Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

MEKANISME KOPING DAN EFIKASI DIRI DENGAN MANAJEMEN PERAWATAN DIRI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 M Ramadhani Firmansyah
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 11, No 1 (2019): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v11i1.716

Abstract

Latar belakang: Mekanisme koping dan efikasi diri mempengaruhi bagaimana pasien diabetes melitus tipe 2 dalam melakukan manajemen perawatan diri. Manajemen perawatan diri merupakan hal yang sangat penting bagi penderita DM untuk mencapai kontrol gula darah yang baik, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup. Tujuan: untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dan efikasi diri dengan manajemen perawatan diri pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit bhayangkara palembang tahun 2018. Metode: penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe II yang berada di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Bhayangkara Palembang sebanyak 70 responden. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Oktober 2018. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil: Dari uji statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara mekanisme koping dengan manajemen perawatan diri dengan nilai p value=0,001 dan ada hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan manajemen perawatan diri dengan nilai p value=0,001. Saran: diharapkan rumah sakit dapat melakukan edukasi bagi pasien untuk dapat memiliki koping yang adaptif dan efikasi diri yang baik sehingga pasien dapat melakukan manajemen perawatan diri diabetes melitus tipe 2 sehingga dapat mencegah komplikasi diabetes melitus tipe 2.Kata Kunci: Mekanisme Koping, Efikasi Diri, Manajemen Perawatan Diri
Senam Diabetes terhadap Kadar Glukosa darah M Ramadhani Firmansyah
Masker Medika Vol 10 No 2 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i2.504

Abstract

Pendahuluan: Senam kaki diabetes merupakan salah satu latihan yang termasuk ke dalam terapi non-farmakologis yang dapat dilakukan oleh pasien diabetes melitus. Tujan: untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-postest. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang. Teknik pengambilan sampling dengan menggunakan purposive sampling. Analisi data menggunakan uji statistik t-test dengan taraf signifikan 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh senam kaki diabetes terhadap kadar glukosa darah dengan p-value 0,001 (p<0,05). Terdapat perbedaan kadar glukosa darah yaitu nilai rata-rata sebelum dilakukan senam diabetes adalah 333.60 mg/dL dan nilai rata-rata sesudah intervensi adalah 297.20 mg/dL. Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa senam kaki diabetes dapat dilakukan pada pasien diabetes melitus tipe 2 untuk menjaga kestabilan kadar glukosa darah dan pencegahan komplikasi neuropati perifer pada kaki. Kata Kunci: Senam Kaki Diabetes, Kadar Glukosa darah, Diabetes Melitus Tipe 2
Pengaruh Peer Group Support Dalam Pelaksanaan Therapeutic Community Terhadap Peningkatan Motivasi Residen Untuk Menjalani Rehabilitasi Rahayu Tri Nuritasari; Septi Viantri Kurdaningsih; M. Ramadhani Firmansyah
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 7, No 4 (2022): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v7i4.15383

Abstract

Objective: The purpose of this study was to determine the effect of peer group support in therapeutic community to motivation resident for rehabilitationMethods:  The research uses quantitative methods. This type of research is pre-experimental design with one group pretest-posttest. Sampling technique using total sampling with the number of respondents 80 residence.  Data collecting technique in this study is to distribute questionnares to respondents. The analysis technique in this study uses Wilcoxon signed rank test.Results:  The results of pre-test study 57,5% had low motivation and 27,5% had a moderate motivation, and after getting the intervention in getting resident who has a high motivation to increase to 70%.  Conclusion:  Peer group support in the implementation of the therapeutic community resident have a significant effect on motivation for rehabilitation.
MEKANISME KOPING DAN EFIKASI DIRI DENGAN MANAJEMEN PERAWATAN DIRI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 M Ramadhani Firmansyah
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 11, No 1 (2019): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v11i1.924

Abstract

Latar belakang: Mekanisme koping dan efikasi diri mempengaruhi bagaimana pasien diabetes melitus tipe 2 dalam melakukan manajemen perawatan diri. Manajemen perawatan diri merupakan hal yang sangat penting bagi penderita DM untuk mencapai kontrol gula darah yang baik, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup. Tujuan: untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dan efikasi diri dengan manajemen perawatan diri pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit bhayangkara palembang tahun 2018. Metode: penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe II yang berada di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Bhayangkara Palembang sebanyak 70 responden. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Oktober 2018. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil: Dari uji statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara mekanisme koping dengan manajemen perawatan diri dengan nilai p value=0,001 dan ada hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan manajemen perawatan diri dengan nilai p value=0,001. Saran: diharapkan rumah sakit dapat melakukan edukasi bagi pasien untuk dapat memiliki koping yang adaptif dan efikasi diri yang baik sehingga pasien dapat melakukan manajemen perawatan diri diabetes melitus tipe 2 sehingga dapat mencegah komplikasi diabetes melitus tipe 2. Kata Kunci: Mekanisme Koping, Efikasi Diri, Manajemen Perawatan Diri
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MEKANISME KOPING PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS M Ramadhani Firmansyah
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 1 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i1.967

