Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

The Challenges of University Graduates in The Labour Market During The Industrial Revolution 4.0 Era Ami Pujiawati; Manuntun Parulian Hutagaol; Bomer Pasaribu; Nurmala Katrina Pandjaitan
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jom.v18i1.2130.2022

Abstract

Purpose - This study aims to determine the relevance of the competencies acquired by university graduates in the labor market during the industrial revolution 4.0 era. This is necessary considering the fact that the evolution of this industrial era has triggered the creation of new types of works which require inexperienced college graduates to improve their competencies. Methodology - Data were obtained from Faculty of Economics 2015-2019 alumni at Universitas Terbuka domiciling on Java Island. A total of 279 alumni were used as samples while the data was collected using a questionnaire and analyzed through Biplot. Findings - The results showed that the graduates surveyed fulfilled several competencies required in the labor market but need to improve on some others such as digital, technological, and humanist literacies observed to be needed in industrial revolution era 4.0. Novelty - This study highlights some of the competencies possessed by graduates to operate in the labor market era 4.0 and several others to be improved in order to compete globally.
PENGARUH PENDAPATAN DAN HARGA PANGAN TERHADAP DIVERSIFIKASI PANGAN DI PULAU JAWA Manuntun Parulian Hutagaol; Roeskani Sinaga
SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION : Economic, Accounting, Management and Business Vol. 5 No. 3 (2022): SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION: Economic, Accounting, Management, & Business
Publisher : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pustek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study uses data from the National Socio-Economic Survey (Susenas) for the period March 2015, March 2016 and March 2017 which was collected by the Central Statistics Agency (BPS). This study uses the Berry Index (BI) and Modified Berry Index (MBI) analysis methods to measure the level of household food diversification. The results of the analysis state that rice is still an important food ingredient for the people of Java, but along with the increase in household income groups, the proportion of rice consumption also decreases and shifts to consumption of ready-to-eat food and beverages. The level of food diversification is already high. With the increase in per capita income, the level of food diversification also increases. Food diversification experienced positive growth from year to year. Thus, the high income group has the largest share of food expenditure in the processed food and beverage commodity group. In general, food diversification is influenced by food expenditure, food commodity prices, number of family members and area of ??residence. The increase in the price of rice, fish, eggs, vegetables, nuts and fruits reduces the level of diversification. This is because these commodities, especially rice, are staple commodities that are difficult to substitute. An increase in income levels will increase food diversification. Increasing the number of family members reduces the level of diversification. Households in urban areas have a higher level of diversification than households in rural areas.
Food Diversification in Java Roeskani Sinaga; Manuntun Parulian Hutagaol; Sri Hartoyo; Nunung Nuryartono
International Journal of Science and Society Vol 3 No 3 (2021): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.72 KB) | DOI: 10.54783/ijsoc.v3i3.383

Abstract

Differences in economic structure, differences in income levels, food price levels cause differences in household consumption patterns. This paper analyzes food diversification in Java. Households are grouped by income group to assess the level of food diversification of each group. Households whose income groups Q3 and Q4 have lower food diversification compared to households in groups Q1 and Q2. The study results show that the value of BI is greater than the value of MBI in both urban and rural areas. This indicates that the source of calories does not come from only one type of commodity. The increase in per capita expenditure does not increase food diversification (the dependent variable is BI) for households in groups Q1 and Q2, while it is positive for households in groups Q3 and Q4. Food prices generally affect diversification. An increase in the number of household members will reduce the level of diversification for Q1 households. In contrast, increasing the number of household members will increase food diversification for Q2, Q3 and Q4 households. The level of household diversification in urban areas is higher than in rural areas.
MEMBANDINGKAN PENGARUH INFRASTRUKTUR TERHADAP KEMISKINAN DI KAWASAN BARAT DAN TIMUR INDONESIA SERTA IMPLIKASI KEBIJAKAN Nilda Nurmala; Manuntun Parulian Hutagaol
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 9 No 3 (2022): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v9i3.34834

Abstract

Salah satu tujuan dari pembangunan adalah pengentasan kemiskinan. Ketersediaan infrastruktur dapat menjadi upaya dalam menanggulangi kemiskinan. Infrastruktur akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang akan diikuti dengan terciptanya lapangan kerja dan pada akhirnya menurunkan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh infrastruktur terhadap kemiskinan di Kawasan Barat Indonesia dan Kawasan Timur Indonesia periode 2011-2016 menggunakan metode analisis panel data dengan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur berpengaruh menurunkan kemiskinan di kedua kawasan, namun lebih besar pengaruhnya di Kawasan Barat Indonesia. Pengaruh infrastruktur terhadap kemiskinan akan lebih efektif jika diikuti dengan kualitas dan aksesibilitas terhadap infrastruktur tersebut.
MAKING SOLID URBAN HOUSBHOLD WASTE MANAGEMENT BY COMMUNITY FINANCIALLY FEASIBLE THROUGH PUBLIC POLICY SUPPORT: A CASE STUDY FROM THE CITY OF BOGOR (Membuat Pengelolaan Sampah Padat Rumah Tangga Perkotaan Berbasis Komunitas Layak Secara financial Melalui) Manuntun Parulian Hutagaol
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 16, No 3 (2009): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18699

