Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TURBULATOR PADA PENUKAR KALOR PIPA GANDA UNTUK APLIKASI SOLAR WATER HEATER Arrad Ghani Safitra; Lohdy Diana; Rif’atus Sholihah
JURNAL SIMETRIK Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.765 KB) | DOI: 10.31959/js.v8i2.215

Abstract

Penukar kalor pipa ganda adalah peralatan yang digunakan untuk menukarkan kalor antara fluida panas dan fluida dingin menggunakan dua pipa konsentrik. Pada penelitian ini penukar kalor pipa ganda digunakan pada aplikasi pemanas air tenaga surya menggunakan dua fluida yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa terbaik dari penambahan turbulator pada pipa bagian dalam penukar kalor pipa ganda. Turbulator berfungsi untuk meningkatkan turbulensi aliran sehingga akan meningkatkan perpindahan panas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan peralatan pemanas air tenaga surya yang sudah ditambah dengan penukar kalor pipa ganda. Pada pipa bagian dalam diberi variasi turbulator bentuk twisted tape full swirl dan twisted tape full swirl wire coil kemudian dialiri fluida oli yang dipanaskan melalui kolektor surya, sedangkan pada pipa bagian luar dialiri fluida air. Pengujian dilakukan di luar ruangan pada kondisi langit cerah dari pukul 10:00 sampai dengan pukul 15:00. Berdasarkan hasil pengujian pada semua variasi pada saat pukul 12:00 dengan intensitas radiasi matahari 789 W/m2, performa terbaik diperoleh pada variasi menggunakan turbulator bentuk twisted tape full swirl wire coil yaitu efektifitas sebesar 0.51, NTU 0.73, dengan peningkatan tempetatur fluida air 3°C.
Studi Numerik Centrifugal Fan Tipe Impeller Backward dengan Variasi Putaran Fan Lohdy Diana; Achmad Setiyawan; Achmad Bahrul Ulum; Arrad Ghani Safitra; Muhammad Nabiel Ariansyah
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 5, No 2 (2021): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v5i2.5181

Abstract

The primary air fan functions as a primary air producer which is used as air to transport coal powder from the pulverizer to the burner to be burned in the boiler furnace. This study aims to obtain the effect of the rotation variation of fan to  fluid flow characteristics such as the distribution of total pressure, the dynamic pressure, the pressure static contours, velocity distribution, and the fan optimal efficiency. This study was numerical study with simulated a backward impeller type centrifugal fan in a two-dimension model using Fluid Computational software with the multiple reference frame method with the variation of fan rotation. Based on the visualization of the pressure contour and velocity distribution, it could be concluded that there was a volute phenomenon, this was indicated that the greater the volume area in the volute is the greater the total pressure value too. Based on the visualization of the outlet velocity distribution at the position of -0,8531m to -1,01301m, it was found that the velocity is close to the value of 0 m/s2. It showed that the minimum velocity in the area due to the volute tongue radius occurs a flow collision and it impacted the velocity in the area decreased up to V=0. From the simulation results, it was found that the greater the fan rotation value was the greater the efficiency value too. It would be verified by the actual operating data of the centrifugal fan with a minimum rotation range value of 1194 rpm to a maximum of 1468 rpm
Analisa Pengaruh Bentuk Impingement Plate Terhadap Perpindahan Panas Pada Zona Desuperheating High Pressure Heater Arrad Ghani Safitra
Jurnal Teknik Mesin Vol 14 No 1 (2021): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jtm.14.1.420

