Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN BERBASIS KELAPA PADA PROGRAM MATCHING FUND DI BUMDes MAKMUE BEURATA Rini Mastuti; Rita Meutia; Apridar Apridar; Indani Indani; Zuraini Zuraini; Nurul Faudiah; Natasha Natasha
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4244-4252

Abstract

BUMDes Makmue Beurata bergerak dalam pengolahan U NeuLhee (bumbu masakan khas Aceh berbahan dasar kelapa). Usaha ini (stagnan) akibat kurangnya daya tarik konsumen. Berdasarkan hal tersebut Tim Matching Fund melakukan diversifikasi kepada U NeuLhee yang dihasilkan. Metode yang digunakan yaitu : Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi transfer teknologi, pelatihan diversifikasi serundeng, monitoring dan evaluasi. Tujuan dari dilakukannya kegiatan ini adalah : 1) Memperluas jangkauan pasar melalui diversifikasi produk U NeuLhee /Kelapa gonseng menjadi Serundeng, 2) Meningkatkan penjualan produk, 3) dan Meningkatkan pendapatan BUMDes Makmue Beurata. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan melalui diversifikasi kelapa gongseng, pasar yang sebelumnya terbatas hanya di Banda Aceh kini telah berkembang ke Kota Langsa dan Aceh Tamiang. Selain itu, diversifikasi produk juga berdampak positif. Dengan adanya diversifikasi produk mengakibatkan BUMDes memperoleh hasil yang lumayan besar yaitu sebesar Rp. 1.350.000/bulan dan hasil ini akan berpotensi menaikkan pendapatan masyarakat kedepannya. Pendampingan digital marketing sangat dibutuhkan agar pemasarankedepannya dapat dijangkau lebih luas lagi.
PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI USAHA MURNISOY MILK (MINUMAN SEHAT PENCEGAH STUNTING SEBAGAI AGEN PERUBAHAN DALAM PENCEGAH STUNTING Riezky Purnama Sari; Rini Mastuti; Amelia Amelia; Ulya Nabilla; Fitra Muliani; Nurviana Nurviana; Fairus Fairus
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3785-3791

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bukan hanya memiliki peran dalam peningkatan ekonomi masyarakat namun juga dapat berperan membantu peningkatan nilai gizi masyarakat. Sekaligus menjadi agen perubahan dalam pencegah stunting sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan produk berkualitas seperti minuman sehat susu kedelai.  Tujuan dari kegiatan pemberdayaan  ini adalah untuk membekali UMKM Usaha Maju Mandiri dengan kapasitas usaha mandiri yang maju untuk memperkuat usaha minuman susu kedelai yang sehat dan siap menjadi agen perubahan pencegah stunting di Desa Paya Bujok tungoh.  Hasil diskusi antara mitra dan tim PKM mengidentifikasi dua permasalahan prioritas, yaitu: (1) Produk mitra masih dikemas secara tradional dan tidak menarik (2) Produk susu kedelai mitra hanya di pasarkan di seputar desa Paya Bujok tungoh saja sehingga perlu dipasarkan secara luas dengan memanfaatkan pemasaran digital. Kegiatan PKM ini terbagi dalam tiga tahapan yaitu: persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah PRA (Partisipatori Rural Appresial) dengan teknik ceramah, diskusi interaktif demontrasi dan praktik langsung. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa mitra mendapatkan pengetahuan dan pendampingan PkM untuk meningkatkan kualitas produk usahanya. Selain itu 97% mitra sangat setuju pendampingan PkM sesuai dengan Kebutuhan mitra dan 100% Mitra sangat setuju jika Tim PkM yang terlibat dalam kegiatan pengabdian   masyarakat.
MAGANG MAHASISWA DI DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PROVINSI ACEH PADA PROGRAM MATCHING FUND Chairuddin Chairuddin; Muhammad Fuad; Fairus Fairus; Sorbakti Sinaga; Rini Mastuti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4224-4233

Abstract

Program magang yang dilakukan bagi mahasiswa merupakan sebuah kesempatan untuk mengikuti periode kerja sementara. Melalui kegiatan magang mahasiswa dapat memperoleh pengalaman kerja awal yang berharga, yang dapat membantu memahami tantangan, tren, dan peluang di dunia kerja. Matching Fund menyediakan peluang magang bagi mahasiswa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Aceh sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan soft skill mahasiswa dalam mengatasi permasalahan di desa atau masyarakat. Kegiatan magang diikuti oleh 5 orang mahasiswa yang berasal dari program studi yang berbeda. Metode yang digunakan dalam kegiatan magang adalah pendekatan partisipatif dimana mahasiswa terlibat secara menyeluruh pada hampir semua kegiatan DPMD pada sektor yang disesuaikan dengan latar belakang keilmuan masing-masing mahasiswa. Dosen berperan sebagai pembimbing yang memberikan arahan dan bimbingan kepada mahasiswa selama proses magang. Hasil menunjukkan bahwa, kegiatan magang dapat meningkatkan soft skill mahasiswa rata-rata mencapai 90% terkait pengelolaan desa. Melalui kegiatan ini, diketahui bahwa pentingnya
PENINGKATAN SKILL WANITA TANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN VERMIKOMPOS PADA KWT CITRA KARSA Rini Mastuti; Muhammad Fuad; Vivi Mardina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4234-4243

Abstract

Pupuk kompos adalah jenis pupuk organik yang dihasilkan dari bahan-bahan alami, seperti sisa-sisa tanaman, limbah dapur, dan kotoran hewan yang telah mengalami proses pelapukan atau dekomposisi. Desa Benua Raja, yang terletak di Kecamatan Rantau, Kab. Aceh Tamiang, menghasilkan sejumlah limbah organik, seperti kotoran ayam potong dan kotoran sapi, yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Limbah-limbah ini saat ini hanya dibuang tanpa pengolahan. Di desa ini, terdapat Kelompok Wanita Tani (KWT) Citra, yang fokus pada pengembangan usaha sayuran. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hard skill dan soft skill dari  KWT Citra Karsa dalam pembuatan vermikompos. Metode vermikomposting yang diperkenalkan dengan menggunakan cacing Lumbricus rubellus. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan antusiasme yang tinggi, dan sebagai akibat dari kegiatan ini, keterampilan teknis dan lunak  mengalami peningkatan hingga mencapai 85%. Dalam tahap selanjutnya, pendampingan lebih lanjut sangat diperlukan untuk membantu  dalam mengelola vermikompos sehingga bisa dipasarkan, serta dalam pengembangan usaha pertanian organik di Desa Benua Raja.