Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Dinamika Kehidupan Sosial Masyarakat Rumah Susun: Studi Pada Pemukiman Kumuh Padat Penduduk di Kota Palembang Raisha Dea Alifya; Zairindra Anggun Safitri; Siska Mona Sartika; Debora Situmeang; Muhammad Adib Saputra; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiani Putri
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss2.2700

Abstract

Kehidupan sosial masyarakat di kawasan rumah susun menjadi isu penting dalam kajian sosiologi perkotaan, terutama pada lingkungan dengan kepadatan tinggi dan kondisi fisik bangunan yang menua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kehidupan sosial masyarakat di Rumah Susun 24 Ilir RT 35 RW 09 Kota Palembang. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap satu informan kunci dan empat informan utama, serta didukung dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah susun telah menjadi ruang hidup jangka panjang bagi warga sehingga terbentuk kedekatan sosial, solidaritas, dan pola interaksi yang relatif harmonis. Warga menghadapi keterbatasan ekonomi dan memanfaatkan jaringan sosial sebagai strategi bertahan hidup. Permasalahan lingkungan seperti sampah, akses air bersih, dan kondisi bangunan yang rusak masih menjadi tantangan, namun warga berharap adanya perbaikan tanpa penggusuran. Temuan ini menunjukkan adanya daya tahan sosial masyarakat dalam menghadapi keterbatasan yang ada dan kondisi lingkungan yang kurang memadai.
Perspektif Masyarakat Pengguna LRT sebagai Layanan Transportasi Publik di Kota Palembang Anizzah Meisyah putri; Aulia Novita Rizki; Dea Anggraini; Dwiki Hari Pangestu; Aliyah Jasmine Rifa Riyanti; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiana Putri
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss2.2703

Abstract

Kota Palembang mengalami peningkatan permasalahan transportasi seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan yang berdampak pada kemacetan lalu lintas, sehingga pemerintah mengoperasikan Light Rail Transit (LRT) sebagai moda transportasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif masyarakat pengguna LRT sebagai layanan transportasi publik di Kota Palembang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara langsung kepada pengguna LRT serta observasi di beberapa stasiun dengan tingkat mobilitas tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LRT dipengaruhi oleh rasa penasaran, pengaruh lingkungan sosial, kedekatan akses, kenyamanan fisik, keterjangkauan biaya, keamanan, pelayanan petugas, dan efisiensi waktu perjalanan. Secara umum, persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan LRT sangat positif, terutama pada aspek kebersihan, kenyamanan, keamanan, dan keramahan petugas. Kendala yang ditemukan adalah kepadatan penumpang pada jam sibuk serta keterbatasan kapasitas dan integrasi akses. Temuan ini menunjukkan bahwa LRT dipersepsikan sebagai transportasi publik yang modern, efisien, dan layak digunakan, meskipun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut.
Struktur Sosial dan Ekonomi Penghuni Rumah Susun Blok 17 Kelurahan 24 Ilir Kota Palembang Deva Agustrianda; Moh Alif Awaluddin; Sisy Viola Gendis Nasution; Nara Zatty; Oktaviana Br Ginting; Rudy Kurniawan; Lisya Septiani Putri; Suci Wahyu Fajriani
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss2.2709

