Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Miskomunikasi Antarbudaya Mahasiswa Pendatang di Kabupaten Jember Juariyah Juariyah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 3 (2012)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v10i3.45

Abstract

Mahasiswa luar daerah yang datang ke Jember sering kali mengalami kesulitan dalam proses adaptasi ketika mereka kos di tempat yang baru dan asing bagi mereka karena perbedaan latar belakang budaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan budaya yang melatarbelakangi konflik yang terjadi antara para penghuni kos, dan bagaimana solusi yang ditempuh agar tidak terjadi kesalahpahaman berkomunikasi akibat perbedaan budaya di kalangan mahasiswa.Model Samovar dan Porter adalah model teori yang digunakan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, hasil penelitian ini ditemukan antara lain; perbedaan komunikasi dari segi bahasa membuat mahasiswa luar daerah mengalami kesulitanketika berkomunikasi dengan temankos atau di luar lingkungan kos-kosan. Cara menyesuaikan diri mahasiswa pendatang diKota Jember dilakukan dengan proses yang relatif lama. Darisini dapat disimpulkan bahwa kesalahpahaman komunikasi antarbudaya mahasiswa luar daerah yang terjadikejadiannya sangat menarik sehingga dapat dijadikan sebagai referensi dalam kehidupan bermasyarakat.
Pemberdayaan Ibu-Ibu Dan Remaja Putri Melalui Edukasi Pola Komunikasi Pangan Halal Dan Sehat Di Kelompok Nasyiatul Aisyiyah Kebonsari Kabupaten Jember Juariyah Juariyah; Faozen Faozen
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.522 KB) | DOI: 10.55784/jompaabdi.Vol1.Iss2.66

Abstract

PKM ini bertujuan mengatasi permasalahan Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Sumbersari dalam meningkatkan Pengetahuan dan informasi terkait Pola Komunikasi dan Edukasi Pangan Halal dan sehat. Adapun permasalahan yang ditemui antara lain Permasalahan Nasyiatul Aisyiyah Sumbersari antara lain (1) Minimnya pengetahuan anggota terkait terkait Pola Komunikasi dan Edukasi Pangan Halal dan sehat. (2) Meningkatnya masyarakat yang rentan sakit di Masa Pendemi. (3) Belum memiliki upaya pencegahan penyakit dari pengaturan pola makan yang sehat. (4) Minimnya akses informasi terkait Pola Komunikasi  dan Edukasi Pangan Halal dan sehat. Solusi yang ditawarkan adalah dengan (1) mengadakan pelatihan Pola Komunikasi dan Edukasi Pangan Halal dan sehat. (2) Menyusun Modul Pelatihan; (3) Pendampingan mitra (4) Simulasi Pola Komunikasi dan Edukasi Pangan Halal dan sehat.. Target luaran yang akan dicapai adalah meningkatnya pemahaman peserta pelatihan, menurunnya resiko penyebaran penyakit di kalangan masyarakat NA Kebonsari, menyusun artikel terkait pengabdian berupa jurnal nasional, prosiding nasional, foto dokumentasi kegiatan,  blog dan Website. Adapun rencana proses kegiatan 6 bulan yang meliputi  tahap persiapan pelatihan (melaksanakan koordinasi dengan mitra, mengidentifikasi potensi mitra, surat menyurat, sosialisasi kepada peserta, mengadakan koordinasi, penyusunan laporan kegiatan (pembuatan laporan, publikasi kegiatan, pembuatan artikel, dan publikasi jurnal nasional terakreditasi.
KOMUNIKASI PEMASARAN WISATA BARU DALAM MEMADUKAN KONSEP WISATA ALAM DAN EDUKASI DI DESA KEMIRI KABUPATEN JEMBER Juariyah Juariyah; Dewi Qurrotul Aini; Binaridha Kusuma Ningtyas; Kukuh Pribadi
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 5, No 2 (2022): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v5i2.9033

