN MEMPERKUAT KARAKTER KEBANGSAAN GENERASI MUDA MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL RAKYAT DI DESA PASIR PANJANG KECAMATAN MEMPAWAH TIMUR Yuliananingsih M; Hadi Rianto; Dada Suhaida; Hamid Darmadi
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v5i2.2217

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk membudayakan dan melestarikan permainan tradisional rakyat dan memperkuat karakter kebangsaan generasi muda. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pasir Panjang Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah perlombaan permainan tradisional rakyat setempat sebagai upaya membudayakan dan melestarikan kembali permainan-permainan tradisional rakyat. Adapun langkah-langkah pelaksanaan PkM yaitu: (1) survei awal, dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kegiatan atau kesibukan sehari-hari anak di desa pasir panjang kecamatan Mempawah Timur kabupaten Mempawah; (2) tim menyusun perencanaan pelaksanaan PkM meliputi penentuan jadwal pertemuan, lokasi perlombaan, agenda perlombaan, dan tenaga pendamping lomba. dalam penyusunan perencanaan ini, tim bekerja sama dengan kepala desa yang merupakan tempat pelaksanaan kegiatan; (3) melakukan perijinan kepada pihak-pihak terkait untuk pelaksanaan perlombaan; dan (4) pelaksanaan lomba dilaksanakan oleh tim. Perlombaan ini dibagi ke dalam dua kategori berdasarkan usia yaitu: (1) kategori usia 6 sampai dengan 8 tahun, dan (2) kategori usia 9 sampai dengan 12 tahun dengan mempertimbangkan kemampuan/perkembangan fisik dan emosional anak. Perlombaan ini tidak hanya diikuti secara individu tetapi juga dilakukan berkelompok.  Dengan demikian kegiatan PkM ini dapat memupuk sikap saling menghargai, jujur, disiplin, saling bantu, bekerja sama, saling menghormati satu sama lainnya.
PENGARUH PELAKSANAAN KODE ETIK MAHASISWA TERHADAP DISIPLIN MAHASISWA DI LINGKUNGAN KAMPUS IKIP PGRI PONTIANAK Yuliananingsih Yuliananingsih; Fety Novianty; M. Anwar Rube’i
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 8, No 1 (2017): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.686 KB) | DOI: 10.31932/ve.v8i1.59

Abstract

Dalam pembentukan masyarakat yang modern ini, Perguruan Tinggi bertugas menciptakan tenaga-tenaga ahli yang memiliki pengetahuan tinggi dan mampu mengembangkan ilmunya melalui teknologi yang akhirnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Hal tersebut biasa disebut dengan  Tri Darma Perguruan Tinggi. Di dalam Perguruan Tinggi pasti dikenal yang namanya Tri Darma Perguruan Tinggi, karena hal itu adalah tujuan dari didirikanya suatu Perguruan Tinggi, yaitu menciptakan lulusan mahasiswa yang berpendidikan, dan berguna tidak hanya untuk dirinya sendiri,namun juga berguna bagi masyarakat Indonesia. Berkaitan dengan itu, sudah seharusnya Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak mempunyai kebebasan dalam melaksanakan bawaan kodrat akal manusia untuk mencapai kenyataan dan kebenaran, yaitu suatu kebebasan yang disebut kebebasan akademik. Agar pelaksanaan kebebasan akademik dapat terselenggara dengan baik di IKIP PGRI Pontianak, perlu dibuat ketentuan yang berdasarkan nilai-nilai atau norma-norma sebagai suatu ketetapan mengikat yang disebut kode Etik Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak.
ANALISIS NILAI GOTONG ROYONG DALAM TRADISI GAWE PERKAWINAN MELAYU IRAS DESA SUKA KARYA KECAMATAN MARAU Randi Renaldi; Rohani Rohani; Yuliananingsih Yuliananingsih
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 6 Nomor 2 Edisi Desember 2022
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v6i2.4076

