Claim Missing Document
Check
Articles

PENURUNAN DEBIT PUNCAK HIDROGRAF BANJIR DENGAN PENAMBAHAN LUBANG PORI PADA PAVING BLOCK Mutiara, Ilhama; Andayono, Totoh
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v5i2.105283

Abstract

Floods are events that occur as a result of severe hydrological conditions. In general, floods and droughts occur as a result of extreme climatic conditions, hydrological imbalances and inappropriate land use. To reduce the risk of damage due to flooding, flood control efforts are needed. Reducing peak flood discharge is an effort to reduce the impact of flooding by increasing the water that seeps into the ground. This can be done in several ways, such as retention ponds and absorption wells. By increasing the water that seeps into the ground, it is hoped that it can reduce peak flood discharge and minimize the impact of flooding that occurs. One of the pervious paving used is modified paving blocks. This research aims to find out how much runoff occurs and how effective the modified paving blocks are in reducing peak flood discharge.Data collection was carried out experimentally using an artificial rain simulator. The simulator tool that has been designed has dimensions of 120 cm x 60 cm and is equipped with a shower and flowmeter for water discharge. The paving blocks used are hexagons which are commonly used for the surface layer of the soil. The data that has been obtained is analyzed in terms of runoff coefficient (C) and peak flood discharge data using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph method.Based on the results of the analysis, the runoff coefficient value (C) was obtained, paving blocks without pore holes had the highest runoff coefficient with values ranging from 0.26 – 0.82, paving blocks with a ratio of 2% produced surface runoff coefficient values ranging from 0.25 – 0.81, paving blocks with a ratio of 5%, the resulting surface runoff coefficient value ranges from 0.23 – 0.78, paving blocks with a ratio of 7%, the resulting surface runoff coefficient value ranges from 0.14 – 0.74, and paving blocks with The resulting 10% ratio of surface runoff coefficient values ranges from 0.07 to 0.71. For the Hydrograph method, the results obtained were that the peak flood discharge occurred at the 20th minute, the highest peak flood discharge was found on paving blocks without pores at 11.24m3/sec and the lowest peak discharge was found on paving blocks with a 10% ratio of 8.95m3/sec . So, the reduction in peak flood discharge is 2.29m3/sec or equal to 9.45%.
MODEL DINAMIS KETERSEDIAAN AIR PADA BATANG ANTOKAN DALAM UPAYA PEMENUHAN BERBAGAI KEBUTUHAN Aini, Sri Zahratul; Andayono, Totoh
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v5i3.110683

Abstract

Air merupakan komponen yang penting bagi kehidupan. Kebutuhan air selalu terkait dengan kebutuhan pangan dan aktivitas pertumbuhan penduduk, perrtumbuhan penduduk selalu meningkat sedangkan ketersediaan air yang semakin berkurang. Kecamatan Tanjung raya dan Lubuk Basung adalah salah satu daerah yang dilalui oleh sungai Batang Antokan dan termasuk kedalam Daerah Aliran Sungai Batang Antokan, dimana pertumbuhan penduduknya yang terus meningkat dari tahun ke tahun, namun ketersediaan air yang berasal dari Batang Antokan yang relatif terbatas. Untuk mengetahui apakah ketersediaan air memenuhi berbagai kebutuhan atau tidak untuk 20 tahun ke depan diperlukan pemodelan sistem dinamis yang dirancang menggunakan softwere Powersim Studio 10. Penelitian ini menggunakan pemodelan dengan pendekatan sistem dinamis dynamic system sedangkan metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Prosesnya dimulai dengan membaca literatur, mengumpulkan data, mengolah data, dan membuat model dinamis. Tujuan dari sistem pengelolaan air dinamis ini adalah untuk memprediksi kebutuhan dan ketersediaan air pada DAS Batang Antokan serta neraca keseimbangan stoknya selama 20 tahun, dari tahun 2022 hingga 2042. Hasil penelitian ini diperoleh Stabilitas neraca stok yang menandakan bahwa meskipun kebutuhan air meningkat, ketersediaan air yang ada masih cukup untuk mencakup kebutuhan tersebut tanpa kekurangan. Sistem pasokan air mampu mengakomodasi peningkatan kebutuhan air dalam jangka panjang, berkat stabilitas dalam ketersediaan air dan adanya neraca stok yang cukup besar.
Infiltration capacity based on soil geophysical constants using artificial infiltration in residential land Andayono, Totoh; Mera, Mas; Junaidi, Junaidi; Dalrino, Dalrino
Teknomekanik Vol. 7 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/teknomekanik.v7i2.31372