Abstract

ABSTRACTThis study aims at evaluating financial feasibility of the business of household solid waste management by cooperative as a communal-based organization and to formulate a set ofpublic policy required to support this business. The study was carried in the communities of Rlll 8 and RW I3 of the Bubulak Sub-district of Bogor City. The study reveals that this business is financially feasible to implement. However, its financial feasibility is largely dependent on the government's support delivered through a variety of public policies. They include: (a) provision of special credit scheme to provide a free-interest rate loan to finance initial investment required to establish a communitybased household solid waste management through cooperative (b) provision of cost subsidization policy for the processing of organic solid waste into fertilizing compost products (c) replacement of the existing policy that provide subsidy for use of manufactured fertilizers for rice production with policy that provide subsidy for use of fertilizing compost products to encourage development of market for compost products in Java.ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan financial dari usaha pengelolaan sampah padat rumah tangga perkotaan oleh koperasi yang berbasis komunitas dan merumuskan kebijakan public yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan bisnis tersebut. Studi dilaksanakan di RW 8 dan RW 13 Kelurahan Bubulak, Kota Bogor. Studi menunjukkan bahwa usaha pengelolaan sampah padat berbasis masyarakat secara finasial layak untuk dilaksanakan. Namun kelayakan ini sangat tergantung pada dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan pulik. Kebijakan yang dibutuhkan untuk mendukung kelayakan finasial usaha berbasis masyarakat ini adalah: (a) kebijakan skim kredit yang menyediakan pinjaman lunak bebas bunga untuk membiayai investasi awal yang dibutuhkan untuk membangun suatu bisnis pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui koperasi, (b) Kebijakan subsidi biaya pengolahan sampah padat organic menjadi pupuk kompos, (c) mengganti kebijakan subsidi penggunaan pupuk pabik oleh petani padi dengan kebijakan subsidi penggunaan pupuk kompos untuk mendorong pengembangan pasar pupuk kompos di Jawa.
Penyebab Tingginya Angka Pengangguran di Jawa Barat Yudho Ar Rihan Adipratomo; Manuntun Parulian Hutagaol; Dahri Tanjung
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 3 No. 2 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v3i2.1274

Abstract

Pengangguran merupakan salah satu indikator makroekonomi utama yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah. Dalam periode 2017 hingga 2021, angka pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Barat cenderung mengalami peningkatan tiap tahunnya. Peningkatan tertinggi terjadi saat hadirnya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 di Indonesia. Namun di sisi lain, Produk Domestik Regional Bruto Jawa Barat yang merupakan indikator pertumbuhan ekonomi cenderung mengalami peningkatan tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab tingginya angka pengangguran di Provinsi Jawa Barat serta upaya dalam mengatasinya. Data yang digunakan adalah data sekunder 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat yang kemudian diolah dengan metode analisis berupa analisis kuantitatif data panel dan analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingginya angka pengangguran disebabkan oleh rendahnya kesempatan kerja, tingkat pendidikan, konsumsi masyarakat, dan tingginya pertumbuhan angkatan kerja di Jawa Barat. Solusi untuk mengurangi angka pengangguran antara lain peningkatan belanja daerah, eskalasi program wajib belajar menjadi dua belas tahun, serta peningkatan negosiasi dalam upaya penciptaan lapangan pekerjaan.
Strategi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Di Provinsi Sulawesi Selatan Zulfikar, Ahmad; Harianto, Harianto; Hutagaol, Manuntun Parulian
Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jurnal_mpd.v11i2.52703

Abstract

Peningkatan penerimaan daerah dapat dilakukan melalui peningkatan komponen PAD itu sendiri seperti dengan meningkatkan komponen pajak dan retribusi daerah serta didukung oleh kebijakan yang terpat. Dampaknya variabel-vaiabel pendukung dari komponen PAD dapat tingkatkan dan berdampak terhadap peningkatan PAD. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis variabel-variabel yang memperngaruhi peningkatan penerimaan PAD di Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan komponen-komponen PAD menggunakan analisis regresi data panel dan menyusun strategi yang perlu diprioritaskan dan kebijakan untuk meningkatkan PAD di Provinsi Sulawesi Selatan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Secara statistika berdasarkan hasil analisis regresi data panel, faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi peningkatan komponen PAD di Sulawesi Selatan seperti pajak dan retribusi daerah secara positif yaitu variabel jumlah hotel dan kendaraan untuk komponen pajak, dan variabel jumlah rumah sakit, sekolah untuk komponen retribusi daerah. Strategi untuk meningkatkan PAD di Sulawesi Selatan dari hasil AHP melalui (a) inovasi terhadap sumber-sumber penerimaan, (b) pengembangan infrastruktur, (c) meningkatkan keahlian SDM pada pengola PAD, (d) memaksimalkan penerimaan pajak daerah, (e) membangun jaringan kerjasama antar instansi dan lembaga terkait.
Optimasi Kinerja Balai Penelitian Dan Pengembangan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Aek Nauli Di Sumatera Utara Henry Elvin Simamora; Manuntun Parulian Hutagaol; Irdika Mansur
Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Vol. 17 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jurnal_mpd.v16i1.55593

