Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Sigi's Response to the Disaster Program: Nutrition, Sanitation, and Food Fulfillment Hilda Carmitha Panjaitan; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari; Fiane de Fretes
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.065 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v9i1.6820

Abstract

The earthquake occurring in Indonesia caused various problems, especially the decreased degree of human health caused by insufficient food availability. It makes victims of natural disasters need assistance from government programs. One case of a natural disaster in 2018 was an earthquake in Central Sulawesi. Unfortunately, disaster survival has the challenge to continue their living caused by program absences from the government in post-disaster. This study aimed to explore disaster survival's resilience after one year of the earthquake disaster in Sidera village, Sigi regency, in response to government programs, especially nutrition, sanitation, and food fulfillment response. This research used mixed-method approaches with a cross-sectional design. Data collection was done with questionnaires, in-depth interviews, and anthropometric measurements. The study was conducted from February to April 2020 with 30 refugees in the temporary shelter in Sidera village as respondents. The study results found that people still need to initiate countermeasures related to sanitation and fulfillment of food. Government programs in health services produce good conditions related to normal nutritional status at the age of 5 years (40%), 5–18 years (100%), and 18 years (41%). The conclusion is that the government program is not sustainable, which makes the community still need to initiate countermeasures related to sanitation and food fulfillment. The program recommendations are to ensure clean water availability and guide the community to fulfill their food need. TANGGAPAN SIGI TERHADAP PROGRAM BENCANA: GIZI, SANITASI, DAN PEMENUHAN PANGANGempa bumi yang terjadi di Indonesia menyebabkan berbagai masalah, secara khusus penurunan derajat kesehatan manusia dikarenakan oleh ketersediaan pangan yang tidak tercukupi. Hal tersebut membuat korban bencana alam membutuhkan bantuan dari program pemerintah. Salah satu kasus bencana alam tahun 2018 adalah gempa bumi di Sulawesi Tengah. Namun, hingga pascabencana, korban bencana alam masih tinggal di pengungsian tanpa program. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi daya lenting pengungsi pasca-satu tahun bencana gempa bumi di Desa Sidera, Kabupaten Sigi sebagai tanggapan dari program pemerintah khususnya gizi, air bersih, dan pemenuhan pangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain cross-sectional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner, in depth interview, serta pengukuran antropometri. Penelitian dilakukan pada 30 responden yang merupakan pengungsi di hunian sementara (huntara) Desa Sidera. Penelitian dilakukan selama bulan Februari hingga April 2020. Hasil penelitian menemukan bahwa masyarakat masih perlu melakukan inisiasi penanggulangan terkait air bersih dan pemenuhan pangan. Program pemerintah terkait pelayanan kesehatan menghasilkan kondisi yang baik terkait status gizi normal pada usia ≤5 tahun (40%), 5–18 tahun (100%), dan ≥18 tahun (41%). Simpulan dari penelitian ini adalah program pemerintah tidak memiliki keberlanjutan, hal tersebut membuat masyarakat masih perlu melakukan inisiasi penanggulangan terkait air bersih dan pemenuhan pangan. Rekomendasi program yang dapat diberikan adalah ketersediaan air bersih serta pemantauan program dalam membimbing masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhan pangan.
Gambaran Pemberian Layanan Kesehatan Di Panti Wredha Salatiga Marsela Sahertian; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari; Kristiani Desimina Tauho
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 6, No 3 (2021): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v6i3.9027

