Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGELOLAAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN PEMBANGUN DETERJEN RAMAH LINGKUNGAN DI DESA KUAMANG KUNING KABUPATEN BUNGO Intan Lestari; Diah Riski Gusti; Nindita Clourisa Amaris Susanto; Edwin Permana; Indra Lasmana Tarigan
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.219-226.2021

Abstract

Provinsi Jambi merupakan salah satu Provinsi penyumbang hasil perkebuan kelapa sawit dengan luas areal lahan mencapai 10 – 15 ton/ha/tahun ha dan mampu memproduksi 0.55% berupa limbang cangkang kelapa sawit dan tempurung kelapa sawit. Abu cangkang kelapa sawit mengandung banyak mineral seperti SiO2 58,02%; Al2O3 8,7%; CaO 12,65%; Fe2O3 2,6%; Na2O 0,41%; MgO 4,32%; K2O 0.72%; H2O 1,97%; serta hilang pijar 8.59%, unsur K 7,5%; Ca 1,5%; Cl 1,3%; CO3 1,9%; Mg 2,8%; Na 1,1%, N 0.05%; PO4 0,9% dan SiO2 61%. Tujuan pengabdian ini memberikan pelatihan dan keterampilan kepada masyarakat Desa Kuamang Kuning dalam memanfaatkan abu cangkang kelapa sawit menjadi material zeolite 4A sebagai bahan pembangun deterjen ramah lingkungan, yang mampu menurunkan tingkat kesadahan air akibat pencemaran limbah rumah tangga. Kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang potensi limbah abu cangkang kelapa sawit, pengolahnnya sebagai bahan pembangun deterjen berbasis zeolite 4A, dan melakukan pelatihan. Pelatihan ini memberikan peningkatan kompetensi bagi masyarakat, sebanyak 90% masyarakat peserta pelatihan yang hadir merasakan manfaat program ini untuk menambah pengatahuan dan wawasan, 100% merasakan ada pengaruh peningkatan pengetahuan tentang deterjen sintesis dan bahayanya terhadap lingkungan, serta pengetahuan tentang potensi limbah abu cangkang kelapa sawit dan sekitar 80% masyarakat berminat untuk mengelola abu cangkan kelapa sawit sebagai salah satu alternatif peluang usaha, serta 75% berniat untuk meneruskan program ini. Kata kunci: Sawit, Cangkang Kelapa Sawit, Zeolit 4A, Pembangun Deterjen ABSTRACT Jambi Province is one of the contributing provinces to oil palm plantation products with a land area of ​​10-15 tons/ha/years and is capable of producing 0.55% in the form of palm oil shells and oil palm shells. Oil palm shell ash contains many minerals such as SiO2 58.02%; Al2O3 8.7%; CaO 12.65%; Fe2O3 2,6%; Na2O 0.41%; MgO 4.32%; K2O 0.72%; H2O 1.97%; and loss of glow 8.59%, K elements 7.5%; Ca 1.5%; Cl 1.3%; CO3 1.9%; Mg 2.8%; Na 1.1%, N 0.05%; PO4 0.9% and SiO2 61%. This program aims to provide training and skills to the people of Kuamang Kuning Village in utilizing oil palm shell ash into zeolite 4A material as a building block for environmentally friendly detergents, which can reduce water hardness levels due to household waste pollution. The activity was carried out by providing counseling on the potential for oil palm shell ash waste, processing it as a building block for zeolite 4A-based detergents, and conducting training. This training provides increased competence for the community, as many as 90% of the training participants who attended felt the benefits of this program to increase knowledge and insight, 100% felt that there was an effect of increasing knowledge about synthetic detergents and their dangers to the environment, as well as knowledge about the potential waste of oil palm shell ash and about 80% of the community are interested in managing the ash of the oil palm kernel as an alternative business opportunity, and 75% intend to continue this program. Keywords: Palm Oil, Palm Shell, Zeolite 4A, Detergent Builder
PEMANFATAAN BIJI KARET SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DI KUD KARYA MUKTI KECAMATAN JUJUHAN ILIR KABUPATEN BUNGO Diah Riski Gusti; Edwin Permana; Ratih Dyah Puspitasari; Indra Lasmana Tarigan
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.259-265.2021

