Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Transformasi Technological Pedagogical and Content Knowledge Calon Guru dalam Pembelajaran Matematika Dedi Muhtadi; YL Sukestiyarno; Isti Hidayah; Amin Suyitno
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki bagaimana transformasi Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dari tiga calon guru matematika di sebuah Perguruan Tinggi di Tasikmalaya. Mereka berpartisipasi dalam praktik mengajar di sekolah dengan desain pembelajaran berbasis TPACK yang menjadi tuntutan dalam praktik pembelajaran untuk membangun pendekatan yang lebih efektif terhadap proses belajar siswa. Penelitian ini menyajikan hasil tentang pembelajaran matematika melalui desain yang menunjukkan pengaruh pengajaran desain pada pengetahuan konten matematika, pedagogis, dan teknologi secara khusus.
How Does The Ability of Pedagogical Content Knowledge Preservice Teacher Students in Mathematics Learning? Dedi Muhtadi; YL Sukestiyarno; Isti Hidayah; Amin Suyitno
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to determine how the ability of Pedagogical Content Knowledge (PCK) of prospective teacher students in learning mathematics. The research method uses a qualitative approach with case studies. The data analyzed came from three groups of prospective mathematics teacher students with very good, good, and sufficient levels through concept understanding tests, vignettes, and interviews. The results showed that students with excellent and good academic abilities had relatively the same content, teaching, and student knowledge. Content knowledge is at level 1, teaching knowledge is at level 2, and knowledge about students is at level 1. At the same time, students with sufficient academic ability are at level 0 for content knowledge.
PROFILE OF STUDENTS' JUSTIFICATIONS OF MATHEMATICAL ARGUMENTATION Sukirwan Sukirwan; Dedi Muhtadi; Hairul Saleh; Warsito Warsito
Jurnal Infinity Vol 9 No 2 (2020): VOLUME 9, NUMBER 2, INFINITY
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v9i2.p197-212

Abstract

This study investigates the aspects that influence students' justification of the four types of arguments constructed by students, namely: inductive, algebraic, visual, and perceptual. A grounded theory type qualitative approach was chosen to investigate the emergence of the four types of arguments and how the characteristics of students from each type justify the arguments constructed. Four people from 75 students were involved in the interview after previously getting a test of mathematical argumentation. The results of the study found that three factors influenced students' justification for mathematical arguments, namely: students' understanding of claims, treatment given, and facts found in arguments. Claims influence the way students construct arguments, but facts in arguments are the primary consideration for students in choosing convincing arguments compared to representations. Also, factor treatment turns out to change students' decisions in choosing arguments, and these changes tend to lead to more formal arguments.
Kesulitan siswa pada asesmen kompetensi minimum materi segiempat dan segitiga Ihsan Nuril Anwar; Dedi Muhtadi; Sukirwan Sukirwan
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 5, No 1 (2024): May
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v5i1.75586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada materi segiempat dan segitiga. Subjek penelitian terdiri dari delapan siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri di Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami berbagai kesulitan, yaitu: kesulitan dalam mengkonversi satuan luas, memahami pertanyaan, menentukan langkah-langkah pengerjaan konsep keliling, dan menerapkan teorema Pythagoras. Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut meliputi: kurangnya pemahaman terhadap konsep dasar, kesulitan memahami maksud pertanyaan, kecenderungan untuk langsung menyimpulkan tanpa melakukan analisis, kurang teliti dalam membaca petunjuk, kurangnya visualisasi gambar, dan kurangnya pemahaman terhadap konsep prasyarat. Diskusi dalam penelitian ini menekankan pentingnya intervensi pendidikan yang spesifik, seperti peningkatan kurikulum dan pembelajaran matematika yang lebih aplikatif dan kontekstual. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan perlunya pengembangan modul pembelajaran yang lebih berorientasi pada pemahaman konsep dan keterampilan pemecahan masalah, serta pemilihan metode pengajaran yang dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa pada materi segiempat dan segitiga.
Analisis Kesulitan Peserta Didik dalam Menyelesaikan Masalah Perbandingan Senilai Alya Sa'diyah Azzahra Putri Tito; Dedi Muhtadi; Sukirwan Sukirwan
Intellectual Mathematics Education (IME) Vol. 3 No. 1 (2025): IME
Publisher : https://jurnal.ysci.or.id/IME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59108/ime.v3i1.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan masalah perbandingan senilai. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang bermula dari kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan masalah perbandingan senilai. Empat orang peserta didik dijadikan sebagai sampel teoretis dari 34 orang peserta didik kelas VII di SMP Negeri di Tasikmalaya, dengan tingkat kesalahan yang paling kompleks, mencakup: kesalahan dalam prosedur, penyelesaian yang tidak lengkap, dan kesalahan dari menentukan rumus matematika. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan cara: tes tertulis, wawancara mendalam, dan observasi kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian, meliputi: seperangkat soal tes matematika, kisi-kisi wawancara, serta lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait kesulitan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah perbandingan senilai, meliputi: (1) kesulitan memahami bahasa matematis, (2) kesulitan memahami soal cerita, (3) pengaruh kecemasan matematika, dan (4) perbedaan gaya belajar. Wawancara dan observasi kelas mengungkapkan bahwa faktor-faktor seperti metode pengajaran yang kurang variatif, kurangnya latihan yang kontekstual, dan motivasi belajar yang rendah turut berkontribusi terhadap kesulitan yang dialami peserta didik. Diskusi hasil penelitian menekankan pentingnya pendekatan pengajaran yang lebih interaktif dan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep perbandingan senilai. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya pengembangan materi ajar yang lebih inovatif dan penggunaan teknologi pendidikan untuk membantu peserta didik dalam mengatasi kesulitan tersebut.