Claim Missing Document
Check
Articles

KONSERVASI ENERGI SEKTOR BANGUNAN RUMAH SAKIT CEMPAKA PUTIH PERMATA SURABAYA Arrad Ghani Safitra; Mochammad Denis Arifin Pratama Putra
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 8 No 2 (2020): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v8i2.617

Abstract

Konservasi energi didefinisikan sebagai penggunaan energi dan sumber daya energi secara efisien dan rasional tanpa mengurangi penggunaan energi yang memang benar-benar diperlukan. Konservasi dilakukan pada salah satu rumah sakit di Surabaya yaitu Rumah Sakit Cempaka Putih, Kebon Agung, Surabaya. Konservasi energi difokuskan pada sistem pengkondisian udara dengan metode menghitung Cooling Load Temperature Difference (CLTD) dan Overall Thermal Transfer Value (OTTV) untuk mengetahui peluang penghematan energi. OTTV memiliki standar nilai yaitu ≤ 45 Watt/m2 yang ditentukan oleh SNI 03-6389-2000 sedangkan perhitungan beban pendinginan akan dibandingkan dengan kapasitas AC yang terpasang. Pengambilan data dilakukan menggunakan environment meter, digital distance meter, dan tang ampere untuk memperoleh data temperatur, kelembaban, dan dimensi setiap ruangan. Hasil perhitungan beban pendinginan dengan asumsi okupansi setiap ruangan maksimum maka gedung Rumah Sakit Cemapaka Putih Permata termasuk tidak terjadi pemborosan ketika dibandingkan dengan kapasitas AC yang terpasang namun dari sisi kenyamanan dapat dikatakan kurang memenuhi kebutuhan. Hasil perhitungan OTTV gedung RSIA Cempaka Putih Permata sebesar 31,47 Watt/m2 termasuk bangunan hemat energi. Solusi yang dapat diterapkan berdasarkan analisa tersebut adalah menambah jumlah AC agar memenuhi tingkat pengkondisian udara ruangan dan selanjutnya diikuti dengan retrofit fluida refrigeran dengan hidrokarbon guna untuk menurunkan konsumsi daya listrik sebesar 20%
STUDI NUMERIK PENGARUH JUMLAH SALURAN KOLEKTOR SURYA BENTUK SEGITIGA DENGAN POLA ALIRAN ZIG-ZAG Arrad Ghani Safitra
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 9 No 2 (2021): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v9i2.757

