Claim Missing Document
Check
Articles

POLA PEMBINAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KEDISIPLINAN DAN KEMANDIRIAN ANAK PANTI ASUHAN MUTMAINNAH DI KECAMATAN SOREANG KOTA PAREPARE Akbar Susianto; Darmawati Darmawati; Ramli Ramli
KOMUNIDA : Media Komunikasi dan Dakwah Vol 8 No 2 (2018): Komunida : Media Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.737 KB) | DOI: 10.35905/komunida.v8i2.633

Abstract

This study aims to find out how the Mutmainnah Orphanage coaching pattern and how the Formation of the discipline and independence of the Mutmainnah Orphanage Children in Soreang District, Parepare City. This study uses a qualitative descriptive method, using a phenomenological approach that is an approach adjusted to seeing the reality that exists in the field by taking into account the rules and provisions in accordance with coaching. The technique used is observation, interview and documentation analysis techniques. The results of this study prove that the pattern of fostering the Mutmainnah orphanage in Soreang Subdistrict, Parepare city, to foster children, where the coaches do five coaching patterns, namely, 1. the implementation of education by sending foster children, 2. acting as a substitute for parents, 3. religious guidance such as five times prayer, recitation and dhikr after evening prayer in congregation, 4. Skills improvement, and 4. community activities. The results of subsequent research on Character Formation of Children's Discipline and Independence at Mutmainnah orphanage, where discipline character building is, 1. discipline time to get up early, 2. discipline of Worship to pray five times and, 3. discipline to study according to the specified schedule . Then the character of independence of foster children is, 1. building self-confidence in foster children by training to communicate and appear in public and, 2. Teaching responsibility for foster children such as doing schoolwork without having to depend on others and participating in orphanage activities .
PENDEKATAN PSIKOLOGI KOMUNIKASI DAKWAH DALAM MENANAMKAN NILAI–NILAI AGAMA ISLAM PADA SISWA KELAS VII SMP IT INSAN CENDIKIA YAYASAN ULUL ‘ILMI PACCERAKKANG Muhammad Syahruddin; Darma Yana Sara; Ramli Ramli; Hasaruddin Hasaruddin
PILAR Vol 13, No 2 (2022): JURNAL PILAR, DESEMBER 2022
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan Psikologi Komunikasi Dakwah dalam Menanamkan Nilai-nilai agama Islam pada Siswa Kelas VII SMP IT Insan Cendikia yayasan Ulul ‘Ilmi Paccerakkang. Dibimbimg oleh Sudir Koadhi  dan Muhammad Syahruddin.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pendekatan psikologi komunikasi dakwah dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam pada siswa kelas VII SMP IT Insan Cendikia Yayasan Ulul ‘Ilmi Paccerakkang.Penelitian ini dilaksanakan di Kota Makassar yang berlangsung 2 bulan dari  Februari sampai April 2022. Teknik penentuan sample dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.Penelitian ini menunjukkan bahwa Pendekatan psikologi komunikasi dakwah dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam pada siswa kelas VII SMP IT Insan Cendikia Paccerakkang yang dilakukan oleh guru SMP IT Insan Cendikia yaitu pembiasaan; eskul mentoring; senantiasa memberikan nasehat dan memotivasi siswa; memberikan contoh; berkomunikasi dengan baik, sopan dan santun; serta menceritakan kisah positif yang dapat diaplikasikan. Dalam melakukan penanaman nilai-nilai agama Islam, tidak lepas dari faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung yaitu sarana yang memadai; kemampuan guru memiliki pengetahuan yang luas tentang Islam; adanya siswa yang antusias dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diadakan di sekolah; serta adanya dukungan dari orangtua siswa dan guru. Adapun faktor penghambat yaitu Interaksi siswa dengan lingkungan luar sekolah; beberapa siswa kurang dapat berkomunikasi dengan baik kepada  gurunya; dan masih ada penilaian orangtua siswa bahwa nilai kognitif lebih utama daripada nilai spritual.  Kata Kunci: Agama Islam, Dakwah, Komunikasi, Psikologi
Implementasi Kebijakan Kurikulum Kondisi Khusus Pandemi Covid-19 Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA Negeri 1 Bangkinang Kota Imam Farih; Ramli Ramli
AL-USWAH: Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 6, No 1 (2023): Januari - April 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/au.v6i1.12304