Abstract

Latar belakang: Tindakan hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik tidak dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis harus memiliki mekanisme koping yang adaptif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Namun, bila mekanisme koping tersebut maladaptif maka dapat mempengaruhi penyakit tersebut sehingga dapat bertambah parah. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan mekanisme koping pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang sebanyak 56 responden. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni 2019. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil: Dari uji statistik menunjukkan tidak adanya hubungan jenis kelamin dan pendidikan dengan mekanisme koping dengan nilai p-value=1,000 dan p-value=0,846 dan ada hubungan yang bermakna antara self efficacy dengan mekanisme koping dengan nilai p value=0,001. Saran: Diharapkan rumah sakit dapat melakukan edukasi dengan melakukan penyuluhan tentang pentingnya mekanisme koping yang adaptif bagi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci: Mekanisme Koping, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis
SENAM REMATIK TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI RHEMATOID ARTHRITIS PADA LANSIA Rahmalia Afriyani; Nyayu Uswatun Hasanah; M. Ramadhani Firmansyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14798

Abstract

Rheumatoid Arthritis yang menyebabkan benjolan pada sendi atau juga bisa menyebabkan peradangan sendi. Dalam penanganan rheumatoid arthritis dapat dilakukan dengan pengobatan non-farmakologi seperti senam rematik. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh senam rematik terhadap penurunan skala nyeri Rheumatoid Arthritis Penelitian ini merupakan penelitian Pre eksperimental dengan pendekatan one grup pretest-postest design, dan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia dengan jumlah sampel 29 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27 Mei – 16 Juni tahun 2022. Rerata Skala nyeri pada sebelum dilakukan senam rematik adalah 4 sedangkan rerata skala nyeri setalah dilakukan senam rematik adalah 2. Leboh lanjut hasil uji Wilcoxon di dapatkan p-value = 0,001 yang artinya  terdapat perbedaan  yang signifikan pada nilai rerata skala nyeri Rheumatoid Arthritis  sebelum dan sesudah dilakukan senam rematik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian terapi senam rematik terhadap penurunan nyeri Rheumatoid Arthtritis. Gerakan senam yang sederhana dapat dilakukan oleh lansia secara tertatur satu kali setiap minggunya selama satu bulan dalam  dapat menurunakan skala nyeri Rheumatoid Arthritisyang dialami. Diharapkan dapat menjadi sumber referensi khususnya pada senam rematik sebagai pengobatan non-farmakologi yang gunanya untuk penurunan nyeri sendi pada Rheumatoid Arthritis terhadap lansia penderita rematik.
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA MELALUI SOSIALISASI PENULARAN PENYAKIT TUBERCULOSIS sundoro, totok; Ramadhani Firmansyah
HIKMAYO: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AMAYO Vol. 3 No. 2 (2024): HIKMAYO : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : LPPM Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56606/hikmayo.v3i2.228

Abstract

Tuberkulosis (TBC) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan, terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Kasus TBC di Daerah Istimewa Yogyakarta masih tinggi dan bertambah. Berbagai upaya yang dilakukan untuk menurunkan Angka kejadian tinggi oleh pemerintah. Mulai dari imunisasi program POS hingga program pengawasan minum obat untuk penderita yang telah didiagnosis tuberkulosis. Salah satu yang merupakan elemen masyarakat produktif yang mampu memiliki peran dalam membantu Pemerintah dalam upaya untuk pengawasan tuberculosis adalah remaja. Remaja memerlukan kegiatan yang selalu memberikan inovasi, yang tidak hanya terbatas pada pengobatan saja tetapi yang diperlukan lebih dari itu yaitu kegiatan yang sifatnya pencegahan dan promosi kesehatan seperti penyuluhan, pendidikan kesehatan, dan sosialisasi. Tujuan dari kegiatan pengadian ini adalah untuk memberikan pemahaman pada generasi muda khususnya pada siswa siswi di sekolah dalam memberikan pemahanan cara mencegah kejadian dan penyebaran tuberculosis. Kegiatan ini dilakukan di SMK Cipta Bhakti Husada Yogyakarta dan diikuti oleh 25 siswa. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pemasangan banner dilingkungan sekolah tentang penyakit TBC agar dapat pemberian pehamanan terhadap 25 orang siswa.
PENTINGNYA SELF CARE BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 M Ramadhani Firmansyah; Helsy Desvitasari; Apriani; Latifah; Dedi Pahrul
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i1.426