Abstract

A person in the elderly phase will experience a continuous aging process which is characterized by decreased physical endurance so that he is susceptible to disease and can cause death. One of the programs carried out to overcome these problems is health services in Panti Wredha. This health service is very important because it is able to realize a healthy, happy and productive old age for the elderly. However, there are still elderly people in Panti Wredha who do not receive assistance in health services due to the lack of health workers in the home for the elderly where they live. The purpose of this study was to determine the description of the provision of health services to the elderly at Panti Wredha Salatiga. This research uses descriptive qualitative method. Respondents in this study amounted to 13 participants consisting of doctors, nurses, cooks, the person in charge of data collection for the elderly in the elderly at home for the elderly and health workers who handle the elderly program in Salatiga City. Data analysis techniques were carried out by making interview transcripts, coding, determining themes and writing conclusions. This research was conducted during January-March 2020. The results of this study found that elderly health services in Salatiga City were not optimal. The provision of health services for the elderly at the Panti Wredha Salatiga is still dominated by the work of the nursing home independently. The health of ice, which functions as a health service provider, has not yet participated in this role. The health office focuses on implementing health service programs at the puskesmas because there is no cross-sectoral collaboration between the Panti Wredha in Salatiga City and the Salatiga City Health Office. So it is necessary to hope for cross-sectoral collaboration between the government and the private sector so that elderly health services in Salatiga City are mutually fulfilled.
Gambaran Perilaku Penggunaan Gawai dan Kesehatan Mata Pada Anak Usia 10-12 Tahun Maya Syulfharita Pertiwi; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari; Kukuh Pambuka Putra
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 3, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.503 KB) | DOI: 10.30651/jkm.v3i1.1451

Abstract

Latar Belakang: Sekarang ini perkembangan teknologi tidak hanya digunakan oleh orang dewasa, tetapi perkembangan teknologi telah digunakan juga dikalangan anak-anak. Salah satu kemajuan teknologi adalah gawai. Salah satu bentuk gawai adalah smartphone. Dampak negatif dari pengunaan gawai yaitu menurunnya fungsi penglihatan, akibat paparan sinar dari layar monitor (LED/LCD) dan penyinaran lainnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku penggunaan gawai dan kesehatan mata pada anak usia 10-12 tahun. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD Negeri 10 Salatiga. Variabel penelitian yang diteliti adalah durasi penggunaan gawai, posisi tubuh saat menggunakan gawai, pemakaian ketika cahaya redup, pemakaian ketika tidak ada cahaya dan kondisi kesehatan mata. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil: Responden yang menggunakan gawai dalam waktu 2-3 jam/hari sebanyak 45 responden (66,2%). Responden yang menggunakan posisi duduk tegak saat menggunakan gawai sebanyak 37 orang (54,4%). Responden yang tidak pernah menggunakan gawai ketika cahaya redup sebanyak 35 orang (51,5%). Responden dalam penelitian ini menyatakan menggunakan gawai ketika ada cahaya sebanyak 34 orang (50%).
Hubungan Kualitas Hidup Lansia dengan Food Intake di Panti Sosial Tresna Werdha Ina Kaka Ambon Angeline Pieter; Desi Desi; Theresia Pratiwi E Sanubari
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 6, No 2 (2021): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v6i1.7732

Abstract

AbstractThe decline in the functioning of the body's systems in the elderly as they get older can change certain nutritional aspects such as the sense of smell and taste, the ability to chew and swallow and the digestive function makes food uncomfortable and the elderly's appetite decreases . The decrease in food intake certainly affects the quality of life of the elderly. Food intake is one of the important factors to meet the needs of good nutritional intake. Elderly with high quality of life can cover all existing domains and also a good food intake for the changes experienced by the elderly. So that it becomes the basis of the importance of improving the quality of life and food intake of the elderly. The study was conducted to explore the relationship between quality of life and food intake at the Tresna Werdha Inakaka Social Home in Ambon. Research using quantitative methods with descriptive correlation design. The respondents involved were the elderly at the Tresna Werdha Ina Kaka Social Home, Ambon. Sampling using purposive sampling technique with respondents as many as 36 elderly. The data were processed using the excel program and then tested using the SPSS program to determine the relationship between variables. Data analysis using SPSS 20 correlation test or correlation using Pearson Product Moment with a significance level of 0.05. The results showed that there was a relationship between variables in quality of life and food intake, with a moderate degree of correlation that led to a positive direction (r = 0.502; p = 0.002; p <0.05). Based on the results of the study, it can be concluded that in the Tresna Werdha Ina Kaka Social Home, the quality of life and food intake have a moderate relationship, the higher the quality of life the better the food intake for the elderly.Keywords: Elderly, Quality of Life, Food Intake
Healthy Elderly in Pandemic: Physical Activities During The Covid-19 Pandemic Angkit Kinasih; Theresia P.E Sanubari; Hidayat Hidayat
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 7 No 2 (2021): Journal of Community Health
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The elderly experience a decline in health due to decreased body functions caused by increasing age. Covid-19 has spread since March 2020 has led to the emergence of restrictions on activities, namely PSBB. These conditions lead to various changes related to efforts to overcome health problems. The purpose of this study is to explore physical activity by paying attention to social and environmental conditions during the Covid-19 pandemic in the elderly in Kebumen Village, Banyubiru District. The research used a descriptive qualitative research method. The data used structured interviews with 4 elderly people in Banyubiru District, Kebumen Village who were disabled at the Banyubiru Health Center. The participants involved elderly with inclusion criteria of women aged 55 - 61 years, physically and mentally healthy, often doing physical activities, domiciled in Kebumen Village, Banyubiru District. The study was conducted in February - July 2020 in Kebumen Village, Kebumen Village, Banyubiru District, Semarang Regency. The results showed that most of the participants experienced changes in physical activity due to the PSBB. The elderly must adapt to conditions during a pandemic that causes a reduction in the quality and quantity of physical, social, and environmental activities. Gathering activities that are not useful are not carried out by the elderly group even though they are useful for maintaining their health.
Kontribusi Supermarket Lokal “Ada Baru” terhadap Akses Pangan Ibu Rumah Tangga di Kota Salatiga Octapian Rolan Saragih; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari; Firdhan Aria Wijaya
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.21-31