Abstract

Conversion of catch-land into residential land in urban areas reduces infiltration, and increases surface flow and flood risk. Artificial infiltration is a potential solution to increase infiltration capacity, but its effectiveness is highly dependent on the physical characteristics of the soil, including geophysical constants. This study aims to determine the level of infiltration capacity based on the value of soil geophysical constants using artificial infiltration in residential land in Padang. Measurements were carried out using the Horton method and double-ring infiltrometer in several residential locations. The study results show that the soil characteristics of residential land in Padang consist of the soil texture of sand, loamy sand, and sandy loam, which have high moisture content, large fill weight, and low porosity, causing low infiltration rate and high surface flow. Artificial infiltration can significantly increase the infiltration capacity, especially on sandy soils with high hydraulic conductivity. The soil geophysical constant, k, is classified according to field measurement results. In the lower range of 1.2 < k ≤ 1.9, the average infiltration capacity was found at 625.1 mm/hour. Within the interval of 1.9 < k ≤ 2.6, the mean capacity decreased to 587.7 mm/hour, but in the upper interval of 2.6 < k ≤ 3.3, the average infiltration capacity was 499 mm/hour. Large soil geophysical constants reveal higher infiltration capacity, while small geophysical constants indicate low infiltration capacity.
PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI UPAYA MENGURANGI GENANGAN BANJIR DI SDN 07 PASAMAN KABUPATEN PASAMAN BARAT Andayono, Totoh; Juliafad, Eka
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 5 No 4 (2024): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v5i4.118483

Abstract

Banjir sering melanda Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, akibat curah hujan tinggi rata-rata 550 mm per bulan dengan 13,3 hari hujan. SDN 07 Pasaman, yang terletak di kawasan pusat ekonomi, sering mengalami genangan banjir setinggi 5 hingga 30 cm karena perubahan tata guna lahan, berkurangnya vegetasi, dan sistem drainase yang buruk. Genangan ini membutuhkan waktu hingga dua hari untuk surut. Untuk mengurangi dampak banjir, dilakukan upaya peningkatan resapan air melalui pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB), yang merupakan solusi sederhana, murah, dan efektif. LRB membantu meningkatkan daya serap tanah terhadap air dan mengurangi sampah organik. Sebanyak 12 LRB telah dibuat di halaman SDN 07 Pasaman sebagai langkah awal, dengan rencana perluasan melalui pelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pelatihan pembuatan dan manfaat LRB telah diberikan kepada siswa, guru, dan staf sekolah, baik secara teori maupun praktik. Hasil perhitungan dari luas lahan SDN 07 Pasaman sekitar 10,867 m2 , untuk luas sekitar 5000 m2 lahan yang terbuka dibutuhkan1667 hingga 2500 LRB. Poster panduan juga disiapkan sebagai referensi untuk mendukung pembuatan LRB di sekolah.
Pengaruh Tekstur Tanah Terhadap Kapasitas Infiltrasi Pada Daerah Pengembangan Permukiman Di Kecamatan Kuranji Kota Padang Fadhli, Rusdiani; Andayono, Totoh
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v11i1.23661

Abstract

Tekstur tanah adalah kondisi tingkat kehalusan tanah yang terjadi sebab adanya perbedaan komposisi kandungan fraksi liat, pasir dan debu yang terkandung pada tanah. Sedangkan infiltrasi adalah suatu proses masuknya air ke dalam tanah secara vertikal melalui permukaan tanah. Penelitian ini dilaksanakan di daerah perumahan yang berada di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang termasuk ke dalam jenis penelitian kuantitatif. Pada penelitian ini dilakukan uji tekstur tanah dan uji infiltrasi, tujuannya untuk mengetahui berapa besar pengaruh tekstur tanah terhadap kapasitas infiltrasi pada perumahan di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Untuk uji infiltrasi menggunakan double ring infiltrometer. Prinsip pengukuran dengan melihat penurunan air pada ring dalam setiap jangka waktu tertentu. Model yang digunakan untuk analisis kapasitas infiltrasi yaitu model Horton. Untuk uji tekstur tanah menggunakan sampel tanah yang diperoleh di lapangan, kemudian dilakukan uji laboratorium dengan dua cara yaitu analisa saringan dan uji hidrometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infiltrasi terhadap tekstur tanah di daerah perumahan Kecamatan Kuranji memiliki hubungan yang signifikan (berarti), dengan pengaruh tekstur tanah terhadap infiltrasi yaitu 57,9% dan sisanya 42,1% dipengaruhi oleh parameter-parameter lain seperti, vegetasi tanah, kepadatan tanah,kelembaban tanah, angka pori, dan karakteristik air yang berinfiltrasi.
Nagari Mandiri Energi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Krismadinata, Krismadinata; Asnil, Asnil; Husnaini, Irma; Andayono, Totoh; Yandra, Muvi; Lapisa, Remon
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22, No 3 (2022): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.03430

