Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERANCANGAN ULANG PERPUSTAKAAN & GALERI KOTA BOGOR DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS Sutomo, Intan Dharma Putri; Laksitarini, Niken; Hanom, Imtihan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan berperan sebagai pusat pengelolaan dan layanan informasi yangmenginspirasi pembaca serta memikat kecintaan terhadap buku. Keberhasilanperpustakaan tidak hanya bergantung pada koleksi bukunya, tetapi juga padakemampuannya membangkitkan minat baca masyarakat. Perpustakaan dan Galeri KotaBogor yang didirikan pada 5 Juli 1972 menghadapi permasalahan kurangnya fasilitastempat duduk dan akustik yang kurang memadai di area auditorium. Penelitian inibertujuan merancang ulang interior Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor agar dapatmemenuhi kebutuhan pengunjung dan meningkatkan kenyamanan dalam menggunakansemua fasilitas yang tersedia. Rumusan masalah yang dikaji meliputi: 1)Tidak tersediaarea privasi untuk pengunjung individu yang memerlukan ketenangan. 2)Ketersediaan rakbuku yang masih kurang sehingga pengunjung merasa sulit untuk mencari buku tertentu.3)Tidak tersedia ruang diskusi informal untuk pengunjung berkelompok yang menunjangaktivitas pengunjung.4)Akustik ruang yang tidak mendukung kenyamanan penggunamembuat ruang terasa tidak nyaman.. Metode yang digunakan adalah re-design denganmenganalisis sistem klasifikasi yang dipakai, analisis site, analisis akses tapak proyek,analisis matahari, vegetasi, kebisingan, analisis kasus redesign (eksisting), serta studibanding dengan beberapa perpustakaan di Indonesia seperti Jakarta Library H.B JassinCikini, Jakarta Pusat, Jusuf Kalla Library, dan Perpustakaan Gasibu Jawa Barat. PendekatanTeori Interioritas, Teori ini memandang hubungan antara manusia (subjek) dan objeknya,dengan lingkungan atau alat sebagai perantara. Ruang dianggap sebagai sarana yangmemfasilitasi aktivitas manusia, sementara interioritas muncul ketika manusiamengadaptasi ruang melalui tindakan dan interaksi. Penataan ruang perpustakaan yangbaik diharapkan dapat menciptakan kenyamanan bagi pemustaka sehingga mendorongkunjungan rutin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rancangan redesaininterior perpustakaan yang tidak hanya estetis namun juga fungsional dan responsifterhadap kebutuhan aktivitas pengunjung, yang pada akhirnya akan mendukung misiPerpustakaan dan Galeri Kota Bogor dalam "Mewujudkan Kota Yang Cerdas" melaluipeningkatan budaya literasi.Kata Kunci: Perpustakaan Umum, Redesain Interior, Aktivitas Pengunjung Perpustakaan.
PERANCANGAN ULANG TRENMATIKA ISLAMIC BOARDING SCHOOL DENGAN PENDEKATAN BEHAVIOUR Lubna, Sahira Elmerillia; Laksitarini, Niken; Nanda, Rexha Septine Faril
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ulang interior Trenmatika Islamic Boarding School denganmenggunakan pendekatan perilaku manusia (Human Behaviour). SMP dan SMATrenmatika, atau Pesantren Matematika, merupakan lembaga pendidikanberasrama yang mengintegrasikan kurikulum pesantren dengan kurikulum sekolah,menggunakan konsep modernisasi pesantren dengan perpaduan antara ilmupengetahuan (sains) dan nilai-nilai keislaman. Metode penelitian yang digunakanmeliputi observasi langsung, wawancara dengan pengelola dan siswa, serta studiliteratur. Pendekatan desain berbasis perilaku dipilih karena ruang dipandangsebagai elemen yang memengaruhi dan merespons perilaku penggunanya. Hasilperancangan menunjukkan bahwa desain yang berfokus pada kebutuhan danperilaku pengguna mampu meningkatkan kenyamanan, efektivitas proses belajarmengajar, serta mendukung internalisasi nilai-nilai dasar Islam sesuai visi dan misisekolah. Tema "Ruang Tumbuh Berkarakter" diterapkan dengan konsep warna netraldan lembut, material alami, serta elemen visual edukatif untuk mendukungpengalaman ruang yang mendidikKata Kunci : Interior, Karakter, Lingkungan Belajar, Kenyamanan, Nilai Islam
IMPLEMENTASI MOTIF MERAK NGIBING PADA DESAIN EDU-FURNITURE SEKOLAH DASAR: PENDEKATAN KARAKTER ANAK MELALUI EKSPLORASI WARNA DAN BENTUK Niken Laksitarini; Hana Faza Surya Rusyda; Sevi Nanda Dwiyati; Anisah Putri Sargo; Felliza Ayu Rachman; Nasywa Azzahra Ramadhani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The physical environment of a classroom, including the visual quality and ergonomics of furniture, plays a crucial role in stimulating the psychological development, creativity, and character building of elementary school students. However, current elementary school learning facilities remain mostly conventional and rarely integrate local cultural wisdom as a medium for informal cultural education. This Community Service (Abdimas) program aims to design and implement an edu-furniture product in the form of a multifunctional educational shelf at Tunas Insan Mulia Elementary School by utilizing the visual potential of West Javanese traditional batik, specifically the Merak Ngibing motif. The implementation method is based on a Design Thinking approach combined with Participatory Design methods, encompassing observation, children's anthropometric analysis, motif stylization, prototype fabrication, and field testing. The child character development approach is actualized through the exploration of organic, non-geometric forms that prioritize physical safety (safety design via rounded corners), alongside bright color palette explorations (yellow, green, and blue) that psychologically stimulate cognitive focus and joy. The implementation results indicate that this edu-furniture product successfully meets the children's ergonomic comfort standards, achieving an average user satisfaction rate of 91.6%. The presence of this educational shelf not only optimizes classroom spatial function and enhances students' literacy enthusiasm in the reading corner but also effectively serves as an interactive cultural transmission medium that fosters curiosity and appreciation for local wisdom from an early age.