Abstract

Provinsi Jambi memiliki peran yang cukup besar dalam dalam bidang perkebunan karena memiliki beberapa komoditi unggulan seperti perkebunan kelapa sawit dan karet. Kabupaten Bungo tahun pada tahun 2016 memiliki perkebunan karet seluas 98220 hektar dan perkebunan kelapa sawit mencapai 97.630 Ha. Penggunaan tanah secara simultan dalam perkebunan sawit akan mengurangi kualitas tanah, sehingga berdampak pada kualitas sawit yang dihasilkan. Untuk meningkatkan produksi, digunakan pupuk, yang biasanya digunakan berupa pupuk sintesis, yang dalam jangka panjang akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan tanah, sehingga dibutuhkan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan pupuk berbasis alam (organik) dengan memanfaatkan limbah hasil pertanian. Salah satu limbah pertanian yang dilaporkan oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Mukti Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo adalah biji karet, yang hampir sebagian besar belum termanfaatkan dengan baik. Biji karet diketahui memiliki mikroorganisme lokal yang bersifat probiotik sebagai fermenter dalam reaksi fermentasi menghasilkan pupuk organik. Pengabdian kepada masyarakat dalam mengolah potensi tersebut sangat diperlukan dalam rangka penerapan teknologi tepat guna bagi petani dan untuk menerapkan sistem pertanian organik untuk menciptakan produk pertanian yang berkualitas dan sehat serta menciptakan salah satu pupuk organik cair yang ramah lingkungan. Tujuan Program ini adalah untuk memberikan pelatihan dan kompetensi kepada masyarakat dalam mengolah limbah perkebunan untuk menghasilkan pupuk organik cair yang merupakan salah satu dekomposer yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hasil perkebunan. Selain itu, untuk jangka panjang, diharapkan program ini dapat meningkatkan keterampilan masyarakat untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing. Kata kunci: Sawit, Karet, Fermenter, Pupuk Cair ABSTRACT Jambi Province has a significant role in the plantation sector because it has several superior commodities such as oil palm and rubber plantations. In 2016, Bungo District had rubber plantations covering 98.220 hectares and oil palm plantations 97.630 hectares. The simultaneous use of land in oil palm plantations will reduce the quality of the soil, thus having an impact on the quality of the palms produced. Usually, synthetic fertilizers use to increase production yields. The continued use of synthetic fertilizers will harm the soil and the environment, so that community skills are needed to produce natural-based (organic) fertilizers by utilizing agricultural waste. The Karya Mukti cooperative reports that rubber seeds are agriculture waste that has not to use appropriately. Rubber seeds are known to have local microorganisms that are probiotic as a fermenter in the fermentation reaction to produce organic fertilizer. Community service in processing this potential is needed to apply appropriate technology for farmers and to apply an organic farming system to create quality and healthy agricultural products and to create one of the environmentally friendly liquid organic fertilizers. This program aims to provide training and competence to the community in processing plantation waste to produce liquid organic fertilizer, which uses the decomposer to improve the quality of plantation products and also improve community skills to make quality and competitive products. Keywords: Palm Oil, Rubber, Fermenter, Liquid fertilizer
Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biodiesel dari Proses Non Katalitik Transesterifikasi-Esterifikasi Palm Fatty Acid Distillate (Pfad) dengan Kapasitas Produksi 100.000 Ton/Tahun Zakiyah Humairah; Nazarudin Nazarudin; Edwin Permana
Jurnal Engineering Vol. 2 No. 1 (2020): Volume 2, Nomor 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1826.856 KB) | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v2i1.8716