Abstract

Energi  listrik  merupakan  kebutuhan  pokok  yang  sangat  penting  bagi  kehidupan  manusia,  dimana  semua  aktifitas manusia  berhubungan  dengan  energi  listrik.  Listrik sebagai sumber kehidupan masyarakat  selain  berfungsi  sebagai  penerangan,  juga  berfungsi  sebagai  energi  dalam  mengembangkan  segala  usaha  dan aktifitas sehari-hari. Pada beberapa daerah di Indonesia masih ada kawasan yang belum mendapatkan energi listrik seperti di Kelurahan Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang khususnya pada kawasan Ngalau Baribuik. Melihat kondisi di sekitar Ngalau Baribuik, masih ada potensi untuk membangun PLTMH sekitar 5KW. Artikel ini membahas mengenai pembangunan PLTMH yang dimulai dari studi kelayakan, detail engineering design, pembuatan turbin, pengerjaan sipil dan elektrikan. Metode yang digunakan dalam pembangunan system kelistrikan di Ngalau Baribuik dengan menerapkan metoda ilmiah
Peningkatan Jumlah Rumah Terpasang Aliran Listrik di Perkampungan Ngalau Baribuik Kota Padang Asnil, Asnil; Candra, Oriza; Myori, Dwiprima Elvanny; Eliza, Fivia; Krismadinata, Krismadinata; Husnaini, Irma; Lapisa, Remon; Andayono, Totoh; Yandra, Muvi
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 23, No 1 (2023): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.02790

Abstract

Perkampungan Ngalau Bribuik terletak di kelurahan Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang. Pada daerah ini terdapat lebih dari 24 kepala keluarga yang sampai saat ini masih belum menikmati energi listrik dari PLN. Upaya memenuhi kebutuhan terhadap energi listrik, masyarakat memanfaatkan Pembangkit Listrik Mikro Hidro dengan kapasitas terpasang 10 Kw. Namun kapasitas ini masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga banyak keluarga yang belum menikmati energy listrik. Dari hasil survey yang dilakukan, instalasi listrik terpasang di rumah warga juga masih bisa dikatakan belum layak pakai. Menyikapi hal tersebut, upaya yang dilakukan oleh Tim pengabdi adalah dengan melakukan kajian secara menyeluruh terhadap instalasi terpasang di rumah warga untuk melihat kelayakannya. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, tim pengabdi melakukan perbaikan dan penggantian komponen instalasi listrik serta penataan ulang kembali instalasi yang ada di rumah warga. Selain dari itu, tim pengabdi juga melakukan pemasangan instalasi baru pada beberapa rumah warga di Perkampungan Ngalau Baribuik.
Hubungan Laju Infiltrasi terhadap Peningkatan Aliran Permukaan di Daerah Pengembangan Permukiman Kota Padang Sari, Rani Widya; Andayono, Totoh
CIVED Vol. 9 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v9i3.346

