Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN IPS MI/SD TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL MAHASISWA PGMI UNISKA MAB BANJARMASIN Barsihanor, Barsihanor; Hafiz, H. Abdul
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 2, No 1 (2018): JMIE: JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.657 KB) | DOI: 10.32934/jmie.v2i1.56

Abstract

This research aims to know the influence of learning Education sosial studies elementary school against the formation of character social care students elementary school Islamic University of Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin. This research using quantitative research approach with this type of correlation is Expost Facto. As for the data source or the respondents in this study are students elementary school Islamic University of Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin four semester. As for the data collection Techniques used are observation, documentation, and question form. Before doing research, the instrument of research first tested the validity and reliability. The next test of its homogeneity and normality. After the data collected recently done data analysis. Analysis of the data used is the formula of the percentage and simple linear regression. From the results of the research there are the influence that is experienced by sosial studies education learning toward the formation of social caring character of students is 67%, and 33% there are other factors that influence.
Peran Guru Pendamping Khusus pada Program Layanan Pendidikan Inklusi di TK Idaman Banjarbaru Siti Liani; Barsihanor Barsihanor; Abdul Hafiz
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.464 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v3i1.828

Abstract

The concept of learning in inclusion education requires the right strategy. The strategy is tailored to the needs of children with special needs. Ability in classroom management is emphasized for a teacher in an inclusion school, in addition, teachers are required to have competencies in managing learning and understanding aspects of children's development. This research aims to find out the role of special companion teachers in the program inclusion education services at Tk Idaman Banjarbaru. The role of a special companion teachers in the inclusion education service program at Tk Idaman Banjarbaru is carried out in several ways, namely: assessing students at the beginning of the new school year by involving psychologists to find out the types and levels of problems that children experience, making  Individual Learning Programs that are suitable for children with special needs, which are carried out through learning in the classroom and also through resource space provided in order to provide stimulus to ABK, and play a role in assessing, and edification of standards / indicators that have been adjusted to the circumstances of students with special needs.
Oligarki dan Jaringan Patronase: Dinamika Kebijakan Pertambangan Batu Bara di Kabupaten Tanah Bumbu As'ad, Muhammad Uhaib; Barsihanor, Barsihanor; Sobirin, Sobirin; Hergianasari, Putri
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/politika.14.1.2023.1-17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran oligarki lokal dan jaringannya dalam kebijakan pertambangan batubara serta menganalisis relasi bisnis dan politik sebagai jaringan patronase dan implikasinya terhadap dinamika ekonomi dan politik lokal di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang dikerangkai dengan teori oligarki Winters dan Robison-Hadiz. Alasan memilih Kabupaten Tanah Bumbu sebagai lokasi penelitian, secara empiris wilayah ini menjadi epicentrum eksploitasi tambang dan lahirnya sejumlah oligarki lokal kroni kapitalis yang memiliki pengaruh bisnis dan kekuasaan. Hasil penelitian ini yaitu bahwa sejumlah perusahaan tambang batubara bukan saja sebatas aktivitas ekonomi-bisnis saja, akan tetapi telah merambah kepada wilayah politik kekuasaan. Artikel ini menyimpulkan bahwa sumber daya tambang batubara telah menjadi instrumen persekongkolan para aktor politik dan aktor bisnis (pengusaha tambang) untuk membangun jaringan patronase politik dan bisnis. Jaringan patronse politik dan bisnis semakin terstruktur. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung sebagai praktaik demokrasi pasca reformasi telah melahirkan transisi demokrasi yag memberikan ruang dan kesempatan bagi para aktor bisnis.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENANGANI KESULITAN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD BARITO KUALA Arifin, M. Fahmi; Barsihanor; Hafiz , Abdul
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru memegang peranan sangat penting dalam tercapainya tujuan pembelajaran Matematika SD. Seiring berjalannya waktu, terjadilah berbagai dinamika dalam kehidupan, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Hal itu menjadi bagian dari munculnya berbagai kesulitan guru Matematika SD dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Guru harus terus berupaya meningkatkan kompetensi yang dimiliki agar dapat dengan baik menghadapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran Matematika sehingga ia dapat menunaikan tugasnya sebagai Pendidik secara Optimal. PKM ini bertempat di SDN Kolam Kiri dengan melibatkan 6 Guru matematika di SDN tersebut dan guru-guru KKG Gugus Karsa di Barito Kuala yang berjumah 39 orang. SDN tersebut memiliki beberapa kendala dalam pembelajaran Matematika di antaranya belum optimalnya kompetensi yang dimiliki guru dalam menangani kesulitan yang dihadapi pada pembelajaran Matematika. Tujuan PKM ini untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran Matematika. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan metode ABCD (Asset-Based Community Development). Sebuah metode yang memanfaatkan aset yang sudah tersedia dimasyarakat dan partisipasi masyarakat merupakan bidikan utama sehingga hasilnya masyarakat dapat menolong dirinya sendiri dari permasalahan. Berdasarkan instrumen angket dan hasil wawancara yang digunakan pada pengabdian ini, kegiatan pengabdian ini menunjukan ada peningkatan kompetensi yang dimiliki guru dalam menghadapi permasalahan dalam pembelajaran Matematika.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH PENGGERAK DI KOTA BANJARMASIN Zilda Humaira; Barsihanor; Jumiati; Barsihanor, Barsihanor