Abstract

Kolektor surya terus mengalami perkembangan untuk menghasilkan kualitas udara panas dengan temperatur yang tinggi. Pada penelitian ini menganalisa pengaruh jumlah saluran kolektor surya bentuk segitiga dengan pola aliran zig-zag. Variasi yang digunakan antara lain 8, 7, dan 6 saluran. Tujuan dari penelitian ini adalah merupakan inovasi pada proses pemanasan udara di dalam kolektor bentuk segitiga dengan pola aliran zig-zag dapat memperbanyak dan memperpanjang proses penyerapan panas matahari oleh udara. Penelitian dilakukan secara numerik dengan metode komputasi fluida. Tahapan awal adalah melakukan pemodelan secara tiga dimensi dan melakukan proses meshing. Tahapan kedua menentukan kondisi batas dan melakukan simulasi dengan dan tahapan terakhir adalah mengambil hasil simulasi untu dianalisa. Kondisi batas yang digunakan pada penelitian ini posisi masukkan merupakan velocity inlet dengan udara memiliki kecepatan sebesar 19,6 m/s dan temperatur 300 K. Sisi luaran yaitu pressure outlet dan heat flux disisi bagian wall heating saluran sebesar 750 W/m2. Parameter simulasi menggunakan RNG k-ε viscous model dengan scheme SIMPLEC, momentum, dan turbulent kinetic energy menggunakan diskritisasi second-order upwind. Hasil penelitian menunjukkan kolektor segitiga dengan jumlah 7 saluran memiliki hasil dengan temperatur udara paling tinggi yaitu sebesar 41.86 K dan Bilangan Nusselt tertinggi sebesar 2.68.
STUDI EKSPERIMEN PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PAKSA EKSTERNAL PADA PLAT DATAR Rijalulakbar Dewantoro; Arrad Ghani Safitra; Lohdy Diana
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2018
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heat transfer is divided into three, conduction, convection and radiation. Convection is the heat transfer due to bulk movement within fluids. Force convection that happen on the surface of the object is the case of heat transfer for external flow. Force convection declared by the value of convection coefficient (h).Convection coefficient its affected by geometry of the object, fluid velocity, and the value of heat flux. The research has been done by experiment using flat plate aluminum with length 0,275m, width 0,065m and height 0,008m. The goal of this experiment is to know the characteristic of external force convection on flat plate. The object is heated by electric heater under the object, then its cooled by the air from centrifugal blower. Variation of fluid velocity and heat flux was performed to the object. Data retrieval using thermistor (temperature sensor) that integrated with arduino, multimeter (voltage and current sensor), and anemometer (fluid velocity sensor). During experiment, the data taken are surface temperature and fluid velocity. From the experimental result obtained the best value of convection coefficient located on 0,005m, that is the variation fluid velocity 4,8 m/s the value is 275,4 W/m2K. This shows that the higher the fluid velocity will increase the value of the convection coefficient.
STUDI EKSPERIMEN PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PAKSA INTERNAL PADA SALURAN BENTUK SILINDER DAN PERSEGI Qurniawan Zen Al Faris; Arrad Ghani Safitra; Setyo Nugroho
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2018
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Forced convection inside a pipe is a case of convection mass transfer for internal flow. Main parameter of internal flow forced convection is a convection coefficient number (h). One of the ways to increasing the convection coefficient number is changing the cross section of the channel. But, there are some other factors that affect the convection coefficient number such as fluid velocity, surroundings temperature, and the number of heat flux. The study was conducted experimentally by making a channel from aluminum with cylinder and square cross section form. With 1.5 m length hydraulic diameter 0.0762 m, which aims to find out the characteristics of internal flow forced convection heat transfer. The channel surface is fully isolated to minimize the value of heat losses caused by the ambient temperature, so that the same thermal energy is obtained along the channel. Heating on the surface of the channel uses an electric heater with a capacity of 223.52 watts. Then the air fluid is channeled through the channel at a speed of 3.6 m / s and 5 m / s using an electric blower regulated by a valve. Testing is carried out in a room where the temperature is conditioned, taking temperature data using a temperature sensor (thermistor) within 25 cm of each sensor mounted on the surface of the channel wall. Data processing uses software engineering equation solver (EES) to improve the analysis of experimental results. From the analysis results obtained, the square channel convection coefficient number is greater than the cylinder form channel of 22,84; 22,77; 22,72; 22,7; 22,69; 22,72 W / m2K.
KOMBINASI ISOLASI PADA STORAGE TANK SEBAGAI PENYIMPAN PANAS APLIKASI PADA SOLAR WATER HEATER Kurnia Devi Ariswanda; Arrad Ghani Safitra
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2018