Abstract

High Pressure Heater (HPH) are tools that used to improve the efficiency of boiler. HPH utilizes hot steam from turbine extraction as heating medium before entering into the economizer in boiler. In the industry, High Pressure Heater is one of the tools that includes a heat exchanger. To prevent from several problems, some of the industries applying a plate that called impingement plate. This plate placed on the shell side Steam inlet of High Pressure Heater with the function to protect the tube facing the directly the shell side input flow. To determine the effect of adding impingement plates on heat transfer that occurs in the desuperheating zone, a simulation was performed using CFD software with variations of conventional flat plates, 4 plates, and inclined plates. From the simulation results using CFD software it is known that after the addition of the impingement plate, the largest heat transfer value in the desuperheating zone is found in the inclined plate geometry followed by the 4 plate geometry and conventional flat plate, with a q value of 9.54 MW; 7.93 MW; and 4.16 MW, respectively. Then for the inclined plate geometry pressure drop value has a small pressure drop plaing value, which is equal to 30.04 kPa.
Studi Variasi Beban Pendinginan Di Evaporator Low Stage Sistem Refrigerasi Cascade Menggunakan Heat Exchanger Tipe Concentric Tube Dengan Fluida Kerja Refrigeran Musicool-22 Di High Stage Dan R-404a Di Low Stage Arrad Ghani Safitra; Ary Bachtiar Khrisna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.092 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2840

Abstract

Salah satu aplikasi dalam refrigerasi makanan adalah pembekuan daging dalam cold storage. Dimana temperaturnya dijaga konstan dalam standar tertentu untuk mempertahankan kesegaran, memperpanjang masa simpan dan memberikan tekstur daging yang lebih baik. Penggunaan refrigeran Musicool-22 dan R-404A dengan compact heat exchanger pada sistem refrigerasi cascade masih kurang bagus. Sebagai solusi maka akan digunakan sistem refrigerasi cascade dengan refrigeran yang sama dan menggunakan concentric tube sebagai heat exchanger. Penelitian dilakukan dengan merancang alat sistem refrigerasi cascade dengan refrigeran Musicool-22 di High Stage dan R-404A di Low Stage. Kemudian dilakukan eksperimen pada sistem tersebut dengan variasi beban pendinginan di evaporator Low Stage menggunakan electric heater. Variasi mulai dari 0 (tanpa beban), 11, 35, 70, 95, 140, 210, dan 300 Watt. Hasil dari studi eksperimen ini menunjukkan nilai-nilai optimum untuk proses pembekuan daging yaitu pada pembebanan 35 Watt dengan Qevap = 0,327 kW, COPcas = 0,935 dan temperatur di dalam cooling box sebesar -26,2°C. Pada beban 300 Wat diperoleh kapasitas pendinginan maksimum pada sistem Low Stage sebesar 0,622 kW. Kerja maksimum kompresor pada sistem High Stage 0,148 kW dan Low Stage 0,461 kW, nilai COP cascade maksimum 1,020, efek refrigerasi maksimum pada Low Stage 135,865 kJ/kg, HRR maksimum pada Low Stage 1,742 Kemudian diperoleh nilai effectiveness cascade heat exchanger tertinggi 0,93 dan terendah 0,89 serta nilai NTU tertinggi 7,06 dan terendah 4,76 pada saat beban 300Watt.
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH KETEBALAN LAPISAN AIR PENDINGIN TERHADAP DAYA KELUARAN MODUL PHOTOVOLTAIC MONOCRYSTALLINE Ikhsan Baihaqi; Erik Tridianto; Arrad Ghani S
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.652 KB)

Abstract

Modul Photovoltaic (PV) membutuhkan radiasi matahari untuk menghasilkan listrik. Akan tetapi radiasi matahari dengan panjang gelombang di atas 1,1µm (radiasi inframerah) tidak dapat dikonversi menjadi energi listrik.. Radiasi inframerah berperan meningkatkan temperatur permukaan PV, sehingga menyebabkan penurunan daya keluaran dan masa pakai modul PV. Sistem pendinginan ini, bertujuan untuk mengurangi temperatur permukaan PV dengan tetap melewatkan foton dengan panjang gelombang yang sesuai,  sehingga efisiensi elektrik dan daya keluaran dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Pada siklus pendinginan ini, air digenangkan pada permukaan atas PV dengan aktivasi menggunakan kontrol otomatis saat temperatur permukaan PV mencapai 45oC. Ketika temperatur telah turun hingga 35oC, genangan air pendingin dibuang untuk melewatkan cahaya matahari lebih banyak. Variasi ketebalan genangan air yang digunakan adalah 5 mm, 1 cm, 2 cm, 4 cm. Pada setiap variasi diukur intensitas radiasi yang diterima, temperatur permukaan, serta daya keluarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendinginan modul PV dengan menggunakan sistem ini dapat mempertahankan temperatur permukaan modul PV di bawah 38oC dan meningkatkan daya keluaran serta efisiensi elektrik sebesar 50% dibanding tanpa sistem pendingin. Ketinggian genangan 5 mm menghasilkan peningkatan daya keluaran yang paling tinggi, dikarenakan genangan air yang tidak terlalu tebal mampu menjaga temperatur permukaan PV tetap di bawah 40oC dan juga dapat melewatkan cahaya (foton) lebih banyak.  Kata kunci: photovoltaic, siklus otomatis, genangan air pendingin, temperatur, daya keluaran
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PERUBAHAN DEBIT ALIRAN PADA EFISIENSI TERMAL SOLAR WATER HEATER DENGAN PENAMBAHAN FINNED TUBE Rio Adi Kristian; Arrad Ghani Safitra; Radina Anggun Nurisma
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.895 KB)