Limas PGMI Vol 5 No 1 (2024): Limas Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/harpkt21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak di kota Banjarmasin dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi kasus dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa di SDIT Al Firdaus Banjarmasin. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, display, dan verifikasi. Peneliti menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum merdeka di sekolah unggulan SDIT Al Firdaus Banjarmasin dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1) Tahap perencanaan, melibatkan in-house training dan mendatangkan tenaga ahli dalam pembelajaran kurikulum mandiri. 2) Tahap pelaksanaan, meliputi penyiapan bahan ajar bagi guru dan pelaksanaan pretest bagi siswa. 3) Evaluasi, meliputi monitoring dan evaluasi format, monitoring dan evaluasi modul pengajaran, monitoring dan evaluasi pelaksanaan proyek penguatan profil siswa Pancasila, dan monitoring dan evaluasi format laporan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan kurikulum Merdeka di SDIT Al Firdaus Banjarmasin antara lain: 1) Faktor pendukung seperti in-house training, monitoring dan evaluasi modul pengajaran, bahan ajar yang relevan, diskusi, dan faktor penghambat. 2) Faktor penghambat terdiri dari kesulitan dalam membuat soal, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, dan tantangan dalam melakukan penilaian.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH PENGGERAK DI KOTA BANJARMASIN Zilda Humaira; Barsihanor; Jumiati; Barsihanor, Barsihanor
Limas PGMI Vol 5 No 1 (2024): Limas Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/harpkt21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak di kota Banjarmasin dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi kasus dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa di SDIT Al Firdaus Banjarmasin. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, display, dan verifikasi. Peneliti menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum merdeka di sekolah unggulan SDIT Al Firdaus Banjarmasin dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1) Tahap perencanaan, melibatkan in-house training dan mendatangkan tenaga ahli dalam pembelajaran kurikulum mandiri. 2) Tahap pelaksanaan, meliputi penyiapan bahan ajar bagi guru dan pelaksanaan pretest bagi siswa. 3) Evaluasi, meliputi monitoring dan evaluasi format, monitoring dan evaluasi modul pengajaran, monitoring dan evaluasi pelaksanaan proyek penguatan profil siswa Pancasila, dan monitoring dan evaluasi format laporan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan kurikulum Merdeka di SDIT Al Firdaus Banjarmasin antara lain: 1) Faktor pendukung seperti in-house training, monitoring dan evaluasi modul pengajaran, bahan ajar yang relevan, diskusi, dan faktor penghambat. 2) Faktor penghambat terdiri dari kesulitan dalam membuat soal, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, dan tantangan dalam melakukan penilaian.
Strategies for Integrating Multicultural Education and Religious Education to Strengthen the Multicultural Character of Elementary School Students Barsihanor, Barsihanor; Rofam, Galuh KMR; Hafiz, Abdul
Journal of Integrated Elementary Education Vol. 4 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang in collaboration with PD PGMI Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jieed.v4i2.22790

Abstract

Religious education and multicultural education in elementary schools are considered very important in addressing the increasing issue of moral decay among children. This study aims to describe the strategy of integrating the interconnection of religious and multicultural education in strengthening the character of elementary school students. This study uses a qualitative approach of the case study type with the objects of the principal, teachers, and students. Research data were collected through observation, interviews, and documentation. The collected data were then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Researchers use triangulation techniques and triangulation sources to obtain data validity. This study found that integrating the interconnection of religious education and multicultural education strengthens the character of elementary school students by integrating-interconnecting certain values in the curriculum and the learning process, namely equality, unity, justice, kinship, tolerance, and love of peace. The results of this study not only provide theoretical contributions to character formation through religious and multicultural education and offer practical insights for elementary schools in forming students' characters through the integration of religious and multicultural education.
Learning Media Technological Competence for Teachers Using the Canva Application Hafiz, Abdul; Barsihanor, Barsihanor; Arifin, M Fahmi
Communautaire: Journal of Community Service Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/communautaire.v3i2.529