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Komunikasi Pemasaran Wisata Baru dalam Memadukan Sebuah Konsep Wisata Alam Serta Edukasi di Desa Kemiri Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan potensi wisata yang dimiliki setiap daerah masing-masing sehingga dengan dibentuknya sebuah wisata baru tersebut bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar wisata, serta bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan juga bisa memperkenalkan kepada masyarakat luas mengenai keunggulan dan keunikan yang dimiliki pada tempat destinasi wisata yang ada di Kabupaten Jember. Pada penelitian ini menggunakan teori umum dari Cutlip and Center dan juga teori pendukung promotion mix dari Kotler (2001:98). Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. Yang menjadi objek penelitian ini yaitu Wisata Baru pada Desa Kemiri. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan 4 informan diantaranya yaitu pengelola wisata, karyawan yang bertugas dipemasaran dan dua orang pengunjung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Desa Wisata Kemiri ini dalam proses pemasaran menggunakan langkah-langkah yang ada pada teori promotion mix, sehingga pemasaran yang dilakukan untuk wisata baru tersebut bisa secara maksimal. Walaupun dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dalam menjalankan pemasaran tersebut masih terdapat beberapa kendala yang dialami. 
Tanoker community as a counter culture movement to communicate traditional games in Ledokombo Jember Indonesia Juariyah Juariyah; Putri Robiatul Adawiyah
Informasi Vol 52, No 2 (2022): Informasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/informasi.v52i2.49039

Abstract

Tanoker is one of the traditional games in Indonesia which is one of the cultural heritages whose existence must be protected and preserved. The Tanoker community has begun to actively promote this traditional game to be introduced to the community. The purpose of this study is to examine the Tanoker community in their efforts to prevent the negative impact of online gaming culture through traditional games. This type of research using in this study is a qualitative approach with ethnographic methods was used in this study as well as by analyzing the text and interview results. The results showed that the Tanoker community played a role in communicating the traditional game of tanoker in the community as a counter culture movement to communicate traditional games in Ledokombo Jember. The Tanoker Ledokombo community is not anti-modern games, some of them who come with cell phones, there are only rules when activities are being carried out, their cell handphones cannot be used. This is where good values are internalized in children Tanoker aims to contribute solving problems, especially preparing children to live healthy, fostering a cooperative, discipline, and sportive sense, being smart and having prosperous lives.
Komunikasi Interpersonal Pengrajin Perempuan Tanocraft Dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Melalui Pendampingan Juariyah Juariyah; Unsa Nurani Hasanah
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 4 (2022): Proceedings SEMNAS PSW 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.102 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i4.117

Abstract

Penelitian ini mengkaji komunikasi interpersonal dalam kelompok Tanocrat yang notabene anggotanya adalah perempuan hebat yang bersemangat untuk mengubah kehidupannya menjadi bermanfaat malalui kegiatan pendampingan untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan, melalui kegiatan pendampingan ini mampu menciptakan ide kreatif dan inovatif an mampu memasarkannya sampai ke mancanegara seperti Australia dan Singapore. Data penelitian diperoleh dari anggota aktif Tanocraft dan pendamping Tanocraft. Wajar sekali jika tempat penelitian ini banyak dikunjungi oleh banyak wisatawan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu lokasi yang mampu menjaid salah satu contoh bagaimana mengembangkan sebuah desanya. Dengan komunikasi interpersonal yang berjalan dengan baik dalam pelaksanaan pendampingan kerajinan ini. hingga mampu menciptakan jiwa wirausaha melalui kreatifan yang terpendam. Tentu saja didukung dengan komunikasi yang efisien lagi. Kelas-kelas entrepreneur juga didirikan demi melatih jiwa dagang dan juga kelancaran dalam berkomunikasi di depan banyak orang lebih baik lagi, baik komunikasi antarpribadi dalam verbal maupun non verbal.
HAMBATAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL BIDAN DENGAN IBU DALAM KEGIATAN POSYANDU DI DESA KARANGANYAR KECAMATAN AMBULU KABUPATEN JEMBER Yola Amanda Saputri; Juariyah, Juariyah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i1.4262

Abstract

Komunikasi Interpersonal merupakan proses interaksi yang dapat dilakukan atara dua orang atau lebih untuk menyampaikan pesan dengan melibatkan individu sebagai pengirim pesan dan individu yang lain sebagai penerima pesan yang berguna untuk menjalin hubungan yang positif. Komunikasi Interpersonal dalam dunia terjalin antara bidan dan pasien. dengan adanya bidan kesehatan ibu dan anak akan terjaga, sehingga dapat melahirkan bayi yang sehat dan normal. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil, ibu yang telah melahirkan dapat mendatangi posyandu guna melakukan pemeriksaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu hambatan komunikasi interpersonal antara bidan dengan ibu hamil dalam kegiatan posyandu. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu teori interaksi simbolik oleh George Herbert Mead.Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan sumber data dengan cara purposive sampling dengan menentukan kriteria yang sudah di tentukan peneliti. Analisis data yang digunakan yatu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu hambatan komunikasi interpersonal yang dialami bidan dan ibu hamil saat posyandu adalah terkait dengan bahasa yang digunkan bidan ataupun ibu hamil yang berbeda, keterbatasan pengetahuan ibu hamil membuat ibu hamil sulit memahami materi yang disampaikan bidan, lokasi posyandu dan jadwal posyandu yang berubah-ubah membuat ibu hamil bingung, serta kurangnya pendekatan antara bidan dengan ibu hamil.
Group Communication In Arranged Marriages In The Nurul Islam Islamic Boarding School Family in Jember : Komunikasi Kelompok Dalam Perjodohan Di Kalangan Pesantren Nurul Islam Jember Najmah, Najmah; Juariyah, Juariyah
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v13i2.1805