Abstract

Ketersediaan energi surya Indonesia sangat melimpah yang mencapai 4.5-5.1 KWh/m2/hari sepanjang tahunnya, namun besarnya energi tersebut masih belum termanfaatkan dengan maksimal. Salah satu cara memanfaatkan energi surya adalah sebagai pemanas air atau solar water heater. Pemanasan air yang terjadi di solar water heater berada pada sebuah kolektor surya yang mampu menyerap panas dari energi surya. Pemanasan di kolektor surya dapat ditingkatkan dengan melakukan penambahan fin sehingga efisiensi kolektor surya tersebut dapat juga dapat ditingkatkan. Fin yang ditambahkan pada penelitian ini berupa annular fin dengan debit aliran 75 l/jam, 100 l/jam, serta 125 l/jam untuk didapatkan efisiensi termal yang paling tinggi. Pengujian dilakukan di kawasan PENS (7.2771 LS dan 112.7939 BT) dari tanggal 31 Mei hingga 17 Juni 2017 pada langit cerah dengan kolektor surya horizontal dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah solar water heater dengan penambahan annular fin mampu menghasilkan temperatur air keluar yang lebih tinggi pada setiap variasi debit aliran dan menghasilkan efisiensi termal maksimal yang lebih tinggi daripada tanpa penambahan fin. Temperatur air keluar tertinggi sebesar 45.4ºC pada debit aliran 75 l/jam dan efisiensi termal paling tinggi sebesar 57% pada debit aliran 125 l/jam.Kata kunci:energi surya, solar water heater, annular finned tube, efisiensi termal
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN TERHADAP PERPINDAHAN KALOR PADA MODUL PHOTOVOLTAIC UNTUK MENINGKATKAN DAYA KELUARAN Inas Nabilah F; Arrad Ghani S; Fifi Hesty S
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.815 KB)

Abstract

Meskipun PV telah banyak digunakan sebagai pembangkit listrik, daya keluaran yang dihasilkan bergantung pada intensitas radiasi matahari. Intensitas radiasi matahari yang diterima oleh Modul PV dapat dimaksimalkan dengan cara memasang modul PV dengan sudut kemiringan. Selain itu, ketika intensitas radiasi matahari meningkat, temperatur permukaan PV juga cenderung meningkat. Sehingga menyebabkan penurunan daya keluaran PV. Dengan mengetahui sudut kemiringan yang sesuai, akan dapat memaksimalkan energi cahaya dan meminimalisir energi panas yang diterima permukaan PV, sehingga didapatkan nilai daya keluaran yang maksimal dan pelepasan kalor yang tinggi. Pelepasan kalor dapat diketahui dengan menganalisa tahanan termal yang terjadi mulai dari matahari hingga ke bawah permukaan PV. Pada pengujian ini, PV menghadap ke arah Utara dan dimiringkan pada sudut 10o, 20o, 30o dan 40o. Dimana pada tiap sudut kemiringan diukur intensitas radiasi yang diterima, temperatur permukaan dan lingkungan, kecepatan angin lingkungan, serta daya keluarannya. Pengujian dilakukan menggunakan modul PV komersial dengan daya 180 Watt Peak, dimana hasil pengujian didiskusikan dan disajikan. Hasil pengujian yang didapatkan yaitu pada sudut kemiringan 30o  memilikiperforma modul PV tertinggi dengan nilai efisiensi sebesar 8.93 – 14.13 %, Temperatur permukaan modul rata-rata 48.7 oC dan pelepasan kalor yang cukup besar yaitu 387.56 W.  Peningkatan performa dari modul PV sangat mempertimbangkan posisi modul PV , temperatur permukaan PV serta kondisi lingkungan saat beroperasi.Kata kunci: daya keluaran, photovoltaic, pelepasan kalor, sudut kemiringan
OPTIMALISASI PENYERAPAN RADIASI MATAHARI PADA SOLAR WATER HEATER MENGGUNAKAN VARIASI SUDUT KEMIRINGAN Agam Sulistyo; Arrad Ghani Safitra; Radina Anggun Nurisma
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.749 KB)