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solar water heater is a new renewable energy that produces heat energy for everyday use. In solar water heater required a heat storage device called a storage tank. One of the innovations to reduce heat loss in storage tanks by providing a combination of isolation. The purpose of this study is to retain heat from water in storage tanks at specific time intervals and increase tank effectiveness in the presence of a combination of isolation. In this study, the storage tank consists of two layers of barrier material and two layers of insulation using materials from sand, soil, bricks, and pool-rocks with variations of pool rocks-sand, sand-pool rocks, pool rocks-bricks, bricks-pool rocks, pool rocks-soil, and soil-pool rocks.. The experimental data is collected when the water temperature conditions reach 45 ° C to 35 ° C. Data taken in this research is temperature change of each layer of storage tank, water entry temperature, and time needed to get heat loss in every hour. The analysis used transient heat transfer and thermal resistance method to determine the heat loss and effectiveness of storage tanks in each variation. From this research, the highest effectivity on soil-pool rocks 68% with total heat loss 2968,98 Watt from distributed energy 9322,12 Watt. As for the lowest effectiveness on the bricks-pool rocks variation of 45% with a total heat loss of 6013,84 Watt of distributed energy 10996,83 Watt.
STUDI NUMERIK PENGARUH OBSTACLE PRISMA SEGITIGA SUDUT TEKUK 40° TERHADAP PERPINDAHAN PANAS PADA PEMANAS UDARA SURYA BERBENTUK TRAPEZOIDAL Naili Husna Dewi; Lohdy Diana; Arrad Ghani Safitra
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matahari merupakan sumber energi terbarukan, Energi tersebut dapat digunakan sebagai pemanas udara. Prinsip kerja pemanas udara surya adalah energi panas matahari ditransmisikan  oleh kaca kemudian diserap oleh plat penyerap. Panas tersebut digunakan untuk memanaskan udara yang dialirkan ke dalam saluran plat penyerap melalui bantuan induced fan. Pada penelitian ini, membahas tentang pengaruh obstacle berbentuk prisma segitiga terhadap perpindahan panas dan penurunan tekanan di dalam saluran pemanas udara yang berbentuk trapezoidal. Obstacle yang digunakan berbentuk prisma segitiga dengan sudut tekuk 40° disusun secara segaris atau inline dengan memvariasikan parameter S/H= 0.7; 1; 1.3. Penelitian dilakukan secara simulasi numerik dengan menggunakan software CFD komersial. Simulasi dilakukan secara tiga dimensi menggunakan model RNG k-? viscous model. Kriteria konvergen 10-6 untuk residual kecepatan, momentum serta energi.  Kondisi batas yang diberikan antara lain kecepatan sisi masukan 2.62m/s, sepanjang dinding saluran diberikan heat fluxs 620W/m2, dinding bawah terisolasi sempurna serat sisi keluaran merupakan outflow. Hasil simulasi menunjukan obstacle dengan sudut tekuk 40° dengan parameter S/H=1.3 memiliki nilai kenaikan temperatur sebesar 17.73K, energi yang berguna 132.12watt, penurunan tekanan terendah sebesar 31.59Pa dan memiliki effectiveness tertinggi sebesar 0.78 sehingga dapat dikatakan paling optimum
ANALISIS BEBAN PENDINGINAN DAN OTTV PADA BANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT CEMPAKA PUTIH PERMATA SURABAYA Moch. Denis Arifin P. P.; Arrad Ghani Safitra; Hendrik Elvian G. P.
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konservasi energi didefinisikan sebagai penggunaan energi, sumber energi dan sumber daya energi secara efisien dan rasional tanpa mengurangi penggunaan energi yang memang benar-benar diperlukan. Konservasi dilakukan pada salah satu rumah sakit di Surabaya yaitu Rumah Sakit Cempaka Putih, Kebon Agung, Surabaya. Konservasi energi difokuskan pada sistem tata udara dengan metode menghitung Cooling Load Temperature Difference (CLTD) dan Overall Thermal Transfer Value (OTTV) untuk mengetahui peluang penghematan energi. OTTV memiliki standar nilai yaitu ? 45 watt/m2yang ditentukan oleh SNI 03-6389-2000 sedangkan perhitungan beban pendinginan akan dibandingkan dengan kapasitas AC yang terpasang. Hasil perhitungan beban pendinginan dengan asumsi okupansi setiap ruangan maksimum maka gedung RSIA Cemapaka Putih Permata termasuk tidak terjadi pemborosan ketika dibandingkan dengan kapasitas AC yang terpasang namun dari sisi kenyamanan dapat dikatakan kurang memenuhi kebutuhan. Hasil perhitungan OTTV gedung RSIA Cemapaka Putih Permata dengan nilai OTTV sebesar 31,47 Watt/m2 termasuk bangunan hemat energi. Penerapan yang dapat diterapkan berdasarkan analisa di atas yaitu penambahan kapasitas AC supaya tercapainya kenyamanan yang dibutuhkan dan selanjutnya dikuiti penerapan penggantian pendingin dengan MC-22 guna untuk menekan konsumsi daya listrik sebesar 20%.
Numerical Study of The Power Plant Surface Condenser to Prevent High Pressure in Critical Areas Eky Novianarenti; Ary Bachtiar Khrisna Putra; Setyo Nugroho; Arrad Ghani Safitra; Rini Indarti; Priyambodo Nur Ardi Nugroho; Mohammad Basuki Rahmat
Journal of Mechanical Engineering, Science, and Innovation Vol 1, No 2 (2021): (October)
Publisher : Mechanical Engineering Department - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1205.835 KB) | DOI: 10.31284/j.jmesi.2021.v1i2.2317