Abstract

The phenomenon of arranged marriage is a phase which becomes a moment or form of determining a partner for future offspring, and arranged marriages within the families of Kiai Pesantren Nurul Islam Jember is a phenomenon that occurs to this day. Matchmaking at the Nuris Jember Islamic Boarding School is democratic as they are given the right to accept or reject the match. In connection with this problem, the researcher aims to examine how group communication occurs in matchmaking at the Nurul Islam Islamic Boarding School in Jember. The research method used is a qualitative research method. The data analysis technique is carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research are first, in the process of choosing a mate for their sons and daughters there are two stages, first, Kyai as parents prefer and prioritize the Kyai's descendants/native factors, and second, matchmaking is carried out outside the Nuris family which cannot be separated from several factors. certain. Second, so that the Islamic boarding school's struggle continues and the creation of family ties with other Kyai and arranged marriages in the Nuris Islamic Boarding School as well as to avoid difficulties that will hinder it in the future. Third, form a family that is sakinah, mawaddah, wa rahmah, full of love and always gets God's grace. In this case, the families of the arranged marriage can be of the same understanding and unity in carrying out and building family life.
Perencanaan Komunikasi Aparatur Pemerintah Desa Dalam Mempertahankan Tradisi Ojhung Di Masyarakat Desa Bugeman Situbondo Shinta Ayu Lestari; Juariyah Juariyah Juariyah
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Mutakallimin: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v8i1.18306

Abstract

Artikel ini berisi tentang perencanaan komunikasi yang dilakukan oleh aparatur pemerintah desa Bugeman sebagai penanggung jawab sekaligus pelaksana tradisi Ojhung setiap tahunnya
Student Opinion about Beauty Clinics in Jember Regency Alviah, Imas Kusnul; Juariyah, Juariyah
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v1i1.2363

Abstract

It is known that students are passionate about some of the best clinics in Jember Regency, including Larissa Aesthetic Center, KSC Beauty Clinicque, and Naavagreen. It is the purpose of this study to find out where students get information about beauty clinics, what students think about beauty clinics in Jember Regency, and what problems students face when going to beauty clinics. This study used S-O-R (Stimulus-Organism-Response) theory and conducted case studies at three beauty clinics: Navagreen, Kartika Skin Care Beauty Clinique, and Larissa Aesthetic Center. Purposive sampling method was used to select informants in this study. Studies show that students get information about beauty clinics through Instagram social media and recommendations from their friends and family. Students consider beauty clinics as facials. College students believe that beauty clinics are places for facials, and nowadays, facials are important for college students. There are several issues college students face, including unfriendly customer service and the lack of information doctors provide about their symptoms after treatment. Thus, it can be concluded that students get more information about beauty clinics in Jember Regency through Instagram social media. Most students' opinions about beauty clinics are that they have a positive impact for those who want to take care of their health.
Pelatihan Pengembangan Media Sosial Dalam Penyadaran Kritis di Panti Asuhan Budi Mulia Juariyah, Juariyah; Pribadi, Kukuh; Sudahri, Sudahri
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 6, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v6i1.22636210

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi informasi saat ini, menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kemampuan sekaligus pemahaman dalam penggunaan berbagai platform digital yang terus mengalami perkembangan, terutama pemanfaatan media sosial bagi anak termasuk juga dikalangan anak asuh di Panti Asuhan. Tujuan Pengabdian ini adalah pemanfaatan media sosial dibutuhkan kecerdasan, terutama dalam memilih platform digital dan etika dalam transformasi digital. Anak asuh perlu pendampingan, dan juga transformasi pengetahuan digital yang lebih terarah. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan praktek. Hasilnya adalah melalui pelatihan ini bisa dilihat, sebelumnya sulit menfungsikan media secara baik dan benar, setelah mengukuti pelatihan,  banyak peserta yang memiliki kemampuan untuk pengembangan media sosial