Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Intracranial and Extracranial Vertebrobasilar Artery Stenosis Patient Profile in Dr. Moewardi General Hospital Subandi, Subandi; Suroto, Suroto; Mirawati, Diah Kurnia; Danuaji, Rivan; Budianto, Pepi; Hambarsari, Yetty; Hamidi, Baarid Luqman; Prabaningtyas, Hanindia Riani; Hutabarat, Ervina Arta Jayanti; Tejomukti, Teddy; Ristinawati, Ira; Tedjo, Raden Andi Ario; Pretikasari, Zefania Yonisa; Hafizhan, Muhammad; Putra, Stefanus Erdana
Smart Medical Journal Vol 6, No 3 (2023): December
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/smj.v6i3.71299

Abstract

Introduction: Vertebrobasilar artery stenosis can be extracranial or intracranial, and accounts for up to 20% of posterior circulation ischemic strokes. The gold standard for diagnosing is Digital Subtraction Angiography (DSA), an invasive diagnostic method by injecting a contrast agent into the blood vessels leading to the brain through a catheter. This study aims to determine the profile of patients with intracranial and extracranial vertebrobasilar artery stenosis who underwent DSA procedures.Methods: This descriptive research was conducted in RSUD Dr. Moewardi in patients who underwent DSA procedures for the period January 2020 to March 2022 and found vertebrobasilar artery stenosis. The study samples were grouped based on the location of the stenosis; intracranial and extracranial. The data collected included age, gender, symptoms, risk factors, degree of stenosis, and angiographic findings.Results: Of 42 subjects, 33 (78.6%) patients were male. There are 23 (54.8%) patients with intracranial vertebrobasilar stenosis and 19 (45.2%) patients in extracranial. The main symptoms included hemiparesis, vertigo, hemiesthesia, loss of consiciousness, aphasia, dysartria, and dysphagia. The risk factors were 36 (85.7%) patients with hypertension, 18 (42.9%) patients with diabetes mellitus, 18 (42.9%) patients with a history of smoking, and 13 (31%) patients with hyperlipidemia. A total of 8 patients underwent stenting/angioplasty.Conclusion: The prevalence of vertebrobasilar artery stenosis increases with age, most commonly occurring at the age of 50-59 years..The most common risk factor for vertebrobasilar artery stenosis is hypertension. Management recommendations include a combination of antiplatelet and endovascular therapy.
Pelatihan Pengisian Mini Mental State Examination (MMSE) dan Eight-item Informant Interview to Differentiate Aging and Dementia (AD8) untuk Deteksi Dini Demensia Alzheimer bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Ristinawati, Ira; Mirawati, Diah Kurnia; Subandi, Subandi; Danuaji, Rivan; Budianto, Pepi; Prabaningtyas, Hanindia Riani; Tedjo, Raden Andi Ario; Putra, Stefanus Erdana; Hafizhan, Muhammad
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.66400

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk  untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tentang pentingnya cara pengisian kedua instrumen tersebut dalam rangka deteksi dini demensia Alzheimer. Kegiatan ini juga bertujuan mengarahkan para tenaga kesehatan di FKTP untuk melakukan skrining pada pasien yang memiliki faktor risiko mengalami demensia Alzheimer sehingga tatalaksana dini yang lebih baik dapat diterapkan pada penderita demensia Alzheimer yang tentunya dapat meningkatkan kualitas hidup pasien tersebut. Target yang dicapai adalah peningkatan pemahaman dan informasi terkait cara pengisian MMSE dan AD8 dan manfaat skrining demensia Alzheimer. Metode pelaksanaan kegiatan pemberdayaan dan pengabdian masyarakat pada mitra berupa pemetaan demografi tenaga kesehatan FKTP potensial yang dilanjutkan dengan koordinasi dan kolaborasi dengan bagian Diklit RSUD Dr. Moewardi Surakarta untuk promosi dan pelaksanaan pelatihan daring. Selanjutnya, peneliti melakukan pelatihan dengan cara menjelaskan cara pengisian MMSE dan AD8 serta manfaat skrining demensia Alzheimer, simulasi interaktif cara pengisian MMSE dan AD8 dengan probandus, diskusi dan tanya jawab, serta evaluasi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa para tenaga kesehatan memiliki pemahaman yang meningkat dibandingkan sebelum pelatihan tentang cara dan manfaat pengisian MMSE dan AD8 dalam skrining demensia Alzheimer, sehingga meningkatkan kesadaran para tenaga kesehatan di FKTP akan dampak buruk peningkatan kejadian demensia Alzheimer yang dapat timbul akibat keterlambatan diagnosis. Kata kunci: demensia Alzheimer; pelatihan; tenaga kesehatan; MMSE; AD8
Efektifitas Promosi Kesehatan Menggunakan Video Senam Rehabilitasi Vestibuler untuk Mengurangi Keluhan Vertigo di Masa Pandemik Mirawati, Diah Kurnia; Tedjo, Raden Andi Ario; Budianto, Pepi; Prabaningtyas, Hanindia Riani; Ristinawati, Ira; Subandi, Subandi; Danuaji, Rivan; Hafizhan, Muhammad; Putra, Stefanus Erdana
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.68328