Abstract

Solar water heater merupakan salah satu alat yang menggunakan kolektor surya dengan memanfaatkan energi panas matahari untuk memanaskan air. Besarnya radiasi matahari yang diterima oleh kolektor surya diantaranya dipengaruhi oleh sudut kemirigan (β) bidang permukaan kolektor surya. Sudut kemiringan berhubungan dengan sudut datang matahari langsung (θ) sehingga dapat mempengaruhi besarnya radiasi matahari yang diterima oleh kolektor surya. Dengan memvariasikan nilai sudut kemiringan kolektor surya, dapat diketahui nilai sudut yang optimal kolektor surya untuk menyerap energi panas matahari. Arah hadap kolektor surya divariasikan pada keempat arah mata angin dengan sudut kemiringan yang sama untuk menentukan arah mata angin yang optimal. Kemudian sudut kemiringan kolektor surya divariasikan pada sudut 0o, 20o, 25o, 30o, dan 35o. Kolektor surya dibuat dengan menggunakan kaca penutup jenis kaca bening dan tube pemanas yang terbuat dari pipa tembaga. Absorber yang digunakan adalah jenis absorber pelat datar yang terbuat dari pelat aluminium. Aliran air dalam tube pemanas diatur konstan pada debit 75 liter/jam. Pengujian dilakukan di kampus PENS, Surabaya mulai dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB dengan pengambilan data setiap satu jam sekali. Berdasarkan hasil pengujian, kolektor surya mengalami penyerapan radiasi optimal pada sudut kemiringan 30o menghadap utara dengan efisiensi rata-rata kolektor surya mencapai 63,93%.Kata kunci: kolektor surya, solar water heater, sudut kemiringan
PEMASANGAN SMART SOLAR WATER PUMP SEBAGAI ALAT IRIGASI SAWAH DI DESA GAYAM KABUPATEN BOJONEGORO Joke Pratilastiarso; Lohdy Diana; Erik Tridianto; Arrad Ghani Safitra
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v27i1.20801

Abstract

Proses irigasi merupakan faktor penting untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Namun, mitra yang merupakan petani mengalami permasalahan irigasi antara lain biaya operasional dan bahan bakar dimana mitra masih menggunakan pompa diesel, serta ketidakamanan peralatan terhadap pencurian. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan ini yaitu membantu mitra dalam hal irigasi lahan pertanian dengan membuat pompa air tenaga surya yang disebut dengan Smart Solar Water Pump yang dilengkapi dengan sistem kontrol ketinggian air dan sistem keamanan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini diawali dengan diskusi dan pancangan sistem Smart Solar Water Pump, perizinan dengan mitra, diskusi dan sosialisasi dengan mitra, pemasangan alat dan instalasi sistem keamanan dan kontrol ketinggian air, pengujian awal, pendampingan, evaluasi, dan monitoring. Hasil kegiatan ini antara lain penerapan energi terbarukan yaitu Smart Solar Water Pump telah dapat dilaksanakan sebagai alat irigasi pada lahan pertanian mitra, mitra telah mampu mengoperasikan Smart Solar Water Pump secara mandiri, setelah dilakukan monitoring diperoleh hasil sistem pada Smart Solar Water Pump masih beroperasi secara baik, sistem keamanan berupa Short Message Service (SMS) juga berjalan efektif. Kata kunci: Irigasi, Pertanian, Smart Solar Water Pump, Sistem Kontro Ketinggian Air, Sistem Keamanan.
ANALISIS PENGARUH BEBAN TERHADAP KINERJA INDUCED DRAFT FAN PADA SIKLUS UDARA DAN GAS BUANG Arrad Ghani Safitra; Apriani Rosnauli S; Setyo Nugroho
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v7i2.146

