Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Classroom terhadap Penalaran Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 8 Purworejo Maulidya Fernanda Purwijaya; Prasetyo Budi Darmono; Isnaeni Maryam
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v6i1.5494

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan memahami apakah model belajar flipped classroom berpengaruh atas penalaran matematis pelajar.Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif memakai pendekatan eksperimen. Penelitian dilakukan pada SMP N 8 Purworejo. Populasi penelitian yaitu pelajar kelas VII TA 2021/2022. Metode penarikan sample memakai Cluster Random Sampling yang menghasilkan kelas VII F (kelas eksperimen) serta kelas VII E (kelas kontrol). Perlakuan yang dipakai dalam penelitian ini ialah gaya kegiatan belajar mengajar flipped classroom dan model pembelajaran tradisional. Metode penghimpunan data yang dipakai ialah tes serta dokumentasi. Instrumen yang peneliti pakai yaitu test uraian mencakup pertanyaan penalaran matematis. Metode analisis data uji hipotesis memakai uji-t dengan α = 0,05. Hasil analisis data uji hipotesis didapat nilai thitung = 2,5910 dengan taraf signifikansi (α = 0,05) dan ttabel = 1,9989. Nilai thitung> ttabel sehingga H0 ditolak serta H1 diterima, maka ditarik kesimpulan ada pengaruh model kegiatan belajar mengajar flipped classroom terhadap penalaran matematis pelajar kelas VII SMP Negeri 8 Purworejo. Siswa yang diberikangaya kegiatan belajar mengajar flipped classroom mempunyai kemahiran penalaran matematis yang bagus dibandingkan pelajar diberikan model kegiatan belajar mengajar tradisional. Kata kunci: flipped classroom, model pembelajaran, dan penalaran matematis.
Pelatihan Branding dan Packaging Produk UMKM di Desa Ganggeng Kabupaten Purworejo Isnaeni Maryam; Susi Widjajani
Jurnal Terapan Ekonomi dan Bisnis Vol 3 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jteb.v3i1.6757

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi bagi pelaku UMKM di desa adalah produk kurang bisa bersaing di pasar dan juga terbatasnya lingkup pemasaran hanya pada lingkungan sekitar. Permasalahan ini bisa diatasi salah satunya dengan cara memperbaiki produk melalui strategi branding dan packaging. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi pemahaman kepada para pelaku UMKM di Desa Ganggeng tentang pentingnya packaging dan branding produk, membantu untuk menaikan kualitas kemasan produk, dan membantu memiliki brand untuk produk mereka agar mampu bersaing di pasaran. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan praktek. Ceramah dilakukan dengan memberikan materi yang diberikan kepada peserta dan dilengkapi dengan makalah. Setelah penyampaian materi, peserta dibimbing dalam kegiatan praktek. Tujuan praktek ini adalah agar peserta kegiatan benar-benar dapat menggunakan dan menerapkan materi pelatihan yang nantinya akan digunakan dalam kegiatan bisnis UMKM-nya. Praktek dibimbing langsung oleh pemateri dengan bantuan beberapa mahasiswa. Hasil dari kegiatan pembinaan ini adalah para pelaku UMKM memiliki brand, logo, maupun pengetahuan tentang kemasan yang tepat dan menarik untuk produk mereka agar bisa bersaing di pasar.
PENDAMPINGAN GURU SD MELALUI LITERASI DIGITAL DAN INOVASI PEMBELAJARAN MENDALAM Prasetyo Budi Darmono; Isnaeni Maryam
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): DedikasiMU Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v8i1.11386

Abstract

Memasuki era Society 5.0, guru SD Muhammadiyah Bayan dituntut untuk memiliki kemampuan literasi digital serta mampu menerapkan pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi guru SD Muhammadiyah Bayan dalam menerapkan literasi digital melalui pembelajaran mendalam sebagai inovasi pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan, pendampingan, dan implementasi pembelajaran di kelas. Materi pelatihan mencakup konsep pembelajaran mendalam (deep learning), pelatihan literasi digital, serta praktik pembuatan media pembelajaran interaktif, kuis digital, game edukatif, dan ice breaking. Pendampingan penerapan pembelajaran mendalam berbantuan media digital dilaksanakan di kelas V A pada mata pelajaran Matematika. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan literasi digital dan pembelajaran mendalam. Guru mampu merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif, sementara siswa menunjukkan keterlibatan aktif, kerja sama, dan pemahaman konsep yang lebih baik selama proses pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kompetensi guru serta mendukung implementasi pembelajaran inovatif di Sekolah Dasar.
EKSPERIMENTASI MODEL REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN CANVA TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA Tria Nurdianti; Puji Nugraheni; Isnaeni Maryam
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 7, No 02 (2026): Oktober 2026
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/dikmat.v7i02.1574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan Canva lebih baik dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Canva. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain posttest only control group design. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 15 Purworejo Tahun Pelajaran 2025/2026. Sampel penelitian berjumlah 64 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, terdiri atas 32 siswa kelas VII A yang memperoleh pembelajaran RME berbantuan Canva dan 32 siswa kelas VII C yang memperoleh pembelajaran PBL berbantuan Canva. Data dikumpulkan menggunakan tes uraian kemampuan pemahaman konsep matematis yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Setelah perlakuan, kedua kelompok diberikan posttest dan data dianalisis menggunakan uji prasyarat dan uji perbedaan dua rata-rata satu pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kelompok RME berbantuan Canva sebesar 77,031, sedangkan kelompok PBL berbantuan Canva sebesar 68,719. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang memperoleh pembelajaran RME berbantuan Canva lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran PBL berbantuan Canva
EKSPERIMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN DISCOVERY LEARNING (DL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMA NEGERI 1 PREMBUN Jamaika Selly Rafsanjani; Puji Nugraheni; Isnaeni Maryam
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 7, No 02 (2026): Oktober 2026
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/dikmat.v7i02.1577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang dikenai model Problem Based Learning (PBL) lebih baik daripada siswa yang dikenai model Discovery Learning (DL). Kemampuan berpikir kritis matematis diukur berdasarkan enam indikator Facione, yaitu interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, dan self-regulation. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) menggunakan desain posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Prembun tahun ajaran 2025/2026. Sampel ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, sehingga diperoleh kelas X-10 (34 siswa) sebagai kelas eksperimen I yang dikenai model PBL dan kelas X-3 (36 siswa) sebagai kelas eksperimen II yang dikenai model DL. Data dikumpulkan melalui tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis yang telah dinyatakan valid dan reliabel (koefisien Cronbach Alpha 0,76). Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji keseimbangan, dan uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t­­hitung = 2,326 ttabel = 1,667 pada taraf signifikansi ? = 0,05, sehingga H0 ditolak. Rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis pada kelas PBL sebesar 75,735, sedangkan pada kelas DL sebesar 66,833. Dengan demikian, kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang dikenai model PBL lebih baik daripada siswa yang dikenai model DL. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik pembelajaran matematika yang berorientasi pada peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.