Abstract

Diabetes melitus disebabkan oleh ketidakmampuan kelenjar pankreas menghasilkan insulin, adanya kekurangan kadar insulin, sehingga menyebabkan kadar glukosa dalam darah meningkat. Bila kadar glukosa dalam darah terus meningkat maka dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Selfcare merupakan kemampuan seseorang dalam merawat dirinya sendiri sehingga mempunyai kemampuan untuk mempertahankan kesehatan dan kesejahteraannya. Perawatan diri diabetes adalah tindakan yang dilakukan untuk membantu mengontrol gula darah sehingga dapat menghasilkan kondisi kesehatan yang lebih baik. Selfcare yang bisa dilakukan oleh penderita diabetes melitus antara lain : diet, aktivitas fisik, perawatan kaki, minum obat secara teratur dan kontrol gula darah. Untuk dapat mengontrol kadar gula darah penderita tersebut perlu dilaksanakan promosi kesehatan tentang pentingnya selfcare bagi penderita diabetes melitus tipe 2. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yaitu didapatkan Tingkat pengetahuan kurang pada peserta sebanyak 22 orang (63%) lebih banyak dibandingan dengan Tingkat pengetahuan baik sebanyak 7 orang (20%) dan Tingkat pengetahuan cukup sebanyak 6 orang (17%). Setelah dilakukan penyuluhan tentang diabetes selfcare bahwa Tingkat pengetahuan baik pada peserta sebanyak 21 orang (60%) lebih banyak dibandingan dengan Tingkat pengetahuan cukup sebanyak 9 orang (26%) dan Tingkat pengetahuan cukup sebanyak 5 orang (14%). Diharapkan penderita diabetes melitus tipe 2 dapat menambah wawasan pengetahuan penderita agar dapat menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik atau latihan secara teratur, mengecek gula darah secara teratur, dan menjaga perawatan kaki.
Health Education and Diabetes Wound Care for the Elderly in Padang Pasir Village Community Yannerith Chintya; M Ramadhani Firmansyah; Jenti Sitorus; Nonok Karlina; Nuraini
Sustainable Applied Modification Evidence Community (SAMEC) Vol 2 No 1 (2025): June, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/samec.v2i1.155

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that has increased significantly in the last two decades, especially in the elderly population. This study aims to design and implement a comprehensive health education and diabetic wound care program for the elderly in urban communities. Methods. This study involved 30 elderly people who suffer from type 2 diabetes mellitus and live in the Padang Pasir Village area. The research instruments consisted of a knowledge questionnaire on diabetic wound care and a foot care skills observation sheet, which had been tested for validity and reliability in a previous study. Data was collected through questionnaires that were completed before and after the intervention. Results. The average overall knowledge score increased from 57.9  10.5 at the pre-test to 82.6  8.4 at the post-test, with a difference of +24.7 points. The knowledge aspect of foot wound prevention showed the highest increase, from 58.0  9.8 to 85.5  7.5, which reflects that after education, the elderly are more aware of the importance of preventive measures such as the use of appropriate footwear and regular foot examinations. Statistical analysis using paired t-test showed that the increase in knowledge and skills of the elderly after education was significant (p = 0.000). Conclusion. The educational intervention designed in this study was statistically and clinically effective, and can be recommended for wider implementation as part of a strategy to improve the quality of life of elderly people with diabetes.
The Relationship of Disease Perception and Duration of Suffering to Self-Care Management in Patients with Diabetes Mellitus in Rimbo Recap Village, South Curup District, Rejang Lebong Bengkulu 2025 Rustam Aji Rochmat; M Ramadhani Firmansyah; Rahayu Tri Nuritasari; Yeni Trisna Purba; Esa Zahirah
Professional Evidence-based Research and Advances in Wellness and Treatment Vol. 2 No. 2 (2025): April, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/perawat.v2i2.137

Abstract

Self-care management is a crucial element in Diabetes Mellitus (DM) control, but is influenced by internal factors such as disease perception and duration of illness. This study aims to analyze the relationship between disease perception and duration of suffering with self-care management in patients with DM in Rimbo Recap Village, South Curup District, Rejang Lebong Regency, Bengkulu Province. Methods: This research design is quantitative cross- sectional with a sample of 60 DM patients selected by purposive sampling from the patient list of the Watas Marga Health Center. Results: There is a significant relationship between disease perception (p = 0.002) and duration of suffering (p = 0.000) with self-care management in patients with DM. Conclusion: Continuous educational interventions and psychosocial strategies are recommended to improve positive perceptions and maintain long-term self-care behaviors.