Abstract

Perkembangan wilayah perkotaan di Indonesia ditandai dengan meningkatnya urbanisasi yang membawa dampak perubahan pada struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Kota sebagai tempat pemusatan sosial dan ekonomi menjadi tujuan bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf kesejahteraan mereka, akan tetapi di sisi lain hal ini dapat memicu ketimpangan sosial dan ekonomi terutamabagi masyarakat menegah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sebuah struktur sosial dan ekonomi masyarakat perkotaan yaitu penghuni Rumah Susun Blok 17, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Teknik yang digunakan yaitu melalui observasi langsung ke lapangan, wawancara mendalam dengan para penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penghuni Rumah Susun Blok 17 berasal dari kalangan masyarakat menengah ke bawah, dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah dan dominan bekerja di sektor informal. Meskipun demikian, struktur sosial masyarakat di lingkungan rumah susun tersebut menunjukkan adanya tingkat kepedulian dan solidaritas yang kuat antarwarga.
Upaya Keluarga Kurang Mampu dalam Mencukupi Kebutuhan Hidup di Kecamatan Kertapati Kota Palembang Mustar Robi; Adellia Ayu Zahra; Alyssa Nabillah; Nur Rahma Vadila; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiani Putri
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss2.2728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya keluarga kurang mampu dalam mencukupi kebutuhan hidup di Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Kemiskinan perkotaan merupakan permasalahan sosial yang kompleks karena tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga keterbatasan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan layanan publik lainnya. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, jurnal, dan sumber akademik yang relevan dengan topik kemiskinan dan kondisi sosial ekonomi keluarga kurang mampu. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sumber literatur pada portal Google Scholar dengan kata kunci kemiskinan, keluarga kurang mampu, dan sosial ekonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga kurang mampu bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang tidak stabil, sehingga berdampak pada keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Untuk menghadapi kondisi tersebut, keluarga mengembangkan berbagai strategi bertahan hidup, seperti melakukan pekerjaan ganda, mengelola pengeluaran rumah tangga secara lebih hemat, memanfaatkan bantuan sosial dari pemerintah, serta memanfaatkan jaringan sosial di lingkungan sekitar. Selain itu, solidaritas sosial dan partisipasi dalam komunitas juga menjadi faktor penting dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga di tengah keterbatasan yang dihadapi.
Dinamika Permukiman Kumuh di Kota Palembang dalam Perspektif Sosial dan Ekonomi Mirna Delli Septiana; Ernia Syah Putri; Suhardi Suhardi; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiani Putri
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss2.2739

Abstract

Permukiman kumuh merupakan salah satu permasalahan perkotaan yang masih banyak di temukan di berbagai kota besar Indonesia, termasuk Kota Palembang. Kondisi permukiman kumuh ini biasanya ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi, kondisi lingkungan yang kurang layak, serta keterbatasan akses terhadap fasilitas dasar seperti sanitasi dan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pemukiman kumuh di kota palembang dadi perspektif sosial dan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan pendekatan deskriptif analitik. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya permukiman kumuh dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pertumbuhan penduduk yang tinggi, urbanisasi, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta rendahnya tingkat pendapatan masyarakat. Selain itu, kondisi sosial masyarakat juga turut mempengaruhi terbentuknya kawasan permukiman kumuh. Oleh karena itu, penanganan permukiman kumuh memerlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat melalui kebijakan pembangunan perkotaan yang lebih merata serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Transformasi Mata Pencaharian dan Dinamika Sosial Masyarakat Pendatang dalam Proses Urbanisasi di Kelurahan 12 Ulu, Kota Palembang Putri Adinda; Umi Khasanah; Geneva Nurwahyu Al Imani; Sahara; Rohmat; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiani Putri
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2393

Abstract

Urbanisasi merupakan fenomena perpindahan penduduk dari desa ke kota yang berdampak pada perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kota Palembang sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di Sumatera Selatan mengalami peningkatan arus urbanisasi yang memengaruhi kehidupan masyarakat pendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi mata pencaharian serta dinamika sosial masyarakat pendatang di Kelurahan 12 Ulu, Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap informan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pendatang yang sebagian besar berasal dari Serang, Banten mengalami perubahan mata pencaharian dari sektor agraris di daerah asal menuju sektor informal di perkotaan, seperti buruh angkut di pasar dan pekerjaan rumah tangga. Selain itu, masyarakat juga mampu membangun hubungan sosial yang harmonis melalui kegiatan sosial dan keagamaan yang memperkuat solidaritas antar warga.
Strategi Pengorganisasian Masyarakat Berbasis Sinergi Kolektif dalam Pengembangan UMKM untuk Penguatan Ekonomi Lokal Rika Maryam; Sisy Viola Gendis Nasution; Oktaviana Br Ginting; Azizah Azzahro; Umi Khasanah; Tiara Resta Lapina; Steven Ronaldi; Ricky safriyanto; Rudy Kurniawan; Muhammad Rifai; Tresno
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2477