Abstract

This study aims to enhance teachers' technological competence in creating learning media using the Canva application for teachers in madrasah ibtidaiyah, emphasizing its role in improving the quality of teaching and student engagement. The study highlights the increasing demand for interactive and visually appealing educational content in modern teaching environments, necessitating teachers' proficiency in utilizing technology-based tools. The research employed a qualitative approach with data gathered through interviews, observations, and documentation. The methods included participatory action research to provide teachers with hands-on experience mastering Canva. Key activities involved lectures, practical workshops, and collaborative evaluations, enabling participants to develop skills systematically. Findings revealed significant improvements in teachers' abilities to design engaging and visually compelling educational content. Interviews indicated increased enthusiasm and confidence among teachers, while observations demonstrated a positive learning curve in mastering Canvas features. Documentation highlighted learning materials' enhanced quality and interactivity, leading to higher student motivation and participation. These findings contribute to the broader discourse on integrating technology in education, showcasing Canva's potential as an accessible tool for empowering teachers and enhancing the learning experience.
Implementasi Pembelajaran Matematika SD Pada Kurikulum Merdeka Di Sekolah Penggerak Kota Banjarmasin M. Fahmi Arifin; Barsihanor; Abdul Hafiz; Tutus Rani Arifa
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.1723

Abstract

Kurikulum merdeka ditawarkan pada satuan Pendidikan dengan mengharapkan sekolah penggerak dapat menerapkan kurikulum merdeka dan menjadi contoh bagi sekolah lain yang belum mengimplementasikan kurikulum merdeka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran Matematika SD pada sekolah penggerak di kota Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penggalian data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi sumber dan Teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan sekolah penggerak di kota Banjarmain telah mengimplementasikan kurikulum merdeka meliputi perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasinya. Hasil penelitian ini menunjukkan implementasi kurikulum Merdeka pada pembelajaran Matetmatika mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi di SD Penggerak Kota Banjarmasin telah berjalan dengan baik. Dukungan dari pemerintah, dinas pendidikan, komite sekolah, sekolah lainnya, dan orangtua turut memberikan kemajuan dalam implementasi tersebut. Kendati demikian, masih ada satu kendala dalam implementasi kurikulum merdeka tersebut, diantaranya adalah perlunya optimalisasi kompetensi guru yang perlu terus dilakukan agar tugas yang dijalankan sebagai seorang pendidik dapat terlaksana secara Optimal. Sharing dan jalinan kerjasama yang baik terkait implementasi kurikulum Merdeka antar elemen yang terkait dalam dunia pendidikan harus terus dilakukan agar implementasi ini dapat berjalan lebih optimal lagi.
ISLAMIC-ORIENTED CHARACTER EDUCATION FOR ENVIRONMENTAL SUSTAINABILITY: A CASE STUDY OF PRIMARY SCHOOLS IN BANJARMASIN Kartika MR, Galuh Nashrulloh; Hafiz, Abdul; Barsihanor, Barsihanor
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 10, No 1 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v10i1.16481

Abstract

This study explores the implimentation and implications of Islamic-based environmentally sustainable character education in elementary schools in Banjarmasin. Using a qualitative case study approach, the research focuses on principals, teachers, and students as primary subjects. Data were collected through observation, interviews and documentation, with. data analysis involving reduction, presentation, and synthesis for conclusions. To ensure data validity, the study employed technical and source triangulation. Findings indicate that Islamic-based environmentally sustainable character education was facilitated through a series of initiatives: daily reporting, the GPS (Garbage Collection Movement), LISA (see trash pickup) practices, community service actvities, establishement of waste banks, composting, nurseries, hydroponics and TOGA (Medicinal Plant Garden), cultivation,water and energy conservation, innovations in environmentally sustainable behaviors, environmental education programs, formation of Adiwiyata cadres, and guidance for Adiwiyata schools. The implications of this approach for elementary schools in Banjarmasin are reflected in four primary components; the establishment of environmentally conscious school policies, integration of environmentally themes within the curriculum, participatory environmental engagement, and the management of eco-friendly facilities and infrastructure.