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan supermarket di Indonesia dipengaruhi oleh peningkatan populasi, antusiasme daya beli masyarakat dan permintaan kebutuhan produk yang dikonsumsi serta pertambahan pendapatan. Namun, pertambahan pendapatan tidak sepenuhnya mendukung pertumbuhan ritel di perkotaan karena terdapat perbedaan kelas sosial ekonomi. Disisi lain, perbedaan kelas sosial ekonomi membantu bertumbuhnya supermarket lokal, yang dapat membantu menjembatani masyarakat kelas menengah bawah untuk menikmati modernisasi, dalam sektor makanan dan pengadaan makanan. Kondisi tersebut juga berpengaruh pada peran perempuan dalam ketahanan pangan. Perempuan berperan penting dalam upaya untuk merencanakan, mengelola, dan menyiapkan pangan untuk keluarga. Konsumsi skala rumah tangga berkontrIbusi tinggi terhadap supermarket lokal.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi supermarket lokal dalam memberikan  akses pangan Ibu rumah tangga di Kota Salatiga.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui teknik photovoice dan akan dianalisis menggunakan analisis tematik.Hasil: Hasil eksplorasi dari penelitian ini memunculkan 4 tema besar yaitu memori bersama Ada Baru, akses dan fasilitas supermarket lokal Ada Baru, daya tarik Ada Baru: produk, cara membayar, dan persaingan harga, dan pelayanan yang diberikan terhadap konsumen.Kesimpulan: Supermarket Ada Baru memiliki kontrIbusi terhadap konsumsi pangan rumah tangga, hal itu juga didukung oleh era globalisasi. Era globalisasi meningkatkan kebiasaan berbelanja dan makan yang berkembang. Sehingga menyebabkan transformasi yang cepat ke makanan olahan.
Akses Pangan Rumah Tangga Petani pada Kelompok Tani Qaryah Thayyibah di Kota Salatiga Yunita Vera Lestari; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari; Firdhan Aria Wijaya
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.72-81

