Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Perancangan dan Pengembangan Sistem Pemberi Makan Kucing Otomatis Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno Septryanti, Ade; Magdalena, Hilyah; Christian, Christian
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 17, No 1 (2026): Technologia (Januari)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v17i1.20950

Abstract

Kucing merupakan hewan yang banyak digemari masyarakat, namundi tengah kesibukan pemiliknya, terkadang sering kali mereka melupakan tugas penting seperti memberi makan, sehingga mempengaruhi kesehatan hewan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membantu dan mengembangkan sistem pemberi pakan kucing otomatis berbasis mikrokontroller arduino uno yang dapat membantu pemilik kucing dalam memberikan pakan secara terjadwal. Sistem ini menggunakan motor servo untuk menggerakkan tabung pakan dan dilengkapi GSM Shield untuk memberi peringatan kepada pemiliknya jika makanan kucing habis melalui handphone. Hasil pengujian bahwa alat dapat berkerja dengan baik secara otomatis sesuai dengan waktu yang dinginkan dan mengirimkan peringatan kepada pemilik, dengan demikian alat ini dapat menjadi sebuah solusi praktis bagi pemilik hewan dalam menjaga pola makan kucing serta mencegah kelaparan akibat keterlambatan pemberian makan.
Peran dan fungsi Visum et Repertum sebagai alat bukti yang kuat dalam tindakan pidana pencabulan anak di Jakarta International School (Studi Putusan Nomor 115 PK/PID.SUS/2017) Airini Batubara, Sonya; Ernalem Jawak, Pelita; Christian, Christian; Fitriani, Fitriani
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 4 No. 4 (2025): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum (In progress)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/3jwppr18

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan fungsi Visum et Repertum sebagai alat bukti dalam penyidikan tindak pidana pencabulan terhadap anak melalui studi Putusan Nomor 115 PK/PID.SUS/2017, serta menelaah kebijakan hukum dalam penanggulangan kekerasan seksual terhadap anak. Penelitian ini menggunakan metode hukum yuridis normatif dengan pendekatan kepustakaan dan pendekatan kasus. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa Visum et Repertum merupakan alat bukti yang menentukan dalam membuktikan unsur pencabulan anak, khususnya ketika alat bukti lain terbatas, karena mampu mengungkap fakta medis dan psikologis korban secara objektif. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi penggunaan Visum et Repertum mempercepat proses penyidikan, persidangan, dan penjatuhan putusan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan sistem pembuktian dalam hukum pidana anak serta pemberian dasar normatif bagi pengembangan kebijakan hukum yang berorientasi pada perlindungan dan kepentingan terbaik anak korban kejahatan seksual.
Behavioural Predictors of Forward Head Posture Risk: A Correlation, Machine Learning, and Clustering Analysis Putri Lo, Angel Aprilia; Christian, Christian
Journal of Applied Informatics and Computing Vol. 10 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaic.v10i1.12089

Abstract

Forward Head Posture (FHP) has become increasingly common among university students due to prolonged digital device use and inadequate ergonomic behaviour. This study aims to identify the behavioural factors that most strongly predict neck tension, which is used as an indicator of FHP risk, among laptop users at Universitas Ciputra. A total of 141 survey responses were collected, capturing digital lifestyle patterns that include screen exposure, posture habits, ergonomic awareness, physical activity, and screen-related symptoms. The analysis followed a complete methodological sequence that involved data preprocessing, correlation testing, supervised machine-learning modelling, and K-Means clustering. The results show that headache after screen use, frequency of head-down posture, ergonomic knowledge, and weekly exercise emerged as the most influential behavioural predictors of neck tension, with head-down posture demonstrating the strongest association (r = 0.437). Correlation testing supported three of the four hypotheses, while the Random Forest model achieved the highest predictive performance (71.01% cross-validated accuracy). The clustering analysis revealed two distinct behavioural subgroups with different ergonomic risk profiles. These findings highlight specific behavioural targets that can support ergonomic-awareness efforts and help reduce the likelihood of FHP development in academic environments.
HAK MILIK DAN KONTRAK SEBAGAI LEMBAGA DAN PRANATA HUKUM EKONOMI KONTEMPORER Christian, Christian; Ahmaddin, Ahmaddin; Iksan, Iksan; Zuhrah, Zuhrah
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 3 (2026): 2026 Maret
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i3.725

Abstract

Permasalahan hak milik dan kontrak dalam hukum ekonomi tidak sekadar berkaitan dengan hubungan perdata antar subjek hukum, melainkan menyentuh fungsi institusional hukum dalam membentuk struktur pasar dan pola distribusi sumber daya. Dalam praktik dan kajian akademik, hak milik dan kontrak kerap diposisikan secara terpisah, sehingga relasi fungsional keduanya sebagai lembaga dan pranata hukum ekonomi belum dianalisis secara utuh. Pemisahan ini menimbulkan persoalan kepastian hukum dan efisiensi transaksi, terutama dalam konteks ekonomi yang semakin kompleks akibat globalisasi dan digitalisasi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan akan pendekatan hukum yang lebih integratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan hak milik dan kontrak sebagai lembaga dan pranata hukum ekonomi serta hubungan keduanya dalam menjamin kepastian hukum dan efisiensi ekonomi. Fokus kajian diarahkan pada peran hak milik sebagai dasar penguasaan sumber daya dan kontrak sebagai instrumen pengaturan pertukaran dan kerja sama ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara kualitatif untuk menafsirkan norma hukum dalam kerangka teori hukum dan ekonomi institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak milik dan kontrak memiliki hubungan yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan dalam membentuk pranata hukum ekonomi yang efektif. Hak milik memberikan legitimasi penguasaan sumber daya, sementara kontrak mengatur pemanfaatan dan pertukaran secara sah dan mengikat. Relasi ini berperan penting dalam menekan biaya transaksi dan meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang menempatkan hak milik dan kontrak secara simultan sebagai institusi hukum ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan harmonisasi regulasi dan konsistensi penegakan hukum agar hak milik dan kontrak berfungsi optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Keywords : Hak Milik, Kontrak, Hukum Ekonomi
Interpretable Temporal Risk Modeling for Contributor Inactivity Prediction: A Comparative Study of Tree-Based Ensembles Paramita, Adi Suryaputra; Maryati, Indra; Christian, Christian; Witanto, Elizabeth Nathania; Tileubaevna, Auezova Raya; Onn, Choo Wou
Journal of Applied Data Sciences Vol 7, No 2: May 2026
Publisher : Bright Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47738/jads.v7i2.1311

Abstract

This study aims to develop an interpretable temporal risk modeling framework for predicting contributor inactivity in collaborative development environments, thereby supporting sustained participation and improving productivity. The research focuses on contributor activity data collected from a collaborative software development platform, in which participation histories are represented by temporal engagement features that capture activity recency, participation intensity, and contribution patterns over time. To model inactivity risk, several tree-based ensemble learning algorithms, including Random Forest, XGBoost, LightGBM, and a stacking ensemble, are employed and evaluated under imbalanced classification conditions. Experimental results demonstrate strong predictive performance across models, with Random Forest achieving the highest AUC of 0.9401, while XGBoost obtains the best Matthews Correlation Coefficient (0.7353). The novelty of this study lies in prioritizing structured temporal behavioral representation through normalized temporal engagement features rather than increasing model complexity, enabling more interpretable inactivity risk modeling. The findings provide practical implications for collaborative platform managers by enabling early identification of contributor disengagement, supporting sustained participation, improving productivity, and facilitating continuous product innovation.