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui tahapan, bentuk nilai gotong royong dan pelestarian nilai gotong royong tradisi gawe perkawinan Melayu Iras Desa Suka Karya, Kecamatan Marau. metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. alat pengumpulan data mengunakan panduan observasi, wawancara dan dokumentasi. teknik analisa data mengunakan reduksi, penyajian, serta verifikasi, Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tahapan pelaksanaan dalam tradisi gawe perkawinan yaitu merisik, merisik, membuka mulut, melamar ,meminang, ngantar tande, besesiap, beseseru, ngunjang bale tajak pelasaran, betangas, bekasai, bepacar, memajang, betitik gigi, akad nikah,   resepsi dan acara mandi 3 malam. nilai gotong royong dalam tradisi gawe perkawinan sebagai berikut : nilai kebersamaan, nilai kekeluargaan, nilai keikhlasan, nilai timbal balik. Seperti berkerinah ( masak-masak ), Ngunjang Bale ( mendirikan Tenda ), dan pelaksanaan adat tradisi gawe perkawinan.
PERSEPSI MASYARAKAT DAN HUKUM TERHADAP PERNIKAHAN DINI DI DESA SEMUTAI KECAMATAN MUKOK KABUPATEN SANGGAU Fety Novianty; Yuliananingsih Yuliananingsih
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Edisi Juni 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i1.4894

Abstract

Penelitian ini berjudul “Persepsi Masyarakat dan Hukun Terhadap Pernikahan Dini di Desa Semutai Kecamatan Mukok Kabupaten Sanggau’’. Fokus penelitian ini ingin mengkaji secara intens mengenai Persepsi Masyarakat Terhadap Pernikahan Dini. Selanjutnya Fokus penelitian ini merumuskan beberapa sub masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana persepsi masyarakat terhadap pernikahan dini? 2) Bagaimana persepsi hukum terhadap pernikahan dini?Tujuan umum yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang; persepsi masyarakat terhadap pernikahan dini, dan persepsi hukum terhadap pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kulitatitf dengan bentuk penelitian yurisdis normatif. Informan yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat  dan tokoh masyarakat di Desa Semitau. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik komunikasi langsung, dan studi dokumenter. Sedangkan alat pengumpulan data yaitu pedoman wawancara, dan dokumentasi.
Harmonization of Indonesia-Malaysia border communities based on socio-culture Azwar, Idham; Novianty, Fety; Yuliananingsih, Yulianingsih
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 21, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v21i1.68478

Abstract

Harmonizing the border society between Indonesia and Malaysia based on their socio-cultural similarities presented an exciting exploration into the social and cultural dynamics that formed the relationship between these neighboring countries. This study explored the complex interactions of traditions, faiths, and practices that fostered cross-border unity and cooperation and highlighted the socio-cultural foundations that bind these communities together. The research was conducted in the border area between Indonesia and Malaysia, especially at Aruk Village, Sajingan Besar District, Sambas Regency. The method used in this research is phenomenology with the qualitative approach. The research findings indicated that the community at Aruk Village collectively managed the forests and natural resources. There were several cultural similarities among the Dayak Ethnic, Bidayu Sub-ethnic, and Melayu Ethnic who stayed in the Aruk Village area. This research highlighted local ideologies' role in strengthening social togetherness. Local wisdom, a binding force, was found to contribute significantly to the prosperity of the society, instilling a sense of optimism about the future of these communities. The harmonization of the border society between Indonesia and Malaysia showed the cognation of those residing in Aruk Village, Indonesia, with those residing in Serawak, Malaysia.
FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MENAMPUNG DAN MENYALURKAN ASPIRASI MASYARAKAT DESA SAGU KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS DITINJAU DARI PERMENDAGRI NOMOR 110 TAHUN 2016 M., Yuliananingsih; Novianty, Fety; Gusniarti, Nia
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Edisi Juni 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i1.7395