Abstract

UMKM di Indonesia sering terkendala tata kelola individualistis. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengorganisasian masyarakat kolektif untuk memperkuat kapasitas UMKM. Menggunakan metode Systematic Literature Review terhadap 10 artikel (2019-2024), ditemukan bahwa model Asset Based Community Development (ABCD), merek kolektif, dan integrasi BUMDes efektif meningkatkan daya saing. Strategi ini mentransformasi pola usaha atomistik menjadi sinergis, meningkatkan efisiensi rantai pasok hingga 30%, dan mempercepat adaptasi digital. Kesimpulannya, pengorganisasian masyarakat membangun modal sosial yang menciptakan resiliensi ekonomi lokal. Diperlukan regulasi yang mendukung asosiasi UMKM perdesaan untuk keberlanjutan ekonomi.
Peran Satu Amal Indonesia dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Pendidikan Non Formal Cerita Kolong Langit di Kota Palembang Nada Nisrina Nazhifah; Anggra Para Diva; M.Bagas Pratama Putra; Rigina Aliza; Tasya Astridianisa; Izzaty Nagita Putri; Dwi Haryanti; Retno Pengesti; Rudy Kurniawan; Muhammad Rifai; Tresno
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran organisasi Satu Amal Indonesia dalam penguatan masyarakat melalui program pendidikan nonformal Cerita Kolong Langit yang berlangsung di Kota Palembang. Program Cerita Kolong Langit muncul sebagai sebuah wadah pembelajaran alternatif yang tidak hanya menyajikan pendidikan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter serta sosial kepada anak-anak. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data yang meliputi observasi dan wawancara mendalam bersama pihak dari organisasi Satu Amal Indonesia, yaitu Kepala Bidang Riset dan Data sebagai sumber informasi utama. Hasil studi menunjukkan bahwa program Kolong Langit berperan dalam pemberdayaan masyarakat dengan menyediakan kesempatan belajar untuk anak- anak yang menghadapi kendala dalam mengakses pendidikan. Program ini tidak hanya mendukung anak-anak dalam meningkatkan kemampuan akademis, tetapi juga menanamkan prinsip-prinsip moral serta karakter yang baik.Keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi sukarelawan, kontribusi dari para donatur, dan penerimaan baik dari masyarakat serta semangat tinggi anak-anak. Meski demikian, program ini juga menemui berbagai tantangan, seperti jumlah sukarelawan yang terbatas, waktu yang dimiliki peserta yang tidak mencukupi, serta kurangnya dukungan dari pihak pemerintah.
DEMOKRATISASI DAN HAK ASASI MANUSIA DI PEDESAAN INDONESIA: ANALISIS EKSKLUSI SOSIAL, ELITE CAPTURE, DAN MODAL SOSIAL PETANI KOPI SEMENDE MUARA ENIM Selvita Andriani; Henni Martini; Mira Shintia; Jose Daniel Vargas Rodriguez; Rudy Kurniawan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12511

Abstract

This research investigates the complex intersection of democratization, human rights, and agrarian dynamics in rural Indonesia, specifically focusing on smallholder coffee farmers in the Semende region, Muara Enim Regency. Despite the formalization of village autonomy through Law No. 6 of 2014, substantive democracy at the grassroots level remains constrained by persistent elite capture and systemic social exclusion. Utilizing a qualitative systematic review (SLR) and secondary data from Statistics Indonesia (BPS), this study reveals that procedural democratization does not automatically translate into the realization of socio-economic human rights. Agrarian conflicts and asymmetrical supply chains marginalize local farmers. To counter these forces, the research highlights the strategic role of social capital through the Tunggu Tubang matrilineal system. By leveraging collective norms, communities can develop alternative models like the "Collective Coffee Barn" to mitigate elite dominance. The report argues that true democratization necessitates a shift toward inclusive governance that integrates indigenous knowledge.
KEKERASAN SIMBOLIK DIGITAL DEEPFAKE PORNOGRAFI ANALISIS SOSIOLOGIS DAN PELANGGARAN HAM DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN TINGGI Mira Shintia; Selvita Andriani; Henni Martini; Jose Vargas Rodriguez; Rudy Kurniawan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13575