Abstract

A numerical study to reduce the condenser pressure in critical areas of a power plant surface condenser has been carried out. Numerically, effects are considered through a three-dimensional simulation approach. Modifying by adding a guide plate with a three variation of angle, (?) 15?, 30?, 45? in the surface condenser area to reduce the dynamic forces and pressure due to the collision of fluid flow in the critical pipeline without reducing the purpose of the design of shell and tube heat exchanger results in transferring heat. The drag force caused by the interaction of the shear layer with the surface of the body is very undesirable, so that the control of the flow fields is needed, one of which is by optimal angle guide plate of the pipe arrangement in the critical area. This study aims to determine the optimal plate angle to overcome high pressure in the critical area. This research was numerically conducted using 3D CFD ANSYS 14.5 software with a turbulence model using a standard k-? using a pressure-based solution solver. The initial stage takes geometric data on the surface condenser in the design specification as the basis for making the domain and data from before as boundary conditions in the simulation research process. The result is that with the addition of guide plates, the average drag coefficient (Cd) is reduced compared to the average Cd in the baseline conditions and angle variation (?) 15?, 30?, 45? is 0.537; 0.644; 0.446; 0.464. Taking into this aspect, the most optimal plate angle is 30?. The simulation results show that changing the angle of the plate can reduce the Nusselt value than the baseline conditions.
Simulasi Lemari Pengering Tenga Surya Dengan Prisma Kaca Menggunakan Computational Fluid Dynamics Lohdy Diana; Arrad Ghani Safitra; Fifi Hesty Sholihah; Ahmad Taufiqurrahman Azhar
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jeemm.v5i1.830

Abstract

Lemari pengering merupakan bagian penting pada pemanas udara tenaga surya. Lemari pengering diharapkan mampu menyimpan panas dalam waktu yang lama. Hal tersebut menyebabkan analisa thermal pada lemari pengering perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik termal dan aliran yang terjadi pada lemari pengering. Karakteristik tersebut antara lain distribusi temperatur, perubahan temperatur dan kecepatan, dan pola aliran udara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Finite Volume Method berupa simulasi menggunakan software komputasi fluida atau Computational Fluid Dynamics, simulasi menggunakan model tiga dimensi pada kondisi transient dengan time step 0.015. Data simulasi diambil saat 5 detik, 15 detik, 25 detik, dan 35 detik. Hasil simulasi diperoleh perubahan distribusi temperatur udara terhadap waktu yang terjadi pada bidang XY dan bidang XZ lemari pengering. Berdasarkan hasil simulasi diketahui terjadi penurunan temperatur udara. Temperatur udara tertinggi terjadi pada bagian bawah lemari pengering dengan temperatur udara sebesar 331 K. Prisma kaca pada bagian atas lemari pengering mampu memberikan panas pada udara. Terjadi aliran balik di dalam lemari pengering yang menyebabkan udara panas dari saluran masukkan tidak terdistribusi merata.
Studi Eksperimen Performa Helical Darrieus Turbin Farming Lohdy Diana; Prima Dewi Permatasari; Joke Pratilastiarso; Arrad Ghani Safitra
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v7i2.53500