Abstract

Biodiesel adalah bahan bakar yang berasal dari minyak nabati yang dapat diperbaharui, dapat dihasilkan secara periodik, juga ramah lingkungan. Proses dalam pembuatan biodiesel Biodiesel ini yaitu dengan proses non-katalitik transesterifikasi-esterifikasi. Biodiesel yang dihasilkan memiliki kemurnian 98,6%. Kapasitas produksi pabrik yang direncanakan 100.000 ton/tahun dengan 300 hari kerja selama 24 jam dalam 1 tahun. Lokasi pabrik didirikan di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Penyediaan kebutuhan utilitas pabrik berupa sistem pengolahan dan penyediaan air,sistem penyediaan steam, sistem penyediaan udara instrumen, dan sistem pembangkit tenaga listrik Hasil analisa ekonomi, pabrik biodiesel ini dinyatakan layak untuk didirikan, dengan rincian Annual Cash Flow (ACF) US$ 79.559.278,9211, Rate of Return on Investment (ROI) : 27,8883%, Rate of Return based on Discounted Cash Flow (DCF) : 20,49%, Break Even Point (BEP) : 33,7298%, Pay Out Time (POT) : 3 tahun. Dari hasil analisa aspek ekonomi dapat disimpulkan bahwa pabrik Pembuatan Biodiesel ini layak untuk didirikan.
Remazol Briliant Blue Uptake by Green and Low-Price Black Carbon from Ilalang Weeds (Imperata cylindrica) Activated by KOH Solution Ngatijo Ngatijo; Edwin Permana; Lusi Pitri Yanti; Bayu Ishartono; Rahmat Basuki
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 6, No 2 (2021): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkpk.v6i2.53113

Abstract

Synthesis of activated carbon (AC) from green, low-price, and renewable source as a pollutant adsorbent is growing interest of researcher. This work aims to synthesis of AC from Ilalang weed (Imperata cylindrica) (IW-AC) with KOH activator as a green and low price Remazol Brilliant Blue dye (RBB) adsorbent. The success IW-AC synthesis was evidently characterized by Fourier Transform-Infrared (FT-IR) and Scanning Electron Microscopy (SEM). The effects of initial solution pH, adsorbent dosage, initial RBB concentration, and contact time were systematically investigated. Results showed the optimum condition of RBB adsorption was occurred at low pH (2.0-4.0) and 75 mg of adsorbent dosage. Under the optimum condition, the equilibrium adsorption data fitted well to the Langmuir isotherm with the adsorption capacity of RBB uptake was 13.42 mg/g. Calculation of adsorption energy by Dubinin-Radushkevich (D-R) isotherm model (13.39 kJ/mol) showed that the electrostatic interaction was the main interaction of RBB adsorption on IW-AC. Adsorption kinetics showed that the adsorption behavior followed the Ho pseudo-second-order kinetic model. The experimental results of this work demonstrate that the IW-AC can be used as a promising green and low-cost adsorbent for removal of anionic dyes from aqueous solution.
KUALITAS BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH BERDASARKAN PROSES SAPONIFIKASI DAN TANPA SAPONIFIKASI Edwin Permana; M Naswir
Jurnal Teknologi Terapan Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.287 KB) | DOI: 10.31884/jtt.v6i1.244

Abstract

Biodiesel is an alternative fuel that can be renewed and as a promising of diesel fuel in the future.  In this study, the production of biodiesel from used waste vegetable oil through the initial treatment reaction saponification and without saponification. The process of producing of biodiesel can used by the transesterification method. The yield of biodiesel were obtained then analysis for quantity by calculating of the percent yield on each yield for biodiesel with saponification successively is 61.68%. The biodiesel product without saponification successively is 81.93%. The quality test produced for biodiesel density test with and without saponification is 0.8871 g / mL and 0.8975 g / mL ,% FFA 0.3375 mg KOH / g and 0.6325 mg KOH / g, and flash point 184 ℃ and 182.6 ℃.
Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Muhammadiyah Jambi Intan Lestari; Edwin Permana; Indra Lasmana Tarigan; Diah Riski Gusti; Ahmad Sazali; Hamdan Maruli Siregar; M Ikrar Lagowa; Moh Nabawi; Anisa Anisa; Ardian Salsa Rusmana; Betri Yanda
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau (JPPM Kepri) Vol 1 No 2 (2021): Volume 1 Nomor 2, 2021
Publisher : STAIN SULTAN ABDURRAHMAN KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.978 KB) | DOI: 10.35961/jppmkepri.v1i2.302