Abstract

ABSTRACT The Aek Nauli Environment and Forestry Research and Development Center (BP2LHK Aek Nauli) has a relatively high budget absorption rate, averaging 96.96% from 2012 to 2016. However, this high budget absorption rate does not necessarily imply that the performance and budget management at BP2LHK Aek Nauli are perfect. Issues such as expenditure accumulation at the end of the year and discrepancies between planned and actual budget absorption on a monthly basis still persist. This study aims to recommend performance improvement strategies for the Aek Nauli Environmental and Forestry Research and Development Center using the SWOT method. The research results identified 10 strategies to enhance performance at BP2LHK Aek Nauli, including (1) Improving commitment to adhere to previously created documents, (2) Enhancing communication for rapid information dissemination related to the latest regulations, (3) Increasing routine evaluation and internal supervision to enhance compliance with regulations, (4) Allocating Non-Tax Revenue Budget (PNBP) to programs linked to seasonal variations, (5) Creating alternative budget arrangements, (6) Improving the quality of human resources to understand performance measurement processes, (7) Enhancing communication among employees regarding service, performance, and performance measurement, (8) Formulating activities aligned with the vision and mission, resulting in excellent public service, (9) Improving cooperation for utilizing research results with local stakeholders, and (10) Enhancing the dissemination of research findings. Keywords: BP2LHK, Budget Absorption, Strategy, SWOT
Dampak Akses-Infrastruktur, Penggunaan, Dan Keahlian Teknologi Informasi Dan Komunikasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hutagaol, Manuntun Parulian; Sibarani , David Richardo; Ahmad, Fahmi Salam; Asmara, Alla; Alexandi, Muhammad Findi
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 8 No. 2 (2023): Inovasi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE) IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) semakin pesat dan pemerintah akan memanfaatkannya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi utama di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak pembangunan TIK terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan dan membandingkannya antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur. Variabel independen utama yang digunakan, yaitu subindeks akses-infrastruktur TIK, subindeks penggunaan TIK, serta subindeks keahlian TIK. PDRB digunakan sebagai variabel dependen. Data terdiri dari 33 provinsi sepanjang tahun 2012 – 2021. REM menjadi pilihan terbaik untuk ketiga model. Berdasarakan hasil model pertama sisi akses-infrastruktur dan penggunaan TIK secara signifikan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, hasil model kedua dan ketiga menunjukkan bahwa Indonesia bagian timur merasakan dampak lebih besar untuk sisi akses-infrastruktur. Sedangkan, pada sisi penggunaan hanya Indonesia bagian barat saja yang secara signifikan berdampak positif. Kata Kunci: Akses-Infrastruktur, Keahlian, Penggunaan, Pertumbuhan Ekonomi, TIK
Penyebab Tingginya Angka Pengangguran di Jawa Barat Adipratomo, Yudho Ar Rihan; Hutagaol, Manuntun Parulian; Tanjung, Dahri
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 3 No. 2 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v3i2.1274

Abstract

Pengangguran merupakan salah satu indikator makroekonomi utama yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah. Dalam periode 2017 hingga 2021, angka pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Barat cenderung mengalami peningkatan tiap tahunnya. Peningkatan tertinggi terjadi saat hadirnya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 di Indonesia. Namun di sisi lain, Produk Domestik Regional Bruto Jawa Barat yang merupakan indikator pertumbuhan ekonomi cenderung mengalami peningkatan tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab tingginya angka pengangguran di Provinsi Jawa Barat serta upaya dalam mengatasinya. Data yang digunakan adalah data sekunder 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat yang kemudian diolah dengan metode analisis berupa analisis kuantitatif data panel dan analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingginya angka pengangguran disebabkan oleh rendahnya kesempatan kerja, tingkat pendidikan, konsumsi masyarakat, dan tingginya pertumbuhan angkatan kerja di Jawa Barat. Solusi untuk mengurangi angka pengangguran antara lain peningkatan belanja daerah, eskalasi program wajib belajar menjadi dua belas tahun, serta peningkatan negosiasi dalam upaya penciptaan lapangan pekerjaan.