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi kurikulum kondisi khusus pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Bangkinang Kota, Faktor pendukung dan penghambat, dan solusi yang diambil apabila didapati faktor penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yang menggunakan metode mereduksi data, menganalisa data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi kurikulum yang digunakan di SMA Negeri 1 Bangkinang Kota adalah kurikulum darurat dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang disederhanakan untuk Kondisi Khusus. Guru membuat perencanaan pembelajaran dengan mengacu kepada kurikulum darurat, pembelajaran dilaksanakan dengan cara pembelajaran jarak jauh (daring), terdapat faktor pendukung yakni sarana dan prasarana yang memadai, dan faktor penghambat adalah kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis didgital, solusi yang diambil adalah melakukan pelatihan guru dalam hal pembelajaran berbasis digital.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Peran Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah Ramli Ramli
Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam Vol 3 No 1 (2021): Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam
Publisher : Master's degree Department of Islamic Education Postgraduate Program of Universitas Islam Negeri (State Islamic University) Ar-Raniry, Banda Aceh in cooperation with Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/tadabbur.v3i1.155

Abstract

One form of actualization in Indonesian education was the establishment of a body called School Committee that replaced the existence of the Education Organizing Body (BP3), stipulated through the Decree of the Minister of National Education No. 044/U/2002 dated April l2, 2002. The name of BP3 was changed to the School Committee due to the need for full community involvement in improving the quality of education. One of the objectives of the school committee is to increase the responsibility and participation of the community in the implementation of education in the education unit. In this present study, the focuses were on the process and the mechanism of the formation of the madrasah (Islamic school) committee organization, the planning carried out by the madrasah committee in improving the quality of madrasah education, and the implementation of the madrasah committee programs in improving the quality of education in Aceh Besar District. This study employed qualitative research methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Findings showed that the process and the mechanism in forming the madrasah committee in Aceh Besar District were based on the decision of the Ministry of Education on the establishment of community-based organizations, including by mutual deliberations or meetings held every 3 years in a transparent, accountable, and democratic manner, and by involving the community as an education unit partner. Further, the planning of the madrasah committee in improving the quality of madrasah education was carried out by establishing the structure of the committee and holding regular meetings with madrasahs and the community every three months or at the end of each semester, and also by preparing and organizing religious and national holidays together with other madrasahs. In addition, the madrasah committee programs were well implemented in Aceh Besar, as seen from the involvement of all elements from both madrasahs as the organizers of the activities and the community as the provider of advice and input. The programs included the religious and extracurricular programs in collaboration with the sub-districts and district of Aceh Besar.
REORIENTASI PENGAJARAN BAHASA ARAB Ramli Ramli
Naskhi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Bahasa Arab Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 April 2020
Publisher : IAI Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/naskhi.v2i1.250

Abstract

Fenomena pengajaran dan pembelajaran bahasa Arab di Indonesia dewasa ini cukup memprihatinkan. Jumlah peminat bahasa Arab dari tahun ke tahun semakin mengalami kemunduran. Motivasi dan minat siswa belajar bahasa arab juga sangat rendah, termasuk mahasiswa jurusan bahasa arab. Hal ini disebabkan karena orientasi dan prospek bahasa Arab yang kurang menjanjikan. Oleh karena itu, para pemerhati bahasa arab harus segera mengambil langkah untuk melakukakan reorientasi pengajaran bahasa arab. Siswa dan mahasiswa bahasa arab tidak boleh lagi diarahkan semata-mata untuk menjadi guru dan dosen bahasa Arab, tetapi juga harus diarahkan untuk menjadi penerjemah dan peneliti dalam bidang bahasa Arab. Lembaga penerjemahan dan penelitian bahasa Arab harus segera dihidupkan demi untuk menampung lulusan bahasa Arab setelah menyelesaikan studynya di perguruan tinggi. Dengan orientasi yang jelas serta prospek yang menjanjikan, bahasa Arab akan banyak diminati oleh mahasiswa. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Nowadays, the phenomena of the Arabic teaching and learning are very apprehensive. The number of the Arabic applicants decreases year after year. The motivation and the interest of the students to study Arabic is also very low and weak, including the students of the Arabic department itself. It is caused by the orientation and the prospect of the Arabic department which are thought not to be good and promising. So that, the Arabic observers should do reorientation of the Arabic teaching and learning. The students should be aimed not only to be Arabic teachers and lecturers but also to be translators and researchers in Arabic field. The translation and research institution should be established as soon as possible because this institution can accommodate the Arabic alumni later after they finished their study at the university. With the definite orientation and promising prospect, the Arabic department will attract many students.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA PESERTA DIDIK KELAS X DI SMAN 4 MAROS Ramli Ramli; Irma Sakti; Syamsuriana Basri; Reski Idamyanti; Yusdarina Yusdarina
Karst: Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya Vol 7 No 1 (2024): Karst : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/karst.v7i1.2266