Abstract

Panti Asuhan Muhammadiyah memiliki luas pekarangan yang terbatas, namun masih dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya pertanian khususnya budidaya sayuran dan buah-buahan sehingga dapat menghasilkan produk pangan yang bermutu baik dan segar. Kurangnya keterampilan dalam budidaya pertanian pada lahan terbatas, belum adanya keterampilan mengolah produk pangan yang bernilai ekonomis dan manajemen usaha kecil menjadi permasalahan khusus mitra dalam upaya memberdayakan anak-anak panti asuhan. salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengembangkan sistem pertanian vertikultur. Mitra akan ditransfer ilmu dan teknologi tentang budidaya sayuran secara vertikultur dengan menggunakan pupuk organik cair yang dibuat sendiri dari limbah rumah tangga yang bersifat organik dan juga pembuatan pestisida nabati. Selain itu mitra juga akan dilatih untuk mengolah sayuran menjadi produk olahan pangan bernilai ekonomis dan manajemen usaha kecil. Penerapan program ini akan mendatangkan manfaat yang besar bagi kedua mitra dimana secara ekonomi mengurangi pengeluaran untuk membeli kebutuhan akan sayuran segar dan berkualitas, dan apabila hasil melebihi kebutuhan maka dapat dijual sehingga menambah pendapatan mitra. Selain itu program ini akan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak-anak panti asuhan dalam mengelola usaha kecil secara mandiri dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan penghuni panti asuhan.
Peningkatan Dan Pemberdayaan Industri Keripik Pare Di Jambi Edwin Permana; Intan Lestari, Lenny Marlinda, Indra Lasmana Tarigan,; Yoga Andika, Oel Taradepa, Adhitya Eko Bagus
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.494 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.365

Abstract

“KERE” adalah home industry makanan ringan yang terletak di Kabupaten Muara Jambi tepatnya di desa Mandalo Darat. Home industry “KERE” dikelola oleh Bapak Adrisma yang bergerak dalam pengolahan keripik pare. Industri rumah tangga ini dalam proses pengerjaannya masih sederhana dengan kapasitas produksi yang rendah. Permasalahan prioritas mitra adalah bagaimana meningkatkan kapasitas produksinya, sehingga usahanya mampu bertahan dan berkembang serta menyerap tenaga kerja lebih banyak dari masyarakat sekitarnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim dan mitra sepakat untuk melakukan pembenahan layout ruang produksi, penerapan good manufacturing product, perbaikan kualitas kemasan produk, sistem pembukuan usaha kecil yang baik dan pengurusan sertifikasi P-IRT produk home industry. Kegiatan akan dilaksanakan dengan metode pendampingan dan pelatihan secara terstruktur terhadap berbagai hal yang menjadi kendala dalam upaya pengembangan usaha kedua home industry tersebut. Selain itu juga dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap tahapan-tahapan pelaksanaan kegiatan tersebut untuk menyempurnakan tindakan berikutnya. Luaran yang akan dihasilkan dari kegiatan ini berupa: 1) Terbentuknya layout ruang produksi yang tertata dengan baik sesuai alur kerja yang sistematis, 2) Terimplementasinya good manufacturing product pada pelaku home industry,mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, dan pasca produksi, 3) Meningkatnya kualitas kemasan produk home industry berbasis teknologi sederhana, 4) Tersedianya sistem pembukuan yang baik sesuai dengan standar usaha kecil untuk makanan olahan, 5) Meningkatnya jaminan kualitas produk dengan tersertifikasinya produk home industry dengan P-IRT.
Pemanfaatan Teknologi Adsorbsi Sebagai Solusi Penyediaan Air Bersih Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi Edwin Permana; Wahyudi Zahar; Aditya Deni Prabawa; Dicky Ardianto; Yuli Efrianti
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.66 KB) | DOI: 10.58466/literasi.v1i2.143

Abstract

Jambi Province is a province that has the 3rd largest peatland area in the island of Sumatra. The area of ​​peat land in Jambi Province reaches 736,227.20 ha or about 14% of the area of ​​Jambi Province. The area of ​​peat in West Tanjung Jabung Regency is 154,598 ha. Water on peatlands is not a good water category because water on peatlands often contains seeds or certain substances, which are not clear, which can cause diseases that support human survival. Peat water is one of the groundwater that does not meet health requirements that is used by some people who live in tidal or coastal areas. Due to this condition, it does not support the community to get clean water which causes the community to use peat water. Adsorption technology is one of the solutions to provide clean water in the village. The adsorbent used is activated carbon from cassava peels. It is hoped that this technology can help the surrounding community to help with the problem of lack of clean water
Penyuluhan Pembuatan Biopori Sebagai Solusi Alternatif Meminimalisir Banjir Di Kelurahan Kenali Besar Kota Jambi Edwin Permana; Ratih Dyah Puspitasari; Ngatijo; Nelson; Faizar Farid; Diah Riski Gusti; Intan Lestari; Maharani; Moh Nabawi; Tri Siswanto
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.112 KB) | DOI: 10.58466/literasi.v2i2.519