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) technology has created new forms of digital sexual violence, particularly deepfake pornography that manipulates individuals’ visual identities without consent. This phenomenon has become a serious issue as it not only violates privacy but also relates to human rights violations, the reproduction of digital patriarchy, and insecurity within academic spaces. This study aims to analyze deepfake pornography as a form of digital symbolic violence and human rights violation in higher education through a case study at Udayana University. This research employs a qualitative method with a critical case study approach. Data were collected through documentation studies and literature reviews derived from online media, legal regulations, academic journals, and relevant literature on digital sexual violence. The analysis applies Pierre Bourdieu’s critical sociology perspective and a digital human rights approach. The findings reveal that deepfake pornography represents a form of digital symbolic violence that reproduces patriarchal power relations through AI technology. Such practices violate victims’ rights to dignity, privacy, security, and justice. Furthermore, this study identifies the existence of “institutional digital insecurity” within higher education caused by weak digital ethics governance and inadequate protection for victims of technology-based sexual violence. The novelty of this research lies in the development of the Digital Power Relations Model in deepfake pornography by integrating symbolic violence theory, digital patriarchy, digital human rights, and AI technology within the context of academic spaces.
Co-Authors Abdul Kholek Abil Al Husain ade prayoga Adellia Ayu Zahra Adetia Wulindari Aisyah Arrahma Aliyah Jasmine Rifa Riyanti Alyssa Nabillah Andries Lionardo Angga Aji Saputra Anggra Para Diva Anizzah Meisyah putri Aulia Novita Rizki Azizah Azzahro Danapati Putri Dea Anggraini Debora Situmeang Delfira Rahmatia Utami Desi Nurmasari desya nurkarimah Detty adithya ayunda putri tandjung Deva Agustrianda Dewi Pergiwati Wijaya Dwi andreanno Saputra Dwi Haryanti Dwiki Hari Pangestu Ernia Syah Putri Friska Novelia Gea Lestari Geneva Nurwahyu Al Imani Hamiru Hamiru Henni Martini Ilal Ilham Imelda Putri Zulkarnain indah maharani Intan Emi Putri Ivana Izzaty Nagita Putri Jose Daniel Vargas Rodriguez Jose Vargas Rodriguez Julyanti Katerina Saragih Kirana Suhada Komarudin Komarudin Kurnia Asni Sari Lidya Shela Agustin Lisya Septiana Putri Lisya Septiani Putri M. Budi Pratama M. Rafli Dwi Mahesa M.Bagas Pratama Putra Mansyur Nawawi Meva Husniyati Mira Shintia Mirna Delli Septiana Moh Alif Awaluddin Muhamad Chairul Basrun Umanailo Muhammad Adib Saputra Muhammad Hafiz Muhammad Nur Muhammad Rifai Mustar Robi Nada Nisrina Nazhifah Nadya Difriana Najwa Dinda Putri Nara Zatty Nazhifa Mulya Kinasih Nindi amirnati Noor Annisa Suci Lestary Novia Nurul Hidayanti Nunung Kasriah Nur Rahma Vadila Nyayu Tania Wulandari Oktaviana Br Ginting Putri Adinda Putri Elya Jumiati Raisha Dea Alifya Ratu Zakia Salsabilla Retno Pengesti Reva Zikri Fahlevi Ricky safriyanto Rigina Aliza Rika Maryam Rizka Okta Anggraini Rizki Fahrizi Rohmat Sabrina Sabrina Sabrina Sahara Salma Yusuf Salsabilla Azzahra Selvia Febiani Selvita Andriani Siska Mona Sartika Sisy Viola Gendis Nasution Steven Ronaldi Suci Wahyu Fajriani Suhardi Suhardi Tarisa Wulan Dari Tary Hadisti Ajizah Tasya Astridianisa Thita Maharani Tiara Resta Lapina Tomi Kowira Tresno Tresno Kurniawan Tresno Tresno Umi Khasanah Vibri Rizki Meiliayani Yeyen Polar Yos Simon Aprialdo Panggabean Yunita Maharani Yusela anida Yusnaini Yusnaini Zahara Zairindra Anggun Safitri