Abstract

Latar Belakang: Akses pangan merupakan cara yang dilakukan untuk menjangkau pangan oleh setiap rumah tangga terhadap pangan yang tersedia. Apabila rumah tangga kurang maksimal dalam mengakses pangan maka rumah tangga tersebut rentan akan pangan termasuk rumah tangga petani. Petani bukan hanya berperan penting dalam memproduksi pangan untuk masyarakat tetapi juga petani juga memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangganya secara beragam. Keikutsertaan rumah tangga petani dalam organisasi kelompok tani menjadi salah satu alternatif.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesibilitas rumah tangga petani di Kota Salatiga yang tergabung dalam suatu organisasi untuk memenuhi kebutuhan pangannya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan pangan di tempat tinggal partisipan yang bergabung dalam SPPQT (Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah) berada pada kondisi pangan cukup dan tidak rawan serta akses pangan yang dilakukan partisipan bermacam-macam dalam pemenuhan pangan rumah tangga. Selama pandemi COVID-19, hadir organisasi lainnya bernama KPI (Koalisi Perempuan Indonesia). Kedua organisasi yang diikuti oleh partisipan tidak berpengaruh dalam akses untuk pemenuhan pangan rumah tangga.Kesimpulan: bahwa partisipan memiliki akses yang mudah dalam pemenuhan pangan agar dapat tercukupi dan organisasi yang diikuti oleh partisipan tidak memberikan pengaruh pada pemenuhan pangan hanya saja membantu dalam pemberdayaan yang meningkatkan pengalaman serta kreativitas anggotanya dalam mengolah pangan lokal. 
Analisis Hubungan Food Coping Strategies terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga Miskin di Kota Salatiga Lesda Lybaws; Brigitte Sarah Renyoet; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.32-43

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, kemiskinan dan kelaparan masih menjadi permasalahan kemanusiaan serta merupakan salah satu penyebab masalah undernutrition. Kondisi kemiskinan menyebabkan orang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar untuk mempertahankan hidup. Kebutuhan dasar yang harus dipenuhi salah satunya adalah kebutuhan akan pangan. Pangan sangat erat kaitannya dengan kehidupan bangsa. Ketahanan pangan menyatakan situasi pangan yang cukup dari segi kuantitas, kualitas, aman, beragam dan bergizi. Faktanya saat ini masih ada kelompok masyarakat yang merasakan kerawanan pangan, seperti golongan rumah tangga miskin karena ketimpangan pendapatan. Saat masa pandemi COVID-19 rumah tangga miskin semakin mengalami keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan pangan, karena lonjakan harga pangan dan pemutusan hubungan kerja yang menghambat akses ekonomi untuk membeli pangan cukup dan beragam, sehingga mereka harus melakukan beberapa strategi salah satunya adalah food coping strategies.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara food coping strategies dan ketahanan pangan rumah tangga miskin di Kota Salatiga pada masa pandemi COVID-19.Metode: Metode kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional Study yang dilaksanakan di Kelurahan Gendongan, Kutowinangun Lor, Sidorejo Lor dan Blotongan, Kota Salatiga yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 hingga Februari 2021. Total sampel 65 yang dihitung dengan menggunakan teknik simple random sampling. Kriteria inklusi adalah rumah tangga miskin yang merupakan penduduk asli menetap, memiliki anak bersekolah, pendapataan dibawah UMK Kota Salatiga. Pengukuran status ketahanan pangan rumah tangga menggunakan kuisioner US-HFSSM dan food coping strategies menggunakan kuisioner RCSI. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman dengan α=0,05.Hasil: Mayoritas (74%) rumah tangga miskin rawan pangan dengan derajat kelaparan sedang. Lima puluh lima persen rumah tangga miskin memiliki skor RCSI sedang. Bentuk coping yang sering dilakukan adalah dengan membatasi konsumsi makan pada orang dewasa (31%). Faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan perilaku food coping strategies adalah pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga, pendapatan dan pengeluaran. Hasil uji korelasi menunjukan adanya hubungan signifikan antara food coping strategies dengan ketahanan pangan rumah tangga (Sig. 0,002).Kesimpulan: Penurunan pendapatan dan lonjakan harga pangan dampak pandemi COVID-19 mendorong rumah tangga melakukan coping strategies untuk mengatasi kerawanan pangan. Terdapat hubungan nyata yang signifikan dan arah hubungan negatif antara food coping strategies dan ketahanan pangan rumah tangga miskin di Kelurahan Gendongan, Kutowinangun Lor, Sidorejo Lor dan Blotongan, Kota Salatiga.
Hubungan Ketahanan dan Kerawanan Pangan dengan Social Capital dan Food Choice Rumah Tangga Pra Sejahtera di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga Brigitte Sarah Renyoet; Orissa Kristinawati Lakajen; Theresia Pratiwi E. Sanubari
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i1.424