Abstract

Vertigo merupakan sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh seperti sensasi berputar namun tanpa adanya sensasi berputar yang sebenarnya. Vertigo paling sering disebabkan oleh disfungsi pada sistem vestibular dari lesi perifer maupun sentral. pada masa pandemi COVID-19 sebagian besar pasien vertigo mengalami kesulitan untuk rutin memeriksakan diri di rumah sakit. Oleh karena itu, dicari alternatif berupa perawatan non farmakologis agar pasien bisa tetap mengontrol keluhan penyakitnya di masa pandemi ini. Senam rehabilitasi vestibular melatih otak melalui petunjuk visual dan proprioseptif alternatif untuk menjaga keseimbangan. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui efektifitas promosi kesehatan menggunakan video senam rehabilitasi vestibuler untuk mengurangi keluhan vertigo. Penyelenggaran penyuluhan pada anggota posyandu lansia ANTHURIUM, Kelurahan Tegalrejo yang diikuti sebanyak 47 orang. Sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan evaluasi terkait pengetahuan peserta mengenai vertigo melalui pretest dan posttest. Data hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan pengetahuan peserta dari skor rata rata awal 62.4 menjadi 83.7.
Efektivitas Promosi Kesehatan Menggunakan Leaflet Nyeri Punggung Bawah untuk Mengurangi Keluhan Nyeri Punggung di Masa Pandemik Mirawati, Diah Kurnia; Prabaningtyas, Hanindia Riani; Budianto, Pepi; Subandi, Subandi; Danuaji, Rivan; Hamidi, Baarid Luqman
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.56217

Abstract

Nyeri punggung  bawah  (NPB) adalah  suatu keadaan  tidak  nyaman  atau  rasa  nyeri  yang  akut  pada  di  daerah  ruas lumbalis  kelima  dan  sakralis pertama (L5-S1). Kebijakan social distancing pada masa pandemi COVID-19 diberlakukan untuk menurunkan angka infeksi COVID-19, namun hal ini memunculkan masalah baru seperti nyeri musculoskeletal yang terjadi karena kurangnya aktivitas fisik individu. Pandemi COVID-19 juga secara signifikan mengurangi akses pasien untuk mendapatkan pengobatan di fasilitas kesehatan untuk mengatasi nyeri punggung yang dialami. Hal ini mendorong peneliti untuk mengembangkan media edukasi untuk tatalaksana mandiri untuk pasien dengan NPB. Pada pengabdian masyarakat ini, peneliti menyusun materi edukasi mengenai rehabilitasi NPB yang dapat dilakukan di rumah. Kami mengukur skala nyeri dan kualitas hidup pasien sebelum dan sesudah edukasi. Skala nyeri pasien diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan kualitas hidup pasien dinilai dengan The World Health Organization Quality of Life – BREF (WHOQOL-BREF). Uji T-test dependen menunjukkan terdapat penurunan intensitas nyeri (p=0.000) dan perbaikan kualitas hidup peserta (p=0.000) setelah edukasi. Kata kunci: nyeri punggung bawah; pengabdian masyarakat; pendidikan