Abstract

Mengadopsi potensi aliran air bawah laut, turbine farm dapat diterapkan pada saluran irigasi pertanian. Hal tersebut memiliki potensi dan realisasi yang lebih memungkinkan mengingat jumlah area pertanian di Indonesia masih sangat luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa turbin. Penelitian ini menggunakan rancang bangun Helical Darrieus Turbine Farm yaitu berupa saluran aliran air dan pembuatan beberapa turbin. Turbin arus laut dengan tipe helical darrieus sebanyak tiga buah diletakkan di dalam water flume. Kondisi dan geometri water flume dilakukan pendekatan sesuai dengan kondisi aktual saluran irigrasi pertanian yaitu kecepatan air 0.4 m/s. Penelitian dilakukan secara eksperimen di dalam laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan pada kecepatan putar terbesar yaitu sebesar 22 rpm, didapatkan nilai torsi 0.035 Nm. Hubungan antara tip speed ratio dengan koefisien torsi menunjukkan tren yang meningkat. Nilai tertinggi koefisien torsi hasil pengujian adalah 0.065. Pada TSR maksimal nilai Cp juga maksimal. Koefisien performa maksimal pada turbin sebesar 0.051. Berdasarkan hasil tersebut desain turbin memerlukan modifikasi dengan memperpanjang jarak antar turbin sehingga menghasilkan performa yang lebih tinggi.
Co-Authors Elby , Alvin Christian Abdul Aziz Abdul Kadir Djaelani Achmad Bahrul Ulum Achmad Setiyawan Agam Sulistyo Aghist Fitrony, Muhammad Agil, Denny Muhammad Agung Dwi Cahyo Ahmad Taufiqurrahman Azhar Aji, Pandu Gautama Amalia, Rif?ah Amalia, Rif?ah Amelia, Firyal Nisa Apriani Rosnauli S Ar Rayyan Ikhsan Syahputra Aribowo, Teguh Hady Aribowo, Teguh Hady Arifin P. P., Moch. Denis Arini, Nu Rhahida Ary Bachtiar Khrisna Putra Ary Bachtiar Khrisna Putra Astin, Novita Dewi, Naili Husna Diana, Lohdy Diana, Lohdy Diana Eky Novianarenti Eky Novianarenti Eli Novita Sari Eny Kusumawati Erik Tridianto Erik Tridianto Erlinda Ningsih, Erlinda Fareza, Julfan Hafiz Fauziyyah, Inas Nabilah Fifi Hesty Sholihah Firman Yunan Saputra G. P., Hendrik Elvian Gamar, Farida Haidar Fakr, Muhammad Hendrik Elvian G. P. Heroe Poernomo Heroe Poernomo Hidayatullah, Muhammad Muslih Ikhsan Baihaqi Imaniah Sriwijayasih Inas Nabilah F Islam, Saiful Ismah, Paradya Nabilah Joke Pratilastiarso Julianto, Mochammad Arief Julianto, Mochammad Arief Kurnia Devi Ariswanda Kusuma, Diki Candra Lohdy Diana Lovyta Putri Adianti Moch. Denis Arifin P. P. Mochammad Denis Arifin Pratama Putra Mohammad Basuki Rahmat Muhammad Nabiel Ariansyah Muhammad Yusuf Febrian Putra Mutia Ayu Agustina Nabila Haninda Az Zahra Nabila Haninda Azzahra Naili Husna Dewi Nur Hidayat Prasetyo, Muhammad Fandi Setiawan Cahyono Pratilastiarso, Joke Prima Dewi Permatasari Priyambodo Nur Ardi Nugroho Puspitasari, Susi Puspitasari, Susi Putra, Firdaus Fhudoli Qurniawan Zen Al Faris Radina Anggun Nurisma Rif’atus Sholihah Rijalulakbar Dewantoro Rini Indarti Rio Adi Kristian Riyantoni, Ricko Guntur Rizal Mahmud Saputra, Firman Yunan Sasongko, Rio Bagus Setyo Nugroho Setyo Nugroho Setyo Nugroho Syahputra, Ar Rayyan Ikhsan Syariful Hadi, Muhammad Teguh Hady Ariwibowo