Abstract

Ketahanan pangan bertujuan untuk menjamin ketersediaan dan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu hingga memiliki gizi seimbang di suatu wilayah yang ditentukan oleh ketahanan pangan keluarga. Namun, kenyataannya tidak semua rumah tangga dapat mengakses, dan menyediakan pangan seperti yang dialami oleh rumah tangga keluarga pra-sejahtera. Faktor lain yang dapat berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan adalah social capital dan food choice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan hubungan ketahanan dan kerawanan pangan dengan social capital dan food choice pada rumah tangga pra-sejahtera di Kelurahan Dukuh, Sidomukti, Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang dilakukan di kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Responden yang digunakan adalah semua keluarga pra-sejahtera di Kelurahan Dukuh berjumlah 77 responden. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara social capital dengan ketahanan pangan dan kerawanan pangan rumah tangga pra-sejahtera di Dukuh dengan bukti nilai p = <0,05 (0,013). Sementara, pada hasil uji Chi Square pada food choice terhadap ketahanan dan kerawanan pangan menunjukkan nilai p= >0,05 (0,791) atau tidak terdapat adanya hubungan. Mayoritas rumah tangga pra-sejahtera di Dukuh berada dalam kategori kerawanan pangan tingkat sedang (50,64%), dengan social capital (80,41%) dan food choice (68,3%) dalam kategori cukup baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa social capital menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi ketahanan dan kerawanan pangan rumah tangga pra-sejahtera di Dukuh.
PERUBAHAN PENGETAHUAN TENTANG JENIS MAKANAN DAN CARA PENGOLAHANNYA PADA PENGURUS LANSIA PEREMPUAN POSTMENOPAUSE DI PANTI WREDA SALIB PUTIH, KOTA SALATIGA Thomas Kornelis Tae; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari; Monika Rahardjo
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.236 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.325

Abstract

Kebiasaan makan dan pemilihan bahan makanan adalah faktor penting yang berpengaruh pada status kesehatan dan kemampuan fisik seseorang yang lanjut usia. Apabila usia meningkat jumlah dan frekuensi makan yang dikonsumsi akan menurun jika dibandingkan dengan golongan yang lebih muda. Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat perubahan pengetahuan tentang jenis makanan dan cara pengolahannya pada pengurus perempuan post-monopause. Metode Penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan menggunakan pre dan post test, pengambilan data awal mengenai frekuensi makan dari subjek di lakukan dengan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan memberikan edukasi terhadap pengurus lansia panti wreda dengan menggunakan pendekatan positive deviance. Edukasi diberikan kepada pengurus lansia karena dianggap lebih berwewenang dalam mengatur semua kebutuhan makan untuk lansia post-menopause. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengurus lansia mengalami perubahan pengetahuan dalam memilih makanan sehat untuk lansia post-menopause. Dilihat dari hasil edukasi yang dilakukan pada pengurus lansia post-menopause. Hasil skoring menunjukan bahwa jawaban pengurus meningkat setelah pemberian edukasi. Pengurus lebih paham tentang memilih dan mengetahui apa saja makanan dan minuman yang baik dan pengolahan untuk lansia post-menopause. Hal ini dibuktikan dengan antusias respon pengurus lansia saat menjawab pertanyaan post test yang di berikan dan aktif untuk bertanya. The habit of eating food and choosing the food ingredients arethe main factor of elderly healthy and physicall ability. The increasing ages of people will affect the amount of food frequency. Old age will has small food frequency than young age. The aim of this study is to examine the changing of knowledge of post- menopause’ elderly caretaker on the type food and the food processing. The research method is an experiment study using pre and post test, the initial data collection on the frequency of eating of the subject was done using the Food Frequency Questionnaire (FFQ), and gave education to elderly 25 Jurnal Kesehatan Kusuma Husada - Januari 2019 nursing home administrators using a positive deviance approach. Education is given to elderly’s women carataker because they are considered more authoritative in regulating all food needs for postmenopausal elderly. The result of this study showed that the caretakers of post-menopause women have the changing of knowledge in electing healthy food. The post-menopause caretaker improved their understanding about helathy food and drink through given education. The changing of knowledge was showing from the upgrade scoring result from pre-post test. The observation during education provision also showed that the post-menopause caretaker active to give questions and responds.