Abstract

Jambi is one of the provinces in Sumatra which has the potential of abundant natural resources. This must be based on the principles of sustainability, harmony, and best use, as well as the utilization of natural resources in the form of land and water as one of the basic assets of national development to achieve economic and ecological balance. Human activities by building buildings or other facilities without taking into account the area of ​​open land have resulted in reduced rainwater catchment areas. Another cause is the disposal of garbage in the flow of water bodies, so that water cannot flow smoothly which in turn results in overflow of water. Rainwater that becomes run off and garbage that is thrown carelessly, is then managed in a way so that it can be beneficial for the environment and humans themselves. Therefore, the idea of ​​making biopore infiltration holes arose where the main ingredient was organic waste. Partner priority problems are frequent flooding during the rainy season; the surrounding community does not have special skills to be able to make biopores as infiltration holes. The activity will be carried out using structured mentoring and training methods for making biopore infiltration holes. It is hoped that from this activity Partners can make biopori, activity videos and media article.
PENINGKATAN MANAJEMEN DAN BRANDING USAHA BERBASIS TEKNOLOGI DAN DIGITAL PADA USAHA MIKRO KECIL (UMK) SHOES CLEANING JAMBI Edwin Permana; Daniel Arsa; Faizar Farid; Aditya Denny Prabawa; Indra Lasmana Tarigan; Dhian Eka Wijaya; Ali Nurdin Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Jambi City. Shoe Cleaner was established in November 2019 and still needs to develop to be known in Jambi City. This business has not been noticed by many people because people do not know how to wash shoes properly, even though there are many methods of washing and raw materials available in the market. With the development of increasingly advanced science, it is necessary to have a new breakthrough in the operation of the shoe washing business in different ways and techniques, because at this time many people do not have residue on white shoes and the glue on shoes is damaged. Cleaning shoes also helps people who don't have much time to clean their shoes but want to keep their shoes clean. These two things are the main priorities in the formation of this cleaning shoe that is able to answer all the problems in society. Some of the challenges faced by UMK Shoes Cleaning include the not yet maximal use of the latest technology in shoe washing processes and the application of digital marketing to increase competitiveness and marketing that is still not right on target. it is necessary to improve operational management and provide training to continuously improve the skills of MSE actors and develop better related to the quality of products/services provided to consumers. The existence of UMK actors is very beneficial for increasing the income and welfare of the surrounding community. Abstrak Kota Jambi. Shoes Cleaning berdiri pada November 2019 dan masih perlu perkembangan agar dapat dikenal di Kota Jambi. Usaha ini memang belum banyak dilirik orang karena masyarakat tidak mengetahui bagaimana cara mencuci sepatu dengan benar, kendati cara melakukan pencucian dan bahan baku yang tersedia banyak dipasaran. Dengan perkembangan ilmu yang semakin maju maka perlu adanya terobosan baru dalam operasional usaha cuci sepatu dengan cara dan teknik berbeda, karena pada masa ini banyak orang yang mengeluh dengan adanya residu (noda kuning) pada sepatu berwarna putih dan lem pada sepatu menjadi rusak. Shoes cleaning ini juga membantu masyarakat yang tidak memiliki banyak waktu untuk membersihkan sepatu tetapi ingin sepatu mereka tetap bersih. Dua hal inilah yang menjadi prioritas utama dalam terbentuknya shoes cleaning ini yang mampu menjawab semua masalah pada masyarakat. Beberapa tantangan yang dihadapi oleh UMK Shoes Cleaning antara lain belum maksimalnya penggunaan teknologi terbaru dalam proses cuci sepatu dan penerapan digital marketing untuk peningkatan daya saing dan pemasaran yang masih belum tepat sasaran. dibutuhkan peningkatan manajemen operasional dan pemberian pendampingan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan sumber daya pelaku UMK secara kontinyu dan berkembang kearah yang lebih baik lagi terkait kualitas produk/jasa yang diberikan untuk konsumen. Eksistensi pelaku UMK ini sangat bermanfaat bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.