Abstract

Induced Draft Fan (ID Fan) merupakan salah satu fan yang berfungsi untuk menghisap gas buang hasil pembakaran dan mengalirkannya menuju stack serta mempertahankan furnace dalam kondisi vakum. ID Fan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu pembebanan yang terjadi di PLTU. Kondisi ini mengakibatkan jumlah udara yang dihisap akan meningkat seiring bertambahnya beban dan membuat kinerja ID Fan bekerja maksimal. Hal ini berpengaruh terhadap performanya, sehingga dilakukan perbandingan data operasi dan grafik vendor untuk mengetahui batasan jumlah laju alir yang dapat dihisap oleh ID Fan. Pada saat kondisi operasi 100% atau beban maksimal 400 MW jumlah gas buang yang harus dialirkan yaitu 428.04 (m3/s). Berdasarkan nilai tersebut, jumlah aliran gas buang maksimal masih berada pada range grafik performa vendor dimana batasannya yaitu 720 (m3/s)
Co-Authors Elby , Alvin Christian Abdul Aziz Abdul Kadir Djaelani Achmad Bahrul Ulum Achmad Setiyawan Agam Sulistyo Aghist Fitrony, Muhammad Agil, Denny Muhammad Agung Dwi Cahyo Ahmad Taufiqurrahman Azhar Aji, Pandu Gautama Amalia, Rif?ah Amalia, Rif?ah Amelia, Firyal Nisa Apriani Rosnauli S Ar Rayyan Ikhsan Syahputra Aribowo, Teguh Hady Aribowo, Teguh Hady Arifin P. P., Moch. Denis Arini, Nu Rhahida Ary Bachtiar Khrisna Putra Ary Bachtiar Khrisna Putra Astin, Novita Dewi, Naili Husna Diana, Lohdy Diana, Lohdy Diana Eky Novianarenti Eky Novianarenti Eli Novita Sari Eny Kusumawati Erik Tridianto Erik Tridianto Erlinda Ningsih, Erlinda Fareza, Julfan Hafiz Fauziyyah, Inas Nabilah Fifi Hesty Sholihah Firman Yunan Saputra G. P., Hendrik Elvian Gamar, Farida Haidar Fakr, Muhammad Hendrik Elvian G. P. Heroe Poernomo Heroe Poernomo Hidayatullah, Muhammad Muslih Ikhsan Baihaqi Imaniah Sriwijayasih Inas Nabilah F Islam, Saiful Ismah, Paradya Nabilah Joke Pratilastiarso Julianto, Mochammad Arief Julianto, Mochammad Arief Kurnia Devi Ariswanda Kusuma, Diki Candra Lohdy Diana Lovyta Putri Adianti Moch. Denis Arifin P. P. Mochammad Denis Arifin Pratama Putra Mohammad Basuki Rahmat Muhammad Nabiel Ariansyah Muhammad Yusuf Febrian Putra Mutia Ayu Agustina Nabila Haninda Az Zahra Nabila Haninda Azzahra Naili Husna Dewi Nur Hidayat Prasetyo, Muhammad Fandi Setiawan Cahyono Pratilastiarso, Joke Prima Dewi Permatasari Priyambodo Nur Ardi Nugroho Puspitasari, Susi Puspitasari, Susi Putra, Firdaus Fhudoli Qurniawan Zen Al Faris Radina Anggun Nurisma Rif’atus Sholihah Rijalulakbar Dewantoro Rini Indarti Rio Adi Kristian Riyantoni, Ricko Guntur Rizal Mahmud Saputra, Firman Yunan Sasongko, Rio Bagus Setyo Nugroho Setyo Nugroho Setyo Nugroho Syahputra, Ar Rayyan Ikhsan Syariful Hadi, Muhammad Teguh Hady Ariwibowo