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada lahan permukiman yaitu aliran permukaan (run off) akibat limpasan air hujan pada saat terjadinya curah hujan yang tinggi. Perubahan lahan akibat lahan permukiman diperkirakan akan berdampak pada perubahan arah limpasan yang akan mengarah ke permukiman. Pengujian ini bertujuan mengetahui berapa besar peningkatan nilai infiltrasi terhadap aliran permukaan di lahan permukiman kota Padang. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen dimana data terkait parameter infiltrasi seperti data laju infiltrasi, kapasitas infiltrasi, aliran permukaan dan intensitas hujan. Pengambilan data parameter infiltrasi dilakukan dengan menggunakan (double ring infiltrometer digital) dan data curah hujan untuk menunjukan hubungan laju infiltrasi terhadap aliran permukaan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didaerah pengembangan permukiman kota Padang, maka diperoleh nilai infiltrasi dan aliran permukaan pada masing-masing lokasi. Pada saat curah hujan diperkirakan konstan, infiltrasi yang terbesar terjadi di awal hujan (f0) pada waktu ke 0,02 jam, sedangkan tanah mulai jenuh pada saat air keluar yaitu pada waktu jam ke 0.20. Tanah mulai jenuh total pada saat berpotongan pada jam ke 0,40 dengan intensitas hujan sebesar 128,24cm3/jam. Dimana semakin besar laju infiltrasi maka semakin kecil aliran permukaan (run off) begitu juga sebaliknya. Artinya semakin besar laju infiltrasinya maka semakin kecil terjadi banjir ataupun terjadinya genangan.
Pengaruh Permeabilitas Tanah terhadap Laju Infiltrasi di Daerah Pengembangan Permukiman Kota Padang Nasution, Hoirunjamiah; Andayono, Totoh
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.364112

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk di kota Padang mengakibatkan kebutuhan lahan di kota Padang semakin meningkat dan berdampak pada pembangunan. Hal ini menyebabkan daerah resapan air hujan di kota Padang sangat sulit ditemukan, karena banyak lahan hijau telah beralih fungsi menjadi kawasan permukiman hingga areal pertokoan dan pusat-pusat perkantoran. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengungkapkan seberapa besar pengaruh permeabilitas tanah terhadap laju infiltrasi di daerah pengembangan permukiman kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data yang digunakan berupa data primer yang didapatkan langsung dilapangan berupa data nilai laju infiltrasi dengan menggunakan alat Turf-Tec Infiltrometer, dan didapatkan dari pengukuran di Laboratorium berupa data nilai gradasi butiran (tekstur tanah) yang hasilnya didapatkan dari uji saringan (ayakan) dan uji hidrometer, serta data nilai permeabilitas dengan menggunakan alat permeameter. Sedangkan data sekunder didapatkan pada literatur atau arsip pemerintahan. Berdasarkan hasil uji permeabilitas tanah dan uji infiltrasi, diperoleh hasil bahwa tidak ada hubungan (tidak berkorelasi) antara permeabilitas tanah dan laju infiltrasi pada daerah pengembangan permukiman di kota Padang. Sedangkan permeabilitas tanah hanya berpengaruh sebesar 4,9 % terhadap laju infiltrasi.
Sumur Resapan untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Bagi Masyarakat Kenagarian Aia Gadang Pasaman BaratSumur Resapan untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Bagi Masyarakat Kenagarian Aia Gadang Pasaman Barat Sandra, Nevy; Andayono, Totoh; Arbi, Yaumal; Maulana, Majid
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.387112

Abstract

Setiap tahun pertumbuhan penduduk semakin meningkat yang mengakibatkan berubahnya fungsi area lahan resapan air sebagai penopang kebutuhan air manusia dan makhluk hidup lainnya menjadi area pemukiman dan perladangan dan persawahan serta peruntukkan lainnya. Hal ini mengakibatkan berkurangnya area resapan dangkal sehingga cadangan air tanah menjadi semakin menipis. Menyikapi perubahan lahan pertanian dan DAS diperlukan solusi tepat dan jangka pendek di kalangan masyarakat pertanian untuk memenuhi kebutuhan air pertanian, yaitu memanfaatkan curah hujan daerah yang melimpah. Sumur resapan menggunakan teknologi sederhana dengan menahan laju air hujan agar tidak menjadi limpasan langsung ke drainase. Beberapa sumur resapan individual ini diolah dan disatukan kedalam bangunan penangkap (reservoir) yang nantinya bisa langsung dimanfaatkan bagi sektor produktif yaitu pelaku usaha pertanian dan perladangan serta sektor non-produktif yaitu pemakaian rumah tangga. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Kenagarian Aia Gadang Kabupaten Pasaman Barat. Pembangunan konstruksi sumur resapan percontohan melibatkan masyarakat kenagarian serta monitoring pasca konstruksi dan pelatihan tenaga lokal untuk pengelolaan berkelanjutan. Konstruksi bangunan sumur serapan yang dibangun mengambil sampel 2 (dua) unit rumah yang akan dikomunalkan dengan satu buah reservoir dan disediakan pipa saluran air lengkap dengan aksesorisnya yang bisa langsung digunakan oleh masyarakat sekitar.