Abstract

Development of Local Wisdom-Based Physics Teaching Materials for Grade X Students at SMAN 4 Maros. Aims to assess the validity and reliability of physics teaching materials based on local wisdom, as well as evaluate students' conceptual understanding and responses to these materials. The research and development method used is the 4-D model, which includes defining, designing, developing, and disseminating. However, dissemination was not conducted in this study due to time and budget constraints. The product was validated by media experts, subject matter experts, and physics teachers, with the research subjects being tenth-grade students at SMAN 4 Maros. The product's instrument sheets were tested for validity and reliability, and the assessment results were analyzed descriptively. Several findings indicate that the evaluation of the teaching materials showed high validity in the material aspect with a score of 3.5 (Very Valid) and a reliability of 0.947 (Very Strong), as well as in the media aspect with a score of 3.55 (Very Valid) and a reliability of 0.947 (Very Strong). The average evaluation score of the students was 13.125 (Very Good). Additionally, the questionnaire results indicated a "Very Positive" response to the physics teaching materials by 87% of the 40 participating students. Based on these assessments, the developed module is deemed highly suitable for use.
Sosialisasi Dan Edukasi Media Kahoot Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Siswa Pada SMP N 1 Konawe Mclean HY; Ramli Ramli; Sukmawati Sukmawati; Iin Wahyudi; M.Fadli
Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan Vol. 1 No. 2 (2024): Juni : Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejaht
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/dinsos.v1i2.275