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan informasi serta kejelasan objektif mengenai fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa Sagu Kecamatan Galing Kabupaten Sambas ditinjau dari Permendagri Nomor 110 tahun 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan bentuk yuridis normatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa fungsi dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat belum terlaksana dengan maksimal. BPD belum maksimal dalam pelaksanaannya tugas dan fungsinya dikarenakan kurangnya Sumber Daya Manusia, kondisi masyarakat kurang memahami keberadaan BPD, dan dikarenakan BPD itu sendiri tidak memiliki kantor kesekretariatan.
IMPLEMENTASI SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA UNTUK PENGUATAN TOLERANSI SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 SIDING KABUPATEN BENGKAYANG Azwar, Idham; Yuliananingsih; Sumarni
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7634

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Untuk Penguatan Toleransi Siswa Kelas VII di SMP Negeri 2 Siding Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan bentuk deskriptif. Terdapat pula subjek penelitian diantaranya Kepala sekolah, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, guru agama dan siswa kelas VII SMP di Negeri 2 Siding Kabupaten Bengkayang. Alat penggumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan panduan observasi, panduan wawancara dan studi dokumentasi. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis data berupa teknik reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian Program Penguatan Toleransi Siswa Melalui Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, dapat dilihat dari siswa yang melakukan doa sebelum dan sesudah pembelajaran dan perayaan hari besar keagamaan. Perencanaan penguatan nilai toleransi pada siswa yaitu menaati peraturan sekolah, saling membantu, dan menghindari perundungan. Dampak implementasi sila ketuhanan yang maha esa untuk penguatan toleransi siswa yaitu saling menghargai dan menghormati, karakter disiplin.
KARAKTER SISWA PADA PEMBELAJARAN AL-QURAN DI SD MUHAMMADIYAH MATARAM (MBS UMMAT) Yuliananingsih, Yuliananingsih
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 9, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v9i1.23001

Abstract

Memasuki era disrupsi dengan segala kemajuan teknologi hadir di segala kehidupan sehari-hari. Kemajuan yang memberi banyak kemudahan serta peningkatan. Namun tanpa kita sadari, kemudahan tersebut diperdaya banyak. Pada akhirnya saat ini seakan anak bangsa kehilangan rohnya, yaitu kearifan lokal menjadi karakter budaya bangsa sejak lama. artikel ini bertujuan membahas bagaimana karakter siswa pada pembelajaran Al-Quran di SD MUDIMAT. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dengan gunakan model Miles dan Huberman, yang terdiri dari tiga alur kegiatan proses yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verivikasi. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu karakter yang dimiliki siswa pada pembelajaran Al-Quran yaitu Iman, ketakwaan, toleransi, rasa ingin tahu, dan jujur.
ANALISIS NILAI KEADILAN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH OLEH KEPALA ADAT SUKU DAYAK KETUNGGAU DESA PELIMPING BARU KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG Veronika Ratna Parawita; Yuliananingsih M.; Moad
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.8340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai keadilan dalam penyelesaian sengketa tanah oleh Kepala Adat Suku Dayak Ketungau Desa Pelimping Baru Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan bentuk studi kasus. Menurut adat setempat, berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat pada masyarakat Adat Dayak Ketunggau Desa Pelimping Baru beserta Lembaga Adatnya, adapun penyelesaian sengketa batas tanah melalui tiga (3) tingkatan yakni : Tingkat RT, diselesaikan oleh Dewan Adat Desa Pelimping Baru, Tingkat Dusun, diselesaikan oleh Ketua Adat Desa Pelimping Baru, Tingkat Desa, diselasaikan oleh Temenggung Desa Pelimping Baru Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Akibat hukum yang ditimbulkan dari penyelesaian sengketa batas tanah warga masyarakat Adat Dayak Ketunggau Pelimping Baru Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang adanya sanksi bagi pihak yang bersengketa dengan membayar seluruh kerugian dalam penyeleaian sengketa batas tanah sebesar 40 Rial ( satuan uang dalam hukum adat ) dan tanah tersebut di kembalikan kepada pihak yang berhak. Upaya yang dapat dilakukan oleh Lembaga Adat untuk menyelesaikan Sengketa Batas Tanah warga masyarakat adat di Desa Pelimping Baru Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang adalah yaitu dengan memberikan teguran dan penjelasan kepada pihak yang bersengketa agar di kemudian hari tidak terjadi kasus yang serupa.