Abstract

The aim of Community Service activities is to provide outreach and education about the use of the Kahoot application at SMP N 1 Konawe. The participants in this activity were 12 teachers. From the results of the activity, it can be concluded that by conducting training on the use of digital game-based learning media using the Kahoot platform, educators or teachers can provide skills in learning innovation, resulting in enthusiastic and interactive learning in the classroom. So that it can optimize and facilitate the process of evaluating or assessing student learning. Based on the feedback, information was obtained that this activity was very relevant to the needs of PKM participants. Kahoot is effective as a learning medium in supporting classroom learning
Pola Komunikasi Dakwah dalam Pembentukan Akhlak Remaja di Desa Laroue Kec. Bungku Timur Kab. Morowali Adel Fina; Dahlan Lama Bawa; Ramli Ramli; Muhammad Yasin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Akhlak Remaja, pola komunikasi dakwah yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembentukan Akhlak Remaja di Desa Laroue Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dimana sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data yang lebih deskriptif dan objektif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini berlokasi di Desa Laroe Kec. Bungku Timur kab. Morowali yang dilakukan proses penelitian selama kurang lebih 3 bulan dari bulan April hingga Juni. Adapun hasil penelitian ini adalah Kehidupan sehari-hari remaja di Desa Laroue ini juga bisa menjadi faktor rusaknya atau tidak terbina nya pembentukan akhlak dengan baik Gambaran Akhlak remaja saat ini tentunya sebagian besar yang paling menonjol yaitu penyalah gunaan obat-obatan, miras, bahkan mengambil yang bukan miliknya. Bahkan ada yang sampai berkelahi dengan orangtuanya sendiri Sebagai mana dengan kondisi remaja di Desa laroue saat ini, remajanya mayoritas muslim namun sedikit yang paham akan nilai-nilai keagamaan, dikarenakan kurangnya minat remaja untuk belajar agama dan disibukkan dengan perihal duniawi. Pola komunikasi yang digunakan yaitu bil lisan dan bil-hal, keduanya bisa dibilang saling keterkaitan satu sama lain. Pola Komunikasi untuk dakwah di Laroue hanya hari jum’at khutbah dan bulan ramadhan dengan ditambah pergaulan dari remaja dan bimbingan org tua di rumah. Pola komunikasinya dengan cara memberikan nasehat melalui ceramah di bulan ramadhan dan hari jum’at Faktor Pendukungnya yaitu adanya dukungan dari aparat desa dan masyarakat setempat serta anggaran dana yang memadai untuk mendukung terselenggaranya kegiatan keagamaan. Kemudian Faktor Penghambatnya yaitu kurangnya keinginan dan kesadaran diri dari para remaja, ekonomi yang tidak stabil serta pemahaman agama.
Strategi Pembina dalam Meningkatkan Minat Baca Al-Qur’an Siswa di SMA Muhammadiyah Boleng Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat Nusa Teanggara Timur Nana Mardiana; M Zakaria Al Anshori; Ramli Ramli; Muhammad Yasin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini membahas tentang Strategi Pembina dalam Meningkatkan Minat Baca Al-Qur’an Siswa di SMA Muhammadiyah Boleng Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pembina dalam meningkatkan minat baca Al-Qur’an siswa di SMA Muhammadiyah Boleng Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. Untuk mengetahui minat baca Al-Qur’an siswa di SMA Muhammadiyah Boleng Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. Dan untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung pembina dalam meningkatkan minat baca Al-Qur’an siswa di SMA Muhammadiyah Boleng Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data yang lebih deskriptif dan objektif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Adapun sumber data pada penelitian ini adalah Pembina, Siswa dan Orang Tua. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: 1). Gambaran minat baca Al-Qur’an siswa dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran siswa dalam membaca Al-Qur’an, yaitu kebanyakan siswa kurang menghiraukan pentingnya membaca Al-Qur’an dan lingkungan keluarga juga berpengaruh terhadap menurunnya minat baca Al-Qur’an yaitu kurang perhatian dari orang tua untuk senantiasa mengevaluasi siswa dalam membaca Al-Qur’an.2). Strategi pembina dalam meningkatkan minat baca Al- Qur’an siswa melakukan pembiasaan membaca Al-Qur’an sebelum belajar berlangsung yaitu menyuruh siswa untuk membaca Al-Qur’an sebelum memulai belajar mengajar. Pembina menggunakan pelatihan membaca secara kelompok dan individu karena setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam setiap pelajaran. Dan pembina memberikan target hafalan-hafalan Al-Qur’an baik kelas X sampai kelas XII. 3). Faktor penghambat dalam meningkatkan minat baca Al- Qur’an siswa yaitu Kurang kesadaran dari dalam diri siswa, keseringan memainkan handphone dan kurangnya alokasi waktu, faktor pendukung dalam meningkatkan minat baca Al-Qur’an yaitu Tersedianya sarana Prasarana, adanya media pembelajaran dan lingkungan keluarga.  
Metode Dakwah Melalui Halaqah-Halaqah Dalam Meningkatkan Minat Masyarakat Mempelajari Al- Qur’an di Desa Salampe Kecamatan Ponre Mohammad Hafiz Effendy; Wiwik Laela Mukromin; Ramli Ramli
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa faktor yang menyebabkan santri Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode apa yang digunakan dalam Meningkatkan Minat Masyarakat Mempelajari Al-Qur’an di Desa Salampe Kecamatan Ponre. Kemudian untuk mengetahui seberapa besar minat masyarakat Desa Salampe terhadap halaqah qur’an, mengetahui metode yang digunakan dalam meningkatkan minat masyarakat mempelajari Al-Qur’an di Desa Salampe Kecamatan Ponre serta faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian yang saya gunakan yaitu penelitian kualitatif yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data yang lebih deskriptif dan objektif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini berlokasi di Desa Salampe Kecamatan Ponre selama kurang lebih dua bulan, dari bulan September hingga November. Adapun hasil penelitian dalam praktek metode halaqah ini, peserta dan pembina duduk berhalaqah membentuk lingkaran, pembina membuka dan menerangkan perlahan terkait program, kemudian belajar tahsin Al-Qur'an, para peserta diberikan kesempatan untuk membaca Al-Qur'an secara bergiliran kemudian akan dikoreksi satu persatu oleh pembina halaqah. Setelah pembelajaran tahsin Al-Qur'an, juga diprogramkan tadabbur ayat, agar peserta halaqah bisa lebih memahami apa yg mereka baca dan sebelum halaqah berakhir, pembina memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya tentang pelajaran atau masalah yang mereka hadapi dalam belajar Al-Qur'an. Peserta halaqah tidak hanya sekedar dibimbing dalam perbaikan bacaan Al-Qur’an, makhorijul huruf dan tajwid, tapi mereka juga diajarkan dan diberikan wawasan tambahan dengan taddabur ayat- ayat Al-Qur’an untuk menambah semangat peserta dalam belajar. Kemudian selain itu juga mereka diberikan pelatihan untuk berceramah dan khutbah, agar mereka para peserta halaqah nantinya juga bisa mengisi khutbah jum’at dan ceramah di masjid desa. Memberikan wejangan atau motivasi kepada peserta sehingga ini mendorong semangat mereka dalam belajar. Dengan metode halaqah yang digunakan para pembina di Desa Salampe ini menumbuhkan minat masyarakat untuk belajar Al-Qur’an. Meskipun minat masyarakat untuk mempelajari Al-Qur'an sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, ada kesadaran yang semakin meningkat di kalangan umat Islam untuk menggali lebih dalam lagi pesan-pesan yang terkandung dalam Al-Qur'an demi kehidupan yang lebih bermakna dan penuh berkah.